Surat Al-‘Ankabut Ayat 30

قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْمُفْسِدِينَ

Arab-Latin: Qāla rabbinṣurnī 'alal-qaumil-mufsidīn

Artinya: Luth berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu".

« Al-'Ankabut 29Al-'Ankabut 31 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Mendalam Terkait Dengan Surat Al-‘Ankabut Ayat 30

Paragraf di atas merupakan Surat Al-‘Ankabut Ayat 30 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan kandungan mendalam dari ayat ini. Diketemukan kumpulan penjabaran dari banyak ahli ilmu berkaitan kandungan surat Al-‘Ankabut ayat 30, sebagiannya seperti tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dia berkata, “Wahai Tuhanku, tolonglah aku mengahadapi kaum yang melakukan kerusakan dengan menurunkan siksaan pada mereka, lantaran mereka telah mengadakan suatu perbuatan keji yang baru dan bersikeras menjalankannya terus.” Maka Allah mengabulkan doanya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

30. Nabi Luth memohon kepada Tuhannya agar menolongnya dalam menghadapi mereka, supaya Dia memperlihatkan kepada mereka kebenaran risalah yang dia sampaikan. Nabi Luth menyebut kaumnya sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan, dan ini sebagai alasan pengabulan permohonannya, sebab Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

30. Lūṭ -'alaihissalām- berdoa kepada Rabbnya setelah keangkuhan kaumnya dan setelah mereka menantang untuk diturunkan siksa atas mereka, sebagai pelecehan terhadapnya, “Wahai Rabbku! Tolonglah aku atas orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi karena kekufuran dan kemaksiatan buruk yang mereka sebarkan.”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

30. قَالَ رَبِّ انصُرْنِى عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ (Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”)
Dengan menurunkan azab-Mu kepada mereka.
Kerusakan yang mereka lakukan adalah perbuatan mereka mendatangi para lelaki dan perbuatan mungkar mereka di tempat-tempat pertemuan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

30. Luth berkata: “Ya Tuhanku, tolonglah aku dengan menurunkan azabmu kepada kaum yang merusak dan suka bermaksiat dengan mendatangi lelaki dan mempraktekkan kemunkaran” Lalu Allah mengabulkan doanya dan mengutus para malaikat kepadanya untuk mengazab mereka


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

30-35. Nabi Luth pun berputus asa dari mereka dan telah mengetahui bahwa mereka telah pantas mendapatkan azab. Dia sangat prihatin atas pendustaan yang mereka lakukan terhadapnya, maka dari itu ia mendoakan keburukan atas mereka, seraya berkata, “Ya Rabbku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” Allah mengabulkan doanya. Maka Allah mengutus malaikat untuk membinasakan mereka. Malaikat singgah di kediaman Ibrahim sebelum membinasakan kaum LUth. mereka memberitahukan kepadanya bahwa ia kan dikarunia Ishaq, lalu berikutnya adalah Ya’qub. Kemudian Ibrahim bertanta kepada mereka, “Kemana kalian hendak pergi?” malaikat pun memberitahu kalau mereka bermaksud akan membinasakan kaum Luth.
Maka Ibrahim pun mendebat mereka dan mengatakan, “Sesunggunya di kota itu ada Luth.” Mereka menjawab, “Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal.” Lalu mereka meneruskan perjalanan hingga akhirnya sampai kepada Luth. Kedatangan mereka telah membuatnya tidak enak dan merasa sangat keberatan, sebab dia tidak mengenal mereka dan bahkan dia mengira kalau para malaikat itu adalah para musafir yang bertamu. Ia sangat mengkhawatirkan mereka dari perlakuan kaumnya.
Maka kemudian para malaikat itu berkata kepadanya, “Janganlah kamu takut dan jangan pula bersedih hati,” dan mereka memberitahu kepadanya bahwa mereka adalah utusan Allah, “Sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuai istrimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal. Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab atas penduduk kota ini,” maksudnya adalah siksaan, “dari langit karena mereka berbuat fasik.” Lalu para malaikat menyuruhnya agar pergi di malam hari bersama keluarganya. Dan setelah pagi hari tiba, Allah membalik negeri mereka, bagian bawah menjadi bagian atasnya, dan Allah menurunkan hujan bebatuan dari Sijjil terhadap mereka secara berkelanjutan hingga membinasakan mereka semua. Kemudian mereka menjadi salah satu cerita malam hari dan menjadi salah satu ibrah (pelajaran dan peringatan). “Dan sesungguhnya Kami tinggalkan darinya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal.” Maksudnya, Kami sisakan dari perkampungan negeri kaum Luth itu beberapa bekas-bekas yang nyata untuk kaum yang mampu memahami ibrah dengan hati mereka sehingga mereka dapat mengambil pelajaran darinya, sebagaimana Allah menyatakan,
"Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?" (Ash-Shaffat:137-138).


