Surat Asy-Syu’ara Ayat 146

أَتُتْرَكُونَ فِى مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ

Arab-Latin: A tutrakụna fī mā hāhunā āminīn

Artinya: Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman,

« Asy-Syu'ara 145Asy-Syu'ara 147 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Mendalam Terkait Dengan Surat Asy-Syu’ara Ayat 146

Paragraf di atas merupakan Surat Asy-Syu’ara Ayat 146 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka tafsir mendalam dari ayat ini. Didapati beraneka penafsiran dari beragam ahli tafsir mengenai isi surat Asy-Syu’ara ayat 146, di antaranya seperti tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

146-149. Apakah kalian akan dibiarkan oleh Tuhan kalian dalam kenikmatan yang kalian reguk dengan hidup tenang di dunia dan penuh rasa aman dari ancaman siksaan, kehilangan nikmat dan kematian; berada di dalam kebun-kebun yang berbuah, mata-mata air yang mengalir serta tanam-tanaman yang banyak, dan pohon kurma yang buahnya telah matang, lembut lagi masak; dan kalian memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah dengan mahir dalam memahatnya, sombong dan kecongkakan?


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

146-152. Apakah kalian mengira Tuhan kalian akan membiarkan kalian di dunia ini aman dari azab dan kematian? Ketika kalian di kebun-kebun yang subur, mata air yang segar, tanaman-tanaman yang berbuah lebat, pohon-pohon kurma yang buahnya matang dan siap dipanen. Dan kalian dapat membangun rumah-rumah di pegunungan dengan memahatnya dan menyombongkan kemegahannya.

Takutlah dari azab Allah dan taatilah perintahku, dan jangan kalian taati perintah orang-orang yang menyesatkan dan selalu berbuat dosa, yang senantiasa berbuat kerusakan di muka bumi dengan menyebarkan kemaksiatan dan enggan memperbaikinya.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

146. Apakah kalian berharap akan dibiarkan tinggal di negeri ini dengan merasakan berbagai karunia dan kenikmatan, dalam keadaan aman, dan jauh dari rasa takut?!


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

146. أَتُتْرَكُونَ فِى مَا هٰهُنَآ ءَامِنِينَ (Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman)
Apakah kalian dalam kenikmatan yang diberikan Allah ini akan dibiarkan aman dari kematian dan azab serta kekal di dunia?


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

146. Apakah kalian kira kalian akan dibiarkan tinggal di negeri ini dengan berbagai kenikmatan dan kebaikan bisa aman dari azab dan kematian?


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Apakah kalian akan dibiarkan di sini} pada sesuatu yang kalian dapatkan ini berupa kebaikan dan kenikmatan {dengan aman


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

145-152 “adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut,” matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiarkan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian menggunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah?
“dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin,” maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepintaran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. “maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, ”yaitu orang-orang yang melanggar batas, “yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan,” maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepadanya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menentang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kesesatan. Maka mereka di larang oleh Nabi shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebutkan oleh Allah,
“dan di kota itu ada sembilah orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan,” (an-naml:48)


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 146-152
Nabi Shalih berkata kepada mereka seraya menasehati dan memperingat­kan mereka tentang siksa Allah yang akan menimpa mereka, dan mengingatkan mereka tentang nikmat-nikmat Allah kepada mereka melalui rezeki yang berlimpah, dan Allah menjadikan mereka aman dari bahaya, menumbuhkan bagi mereka kebun-kebun, dan mengalirkan bagi mereka mata air-mata air, serta mengeluarkan bagi mereka tanaman dan buah-buahan. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut)
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut) yaitu subur.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut) yaitu saat mayang tersebut muncul menutupi buahnya, maka buahnya yang masih basah itu dinamakan “Al-hadhim”. Sedangkan kurma yang kering dinamakan “Al-hasyim”.
Firman Allah: (Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin (149)) Ibnu Abbas dan lainnya berkata bahwa maknannya adalah orang-orang yang cerdik. Dalam riwayat lain darinya, bahwa maknannya adalah tamak dan jahat. Dan itu adalah pendapat pilihan Mujahid dan mayorits ulama. Tidak ada pertentangan di antara keduanya, karena sesungguhnya mereka membuat rumah-rumah pahatan di gunung-gunung itu karena kesombongan, ketamakan, dan main-main, bukan karena butuh untuk tempat tinggal. Dan mereka adalah orang-orang yang ahli dalam hal memahat seperti yang dapat disaksikan dari bekas peninggalan mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: (maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku (150)) yaitu terimalah apa yang manfaatnya kembali kepada kalian di dunia dan akhirat, berupa menyembah Tuhan kalian yang telah menciptakan dan memberi rezeki kalian. yaitu, sembahlah dan esakanlah Allah serta bertasbihlah kepadaNya setiap pagi dan petang (dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas (151) yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan (152)) yaitu para pemimpin dan para pembesar mereka yang menyeru mereka untuk berbuat kemusyrikan, kekufuran, dan menentang kebenaran


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Asy-Syu’ara ayat 146: 146-148. Kemudian berkata Shalih mengingkari kaumnya : Apakah kalian mengira bahwasanya Allah akan membiarkan kalian dia atas kenikmatan dan kenyamanan yang aman dan tenang ? Serta membiarkan kebun-kebun yang hijau ini dan taman-taman yang rimbun, serta mata air yang mengalir dan kebun yang berbuah, yang mana kalian berkhayal akan berbuah banyak dengan tanpa hisab atau pertanyaan tentang syukur dan iman atasnya serta tauhid ?


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Memperoleh berbagai kesenangan dan dibiarkan begitu saja tidak mendapat perintah dan larangan, dan menggunakan nikmat-nikmat itu untuk bermaksiat kepada-Nya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Asy-Syu’ara Ayat 146

146. "apakah kamu mengira akan dibiarkan tinggal di sini di negeri kamu ini de-ngan segala kenikmatannya, dengan aman, tanpa harus bertanggung jawab terhadap tuhan yang menciptakan kamu'147. "di dalam kebun-kebun yang rindang serta mata air yang jernih dan melimpah, .


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah berbagai penafsiran dari para ahli tafsir berkaitan kandungan dan arti surat Asy-Syu’ara ayat 146 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa faidah untuk ummat. Dukunglah usaha kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Link Paling Sering Dikaji

Kami memiliki berbagai materi yang paling sering dikaji, seperti surat/ayat: Ali ‘Imran 134, Al-Isra 1, Al-Baqarah 2, Al-Ahzab 21, Az-Zariyat 56, Al-Jumu’ah 9. Ada pula Al-Infithar, Ali ‘Imran 133, Al-Baqarah 30, Al-Baqarah 186, Al-Isra 23-24, Ar-Ra’d.

  1. Ali ‘Imran 134
  2. Al-Isra 1
  3. Al-Baqarah 2
  4. Al-Ahzab 21
  5. Az-Zariyat 56
  6. Al-Jumu’ah 9
  7. Al-Infithar
  8. Ali ‘Imran 133
  9. Al-Baqarah 30
  10. Al-Baqarah 186
  11. Al-Isra 23-24
  12. Ar-Ra’d

Pencarian: surah an nur ayat 27, at taubah 120, surah al-balad dan artinya, bacaan surah al mulk latin, qs. ali imran/3: 190

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* untuk dapat pahala jariyah (gratis)

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: