Surat Yasin Ayat 79

قُلْ يُحْيِيهَا ٱلَّذِىٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Arab-Latin: Qul yuḥyīhallażī ansya`ahā awwala marrah, wa huwa bikulli khalqin 'alīm

Artinya: Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.

« Yasin 78Yasin 80 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Berkaitan Dengan Surat Yasin Ayat 79

Paragraf di atas merupakan Surat Yasin Ayat 79 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam hikmah menarik dari ayat ini. Tersedia beragam penjelasan dari beragam mufassir berkaitan isi surat Yasin ayat 79, di antaranya sebagaimana di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Katakanlah kepadanya, ”yang menghidupkannya adalah yang menciptakannya pertama kali dan Dia maha mengetahui seluruh makhluk Nya tidak ada sesuatupun yang samar bagiNya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

79. Katakanlah -wahai Rasul- kepadanya, "Tulang belulang yang lapuk itu dihidupkan oleh Allah yang menciptakannya pertama kali." Siapa yang kuasa menciptakannya pertama pasti bisa menghidupkannya kembali. Dia lah Allah yang Mahasuci, yang mengetahui segala makhluk, tidak ada sesuatu yang samar bagi-Nya.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

79. قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِىٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ (Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama)
Yakni Allah menciptakannya pertama kali yang sebelumnya belum ada.

وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ(Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk)
Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

79. Katakanlah kepadanya wahai rasulallah: “Yang menghidupkan tulang-tulang itu adalah Dzat yang menciptakannya pertama kali tanpa sesuatu apapun. Dialah Dzat yang Maha Mengetahui setiap makhluk dan tidak ada satupun yang bisa bersembunyi dariNya”


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Katakanlah,“Yang akan menghidupkannya adalah Dzat yang menciptakannya} menciprakannya {pertama kali. Dia Maha Mengetahui setiap makhluk


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

79. kemudian Allah menjawab anggapan tidak mungkin tersebut dengan jawaban yang sangat memuaskan, seraya berfirman, ”katakanlah, ‘ia akan dihidupkan oleh Rabb yang menciptakannya kali yang pertama’.” Yang demikian itu, hanya dengan merenungkan (saja) seseorang pasti tahu dengan yakin, tanpa ada syubhat sedikitpun bahwa yang telah menciptakannya pada kali yang pertama itu kuasa untuk mengulangi penciptaannya untuk kali yang kedua, dan ini lebih mudah bagi kekuasaanNYa apabila direnungkan oleh orang yang mau merenungkan.
“dan Dia MahaMengetahui tentang segala makhluk.” Ini juga dalil kedua yang bersumber dari sifat-sifat Allah, yaitu bahwa ilmu Allah meliputi segala makhlukNya dalam seluruh kondisinya sepanjang waktu dan apa yang masih tersisa; dan Dia mengetahui yang ghaib yang nyata. Apabila seorang manusia telah mengakui ilmu yang luar biasa ini, maka niscaya dia tahu bahwasannya ia lebih agung dan lebih tinggi dari hanya sekedar menghidupkan kembali orang-orang mati dari dalam kubur.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 77-80
Mujahid, Ikrimah, Urwah bin Az-Zubair, As-Suddi, dan Qatadah berkata bahwa Ubay bin Khalaf semoga dilaknat oleh Allah datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa sebuah tulang yang rapuh, lalu dia meremasnya hingga hancur dan menebarkannya ke udara seraya berkata, "Wahai Muhammad, apakah kamu mengira bahwa Allah akan menghidupkan kembali tulang ini?" Rasulullah SAW menjawab: “Benar, Allah akan mematikanmu, kemudian membangkitkanmu hidup kembali, lalu menggiringmu ke neraka” Lalu turunlah ayat-ayat ini sampai akhir surah Yasin: (Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani)), hingga akhir surah
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa sesungguhnya Al-Ash bin Wa'il memungut sepotong tulang dari sungai yang lebar, lalu menghancurkannya dengan tangannya, kemudian dia berkata kepada Rasulullah SAW, "Apakah Allah akan menghidupkan kembali hewan ini sesudah apa yang aku lihat sekarang?" Rasulullah SAW menjawab: “Benar, Allah akan mematikanmu, lalu menghidupkanmu, kemudian memasukkanmu ke dalam neraka Jahanam” Ibnu Abbas berkata bahwa setelah itu turunlah ayat-ayat yang terakhir surah Yasin.
Akan tetapi, bahwa sama saja apakah ayat-ayat ini diturunkan tentang dengan Ubay bin Khalaf, atau Al-Ash bin Wa'il, atau tentang keduanya, ayat ini mengandung makna umum mencakup semua orang yang mengingkari hari kebangkitan. Huruf alif dan lam yang ada di dalam firmanNya: (Dan apakah manusia tidak memperhatikan) untuk menunjukkan jenis yang mencakup semua orang yang mengingkari hari kebangkitan (bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata) yaitu apakah orang yang mengingkari hari kebangkitan tidak menyimpulkan dari permulaan penciptaan dirinya yang menunjukkan kepada kembalinya dia? Karena sesungguhnya Allah memulai penciptaan manusia dari sari pati air yang hina. Dia menciptakannya dari sesuatu yang hina, lemah, dan kecil, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? (20) Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (Rahim) (21) Sampai waktu yang ditentukan (22)) (Surah Al Mursalat) dan (Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur) (Surah Al-Insan: 2) yaitu dari air mani yang bercampur, dan Dzat yang menciptakan manusia dari air mani yang lemah ini pasti mampu menghidupkannya kembali setelah mati.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?" (78)) yaitu dia menganggap mustahil bahwa Allah yang mempunyai kekuasaan yang agung yang telah menciptakan langit dan bumi ini dapat mengembalikan jasad dan tulang-belulang yang telah hancur. Dia melupakan dirinya, bahwa Allah telah menciptakannya dari ketiadaan menjadi ada, padahal kalau dia merenungkan kejadian dirinya, tentulah dia dapat mengetahui apa yang lebih agung daripada yang dia anggap mustahil, dia ingkari, dan dia tentang. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk (79)) yaitu mengetahui tulang-belulang yang berserakan di penjuru bumi, kemana perginya dan ke mana tercerai-berai.
Firman Allah SWT: (yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu (80)) yaitu Dzat yang menciptakan pohon ini dari air shingga menjadi pohon yang hijau dan segar yang berbuah dan dapat dipanen buahnya, kemudian Dia mengembalikannya hingga menjadi kayu yang kering dan dapat dijadikan sebagai kayu bakar. Demikianlah Dia Maha berbuat sesuai dengan yang Dia kehendaki, dan Maha Kuasa terhadap apa yang Dia inginkan, tidak ada sesuatupun yang dapat mencegahNya.
Qatadah berkata tentang firmanNya: (yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu (80)) dia berkata bahwa Dzat yang mengeluarkan api dari pohon itu mampu mengembalikannya hidup kembali.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Yasin ayat 79: Katakanlah wahai Nabi Allah : Allahlah yang mengembalikan yang telah Allah ciptakan pada kali pertama, dan Dialah yang menjadikan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada untuk kedua kalinya. Karena dialah Allah yang menjadikan sesuatu yang tiada menjadi wujud.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Allah Subhaanahu wa Ta'aala menjawab kemustahilan itu dengan jawaban yang memuaskan.

Dengan membayangkan hal itu, seseorang dapat mengetahui secara yakin bahwa yang menciptakan pertama kali dari yang sebelumnya tidak ada tentu mampu mengulangi kembali, maka hal itu lebih mudah bagi-Nya.

Baik secara jumlah (garis besar) maupun tafsil (rinci), baik sebelum diciptakan maupun setelah diciptakan. Ini merupakan dalil kedua yang menunjukkan bahwa Dia mampu menciptakan kembali berdasarkan sifat Allah Subhaanahu wa Ta'aala, yaitu bahwa pengetahuan-Nya meliputi semua makhluk-Nya, Dia mengetahui bagian bumi yang dipenuhi jasad orang-orang yang mati, dan bagian bumi yang masih tersisa, Dia mengetahui yang gaib dan yang tampak. Jika Seorang hamba mengakui pengetahuan yang besar ini, maka dia akan mengetahui bahwa pembangkitan manusia yang telah mati meskipun jasadnya telah terpisah-pisah dan hilang entah ke mana, namun hal itu tetap mudah bagi Allah yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Pada ayat selanjutnya disebutkan dalil ketiga.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Yasin Ayat 79

Untuk menjawab pertanyaan mereka, katakanlah wahai nabi Muhammad bahwa yang akan menghidupkannya kembali setelah hancur luluh ialah Allah yang telah menciptakannya pertama kali. Baik menciptakan untuk pertama kali maupun menghidupkan kembali manusia yang telah telah mati adalah hal yang sangat mudah bagi Allah. Dan dia maha mengetahui tentang segala makhluk ciptaan-Nya. 80. Tuhan yang akan menghidupkan kembali tulang belulang yang telah lapuk tersebut yaitu Allah yang menjadikan api untukmu dari kayu yang semula berupa pohon yang basah dan hijau. Begitu kayu itu ke-ring, maka seketika itu kamu nyalakan api dari kayu itu dan dapat meng-ambil manfaat dari api itu. '.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah beberapa penafsiran dari beragam ahli tafsir berkaitan makna dan arti surat Yasin ayat 79 (arab-latin dan artinya), moga-moga menambah kebaikan bagi kita semua. Support syi'ar kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Paling Sering Dicari

Kami memiliki ratusan topik yang paling sering dicari, seperti surat/ayat: Adh-Dhuha, Seribu Dinar, Al-Isra 32, Yusuf 28, Do’a Setelah Adzan, Al-Falaq. Ada juga Al-Hujurat 13, Al-Qadr, Al-Fatihah, An-Naba, Al-A’la, Al-Kafirun.

  1. Adh-Dhuha
  2. Seribu Dinar
  3. Al-Isra 32
  4. Yusuf 28
  5. Do’a Setelah Adzan
  6. Al-Falaq
  7. Al-Hujurat 13
  8. Al-Qadr
  9. Al-Fatihah
  10. An-Naba
  11. Al-A’la
  12. Al-Kafirun

Pencarian: qs al falaq, al qamar, surat ali imran ayat 185, innalillahi arab, annisa ayat 136

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* untuk dapat pahala jariyah (gratis)

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: