Surat Ad-Dukhan Ayat 9

بَلْ هُمْ فِى شَكٍّ يَلْعَبُونَ

Arab-Latin: Bal hum fī syakkiy yal'abụn

Artinya: Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan.

« Ad-Dukhan 8Ad-Dukhan 10 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Mendalam Mengenai Surat Ad-Dukhan Ayat 9

Paragraf di atas merupakan Surat Ad-Dukhan Ayat 9 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka hikmah mendalam dari ayat ini. Didapatkan beraneka penjelasan dari para mufassir terkait makna surat Ad-Dukhan ayat 9, misalnya seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Justru orang-orang musyrik itu benar-benar dalam kebimbangan terhadap kebenaran. Mereka lalai dan bermain-main, dan tidak membenarkannya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

9. Orang-orang musyrik tidak meyakini hal itu, justru mereka meragukannya, bermain-main dengan kesesatan yang ada pada mereka.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

9. بَلْ هُمْ فِى شَكٍّ (Tetapi dalam keragu-raguan)
Tentang keesaan Allah dan hari kebangkitan.

يَلْعَبُونَ (mereka bermain-main)
Yakni mereka bermain-main dalam pengakuan mereka bahwa Allah adalah pencipta mereka dan makhluk-makhluk yang lain, dan pengakuan mereka ini hanya untuk bermain-main dan mengolok-olok.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

9. Tetapi mereka yang menyekutukan Allah, ragu-ragu akan adanya hari kebangkitan dan ragu akan al-Qur’an ini, mereka menertawakan Nabi SAW, menertawakan keyakinan Nabi SAW beserta pengikutnya bahwa Allah SWT lah yang menciptakan mereka dan menciptakan makhluk semesta alam, mereka menjadikan hal tsb sebagai permainan dan tertawaan. Mereka menolak Nabi sebab keyakinan mereka.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Tetapi mereka dalam keraguan dan mereka bermain-main


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

9. kala Allah menegaskan rububiyah dan uluhiyahNya yang mewajibkan untuk diketahui secara sempurna dan menghilangkan keraguan, Allah memberitahukan bahwa orang-orang kafir meski dengan penjelasan seperti ini, “mereka bermain-main dalam keraguan-raguan,” yakni, tenggelam dalam keraguan dan syubhat, melalaikan tujuan kenapa mereka diciptakan dan lebih sibuk dengan permainan-permainan batil yang tidak bermanfaat bagi mereka, justru hanya memudaratkan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 9-16
Allah SWT berfirman, "Tetapi orang-orang musyrik itu (tenggelam di dalam keragu-raguannya) yaitu telah datang kepada mereka kebenaran yang diyakini, sedangkan mereka meragukannya, mendustakannya dan tidak mau membenarkannya. Kemudian Allah SWT berfirman seraya memperingatkan dan mengancam mereka: (Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata (10))
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abu Mulaikah, dia berkata bahwa pada suatu hari dia pergi mengunjungi Ibnu Abbas, lalu Ibnu Abbas berkata,"Tadi malam aku tidak dapat tidur sampai pagi hari." Aku bertanya, "Mengapa?" Ibnu Abbas menjawab, "Telah muncul bintang yang memiliki ekor, maka aku khawatir jika itu pertanda munculnya kabut, sehingga aku tidak dapat tidur sampai pagi hari" Demikian juga yang dikatakan orang-orang yang sependapat dengan Ibnu Abbas dari kalangan para sahabat dan tabi'in, dengan hadits-hadits marfu' dalam kitab-kitab shahih dan hasan serta hadis lainnya yang mereka sebutkan. Di dalamnya terdapat dalil yang jelas bahwa “Ad-Dukhan” merupakan salah satu pertanda yang ditunggu-tunggu kedatangannya, dan bersamaan dengan itu jelas pada Al-Qur’an.
Allah SWT berfirman: (Maka tunggulah ketika langit membawa kabut yang nyata (10)) yaitu kabut yang jelas dapat dilihat setiap orang. Tetapi berdasarkan tafsir yang disampaikan Ibnu Mas'ud sesungguhnya kabut itu hanyalah berasal dari ilusi mereka lihat kare kelaparan dan kelelahan. Demikian juga yang disebutkan dalam firmanNya SWT: (yang meliputi manusia) yaitu, menutupi mereka semua. Seandainya kabut itu merupakan ilusi, maka yang mengalaminya hanya penduduk Makkah yang musyrik saja, dan tidak akan disebutkan dalam firmanNya: (yang meliputi manusia)
Firman Allah SWT: (Inilah azab yang pedih) yaitu, hal ini dikatakan kepada mereka dengan maksud mengecam dan mencemoohkan, sebagaimana firmanNya: (Pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya (dikatakan kepada mereka) (13) "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya” (14))(Surah Ath-Thur) atau dikatakan oleh sebagian dari mereka kepada sebagian lain.
Firman Allah: ((mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman” (12)) yaitu orang-orang kafir itu ketika menyaksikan azab dan hukuman Allah memohon agar azab dan siksaan itu dilenyapkan dan diangkat dari mereka. sebagaimana firmanNya: (Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman” (27)) (Surah Al-An'am) dan (Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim, "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.” (Kepada mereka dikatakan), “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? (44)) (Surah Ibrahim)
Demikian juga di sini Allah berfirman: (Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan (13) kemudian mereka berpaling darinya dan berkata "Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi seorang yang gila" (14) Allah SWT berfirman, "Bagaimana mungkin mereka menerima peringatan, padahal Kami telah menutus kepada mereka seorang rasul dengan membawa risalah dan peringatan, sekalipun demikian mereka berpaling darinya dan tidak setuju denganya, bahkan mendustakannya (dan berkata "Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi seorang yang gila") Ini sebagaimana firmanNya: (Pada hari itu ingatlah manusia, tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya) (Surah Al-Fajr: 23)
Firman Allah SWT: (Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaaan itu agak sedikit, sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar) (15)) (Surah Ad-Dukhan) Ada dua makna tentang ayat ini:
Yang pertama adalah Allah SWT berfirman, "Seandainya Kami melenyapkan azab itu dari kalian dan Kami mengembalikan kalian ke dunia, sungguh kalian akan kembali mengulangi perbuatan kalian berupa kekafiran dan mendustakan kebenaran" sebagaimana firmanNya: (Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudaratan yang mereka alami, benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam sifat melampaui batas mereka (75)) (Surah Al-Mu’minun)
Yang kedua bahwa makna yang dimaksud adalah sesungguhnya Kami menangguhkan azab dari kalian bahkan sebentar setelah terpenuhi­nya semua penyebab turunnya azab kepada kalian, sedangkan kalian terus-menerus melampaui batas dan tersesat. Dan tidaklah “pelenyapan azab dari mereka” itu berarti mereka sedang mengalaminya, sebagaimana firmanNya: (Selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami lenyapkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu) (Surah Yunus: 98) Azab tidak sedang mereka alami dan masih belum sampai kepada mereka melainkan hanya penyebab-penyebabnya saja. Dan hal ini bukan berarti bahwa mereka telah meninggalkan kekafiran mereka, lalu mereka kembali lagi kepada kekafiran itu. Allah SWT telah berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Syu'aib yang berkata kepada kaumnya saat mereka berkata kepadanya: ("Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu, dari kota kami; kecuali kamu kembali pada agama kami.” Syu'aib berkata "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya? (88) Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami darinya”) (Surah Al-A'raf: 88-89) Nabi Syu'aib sama sekali tidak pernah memeluk agama mereka dan tidak pula tata cara mereka.
Qatadah berkata bahwa maknanya adalah sesungguhnya kalian akan kembali kepada azab Allah.
Firman Allah: ((Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan (16)) Ibnu Mas'ud menafsirkan bahwa hari itu adalah perang Badar. Dan inilah yang dikatakan sejumlah ulama yang sependapat dengan Ibnu Mas'ud dalam tafsirnya tentang Ad-Dukhan yang telah dijelaskan. Yang jelas bahwa hal itu menunjukkan bahwa hal itu terjadi pada hari kiamat, sekalipun dalam perang Badar dinamakan juga sebagai hari pembalasan.
Ibnu Abbas berkata bahwa Ibnu Mas'ud berkata bahwa yang di­maksud dengan hantaman yang keras adalah hari Perang Badar. Saya berkata bahwa itu adalah hari kiamat. Pendapat yang serupa juga dikatakan Hasan Al-Bashri dan Ikrimah menurut salah satu dari dua riwayat yang paling shahih


