Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Shad Ayat 4

وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ

Arab-Latin: Wa 'ajibū an jā`ahum munżirum min-hum wa qālal-kāfirụna hāżā sāḥirung każżāb

Terjemah Arti: Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta".

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

4-5 orang-orang kafir itu merasa aneh terhadap pengutusan Allah terhadap seorang manusia seperti mereka untuk mengajak mereka menyembah Allah semata dan menakuti mereka terhadap azabNya, dan mereka berkata ”Dia bukan seorang rasul, akan tetapi seorang pembohong dalam perkataannya, penyihir terhadap kaumnya; bagaimana dia menjadikan tuhan-tuhan yang banyak jadi satu? sungguh apa yang dia bawa dan apa yang dia serukan, adalah sesuatu yang aneh”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

4. Mereka heran ketika seorang Rasul dari kalangan mereka datang memperingatkan mereka dari azab Allah bila mereka terus bersikukuh di atas kekufuran. Ketika mereka melihat bukti-bukti kebenaran apa yang dibawa oleh Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, orang-orang kafir berkata, “Laki-laki ini adalah penyihir yang menyihir manusia, pembohong terkait klaim diucapkannya bahwa dia adalah Rasulullah yang mendapatkan wahyu.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

4. Orang musyrik Makkah heran dengan diutusnya rasul dari golongan mereka yaitu suku Arab. Yang memperingatkan mereka atas azab Allah yaitu azab neraka jika mereka tetap dalam kekufuran. Orang-orang kafir itu berkata: “Lelaki ini hanyalah seorang penyihir atas keterangan-keterangan yang dibawanya. Dia hanyalah seorang pendusta yang mengaku bahwa dia adalah utusan Allah.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Mereka yang mendustakan merasa heran terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak mengherankan, yaitu karena datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka sendiri (manusia). Padahal maksud diutus dari kalangan mereka adalah agar mereka dapat menimba langsung nasehat-nasehat dan peringatan dan agar mereka dapat mengikuti aktifitas kesehariannya yang diridhai oleh Allah Rabbul ‘aalamin, dan lagi Beliau berasal dari suku mereka sendiri, sehingga tidak ada penghalang kesukuan yang membuat mereka tidak mau mengikutinya. Hal ini seharusnya membuat mereka bersyukur dan tunduk secara sempurna. Akan tetapi sikap mereka malah kebalikannya, mereka merasa heran sekali terhadapnya dan mengingkarinya, serta mengatakan kata-kata yang muncul dari kekafiran dan kezaliman mereka, yaitu, “Orang ini adalah pesihir yang banyak berdusta.”

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Kami utus nabi Muhammad kepada penduduk mekah dan mereka yang ingkar merasa heran karena mereka kedatangan seorang rasul pemberi peringatan yang tidak lain berasal dari kalangan mereka sendiri; dan karena keingkaran yang begitu dalam kepada rasulullah, orang-orang kafir berkata, 'orang ini adalah penyihir yang banyak berdusta. ' mereka berkata demikian karena apa yang disampaikan oleh nabi tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. 5. Ketika nabi mengajak mereka menyembah dan mengesakan Allah, mereka menjawab dengan penuh keingkaran, 'apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu tuhan yang satu saja' sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan. Kami, kabilah-kabilah arab, mempunyai tuhan masing-masing. '.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Shad Ayat 5 Arab-Latin, Surat Shad Ayat 6 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Shad Ayat 7, Terjemahan Tafsir Surat Shad Ayat 8, Isi Kandungan Surat Shad Ayat 9, Makna Surat Shad Ayat 10

Category: Surat Shad

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!