Surat Yasin Ayat 78

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ ۖ قَالَ مَن يُحْىِ ٱلْعِظَٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌ

Arab-Latin: Wa ḍaraba lanā maṡalaw wa nasiya khalqah, qāla may yuḥyil-'iẓāma wa hiya ramīm

Artinya: Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"

« Yasin 77Yasin 79 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Berharga Mengenai Surat Yasin Ayat 78

Paragraf di atas merupakan Surat Yasin Ayat 78 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan hikmah berharga dari ayat ini. Terdokumentasi sekumpulan penjabaran dari banyak ulama tafsir terhadap kandungan surat Yasin ayat 78, antara lain seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Bahkan para pengingkar hari kebangkitan itu membuat perumpamaan kepada Kami dengan sebuah perumpamaan yang tidak patut baginya untuk membuatnya, yaitu menyamakan kuasa pencipta dengan kuasa makhluk dan dia lupa awal penciptanya, maka dia berkata ”siapa yang akan menghidupkan tulang-tulang yang lapuk dan telah menjadi tanah?”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

78-79. Manusia membuat perumpamaan bagi Tuhannya dengan perumpamaan yang tidak layak bagi-Nya; dia menyamakan kekuasaan Tuhan dengan kekuatan makhluk, dan meyakini bahwa kebangkitan orang mati setelah menjadi tulang belulang adalah hal yang mustahil, dia juga mempertanyakan: “Siapa yang akan menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur itu?”

Seandainya dia mengingat dan memikirkan kembali penciptaan dirinya, niscaya dia akan mengetahui bahwa Dzat Yang Mampu menciptakan pertama kali pasti mampu menghidupkan dan membangkitkannya kembali. Yang menciptakannya pertama kali dari ketidakadaan pasti mampu menghidupkannya kembali setelah ia ada. Itulah Allah, Tuhan semesta alam, Maha Mengetahui rahasia makhluk-Nya dan detail ciptaan-Nya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

78. Orang kafir ini lalai dan bodoh manakala dia menjadikan tulang-tulang yang lapuk sebagai bukti kemustahilan kebangkitan. Dia berkata, "Siapa yang akan mengembalikannya." Dia lupa akan penciptaan dirinya dari ketiadaan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

78. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ ۖ (Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya)
Yakni mereka membuat kisah aneh bagi Kami sebagai perumpamaan, yaitu mereka mengingkari kekuasaan Kami untuk menghidupkan tulang belulang, dan mereka sendiri lupa penciptaan Kami terhadap mereka.

قَالَ مَن يُحْىِ الْعِظٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌ (ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”)
Mereka menyamakan kekuasaan Allah dengan kekuasaan makhluk, sehingga mereka mengingkari kekuasaan Allah yang mampu menghidupkan tulang belulang sebab manusia tidak bisa melakukannya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

78. Dia membuat perumpamaan bagi Kami dengan membuat barang asing yang disiapkan sebagai perumpamaan. Itu adalah pengingkarannya terhadap penghidupan Kami terhadap tulang-tulang yang telah digerogoti dan dia melupakan penciptaannya oleh Kami dari sesuatu paling lemah sehingga dia berkata: “Siapa yang menghidupkan tulang-tulang yang telah hancur?”


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal penciptaannya} penciptaan Kami terhadapnya {Dia berkata,“Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang dan tulang itu telah hancur luluh} tua dan rusak


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

78. “dan dia membuat perumpamaan bagi kami,” yang tidak pantas bagi siap pun untuk membuatnya, yaitu menganalogikan kekuasaan sang pencipta dengan kekuasaan makhluk, yaitu bahwa perkara yang tidak mungkin bagi kekuasaan makhluk juga tidak mungkin bagi kekuasaan pencipta. Allah mengurai perumpamaan tersebut dengan perkataanNya, “ia berkata,” maksudnya, orang (yang mengingkari) itu berkata, ”siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" maksudnya, apakah seseorang bisa menghidupkannya? Ini adalah bentuk pertanyaan menyangkal. Maka artinya, tidak akan ada seseorng pun yang dapat menghidupkannya setelah ia hancur luluh dan binasa.
Inilah sisi keserupaan dan perumpamaannya. Yakni bahwa hal itu merupakan perkara yang sangat tidak mungkin (mustahil) berdasarkan kelazimn kemampuan manusia. Ucapan yang muncul dari manusia seperi ini adalah merupakan ketidaksadaraan darinya dan kelupaannya terhadap awal mula penciptaannya. Kalau saja ia menyadari akan penciptaannya setelah sebelumnya ia tidak pernah menjadi sesuatu apa pun yang bisa disebut, lalu kemudian menjadi ada secara kasat mata, tentu ia tidak akan memberikan perumpumaan ini!


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 77-80
Mujahid, Ikrimah, Urwah bin Az-Zubair, As-Suddi, dan Qatadah berkata bahwa Ubay bin Khalaf semoga dilaknat oleh Allah datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa sebuah tulang yang rapuh, lalu dia meremasnya hingga hancur dan menebarkannya ke udara seraya berkata, "Wahai Muhammad, apakah kamu mengira bahwa Allah akan menghidupkan kembali tulang ini?" Rasulullah SAW menjawab: “Benar, Allah akan mematikanmu, kemudian membangkitkanmu hidup kembali, lalu menggiringmu ke neraka” Lalu turunlah ayat-ayat ini sampai akhir surah Yasin: (Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani)), hingga akhir surah
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa sesungguhnya Al-Ash bin Wa'il memungut sepotong tulang dari sungai yang lebar, lalu menghancurkannya dengan tangannya, kemudian dia berkata kepada Rasulullah SAW, "Apakah Allah akan menghidupkan kembali hewan ini sesudah apa yang aku lihat sekarang?" Rasulullah SAW menjawab: “Benar, Allah akan mematikanmu, lalu menghidupkanmu, kemudian memasukkanmu ke dalam neraka Jahanam” Ibnu Abbas berkata bahwa setelah itu turunlah ayat-ayat yang terakhir surah Yasin.
Akan tetapi, bahwa sama saja apakah ayat-ayat ini diturunkan tentang dengan Ubay bin Khalaf, atau Al-Ash bin Wa'il, atau tentang keduanya, ayat ini mengandung makna umum mencakup semua orang yang mengingkari hari kebangkitan. Huruf alif dan lam yang ada di dalam firmanNya: (Dan apakah manusia tidak memperhatikan) untuk menunjukkan jenis yang mencakup semua orang yang mengingkari hari kebangkitan (bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata) yaitu apakah orang yang mengingkari hari kebangkitan tidak menyimpulkan dari permulaan penciptaan dirinya yang menunjukkan kepada kembalinya dia? Karena sesungguhnya Allah memulai penciptaan manusia dari sari pati air yang hina. Dia menciptakannya dari sesuatu yang hina, lemah, dan kecil, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? (20) Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (Rahim) (21) Sampai waktu yang ditentukan (22)) (Surah Al Mursalat) dan (Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur) (Surah Al-Insan: 2) yaitu dari air mani yang bercampur, dan Dzat yang menciptakan manusia dari air mani yang lemah ini pasti mampu menghidupkannya kembali setelah mati.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?" (78)) yaitu dia menganggap mustahil bahwa Allah yang mempunyai kekuasaan yang agung yang telah menciptakan langit dan bumi ini dapat mengembalikan jasad dan tulang-belulang yang telah hancur. Dia melupakan dirinya, bahwa Allah telah menciptakannya dari ketiadaan menjadi ada, padahal kalau dia merenungkan kejadian dirinya, tentulah dia dapat mengetahui apa yang lebih agung daripada yang dia anggap mustahil, dia ingkari, dan dia tentang. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk (79)) yaitu mengetahui tulang-belulang yang berserakan di penjuru bumi, kemana perginya dan ke mana tercerai-berai.
Firman Allah SWT: (yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu (80)) yaitu Dzat yang menciptakan pohon ini dari air shingga menjadi pohon yang hijau dan segar yang berbuah dan dapat dipanen buahnya, kemudian Dia mengembalikannya hingga menjadi kayu yang kering dan dapat dijadikan sebagai kayu bakar. Demikianlah Dia Maha berbuat sesuai dengan yang Dia kehendaki, dan Maha Kuasa terhadap apa yang Dia inginkan, tidak ada sesuatupun yang dapat mencegahNya.
Qatadah berkata tentang firmanNya: (yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu (80)) dia berkata bahwa Dzat yang mengeluarkan api dari pohon itu mampu mengembalikannya hidup kembali.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Yasin ayat 78: Kemudian manusia ini mengingkari hari pembalasan serta mendebatnya dengan berkata : Apakah Allah mampu wahai Muhammad untuk mengembalikan tulang-belulang yang tercerai berai ini dan dihidupkan untuk kedua kalinya ? Maka orang bodoh ini lupa akan asal penciptaannya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Untuk menolak kebangkitan. Padahal tidak patut bagi seorang pun untuk membuat perumpamaan seperti itu, karena di dalamnya menyamakan antara kemampuan Pencipta dengan kemampuan makhluk. Perumpamaan yang dimaksud itu disebutkan dalam lanjutan ayatnya.

Yaitu dari mani.

Maksud orang yang ingkar ini adalah tidak ada yang dapat menghidupkannya. Pengingkarannya ini merupakan sikap lalainya dan tidak mengingat kejadiannya pertama kali, kalau sekiranya ia mengerti keadaannya dahulu, di mana ia sebelumnya tidak bisa disebut apa-apa, tentu ia tidak membuat perumpamaan seperti itu.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Yasin Ayat 78

Demikianlah keingkaran manusia kepada kami. Dan dia membuat perumpamaan bagi kami dan melupakan asal kejadiannya dari setetes air mani yang hina. Dia berkata, 'siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh'' jika menyadari asal kejadiannya, tentu manusia akan percaya bahwa Allah mahakuasa menghidupkannya kembali sesudah mati. 79. Untuk menjawab pertanyaan mereka, katakanlah wahai nabi Muhammad bahwa yang akan menghidupkannya kembali setelah hancur luluh ialah Allah yang telah menciptakannya pertama kali. Baik menciptakan untuk pertama kali maupun menghidupkan kembali manusia yang telah telah mati adalah hal yang sangat mudah bagi Allah. Dan dia maha mengetahui tentang segala makhluk ciptaan-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beragam penjelasan dari para mufassir mengenai makna dan arti surat Yasin ayat 78 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat bagi ummat. Sokonglah kemajuan kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Sering Dikunjungi

Kami memiliki banyak konten yang cukup sering dikunjungi, seperti surat/ayat: Al-Falaq, Al-Hujurat 13, Al-A’la, Al-Isra 32, Seribu Dinar, Al-Fatihah. Termasuk Yusuf 28, Do’a Setelah Adzan, Adh-Dhuha, An-Naba, Al-Kafirun, Al-Qadr.

  1. Al-Falaq
  2. Al-Hujurat 13
  3. Al-A’la
  4. Al-Isra 32
  5. Seribu Dinar
  6. Al-Fatihah
  7. Yusuf 28
  8. Do’a Setelah Adzan
  9. Adh-Dhuha
  10. An-Naba
  11. Al-Kafirun
  12. Al-Qadr

Pencarian: surat hud ayat 6, surat al maidah ayat 3 beserta artinya, surat idza zulzilatil, surat an najm ayat 39-42 latin dan artinya, surat maryam ayat 1 sampai 11

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah (gratis)

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: