Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 96

قَالُوا۟ وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ

Arab-Latin: Qālụ wa hum fīhā yakhtaṣimụn

Terjemah Arti: Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka:

Tafsir Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 96

96-99. Mereka berkata mengakui kesalahan mereka, sedang mereka saling bertikai di dalam Jahanam dengan orang-orang yang menyesatkan mereka, “Demi Allah, sesungguhnya kita sewaktu di dunia dahulu berada di dalam kessatan yang nyata, tidak ada kesamaran di dalamnya, karena kami mempersamakan kalian dengan Penguasa alam semesta Yang hanya Dia yang berhak diibadahi saja. Dan tidaklah menjerumuskan kami kedalam tempat kembali yang buruk ini kecuali orang-orang yang berdosa yang menyeru kami untuk menyembah selain Allah, lalu kami mengikuti mereka."

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

96. Orang-orang musyrik yang dahulu menyembah selain Allah, dan mengambil sekutu-sekutu selain-Nya berkata sedang mereka saling bertengkar dengan sesembahan-sesembahan mereka dahulu kala,

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

96-102. Orang-orang kafir menuntut para pemimpin mereka: “Sungguh demi Allah, kami dahulu tersesat jauh dari kebenaran karena telah menyamakan kalian dengan Allah Tuhan semesta alam dalam hal ketaatan. Dan tidak ada yang menyesatkan kami dari jalan yang benar melainkan setan-setan dari golongan jin dan manusia yang telah menghiasi dalam pandangan kami jalan-jalan kesesatan. Maka tidak ada seorangpun yang dapat memberi syafaat kepada kami di sisi Allah, dan tidak ada seorang temanpun yang mengasihani kami.”

Mereka berharap dapat kembali ke dunia agar dapat menjadi orang-orang yang beriman kepada Allah.

📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

96. قَالُوا۟ وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ (Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka)
Para penyembah berhala-berhala menggugat berhala-berhala mereka di hari kiamat dan berubah menjadi benci pada mereka, padahal di dunia mereka sangat mencintai berhala-berhala itu.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

96. Para penggoda itu berkata, sedangkan dalam neraka mereka saling berdebat dengan yang mereka sembah yang mana Allah menjadikan mereka berkata kepada berhala:

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

96-99. Berkata mereka para penyembah berhala yang musyrik ketika sedang bercekcok di mana mereka adalah para hamba penyembah berhala : Demi Allah, sungguh kami adalah dalam kesesatan yang nyata yang tidak tersembunyi lagi; Ketika kami menyamakkan (berhala) dengan Rabb semesta alam, dan tidaklah kami terperdaya dan terjauhkan dari jalan kebenaran menuju jalan kesesatan kecuali (disesatkan) oleh mereka para pemimpin yang jahat yang memalingkan kami dari jalan Allah serta kami diseru oleh mereka kepada kesesatan yang melazimkan kami berada di dalam neraka.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

96-104 “mereka berkata,” maksudnya, adalah bala tentara iblis, para pemuja berhala dan patung-patung yang mereka sembah, “demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kita telah mempersamakan kamu dengan Rabb semesta alam,” dalam ibadah, mencintai, takut dan berharap. Dan kami berdoa kepada kalian sebagaimana kami berdoa kepadaNYa. Kesesatan mereka saat itu menjadi jelas bagi mereka. Mereka pun mengakui keadilan Allah dalam menghukum mereka, dan hukuman itu benar-benar tepat pada tempatnya. mereka tidak menyetarakan berhala-berhala itu dengan Allah, Rabb semesta alam kecuali dalam hal ibadah, bukan dalam hal menciptakan. Hal ini terbukti melalui ucapan mereka, “dengan Rabb semesta alam,” mereka mengakui bahwa Allah adalah Rabb semesta alam semuanya, yang termasuk di dalamnya adalah patung-patung dan semua berhala mereka.
“dan tiadalah yang menyesatkan kami,” dari jalan hidayah dan kebenaran, dan mengajak kami kejalan kesesatan dan kefasikan, “kecuali orang-orang yang berdosa.” Mereka dalah para pemuka yang menyeru kepada api neraka.
“maka kami tidak mempunyai,” pada saat itu, “pemberi syafaat seorangpun,” yang dapat memberikan syafaat kepada kami untuk menyelamatkan kami dari azabNya,”dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,” maksudnya, seorang kerabat setia yang berguna bagi kami, sebagaimana biasanya dahulu di dunia. Lalu mereka berputus asa dari segala kebaikan dan bersedih hati terhadap apa yang telah mereka lakukan, dan mereka berangan-angan untuk kembali kedunia agar bisa melakukan amal shalih. “maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi,” maksudnya, bisa kembali kedunia,”niscaya kmai menjadi orang-orang yang beriman,” agar kami bisa selamat dari azab dan berhak mendapat pahala! Sama seklai tidak mungkin, sama sekali tidak mungkin! Apa yang mereka inginkan itu sudah tertutup dari mereka dan semua bentuk penggadaian sudah ditutup.
“sesungguhnya yang pada demikian itu,” yaitu pada yang telah kami jelaskan kepada kalian dan kami uraikan, “benar-benar terdapat tanda-tanda,” bagi kalian, ”tetapi kebanyakan mereka tidak beriman,” sekalipun tanda-tanda (bukti-bukti kebenaran) itu diturunkan.
“dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahapenyayang,”

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Kepada sesembahan mereka.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Mereka para penghuni neraka itu berkata sambil bertengkar di dalamnya. Penghuni neraka mengakui atas kesesatannya. 97. Mereka berkata, "demi Allah, sesungguhnya kita dahulu di dunia dalam kesesatan yang nyata, " yaitu memilih jalan kekafiran.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 026. Asy-Syu'ara