Surat Asy-Syu’ara Ayat 127

وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Arab-Latin: Wa mā as`alukum 'alaihi min ajr, in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn

Artinya: Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

« Asy-Syu'ara 126Asy-Syu'ara 128 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Mendalam Mengenai Surat Asy-Syu’ara Ayat 127

Paragraf di atas merupakan Surat Asy-Syu’ara Ayat 127 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai hikmah mendalam dari ayat ini. Tersedia berbagai penjabaran dari kalangan mufassirin berkaitan makna surat Asy-Syu’ara ayat 127, misalnya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

124-127. Ketika saudara mereka, Hud berkata kepada mereka, “Tidakkah kalian takut kepada Allah, lalu kalian memurnikan ibadah hanya untukNya saja? Sesungguhnya aku diutus ke tengah kalian untuk menunjukkan kalian jalan hidayah dan mengarahkan kalian, aku dipercaya mengemban risalah Allah, aku sampaikan kepada kalian sebagaimana Tuhanku memerintahkan aku. Maka takutlah terhadap siksaan Allah dan taatlah kepadaku dalam perkara yang aku bawa kepada kalian dari sisi Allah. Dan aku tidak meminta dari kalian atas ajakanku terhadap kalian kepada tauhid bentuk imbalan jenis apapun. Dan imbalanku tiada lain berasal dari Penguasa alam semesta."


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

127. Dan aku sekali-kali tidak meminta upah dari kalian terkait penyampaian wahyu dari Tuhanku; upahku tidak lain hanyalah dari Allah Tuhan segala makhluk, bukan dari selain-Nya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

127. Sekali-kali aku tidak akan pernah minta upah kepada kalian atas ajakanku ini; upahku tidak lain hanyalah urusan Tuhan semesta alam


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Aku tidak meminta imbalan kepada kalian atas itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

123-127 qabilah yang disebut 'Ad telah mendustakan rasul mereka, yaitu Hud. Dan pendustaan mereka terhadapnya (juga) merupakan pendustaan terhadap para rasul lainnya karena kesamaan dakwah mereka, “ketika berkata kepada mereka saudara mereka,” senasab, yaitu “Hud” dengan lembut dan bahsa yang santung, “mengapa kamu tidak bertakwa” kepada Allah, (padahal) dulu kalian meninggalkan syirik dan peribadatan kepada selainNya. “sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan kepadamu,” maksudnya, aku telah diutus oleh Allah kepada kalian sebagai rahmat dan perhatianNya terhadap kalian, sedangkan aku adalah orang kepercayaan, kalian mengetahui hal itu dariku.
Setelah itu dilanjutkan oleh firmanNya, ”maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” Maksudnya, tunaikanlah hak-hak Allah, yaitu takwa, dan tunaikanlah hakku, yaitu menaati apa saja yang aku perintahkan kepada kalian dana pa-apa yang aku larang. Hal ini adalah kewajiban agar kalian mengikuti dan taat kepadaku, dan sudah tidak ada penghalang yang dapat mencegah kalian untuk beriman. Sebab, aku tidak meminta upah apa pun atas penyampaian dan nasihatku kepada kalian, sehingga kalian tidak merasa terbebani dengan tanggungan, “upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam,” yang telah melimpahkan nikmat-nikmatNya kepada mereka dan mencurahkan berbagai karunia dan kemurahanNya kepada mereka, terutama sesuatu yang dilimpahkanNya kepada para wali dan para nabiNya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 123-135
Ini adalah pemberitahuan dari Allah SWT tentang hamba dan rasulNya nabi Hud. Sesungguhnya dia menyeru kaumnya, yaitu kaum ‘Ad. Kaumnya tinggal di bukit-bukit pasir, yakni bukit yang berpasir di dekat Hadhramaut, di sebelah negeri Yaman. Masa mereka adalah setelah kaum nabi Nuh, sebagaimana yang disebutkan dalam surah Al-A'raf: (Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kalian sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakan kalian (daripada kaum Nuh itu)) (69) Demikian itu karena mereka memiliki kekuatan yang hebat, tubuh besar, sangat tinggi, rezeki yang berlimpah, harta yang banyak, kebun-kebun, sungai-sungai, tanaman, buah-buahan, dan mereka mempunyai anak yang banyak. Tetapi dengan semua itu, mereka menyembah sembahan-sembahan lain bersama Allah, maka Allah mengutus nabi Hud kepada mereka, yaitu seorang lelaki dari kalangan mereka sebagai rasul, pembawa berita gembira, dan pemberi peringatan. Dia menyeru mereka untuk mengesakan Allah dan memperingatkan mereka terhadap pembalasan dan azabNya jika mereka menentangNya. Maka dia berkata kepada mereka, sebagaimana yang dikatakan nabi Nuh kepada kaumnya: (Apakah kalian mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main (128))
Para mufasir berbeda pendapat tentang makna kata “Ar-ri’ yang kesimpulannya bahwa itu adalah daerah tinggi di pinggir jalan-jalan yang terkenal. Mereka membangun di tempat tersebut bangunan yang kokoh, besar, dan megah. Oleh karena itu ALlah SWT berfirman: (Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan) yaitu bangunan yang menjadi tanda dan terkenal (untuk bermain-main) yaitu sesungguhnya kalian membuat bangunan tersebut hanya untuk bermain-main, bukan untuk tujuan yang diperlukan, melainkan hanya untuk bermain-main, bersenang-senang, dan menunjukkan kekuatan. Oleh karena itu maka nabi mereka mengingkari hal itu, karena perbuatan mereka itu sama dengan menyia-nyiakan waktu, melelahkan tubuh tanpa ada manfaatnya, serta menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat baik di dunia maupun akhirat. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan kalian membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kalian kekal (di dunia) (129))
Mujahid berkata bahwa “masani'” adalah menara-menara yang dibangun dengan kokoh dan benteng-benteng yang kuat
Qatadah berkata bahwa itu adalah tempat unruk mengambil air.
Dalam bacaan yang terkenal: (dan kalian membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kalian kekal (di dunia) (129)) yaitu agar kalian tinggal di dalamnya untuk selamaya. Demikian itu tidak akan terjadi bagi kalian, bahkan bangunan-bangunan itu pasti lenyap dari kalian sebagaimana telah lenyap dari orang-orang sebelum kalian.
Firman Allah: (Dan apabila kalian menyiksa, maka kalian menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis (130)) yaitu Allah menggambarkan mereka dengan kekuatan, kekasaran, dan kesewenang-wenangan (Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku (131)) yaitu, sembahlah Tuhan kalian dan taatlah kepada rasul kalian. Kemudian nabi Hud mengingatkan mereka atas nikmat-nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada mereka, dan berkata (Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepada kalian apa yang kalian ketahui (132)) Dia telah menganugerahkan kepada kalian binatang-binatang ternak dan anak-anak (133) dan kebun-kebun dan mata air (134) sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar (135)) yaitu jika kalian mendustakan dan menentangNya. Lalu nabi Hud menyeru mereka kepada Allah dengan anjuran dan peringatan, tetapi itu tidak bermanfaat bagi mereka


