Surat As-Saffat Ayat 179

وَأَبْصِرْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ

Arab-Latin: Wa abṣir, fa saufa yubṣirụn

Artinya: Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat.

« As-Saffat 178As-Saffat 180 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Berharga Mengenai Surat As-Saffat Ayat 179

Paragraf di atas merupakan Surat As-Saffat Ayat 179 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa hikmah berharga dari ayat ini. Tersedia beberapa penjabaran dari kalangan mufassirun mengenai kandungan surat As-Saffat ayat 179, sebagiannya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

178-179 Dan berpalinglah dari mereka sampai Allah menetapkan azbNya atas mereka, dan lihatlah mereka pasti mereka akan melihat azab dan siksaan yang akan menimpa mereka.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

179. Lihatlah! Dan mereka juga akan melihat azab dan hukuman Allah yang akan menimpa mereka.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

178 – 179. Berpalinglah dari mereka sampai suatu waktu/sebentar, dan lihatlah apa yang akan terjadi pada mereka. Mereka akan melihat akibat kekufuran mereka sendiri. Peringatan ini diulangi sebagai penekanan. Ayat 174 ‘sampai suatu saat’ sampai turunnya azab yang dijanjikan itu di dunia. Adapun ayat ini maksud dari ‘sampai suatu waktu’ adalah turunnya azab di akhirat.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Lihatlah kelak mereka akan melihat


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

171-179. Dan mereka juga jangan mengira bahwa mereka di dunia akan menang, sebab ketetapan Allah sudah ditetapkan, tidak akan bisa ditolak dan tidak pula bisa diselisihi, bagi hamba-hambaNYa, para rasul dan bala tentaranya yang beruntung, adalah bahwa merekalah yang mendapatkan pertolongan dari Rabb mereka dengan pertolongan yang sangat besar, di mana mereka dapat menegakkan agamaNya. Ini adalah suatu berita gembira yang sangat agung bagi siapa saja yang menyifatkan dirinya sebagai tentara Allah, yaitu orang-orang yang kepribadiannya lurus (konsisten) dan berperang (berjihad) bersama pemimpin yang memerintahkan untuk memerangi kaum musyrikin, maka dialah yang akan menang lagi mendapat pertolongan.
Kemudian Allah memerintah RasulNya supaya berpaling dari orang-orang yang bersikap keras kepala dan tidak mau menerima kebenaran. Sesungguhunya yang tersisa hanyalah menunggu turunnya azab yang akan menimpa mereka. Maka dari itu Allah berfirman, “Dan lihatlah mereka , maka kelak mereka akan melihat,” orang-orang yang akan ditimpa azab, sebab ia pasti menimpa mereka. “Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka.” Artinya, menimpa mereka dan dekat dari mereka, “maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang di peringatkan itu.” Sebab, ia adalah pagi hari yang penuh keburukan, siksaan, dan pemusnahan. Kemudian Allah mengulangi perintah berpaling dari mereka dan mengancam mereka dengan azab yang akan menimpa.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 171-179
Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul (171)) yaitu telah ditetapkan dalam kitab yang pertama bahwa akibat yang baik itu bagi para rasul dan orang-orang yang mengikutinya di dunia dan akhirat, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Allah telah menetapkan, "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa (21)) (Surah Al-Mujadilah) dan (Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) (51)) (Surah Ghafir) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul (171) (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan (172)) yaitu, di dunia dan akhirat. Sebagaimana yang telah dijelaskan pembahasannya tentang pertolongan bagi mereka atas kaum mereka yang men­dustakan dan menentang mereka, dan bagaimana Allah membinasakan orang-orang kafir dan menyelamatkan hamba-hambaNya yang beriman (Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menanh (173)) yaitu kesudahan yang baik hanyalah bagi mereka. Firman Allah SWT: (Maka berpalinglah kamu (Muhammad) dari mereka sampai suatu waktu tertentu (174)) yaitu, bersabarlah kamu dalam menghadapi gangguan mereka terhadap dirimu, tunggulah sampai batas waktu yang ditetapkan; karena sesungguhnya Kami akan menjadikan bagimu kesudahan yang baik, pertolongan dan kemenangan. Oleh karena itu sebagian mereka berkata bahwa Allah menangguhkan hal itu itu sampai hari perang Badar, dan yang setelahnya termasuk ke dalam maknannya.
Firman Allah: (Dan terangkanlah kepada mereka (akibat kekafiran mereka), maka kelak mereka akan mengetahui (nya) (175)) yaitu tunggulah dan perhatikanlah apa yang akan menimpa mereka dari siksaan dan pembalasan karena menentang dan mendustakanmu. Oleh karena otu Allah SWT berfirman dengan maksud mengancam dan memperingatkan: (maka kelak mereka akan mengetahui (nya)) Kemudian Allah SWT berfirman (Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan? (176)) yaitu mereka meminta agar azab disegerakan bagi mereka karena kedustaan dan keingkaran mereka kepadamu, karena sesungguhnya Allah SWT pasti murka terhadap mereka dan akan menyegerakan siksaan atas mereka. Selain itu karena kekafiran dan keingkaran mereka yang dahsyat, mereka meminta agar azab dan siksaan diturunkan atas mereka. Allah SWT berfirman: (Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu (177)) yaitu apabila azab diturunkan di tempat mereka, maka seburuk-buruk hari adalah hari turunnya kebinasaan dan kehancuran mereka.
As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka) yaitu di rumah-rumah mereka (maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu) yaitu betapa buruk pagi mereka, yaitu seburuk-buruk pagi adalah seburuk-buruk paginya mereka. Oleh karena itu disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Anas, dia berkata bahwa pada pagi hari Rasulullah SAW berada di tanah Khaibar, ketika orang-orang Khaibar keluar dengan membawa cangkul dan alat pertanian mereka, melihat pasukan itu, maka mereka kembali masuk ke dalam bentengnya seraya berseru, "Muhammad, demi Tuhan, datang dengan pasukannya!" Maka Nabi SAW bersabda:”Allah Maha Besar, hancurlah Khaibar. Sesungguhnya kami apabila menyerang halaman suatu kaum, maka amat buruklah pagi hari orang-orang yang diperingatkan itu”
Firman Allah SWT: (Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu waktu tertentu (178) Dan lihatlah, karena mereka juga akan melihat (179)) penegasan terhadap perintah yang telah disebutkan sebelumnya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat As-Saffat ayat 179: 178-179. Kemudian Allah mengulangi yang semisal dengan ayat 174-175). Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ agar berpaling dari orang-orang yang mendustakan dan sombong dalam waktu yang ditentukan, mereka akan melihat adzab yang layak ditimpakan kepada mereka. Ini semua sebelum diizinkan oleh Allah untuk berperang.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Diulanginya kalimat ini untuk menguatkan ancaman kepada mereka dan untuk menghibur Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat As-Saffat Ayat 179

177-179. Maka sungguh, apabila azab itu benar-benar turun di halaman atau pekarangan rumah mereka, maka sangat buruklah pagi hari tersebut bagi orang-orang yang diperingatkan itu. Mereka menyaksikan azab itu tetapi tidak mampu menyelamatkan diri dan harta mereka. Itulah hari kekalahan mereka. Dan jika mereka tetap angkuh dan sombong setelah engkau peringatkan, berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu ketika mereka menerima azab Allah. Dan perlihatkanlah kembali gambaran azab itu kepada mereka, maka kelak mereka benar-benar akan melihat azab itu datang akibat kekafiran mereka. 180-182. Mahasuci tuhanmu, pemilik kemuliaan yang hakiki, tuhan yang mahaperkasa lagi suci dari sifat tidak baik yang mereka katakan dan nisbatkan kepada-Nya. Dan Allah menyampaikan ucapan selamat sejahtera bagi para rasul pembawa risalah. Dan ungkapan yang pantas ditujukan kepada Allah adalah pengakuan bahwa segala puji hanya layak bagi Allah tuhan seluruh alam. Dia mahakuasa, maha esa, dan mahaperkasa. Dia menolong hamba-Nya yang berhak dan menyiksa siapa saja yang menentang risalah-Nya. [].


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian aneka ragam penjelasan dari kalangan pakar tafsir berkaitan makna dan arti surat As-Saffat ayat 179 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat bagi kita bersama. Support syi'ar kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Paling Banyak Dilihat

Kaji ratusan topik yang paling banyak dilihat, seperti surat/ayat: Al-Hujurat 6, Ali ‘Imran 14, Al-‘Ankabut 57, Al-A’raf 26, Yunus 40, Ali ‘Imran 31. Ada pula Yunus, Al-Bayyinah 5, Ad-Dhuha 3, Bersyukur, Al-Isra 27, Luqman.

  1. Al-Hujurat 6
  2. Ali ‘Imran 14
  3. Al-‘Ankabut 57
  4. Al-A’raf 26
  5. Yunus 40
  6. Ali ‘Imran 31
  7. Yunus
  8. Al-Bayyinah 5
  9. Ad-Dhuha 3
  10. Bersyukur
  11. Al-Isra 27
  12. Luqman

Pencarian: arti surah al infitar, surah an-nasr dan artinya, surah al falaq bahasa indonesia, qs. an nur 24 2 menjelaskan tentang hukum, qs 19

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.