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ad-Dukhan ayat 9: (Tetapi mereka dalam keragu-raguan) tentang adanya hari berbangkit (adalah orang-orang yang bermain-main) dengan maksud mengejek kamu, hai Muhammad. Maka Nabi berdoa, "Ya Allah! Bantulah aku untuk menghadapi mereka, timpakanlah kepada mereka paceklik selama tujuh tahun sebagaimana paceklik yang diminta oleh Nabi Yusuf."


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyatakan rububiyyah dan uluhiyyah-Nya (ketuhanan dan keberhakan-Nya disembah) dimana hal ini mengharuskan ada pengetahuan yang sempurna (yakin) dan menolak keraguan, maka Dia memberitahukan, bahwa orang-orang kafir setelah dijelaskan hal ini, ternyata masih bergelimang di atas keraguan dan syubhat serta lalai dari tujuan mereka diciptakan, demikian juga mereka menyibukkan dengan permainan yang batil yang tidak menghasilkan bagi mereka selain bahaya.

Terhadap tauhid dan kebangkitan.

Yakni mengolok-olok Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Beliau berdoa kepada Allah agar menimpakan kepada mereka kemarau panjang selama tujuh tahun sebagaimana yang menimpa bangsa Mesir di zaman Nabi Yusuf ‘alaihis salam.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ad-Dukhan Ayat 9

Tetapi mereka senantiasa dalam keraguan, mereka bermain-main terhadap tanda-tanda ke kuasaan Allah yang telah di tunjukkan kepada mereka. 10-11. Maka oleh sebab itu, tunggulah wahai nabi Muhammad, atau siapa pun, hari ketika langit membawa kabut, yaitu debu yang beterbangan dari tanah akibat kekeringan yang berkepanjangan yang tampak jelas bagi mereka, yang meliputi manusia sehingga mereka tidak dapat melihat apa pun di sekitar mereka dan melindungi diri mereka. Inilah azab yang pedih bagi orang-orang yang melakukan perbuatan dosa.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beberapa penjelasan dari kalangan mufassir berkaitan isi dan arti surat Ad-Dukhan ayat 9 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan untuk kita bersama. Sokong dakwah kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Cukup Sering Dibaca

Nikmati ratusan materi yang cukup sering dibaca, seperti surat/ayat: Al-Qalam, Al-Ahzab 43, Al-Baqarah 282, Al-Anbiya 19, Ali Imran 26-27, Ar-Rahman 33. Ada juga Ar-Ra’d 31, Al-Baqarah 261, An-Najm 39-42, Al-Hujurat 11, Al-Baqarah 285, Al-‘Ashr 3.

  1. Al-Qalam
  2. Al-Ahzab 43
  3. Al-Baqarah 282
  4. Al-Anbiya 19
  5. Ali Imran 26-27
  6. Ar-Rahman 33
  7. Ar-Ra’d 31
  8. Al-Baqarah 261
  9. An-Najm 39-42
  10. Al-Hujurat 11
  11. Al-Baqarah 285
  12. Al-‘Ashr 3

Pencarian: surah al zumar ayat 53, surat alhadid ayat 22 menjelaskan bahwa, tulisan arab surah ar-rahman, surat ibrahim ayat, azzariyat

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.