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Asy-Syu’ara ayat 127: Ketahuilah wahai kaum, sesungguhnya aku tidak menuntut kepada kalian upah dari dakwahku kepada kalian kepada tauhid, sungguh hanyalah upah itu dari Allah Rabb seluruh alam.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni tidak ada penghalang bagimu untuk beriman, karena aku tidak meminta imbalan kepadamu atas penyampaianku kepadamu sehingga kamu merasa keberatan.

Yaitu Tuhan yang mengurus alam semesta dengan nikmat-nikmat-Nya dan melimpahkan karunia-Nya, terutama tarbiyah(pengurusan)-Nya terhadap para wali-Nya dan para nabi-Nya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Asy-Syu’ara Ayat 127

127. Kemudian agar kaumnya tidak mencurigai missinya sebagai missi yang komersial, nabi hud berkata, "dan aku tidak meminta imbalan apa pun kepadamu, baik materi maupun jasa atas ajakan itu; karena imba-lanku hanyalah dari tuhan yang mengatur seluruh alam seluruh karena aku adalah utusan-Nya. "128. Nabi hud mengecam perilaku buruk kaumnya dan berkata: apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi hanya untuk kemegahan dan kepongahan tanpa ditempati' sungguh hal ini keterlaluan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beraneka penjabaran dari berbagai ahli tafsir terhadap makna dan arti surat Asy-Syu’ara ayat 127 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan bagi ummat. Bantulah usaha kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Sering Dikaji

Terdapat banyak materi yang sering dikaji, seperti surat/ayat: Al-Isra 1, Al-Isra 23-24, Al-Baqarah 2, Az-Zariyat 56, Al-Ahzab 21, Ali ‘Imran 133. Ada juga Al-Infithar, Ar-Ra’d, Al-Jumu’ah 9, Ali ‘Imran 134, Al-Baqarah 186, Al-Baqarah 30.

  1. Al-Isra 1
  2. Al-Isra 23-24
  3. Al-Baqarah 2
  4. Az-Zariyat 56
  5. Al-Ahzab 21
  6. Ali ‘Imran 133
  7. Al-Infithar
  8. Ar-Ra’d
  9. Al-Jumu’ah 9
  10. Ali ‘Imran 134
  11. Al-Baqarah 186
  12. Al-Baqarah 30

Pencarian: surah alkautsar artinya, surat al mulk sebelum tidur latin, makar allah lebih dahsyat, ar rahman berapa ayat, al hasyr surat ke

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.