Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 135

إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Arab-Latin: Innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yaumin 'aẓīm

Terjemah Arti: Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar".

Tafsir Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 135

Hud berkata untuk memperingatkan mereka, “Sesungguhnya aku takut bila kalian terus menerus dalam kondisi kalian berupa sikap mendustakan, tindakan zhalim dan pengingkaran nikmat-nikmat, Allah akan menurunkan pada kalian siksaan pada hari yang kedahsyatannya sangat besar karena kengerian siksaanNya.”

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

135. Sesungguhnya aku sangat khawatir atas kalian -wahai kaumku- akan mendapatkan azab pada hari yang besar yaitu hari Kiamat kelak.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

135. إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ (sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar)
Yakni jika kalian kafir dan tetap menyembah selain Allah serta tidak mensyukuri kenikmatan-kenikmatan ini.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

135. Sesungguhnya aku takut, jika kalian durhaka kepadaku, kalian akan ditimpa azab pada hari kiamat".

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

135-136. Berkata Hud : Ketahuilah wahai kaum, sungguh aku yang paling takut akan kalian jika kalian tidak beriman kepada Allah, akan diturunkannya adzab yang besar dari Allah sehingga kalian akan binasa; Maka mereka menjawab dengan sombong : Jauhkan nasihatmu pada kamu, nasihat apapun itu, kamu tidak akan mengikutimu dan beriman kepadamu.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

128-135 “apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi,” maksudnya, tempat masuk di antara perbukitan, “bangunan,” yaitu sebagai tanda (kemegahan) “untuk bermain-main” maksudnya, kalian melakukan semua itu dengan sia-sia bukan untuk suatu manfaat yang kembali kepada kemaslahatan agama dan dunia kalian, “dan kamu membuat bangunan-bangunan,” maksudnya, kolam-kolam air dan tempat-tempat mengalirkan air, “dengan maksud supaya kamu kekal.” Padahal tidak ada jalan bagi siapapun untuk bisa kekal. “dan apabila kamu menyiksa,” manusia, “maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis,” dalam bentuk membunuh, mencambuk, dan merampas harta.
Memang Allah telah memberikan kepada mereka sutu kekuatan yang hebat, dan semestinya yang wajib mereka lakukan adalah mempergunakan kekuatan ini untuk ketaatan kepada Allah, akan tetapi mereka berlaku congkak dan sombong, dan mengatakan, ”siapa yang lebih kuat dari kami?” mereka telah menghabiskan kekuatan mereka dalam berbagai kedurhakaan terhadap Allah dan dalam perbuatan sia-sia dan kebodohan. Maka dari itu mereka dilarang oleh Nabi mereka dari perbuatan tersebut. “maka bertakwalah kepada Allah,” tinggalkanlah kemusyrikan dan kecongkakan kalian, “dan taatlah kepadaku,” karena kalian telah mengetahui bahwa aku adalah seorang utusan Allah kepada kalian, yang dipercaya lagi tulus. “dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu,” maksudnya, yang telah memberikan kepada kalian, “apa yang kamu ketahui,” maksudnya, yang telah mengaruniakan kepada kalian hal-hal yang sudah diketahui dan tidak bisa dipungkiri, yaitu berupa binatang-binatang ternak. “dia telah menganugerahkan binatang-binatang ternak,” yaitu berupa unta, sapi dan domba, “dan anak-anak,” maksudnya, banyak anak keturunan. Dia telah memperbanyak harta kekayaan kalian dan memperbanyak anak-anak kalian, terutama anak-anak laki-laki yang merupakan yang terbaik dari dua jenis manusia.
Ini adalah suatu bentuk tadzkir (mengingatkan kepada) mereka dengan berbagai kenikmatan. Lalu Allah mengingatkan mereka dengan akan datangnya azab Allah, seraya berfirman, ”sesungguhnya kau takut kamu akan ditimpa azab yang besar,” maksudnya, sesungguhnya aku sangat kasihan kepada kalian, aku sangat baik kepada kalian, aku khawatir kalau kalian ditimpa azab yang sangat besar. Apabila azab itu menimpa, maka tidak ada yang bisa menolaknya jika kalian terus tenggelam di dalam kekafiran dan kecongkakan kalian.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Yang apabila datang tidak dapat ditolak lagi baik di dunia maupun akhirat, jika kamu tetap kafir dan mendurhakaiku.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

135. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar, yaitu hari kiamat. Apa yang kamu miliki dan kamu banggakan, pada hari itu, tidak akan bisa menolong kamu dari siksa api neraka. 136. Namun, dengan sikap sombong, kaumnya menolak ajakannya. Mereka menjawab, "adalah sama saja bagi kami, apakah kamu wahai hud, memberi nasihat atau tidak memberi nasihat, kami tetap tidak akan menuruti ajakanmu. Kami akan terus berpegang teguh dengan keyakinan kami. Maka kamu tak perlu bersusah payah terus menerus mengajak kami.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 026. Asy-Syu'ara