Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Ad-Dhuha Ayat 3

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

Arab-Latin: Mā wadda'aka rabbuka wa mā qalā

Terjemah Arti: Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-3. Allah bersumpah dengan waktu dhuha,dan maksudnya adalah seluruh siang, Allah bersumpah Juga dengan malam yang membuat makhluk tenang dan kegelapannya pekat. Allah bersumpah dengan makhluk yang Dia kehendaki. sedangkan makhluk tidak boleh bersumpah dengan selain khaliknya,karena sumpah dengan selain Allah adalah syirik. Tuhanmu (wahai nabi),tidak meninggalkanmu dan tidak marah kepadamu hanya karena menahan wahyu darimu.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

3. Rabbmu -wahai Rasul- tidak akan meninggalkanmu dan tidak pula memurkaimu sebagaimana ucapan orang-orang musyrik tatkala wahyu terputus darimu.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

3. Dan Tuhanmu tidak meninggalkanmu, tidak memotong hubungan denganmu, tidak mengabaikanmu dan tidak murka denganmu. Itu adalah jawaban dari qasam

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Kemudian datang jawaban atas sumpah, Allah berkata : Sungguh Allah tidaklah meninggalkanmu wahai Nabi, semenjak Ia memilih engkau untuk menyampaikan risalah-Nya dan tidak juga engkau diabaikan, serta marah kepadamu.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Pada suatu ketika nabi bersedih disebabkan wahyu terhenti turun kepadanya selama dua atau tiga hari, karena sesungguhnya al-Qur'an adalah bekal bagi nabi disetiap perjalanan panjangnya, dan cahaya baginya di segala kegelapan, kemudian Allah segera menurunkan wahyu untuk menenangkan kesedihan beliau : { مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ } , maka sungguh menakjubkan orang yang meninggalkan al-Qur'an dan menjauh darinya selama berhari-hari dengan alasan sibuk dengan pekerjaan ! begitu penting kah pekerjaanmu sehingga engkau tidak memberi ruang bagi dirimu bersama al-Qur'an ?!!

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

1-3. Allah bersumpah dengan siang bila cahayanya mulai tersebar, yaitu waktu dhuha, dan juga dengan malam, “apabila telah sunyi,” dan gelap gulita, atas perhatian Allah terhadap RasulNya seraya berfirman, “Rabbmu tiada meninggalkan kamu,” yakni tidak meninggalkanmu sejak Dia memperhatikanmu dan tidak menelantarkanmu sejak memelihara dan merawatmu, tapi Dia senantiasa mendidikmu dengan pendidikan yang paling sempurna dan mengangkatmu satu derajat demi satu derajat, “dan tiada (pula) benci kepadamu,”maksudnya Allah tidaklah membencimu, sejak Dia mencintaimu, karena menafikan kebaikan sesuatu menunjukkan penegasan atas kebalikannya. Penafian semata bukanlah pujian kecuali bila penafian tersebut mengandung penegasan kesempurnaan. Inilah keadaan Rasulullah sebelum dan sesudahnya, yaitu kondisi yang paling sempurna. Kecintaan Allah padanya serta terus berlalunya cinta itu, senantiasa naiknya derajat kesempurnaan Rasulullah dan perhatian Allah pada beliau.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ } Tuhanmu tidak meninggalkanmu wahai Muhammad, { وَمَا قَلَىٰ } dan tidak pula benci kepadamu, ayat ini turun ketika wahyu dari Allah terhenti untuk beberapa saat kepada Rasulullah ﷺ , dan Jibril juga tak kunjung datang menghamiri beliau sampai akhirnya Rasulullah ﷺ merasa gundah dengan keadaan yang beliau hadapi saat itu, dan saat itulah para kaum kuffar berkata kepada Rasulullah ﷺ : wahai Muhammad sesungguhnya tuhanmu telah berhenti memperhatikanmu dan menyayangimu, bahkan sebagian dari merka ada yang mengatakan : kami tidak melihat syaithonmu melainkan telah meninggalkanmu wahai Muhammad, mereka menyebut apa yang datang kepada Nabi Muhammad ﷻ dari wahyu adalah syaithon, maka Rasulullah ﷺ pun merasa sempit hatinya dan galau, yang diragukan oleh beliau bukanlah Tuhanya melainkan perkataan para kaum Kuffar lah yang membuatnya gelisah.

Hingga akhirnya Allah ﷻ menyemangati Rasul-Nya dengan menurunkan ayat ini { مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ } Tuhanmu tidak meninggalanmu wahai Muhammad, seperti yang dikatakan oleh orang-orang kafir { وَمَا قَلَىٰ } dan tidak pula membencimu, ayat ini turun sebagai pembantah terhadap perkataan kaum kuffar kepada Nabi Muhammad ﷺ .

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Maksudnya, ketika turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam terhenti untuk sementara waktu, orang-orang musyrik berkata, "Tuhannya (Muhammad) telah meninggalkannya dan benci kepadanya.” Maka turunlah ayat di atas untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu, yaitu, “Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,” yakni Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidaklah meninggalkan Beliau dan membiarkannya sejak Dia mengurus dan mendidik Beliau, bahkan Dia senantiasa mengurus dan mendidik Beliau dengan pendidikan yang sebaik-baiknya serta meninggikan Beliau sederajat demi sederajat.

Yakni Dia tidak membencimu sejak Dia mencintaimu. Inilah keadaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang dahulu dan yang sekarang; yakni keadaan yang paling sempurna; kecintaan Allah untuk Beliau dan tetap terus seperti itu serta diangkatnya Beliau kepada kesempurnaan, dan tetap terusnya mendapatkan perhatian dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Adapun keadaan Beliau pada masa mendatang, maka sebagaimana firman-Nya, “Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.”

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Wahai nabi, tidak adanya wahyu yang turun kepadamu dalam beberapa hari ini bukan karena Allah membencimu. Tuhanmu yang telah memilihmu sebagai nabi dan rasul tidak akan meninggalkan engkau sendirian dalam menyampaikan risalah dan tidak pula membencimu. 4. Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan. Akhirat beserta pahala yang Allah sediakan untukmu itu lebih baik daripada dunia ini. Kenikmatan akhirat bersifat abadi, sedangkan kehidupan dunia hanya sementara.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Ad-Dhuha Ayat 4 Arab-Latin, Surat Ad-Dhuha Ayat 5 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Ad-Dhuha Ayat 6, Terjemahan Tafsir Surat Ad-Dhuha Ayat 7, Isi Kandungan Surat Ad-Dhuha Ayat 8, Makna Surat Ad-Dhuha Ayat 9

Category: Surat Ad-Dhuha

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Surat Ad Dhuha Ayat 3 Qs Ad Dhuha Ayat 3 Surat Ad Dhuha Ayat 3 Dan Artinya Tafsir Surat Ad Dhuha Qs Ad Duha Ayat3