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 28-30
Allah SWT memberitahukan tentang tentang nabiNya, Luth, bahwa dia mengingkari perbuatan jahat kaumnya, mereka biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan yang buruk berupa mendatangi lelaki yang mana perbuatan itu belum pernah ada seorangpun dari anak cucu nabi Adam yang melakukannya sebelum mereka. Selain itu mereka kafir kepada Allah, mendustakan dan menentang rasulNya, dan gemar menyamun. yaitu mereka menghadang orang-orang yang melewati jalan, lalu membunuh mereka dan merampas harta mereka (dan kalian mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan kalian) yaitu mengerjakan perbuatan dan mengucapkan perkataan yang tidak layak di tempat-tempat pertemuan mereka yang mana sebagian dari mereka tidak mengingkari sebagian yang lain terhadap perbuatan mungkar itu.
Firman Allah SWT: (Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan.”Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”) Ini merupakan kekafiran dan sikap mengolok-olok dan keingkaran mereka. Oleh karena itu nabi Luth meminta tolong kepada Allah atas mereka, maka dia berdoa: (Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu)


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-‘Ankabut ayat 30: Tidaklah Luth kecuali memohon kepada Tuhannya untuk menolongnya, dan menampakkan atas kaumnya yang berbuat kerusakan di bumi dengan syirik dan perbuatan keji, maksiat dan bermacam kemungkaran.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Karena sudah putus asa terhadap mereka, mengetahui keberhakan mereka untuk menerima azab dan sudah tidak sabar terhadap pendustaan dari mereka, maka Beliau mendoakan keburukan untuk mereka.

Maka Allah mengabulkan doanya, Dia mengutus para malaikat untuk membinasakan mereka, namun sebelumnya mereka menemui Ibrahim dan memberikan kabar gembira kepadanya akan mendapat putra; Ishaq dan setelahnya nanti ada Ya’kub. Kemudian Nabi Ibrahim bertanya kepada mereka tentang urusan mereka selanjutnya, maka para malaikat memberitahukan, bahwa mereka hendak membinasakan kaum Luth, lalu Beliau meminta mereka mempertimbangkan kembali dan Beliau berkata, “Sesungguhnya di sana terdapat Luth.” Para malaikat menjawab, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).” Selanjutnya para malaikat pergi dan mendatangi Luth.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-‘Ankabut Ayat 30

-.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beraneka penjabaran dari banyak ahli ilmu berkaitan makna dan arti surat Al-‘Ankabut ayat 30 (arab-latin dan artinya), semoga menambah kebaikan bagi ummat. Dukung usaha kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Paling Sering Dikunjungi

Kami memiliki berbagai materi yang paling sering dikunjungi, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 186, Al-Infithar, Ali ‘Imran 134, Az-Zariyat 56, Al-Baqarah 2, Al-Jumu’ah 9. Juga Al-Baqarah 30, Al-Isra 1, Ali ‘Imran 133, Al-Isra 23-24, Ar-Ra’d, Al-Ahzab 21.

  1. Al-Baqarah 186
  2. Al-Infithar
  3. Ali ‘Imran 134
  4. Az-Zariyat 56
  5. Al-Baqarah 2
  6. Al-Jumu’ah 9
  7. Al-Baqarah 30
  8. Al-Isra 1
  9. Ali ‘Imran 133
  10. Al-Isra 23-24
  11. Ar-Ra’d
  12. Al-Ahzab 21

Pencarian: arti dari iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, surat 109, surat albaqarah ayat terakhir, terjemahan al quran surah al baqarah, arti surat al imran ayat 191

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.