Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 142

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Arab-Latin: Iż qāla lahum akhụhum ṣāliḥun alā tattaqụn

Terjemah Arti: Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?

Tafsir Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 142

142-145. Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka, “Tidakkah kalian takut terhadap siksaan Allah dengan cara mengesakanNya dengan ibadah? Sesungguhnya aku adalah orang yang diutus kepada kalian dan dipercaya untuk membawa risalah ini sebagaimana aku menerimanya dari Allah. Maka takutlah kalian akan siksaan Allah, dan laksanakanlah ajaran yang aku seru kalian kepadanya. Dan aku tidaklah meminta imbalan apa pun dari kalian atas nasihat dan dakwahku kepada kalian. Balasanku hanyalah dari Penguasa alam semesta."

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

142. Ketika saudara mereka dalam ikatan nasab, Ṣāleḥ, berkata kepada mereka, "Mengapa kalian tidak bertakwa kepada Allah dengan meninggalkan ibadah kepada selainnya sebagai bentuk rasa takut kalian kepada-Nya?

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

142. Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka: "Mengapa kalian tidak takut atas azab Allah dengan meninggalkan penyembahan terhadap berhala?

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

142-145. Kemudian berkata Nabi mereka Shalih dan saudara senasab dengan Shalih : Tidakkah kalian bertaqwa kepada Allah dan takut dari adzab-Nya karena sebab kesyirikan dan peribadatan kalian kepada selain Allah ?! Shalih berkata kepada mereka : Sungguh telah Allah khususkan kalian dengan diutusnya aku kepada kalian, dan aku adalah orang yang terpercaya atas apa yang aku sampaikan kepada kalian dari Rabbku; Aku tidak mengada-ada dan membuat-buat atas pribadiku, maka bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, serta taatilah atas apa yang kalian diseru padanya dari tauhid dan menjauhi kesyirikan. Ketahuilah wahai kaum bahwasanya aku tidak meminta kepada kalian upah atas nama dakwahku kepada kalian yang mengajak kepada tauhid, dan aku hanyalah meminta upah dari Allah Rabb semesta alam.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

141-144 “kaum tsamud telah mendustakan,” mereka adalah suku terkenal di al-mada’in al-hijr, “rasul-rasul” mereka mendustakan Nabi shaleh yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka demikian, pendustaan mereka terhadap shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. “ketika saudara mereka, shaleh berkata kepada mereka,” maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, “mengapa kamu tidak bertakwa,” kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ”sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian,” dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk.
“terpercaya,” kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), “dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu,” sehingga kalian bisa mengatakan, ”yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami,” “upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam,” maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Senasab.

Dengan lembut dan bicara yang baik.

Kepada Allah, dengan meninggalakn syirk dan maksiat.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

142. Ketika saudara mereka yang berasal dari negeri dan kabilah mereka sendiri yaitu saleh, berkata kepada mereka dengan maksud menasihati mereka, "mengapa kamu tidak bertakwa dengan menjaga diri kamu dari murka Allah, dengan menauhidkan-Nya dan menjalani semua perintahnya'"143. "sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan Allah yang diutus kepadamu, untuk mengingatkanmu akan jalan kebenaran untuk kebaikanmu juga. ".

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 026. Asy-Syu'ara