Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Kafirun Ayat 5

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

Arab-Latin: Wa lā antum 'ābidụna mā a'bud

Terjemah Arti: Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Kalian juga tidak akan pernah menyembah apa yang aku sembah,” Ayat ini turun berkaitan dengan orang orang musyrik tertentu yang Allah telah mengetahui bahwa mereka tidak akan beriman selamanya,

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

5. Kalian pun tidak menyembah apa yang aku sembah, yaitu Allah semata.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

5. Dan kalian bukanlah penyembah Tuhanku di waktu yang sama ketika Aku menyembahNya. Kalian tidak beribadah sesuai peribadatanku yang benar.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dan Allah memerintahkan juga agar Nabi ﷺ berkata kepada mereka : Kalian juga demikian, tidak akan mengibadahi Tuhanku yang Maha Benar, selama kalian tetap dalam keadaan kafir.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

4-6
1 ). { وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ } al-kafirun : 3 , { فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْ } " Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah" [ at-Taubah : 77 ] , { لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا } "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku" [ at-taubah : 83 ] , { لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا } "Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka" [ an-Nisa ; 168 ] , jika kita mengamati ayat-ayat diatas dan sejenisnya kalian akan dapati bahwa semua ayat itu sepakat untuk menjelaskan solusi untuk kaum-kaum yang di rendahkan oleh Allah karena kemaksiatan mereka, maka Allah pun membatasi antara hati-hati mereka dan hidayah-Nya : { وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِ } "ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya" [ al-Anfal : 24 ]. maka hendaklah kita menyambutnya sebelum masa terhenti.

2 ). Seorang pentadabbur berkata : pada suatu ketika aku berada di negara india dan bersamaku seorang teman, kami berdua masuk kedalam sebuah pasar rakyat yang cukup besar didalamnya penjual patung bertebaran, aku kemudian memperhatikan pemandngan ini, seketika lisanku berucap : { قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ , لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ } sampai akhir surah, dan seakan-akan aku membaca surah ini pertama kalinya, dan aku terus mengulanginya dan seakan-akan aku berbicara kepada mereka, sampai akhirnya kami keluar dari pasar, sedangkan temanku menangis menghadapi keadaan ini.

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

1-6. Yaitu, katakanlah pada orang-orang kafir dengan lantang dan jelas, “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,” yakni bebaskan dirimu dari apa yang mereka sembah selain Allah secara lahir dan batin. “Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah,” karena tidak adanya keikhlasan kalian dalam menyembah Allah. Ibadah kalian disertai kesyirikan sehingga tidak patut disebut sebagai ibadah.
Kemudian Allah mengulang-ulang hal itu dengan tujuan :
Pertama, menunjukkan tidak adanya pekerjaan,
dan kedua, menunjukkan bahwa hal itu menjadi sifat yang melekat. Karena itulah Allah membedakan di antara kedua golongan tersebut seraya berfirman, “Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku,” sebagaimana firman-Nya : "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing" (QS. Al-Isro : 84)
"Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan"
(QS. yunus-ayat-41)

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Sebagai penekanan dan penguatan, juga sebagai pembantah atas keinginan mereka yang mencampur adukkan ibadah yang berbeda, diriwayatkan bahwasanya orang-orang usyrikin berkata kepada Rasulullah : "kami akan menyembah tuhanmu wahai Muhammad selama satu tahun, kemudian kami akan kembali kepada tuhan kemi selama satu tahun juga, maka Allah pun menurunkan surah ini.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah. Kamu tidak tunduk pada perintah dan syariat Allah dalam menyembah-Nya. Kamu bahkan menyembah tuhan dengan penuh kemusyrikan dan cara-cara yang kamu buat-buat berdasarkan hawa nafsumu. 6. Tidak ada tukar-menukar dengan pengikut agama lain dalam hal peribadahan kepada tuhan. Wahai orang kafir, untukmu agamamu, yakni kemusyrikan yang kamu yakini, dan untukku agamaku yang telah Allah pilihkan untukku sehingga aku tidak akan berpaling ke agama lain. Inilah jalan terbaik dalam hal toleransi antar umat beragama dalam urusan peribadahan kepada tuhan.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Kafirun Ayat 6 Arab-Latin, Surat An-Nasr Ayat 1 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat An-Nasr Ayat 2, Terjemahan Tafsir Surat An-Nasr Ayat 3, Isi Kandungan Surat Al-Lahab Ayat 1, Makna Surat Al-Lahab Ayat 2

Category: Surat Al-Kafirun

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Al Kafirun Arti