Surat Al-Ahzab Ayat 24

لِّيَجْزِىَ ٱللَّهُ ٱلصَّٰدِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ ٱلْمُنَٰفِقِينَ إِن شَآءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

Arab-Latin: Liyajziyallāhuṣ-ṣādiqīna biṣidqihim wa yu'ażżibal-munāfiqīna in syā`a au yatụba 'alaihim, innallāha kāna gafụrar raḥīmā

Artinya: Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

« Al-Ahzab 23Al-Ahzab 25 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Berharga Terkait Surat Al-Ahzab Ayat 24

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Ahzab Ayat 24 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam hikmah berharga dari ayat ini. Tersedia beragam penjelasan dari beragam ulama tafsir berkaitan makna surat Al-Ahzab ayat 24, misalnya seperti tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Allah hendak membalas orang-orang yang imannya benar karena kebenaran iman mereka dan perjuangan mereka, dan mereka adalah orang-orang Mukmin. Dan Allah menyiksa orang-orang munafik bila Dia berkenan menyiksa mereka dengan tidak membimbing mereka untuk bertaubat dengan taubat nasuha sebelum kematian, sehingga mereka mati di atas kekafiran, akibatnya mereka berhak masuk neraka, atau Allah menerima taubat mereka dengan membimbing mereka untuk bertaubat dan kembali kepadaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa orang-orang yang melampaui batas atas diri mereka sendiri bila mereka bertaubat, lagi Maha Penyayang terhadap mereka, di mana Dia membimbing mereka untuk bertaubat dengan baik.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

24. Agar Allah membalas orang-orang yang benar dalam memegang janji dengan balasan yang baik berkat ketaatan penuh mereka; dan agar Allah mengazab orang-orang munafik jika Allah menghendakinya apabila mereka tetap dalam kemunafikan, atau mengampuni mereka apabila mereka bertaubat. Allah Maha Mengampuni dan Maha Mengasihi orang-orang yang bertaubat.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

24. Agar Allah membalas orang-orang jujur yang telah menepati janji kepada Allah dengan melaksanakan janji tersebut secara jujur dan maksimal. Dan agar Allah menyiksa orang-orang munafik yang mengingkari janji-janji mereka jika Allah berkehendak, dengan cara mematikan mereka sebelum mereka bertobat dari kekufuran, atau dengan mengampuni mereka dengan memberi mereka petunjuk untuk bertobat. Dan Allah Maha Pengampun bagi orang yang bertobat dari dosa-dosanya, dan Maha Penyayang kepadanya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

24. وَيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِينَ (dan menyiksa orang munafik)
Karena mereka mengganti dan merubah janji yang telah mereka buat. Apabila Allah menghendaki maka Allah akan menyiksa mereka jika mereka tetap di atas kemunafikan dan tidak bertaubat.

أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ (atau menerima taubat mereka)
Jika Allah menghendakinya.

إِنَّ اللهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا(Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)
Yakni bagi orang yang bertaubat diantara mereka dan berhenti dari kemunafikannya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

24. supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{agar Allah memberi balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya dan mengazab orang munafik jika Dia menghendaki atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

24. “Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya,”: maksudnya, disebabkan kejujuran mereka dalam perkataaan, berbagai kondisi dan muamalah mereka bersama Allah serta kesamaan lahir dengan batin mereka. Allah berfirman,
""Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar." (Al-Maidah:119).
Maksudnya, Kami telah menetapkan berbagai cobaan, ujian dan goncangan ini adalah agar orang yang jujur bisa dibedakan dari orang yang dusta, sehingga orang-orang yang jujur diberi balasan disebabkan kejujuran mereka.
“Dan menyiksa orang-orang munafik,” yang hati dan amal perbuatan mereka berubah saat terjadinya cobaan, dan mereka tidak menunaikan apa telah bmereka janjikan kepada Allah. “Jika dikehendakiNya” menyiksa mereka, yaitu dengan cara tidak menghendaki mereka mendapat petunjuk. Bahkan Allah sudah mengetahui bahwa mereka sama sekali tidak mengandung kebaikan, maka Allah tidak memberi mereka taufikNya, “atau menerima taubat mereka,” dengan cara membimbing mereka bertaubat dan berinabah. Dan inilah yang sering terjadi bagi kemurahan dari DZat Yang Maha Pemurah. Maka dari itu ayat ini ditutup dengan dua nama (Nya) yang mengandung makna maghfirah, karunia dan ihsan (kebaikan), seraya berfirman, “Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun,” mengampuni dosa-dosa orang-orang yang telah terlanjur melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, sekalipun mereka telah banyak melakukan kemaksiatan, selama mereka datang dengan bertaubat, “lagi Maha Penyayang,” terhadap mereka, yang mana DIa telah membimbing mereka kepada taubat, lalu menerima taubat dan menghapus dosa-dosa yang telah mereka lakukan.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 23-24
Setelah menyebutkan tentang orang-orang munafik bahwa mereka merusak perjanjian yang mereka ikrarkan kepada Allah, bahwa mereka tidak akan melarikan diri. Kemudian Allah menyebutkan sifat-sifat orang-orang mukmin, bahwa mereka terus berpegang teguh pada janji mereka (orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur) Sebagian mereka berkata maknannya adalah ajalnya,
Imam Bukhari berkata bahwa maknannya adalah janjinya. Hal ini merujuk kepada makna yang pertama (Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)) yaitu mereka tidak mengubah janji mereka kepada Allah, tidak merusak dan menggantinya.
Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, dia berkata,"Ketika kami menyalin Mus­haf, kami kehilangan suatu ayat dari surah Al-Ahzab, padahal aku pernah mendengarnya dari Rasulullah SAW saat beliau membacanya. Ayat itu tidak ada pada seorang pun kecuali ada pada Khuzaimah bin Tsabit Al-Anshari yang kesaksiannya dijadikan Rasulullah SAW sebanding dengan kesaksian dua orang laki-laki" (Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa kami memandang ayat ini diturunkan tentang Anas bin An-Nadhr: (Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah).
Oleh karena itu Mujahid berkata tentang firmanNya: (maka di antara mereka ada yang gugur) yaitu janjinya. (Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu) yaitu hari dimana terjadinya peperanyan, maka dia akan membenarkan dalam pertempuran itu.
Al-Hasan berkata tentang firmanNya: (maka di antara mereka ada yang gugur) yaitu mati dalam keadaan memenuhi janjinya. Di antara mereka ada yang menunggu kematiannya dengan cara yang serupa, dan ada yang tidak mengubahnya sedikitpun. Demikian juga dikatakan Qatadah dan Ibnu Zaid.
Firman Allah: (dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)) Mereka tidak mengubah janjinya dan tidak mengkhianatinya, bahkan mereka tetap berpegang teguh kepada janji mereka kepada Allah. Mereka tidak merusaknya, seperti yang dilakukan orang-orang munafik yang mengatakan: (Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga). Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari (13) Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah bahwa mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)) (Surah Al-Ahzab)
Firman Allah: (supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka) yaitu sesungguhnya Allah hanya ingin menguji para hambaNya dengan ketakutan dan rasa gentar agar Dia memisahkan yang buruk dari yang baik, sehingga hal ini dan hal itu tampak dengan bentuk sikap dan perbuatan. Meskipun Allah SWT telah mengetahui sesuatu sebelum penciptaannya. Akan tetapi Dia tidak mengazab makhlukNya hanya berdasarkan pengetahuanNya tentang mereka, sampai mereka mengetahui apa yang Dia ketahui tentang mereka, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) tentang berita kalian (31)). (Surah Muhammad) Hal ini berkaitan tentang pengetahuan terhadap sesuatu setelah keberadaannya, sekalipun pengetahuan tentangnya telah diketahui Allah sebelum keberadaannya yang terdahulu. Demikian juga Allah SWT berfirman: (Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib) (Surah Ali-Imran: 179) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya) yaitu karena kesabaran mereka pada apa yang telah mereka janjikan kepada Allah dan penegakan dan pemeliharaan mereka terhadap janji itu (dan menyiksa orang-orang munafik) Mereka adalah orang-orang yang merusak janji Allah dan menentang perintah-perintahNya. Jadi mereka layak mendapat siksa dan azabNya. Akan tetapi, mereka berada dalam kehendak Allah di dunia, jika Dia menghendaki maka Dia membiarkan mereka tetap pada perbuatannya sehingga mereka bertemu denganNya, maka Allah akan mengazab mereka karena dosa-dosanya. Dan jika Allah menghendaki maka Dia menjadikan mereka bertaubat, sehingga Dia memberi petunjuk kepada mereka untuk meninggalkan kemunafikannya, kembali kepada keimanan, dan beramal shalih setelah mereka berbuat fasik dan maksiat. karena rahmat dan belas kasihan Allah kepada makhlukNya lebih kuat daripada murkaNya, maka Allah berfirman: (Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Ahzab ayat 24: Ketahuilah barangsiapa yang ikut serta dalam peperangan ahzab, maka Allah akan memberikan pahala dan Allah membalas orang-orang yang jujur dalam niat, ucapan, dan amalah karena sebab kejujuran mereka. Dan Allah akan mengadazab orang-orang munafik jika Allah menghendaki dengan sebab mundurnya mereka dan mengingkari perjanjian mereka dan keberlanjutan mereka di atas kemunafikan, dan jika Allah menghendaki, mereka akan bertaubat, dan Allah ampunkan karena sebab taubat mereka dan karena sebab mereka melepaskan kemunafikan mereka. Sungguh Allah Maha Pengampun, bagi orang-orang yang berpaling atas diri-diri mereka kepada dosa jika mereka bertaubat, dan Maha Penyayang bagi hamba-Nya yang bertaubat dan menerima taubat mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dalam ucapannya, dalam keadaannya, serta hubungan mereka dengan Allah, dan samanya keadaan luar dan dalam mereka.

Yang hati dan amal mereka berubah ketika terjadi fitnah, serta tidak memenuhi janji mereka kepada Allah.

Yaitu dengan mencabut nyawanya di atas kemunafikan dan tidak memberinya hidayah, karena Dia mengetahui tidak ada lagi kebaikan dalam hati mereka.

Dengan memberi mereka taufik untuk bertobat dan kembali. Inilah yang biasa terjadi dalam kepemurahan Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Oleh karena itulah, Dia mengkahiri ayat ini dengan dua nama-Nya yang menunjukkan kepada ampunan, karunia dan ihsan-Nya.

Dia mengampuni dosa orang yang melampaui batas meskipun banyak dosanya, jika mereka bertobat.

Dia memberi mereka taufik untuk bertobat, lalu menerimanya dan menutupi dosa yang mereka lakukan.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ahzab Ayat 24

Tujuan dari pemberian keadaan yang sulit dan berat itu kepada orang mukmin adalah agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar imannya itu karena kebenarannya dengan bersabar dalam menghadapi kesulitan, dan mengazab orang munafik yang berkhianat dan merusak perjanjian, jika dia kehendaki, atau menerima tobat mereka jika mau bertobat setelah memperoleh hidayah-Nya. Sungguh, Allah maha pengampun kepada hamba yang bertobat, maha penyayang kepada hamba yang berharap rahmat-Nya. 25. Dan pada akhir perang khandak Allah menghalau orang-orang kafir itu dengan mengirim angin kencang yang membuat keadaan mereka penuh kejengkelan karena menderita kekalahan tanpa peperangan dan mereka juga tidak memperoleh keuntungan apa pun, baik ganimah maupun tawanan perang. Dengan demikian, cukuplah Allah yang menolong menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan karena musuh mereka hancur tersapu angin kencang. Dan Allah mahakuat, mahaperkasa; tidak ada yang mampu mengalahkan dan melemahkan-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah aneka ragam penjelasan dari para ulama tafsir terkait kandungan dan arti surat Al-Ahzab ayat 24 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat untuk kita. Bantulah usaha kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Paling Banyak Dikunjungi

Ada berbagai topik yang paling banyak dikunjungi, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 148, Al-Insyiqaq, Ath-Thalaq 2-3, Al-Alaq 1-5, Al-Isra 26-27, At-Taubah 105. Serta Al-Insyirah 8, At-Tahrim 8, At-Takwir, Al-Hujurat 10-12, At-Taubah 122, Al-Mu’minun.

  1. Al-Baqarah 148
  2. Al-Insyiqaq
  3. Ath-Thalaq 2-3
  4. Al-Alaq 1-5
  5. Al-Isra 26-27
  6. At-Taubah 105
  7. Al-Insyirah 8
  8. At-Tahrim 8
  9. At-Takwir
  10. Al-Hujurat 10-12
  11. At-Taubah 122
  12. Al-Mu’minun

Pencarian: hud ayat 11, wa ufawwidu amri ilallah artinya, al kafirun ayat 5, dalil memohon pertolongan terdapat dalam surat al-fatihah ayat ke, al isra 109

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: