Surat Az-Zukhruf Ayat 45

وَسْـَٔلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلْنَا مِن دُونِ ٱلرَّحْمَٰنِ ءَالِهَةً يُعْبَدُونَ

Arab-Latin: Was`al man arsalnā ming qablika mir rusulinā a ja'alnā min dụnir-raḥmāni ālihatay yu'badụn

Artinya: Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?"

« Az-Zukhruf 44Az-Zukhruf 46 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Terkait Surat Az-Zukhruf Ayat 45

Paragraf di atas merupakan Surat Az-Zukhruf Ayat 45 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai hikmah menarik dari ayat ini. Terdokumentasi pelbagai penjabaran dari beragam mufassir mengenai kandungan surat Az-Zukhruf ayat 45, misalnya seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Bertanyalah (wahai rasul) kepada para pengikut nabi-nabi yang telah Kami utus sebelummu dan para pembawa syariat mereka, ”apakah utusan-utusan mereka mengajak manusia untuk menyembah selain Allah?”. maka mereka akan mengabarkan kepadamu bahwa hal itu tidak terjadi, karena semua rasul mengajak kepada apa yang kamu serukan kepada manusia sekarang, yaitu menyembah Allah semata. yang tidak ada sekutu bagiNya dan melarang menyembah selainNya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

45. Dan tanyakanlah -wahai Rasul- kepada para rasul yang telah Kami utus sebelummu, apakah Kami menjadikan selain Ar-Raḥmān tuhan-tuhan untuk disembah?


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

45. وَسْـَٔلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلْنَا مِن دُونِ الرَّحْمٰنِ ءَالِهَةً يُعْبَدُونَ (Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: “Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?”)
Yang dimaksud adalah pertanyaan kepada para rasul pada malam Isra mi’raj ketika beliau menemui mereka.
Pendapat lain mengatakan maknanya adalah tanyakanlah kepada umat-umat yang telah Kami utus kepada mereka para rasul, apakah Allah mengizinkan penyembahan terhadap berhala-berhala dalam suatu agama? Apakah hal itu diperbolehkan bagi salah satu dari umat itu?


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

45. Bertanyalah wahai Rasul, tentang umat para rasul terdahulu yang telah kami bangkitkan sebelummu: “Apakah Allah pernah mengizinkan menjadikan berhala sebagai sesembahan, juga apakah kalian tidak pernah diperingatkan?” Maksudnya adalah bahwa para Nabi terdahulu kesemuanya bersaksi dan menyeri kepada pengesaan Allah, juga perintah ini sudah ada sejak dulu.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu,“Apakah Kami menjadikan selain Dzat yang Maha Pengasih sebagai tuhan-tuhan yang disembah”


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

45. “dan tanyakanlah kepada rasul-rasul kami yang telah kami utus sebelkum kamu, ‘adakah kami menentukan sesembahan-sesembahan untuk disembah selain Allah yang maha pemurah’,” sehingga orang-orang musyrik memilki semacam hujjah yang mereka ikuti dari salah seorang rasul tersebut? Bila kau bertanya dan mencari tahu kondisi mereka (para rasul) kau tidak akan mendapatkan satupun dari mereka yang menyeru untuk menjadikan tuhan lain bersama Allah. Semua rasul dari yang pertama hingga yang terakhir sama menyeru untuk menyembah Allah semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Allah berfirman, ”dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan),’sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thagut,” (an-nahl:36)
Semua rasul yang diutus Allah mengatakan pada kaumnya, ”sembahlah Allah, tidak ada bagi kalian tuhan lain selainNya,” hal ini menunjukkan bahwa orang-orang musyrik tidak memilki sandaran dalam kesyirikan mereka, bukan berasal dari akal sehat dan juga bukan berita para rasul.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 36-45
Allah SWT berfirman: (Barang siapa yang berpaling) yaitu berpura-pura tidak tahu, melalaikan dan berpaling (dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pengasih) Kata “al-asya” terkait mata maka maknannya adalah lemah pandangannya, sedangkan makna yang dimaksud di sini adalah lemah pandangan mata hati (Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya) sebagaimana firmanNya SWT: (Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali (115)) (Surah An-Nisa’) dan (Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran) Allah memalingkan hati mereka) (Surah Ash-Shaff: 5)
Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk (37) Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (di hari kiamat)) yaitu orang ini yang berpaling dari jalan petunjuk, Kami mengadakan baginya setan-setan yang menyesatkannya dan menunjukkan kepadanya jalan ke neraka Jahim. Dan apabila dia datang menghadap kepada Allah SWT pada hari kiamat, maka dia benci kepada setan-setan yang menemaninya (dia berkata, "Wahai! Sekiranya (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang (setan itu) teman yang paling jahat (bagi manusia)") sebagiam mereka ada yang membaca (Sehingga apabila orang–orang yang berpaling itu datang kepada Kami) yaitu teman dan yang ditemani
Yang dimaksud dengan “Al-masyriqain” adalah antara timur dan barat, dan disebutkan dengan ini karena sering digunakan sebagaimana disebutkan “Al-qamarani”, “Al-'Umarani”, dan “Al-Abawani” Pendapat itu dikatakan Ibnu Jarir dan lainnya.
Keikutsertaan dalam suatu musibah yang diterima di dunia bisa menjadi penghibur bagi orang yang mengikutinya dalam musibah itu
Kemudian Allah SWT berfirman: ((Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu (39)) yaitu tidak berguna lagi bagi kalian. Kalian berkumpul di neraka dan kalian bersekutu dalam menerima azab yang pedih.
Firman Allah: (Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak dapat mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata? (40)) yaitu, bukanlah itu terletak di tanganmu. Sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan, dan tugasmu bukan memberi petunjuk kepada mereka, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki. Allah adalah Hakim yang Maha Adil dalam hal itu.
Kemudian Allah berfirman: (Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat) (41)) yaitu Kami harus membalas mereka dan menyiksa mereka, sekali pun kamu telah pergi (Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah kami (Allah) ancamkan kepada mereka. Maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka (42)) yaitu Kami berkuasa melakukan yang ini dan itu. Dan Allah tidak mewafatkan NabiNya sampai Dia menyenangkan hatinya dari musuh-musuhnya. Allah telah menjadikannya berkuasa atas nyawa mereka dan menjadikannya memiliki semua yang dimiliki perbendaharaan mereka. Demikianlah kesimpulan dari pendapat As-Suddi dan dipilih oleh Ibnu Jarir.
Kemudian Allah SWT berfirman: (Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus (43)) yaitu peganglah Al-Qur'an yang diturunkan ke dalam hatimu, karena sesungguhnya itu adalah kebenaran dan apa yang ditunjukkan adalah kebenaran yang menuntun ke jalan Allah yang lurus, yang menyampaikan kepada surga yang penuh kenikmatan dan kebaikan yang kekal dan tetap.
Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya- Al-Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu) Dikatakan bahwa maknanya adalah Al-Qur'an itu benar-benar merupakan kemuliaan bagimu dan kaummu. Pendapat itu dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid. Pendapat itu dipilih Ibnu Jarir dan tidak ada seorangpun yang meriwayatkannya selain dia. Makna yang dimaksud adalah bahwa hal ini merupakan kemuliaan bagi mereka dimana dia diturunkan dengan bahasa mereka, maka mereka adalah orang-orang yang paling memahaminya. Jadi, selayaknya mereka menjadi orang-orang yang paling menegakkannya dan paling depan dalam mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya. Demikianlah yang telah dilakukan orang-orang yang terpilih dari kalangan mereka, yaitu dari kalangan kaum Muhajirin yang pertama yang ikhlas dan orang-orang yang serupa dengan mereka dan mengikuti jejak mereka. Dikatakan bahwa makna firmanNya: (Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu) yaitu benar-benar merupakan peringatan bagimu dan kaummu. Penyebutan mereka secara khusus dengan peringatan ini tidak menafikan orang-orang selain mereka. Sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? (10)) (Surah Al-Anbiya’) dan firmanNya: (Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat (214) (Surah Asy-Syu'ara)
(dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban) yaitu tentang Al-Qur'an ini, apakah kalian mengamalkannya dan bagaimanakah menerimanya.
Firman Allah: (Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?” (45)) yaitu semua rasul menyeru manusia kepada apa yang diserukan olehmu kepada manusia, berupa menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dan melarang menyembah berhala dan tandingan-tandingan. Sebagaimana firmanNya: (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut” (Surah An-Nahl: 36) Mujahid berkata dalam bacaan Abdullah bin Mas'ud, yaitu:”Tanyakanlah kepada orang-orang yang telah Kami utus kepada mereka sebelummu, yaitu rasul-rasul Kami" Demikian juga diriwayatkan Qatadah, Adh-Dhahhak, As-Suddi, dari Ibnu Mas'ud r.a. Hal ini seakan-akan tafsir, bukan bacaan, hanya Allah yang lebih Mengetahui.
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata, yaitu: “Tanyakanlah kepada mereka di malam Isra’, karena sesungguhnya para nabi dikumpulkan untuk menyambut beliau.. Ibnu Jarir memilih pendapat yang pertama


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Az-Zukhruf ayat 45: (Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, "Adakah Kami menentukan selain Allah Yang Maha Pemurah) (sebagai tuhan-tuhan untuk disembah), menurut suatu pendapat bahwa hal ini memang berdasarkan kenyataan, yaitu seumpamanya Allah mengumpulkan rasul-rasul itu pada malam sewaktu nabi diisra-kan. Menurut pendapat yang lain bahwa yang dimaksud adalah umat-umat dari kalangan ahli kitab. Kedua pendapat tadi tidak usah diselidiki kebenarannya, karena makna yang dimaksud dari perintah menanyakan ini ialah untuk menetapkan terhadap orang-orang musyrik Quraisy, bahwasanya tiada seorang utusan pun dari Allah dan tiada pula suatu kitab pun yang diturunkan-Nya yang memerintahkan untuk menyembah kepada selain Allah.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Ada yang berpendapat, bahwa perintah ini sesuai zhahirnya, yaitu pada malam Beliau berisraa’-mi’raj dikumpulkan para rasul kepada Beliau, lalu Beliau diperintahkan untuk bertanya kepada para rasul, namun Beliau sudah cukup yakin sehingga tidak bertanya. Namun kebanyakan para mufassir berkata, “(Maksudnya) bertanyalah kepada orang-orang mukmin dari Ahli Kitab yang para nabi diutus kepada mereka, bukankah para rasul datang membawa tauhid?” Ini adalah pendapat Ibnu Abbas dalam semua riwayat, Mujahid, Qatadah, Adh Dhahhak, As Suddiy, Al Hasan dan dua orang Muqatil. Hal ini ditunjukkan pula oleh qiraat Abdullah (Ibnu Mas’ud) dan Ubay, “Was ‘alilladziina ar salnaa ilaihim qablaka rusulanaa.”

Perintah untuk bertanya ini adalah untuk menyatakan kepada kaum musyrik Quraisy, bahwa tidak ada satu pun rasul maupun kitab yang memerintahkan beribadah kepada selain Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Ayat ini menunjukkan bahwa semua para rasul menyuruh menyembah Allah dan menjauhi sesembahan selain-Nya. Demikian pula menunjukkan bahwa kaum musyrik tidak memiliki sandaran dalam syriknya, baik dari akal yang sehat maupun nukilan dari para rasul.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Az-Zukhruf Ayat 45

Dan tanyakanlah, wahai Muhammad, kepada rasul-rasul kami yang telah kami utus kepada umat-umat sebelum engkau, "apakah kami menentukan tuhan-tuhan selain Allah yang maha pengasih untuk disembah'" tentu tidak. Kami hanya menentukan satu tuhan yang disembah, yaitu Allah yang maha esa. 46. Ayat yang lalu berbicara tentang rasul-rasul Allah yang telah diutus sebelum nabi Muhammad. Ayat ini berbicara tentang nabi musa, salah satu dari rasul-rasul itu. Dan sungguh, kami telah mengutus musa dengan membawa mukjizat-Mukjizat, yakni bukti-bukti kenabian dan kerasulannya serta bukti-bukti kekuasaan kami, kepada fir'aun, yang mengaku dirinya sebagai tuhan, dan pemuka-pemuka kaumnya yang mendukung dan mempertahankan pengakuannya itu. Maka dia, yakni nabi musa, berkata, 'sesungguhnya aku adalah utusan dari tuhan yang telah menciptakan kalian, dan memiliki seluruh alam. '.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Itulah bermacam penjabaran dari banyak mufassir terhadap makna dan arti surat Az-Zukhruf ayat 45 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat bagi kita. Bantulah dakwah kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Cukup Banyak Dikunjungi

Terdapat banyak materi yang cukup banyak dikunjungi, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 261, An-Najm 39-42, Ar-Ra’d 31, Al-‘Ashr 3, Ar-Rahman 33, Ali Imran 26-27. Ada juga Al-Baqarah 282, Al-Qalam, Al-Baqarah 285, Al-Ahzab 43, Al-Hujurat 11, Al-Anbiya 19.

  1. Al-Baqarah 261
  2. An-Najm 39-42
  3. Ar-Ra’d 31
  4. Al-‘Ashr 3
  5. Ar-Rahman 33
  6. Ali Imran 26-27
  7. Al-Baqarah 282
  8. Al-Qalam
  9. Al-Baqarah 285
  10. Al-Ahzab 43
  11. Al-Hujurat 11
  12. Al-Anbiya 19

Pencarian: surat almaidah ayat 88, albaqarah 61, arti qs an najm ayat 39-42, al insyirah ayat 7-8, an nisa 108

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: