Quran Surat Shad Ayat 66

Dapatkan Amal Jariyah

رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفَّٰرُ

Arab-Latin: Rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumal-'azīzul-gaffār

Terjemah Arti: Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dia juga penguasa langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, juga mahaperkasa dalam menetapkan balasan, serta maha pengampun terhadap dosa-dosa bagi siapa yang bertaubat dan kembali kepada ridahaNYa,

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

66. Allah adalah Rabb langit dan Rabb bumi, Rabb di antara keduanya. Dia Maha Perkasa dalam kerajaan-Nya yang tidak seorang pun mengalahkan-Nya, Dia Maha Pengampun bagi dosa-dosa siapa yang bertobat kepada-Nya dari hamba-hamba-Nya.”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

66. dialah Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya, yang maha Kuat yang tidak ada tandingannya, Maha Pengampun bagi hambaNya yang bertaubat dan yang taat.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

(Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa) yakni Maha Menang atas semua perkara-Nya (lagi Maha Pengampun") terhadap kekasih-kekasih-Nya.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H


66. Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububiyah, seraya berfirman, “Rabb langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya.” Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, “Yang Mahaperkasa,” yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), “lagi Maha Pengampun” terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepadaNya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa.
Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu memberi rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak memiliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemampuan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni yang berkuasa terhadap urusan-Nya.

Inilah Tuhan yang berhak dicintai dan diibadahi, bukan yang tidak mampu menciptakan dan tidak mampu memberi rezeki, yang tidak kuasa memberi manfaat atau menolak bahaya seperti patung dan berhala.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Dialah tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara ke-duanya. Dia menciptakan, menguasai, mengatur, mengawasi, dan me-melihara kelangsungan ciptaan-Nya. Dialah yang mahaperkasa dalam mengatur kerajaan-Nya, maha pengampun atas dosa-dosa hamba yang memohon ampunan-Nya. '67-68. Wahai nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir, 'ajakanku mengesakan Allah dan peringatanku tentang siksa akhirat itu adalah berita besar yang selama ini kamu berpaling darinya, wahai orang-orang kafir. Berita dalam Al-Qur'an itu benar adanya, tetapi ba-Nyak manusia mengingkari. '.

Lainnya: Shad Ayat 67 Arab-Latin, Shad Ayat 68 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Shad Ayat 69, Terjemahan Tafsir Shad Ayat 70, Isi Kandungan Shad Ayat 71, Makna Shad Ayat 72

Terkait: « | »

Kategori: 038. Shad

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi