Surat Asy-Syu’ara Ayat 81

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

وَٱلَّذِى يُمِيتُنِى ثُمَّ يُحْيِينِ

Arab-Latin: Wallażī yumītunī ṡumma yuḥyīn

Artinya: Dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),

« Asy-Syu'ara 80Asy-Syu'ara 82 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Hikmah Penting Berkaitan Surat Asy-Syu’ara Ayat 81

Paragraf di atas merupakan Surat Asy-Syu’ara Ayat 81 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi hikmah penting dari ayat ini. Terdokumentasi variasi penjelasan dari para mufassirun terhadap makna surat Asy-Syu’ara ayat 81, di antaranya seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

75-82. Ibrahim berkata, “Apakah kalian sudah melihat dengan penuh perhatian apa yang kalian sembah berupa berhala-berhala yang tidak mendengar, tidak memberi manfaat dan tidak dapat mendatangkan mudarat terhadap kalian dan nenek moyang kalian terdahulu sebelum kalian? Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah itu adalah musuh-musuhku, dan Tuhan alam semesta dan Pemilik urusan mereka, itulah semata yang aku sembah. Dia-lah Yang menciptakanku dalam bentuk terbaik, lalu Dia menunjukkan kepadaku jalan menuju kemaslahatan dunia dan akhirat. Dan Dia-lah Yang melimpahkan kepadaku kenikmatan makanan dan minuman. Dan apabila suatu penyakit menimpaku, maka Dia-lah yang menyembuhkanku dan menyehatkanku darinya. Dan Dia-lah Yang mematikanku di dunia dengan mencabut ruhku, kemudian Dia akan menghidupkanku pada Hari Kiamat. Tidak ada yang kuasa untuk melakukan semua itu selain Dia. Dan Dia-lah satu-satunya yang aku amat berharap akan mengampuni dosa-dosaku pada Hari Pembalasan.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

81. Dan hanya Dia yang akan mematikanku bila ajalku telah tiba, dan kemudian Dia akan menghidupkanku kembali setelah aku mati.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

81. Dan sifat kelima adalah mematikan dan menghidupkan. Allah adalah Dzat yang mematikanku di akhir ajalku kemudian menghidupkanku di akhirat.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dzat yang akan mematikanku, kemudian menghidupkanku (81)


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

75-82 lalu Ibrahim berkata kepada mereka, ”kalian dan nenek moyang kalian semuanya adalah penentang dalam perkara [ini], dan pembicaraan bersama orang-orang di atas adalah sama,” maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang sellau kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu? Karena sesungguhnya semua itu adalah musuhku,” maka silahkan mereka menimpakan bahaya apa pun terhadapku, dan silahkan mereka melakukan tipu daya terhadapku, maka pasti mereka tidak akan mampu melakukannya, “kecuali Rabb semesta alam, Yang telah menciptakanku, maka Dia-lah yang menunjukiku.” Dia-lah [semata] yang memberikan nikmat penciptaan dan nikmat hidayah untuk kemaslahatan agam dan dunia. Llau dia menyebutkan secara khusus sebagian dari hal-hal yang sudah pasti, seraya berkata,”dan yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku, dan yang akan mematikanku, kemudian akan menghidupkanku (kembali), dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesahanku pada Hari kiamat,”
Dia-lah semata yang bisa melakukan itu semua sendirian, maka dari itu wajib diesakan dengan ibadah dan ketaatan, sedangkan berhala-berhala yang tidak bisa menciptakan, tidak bisa menyembuhkan, tidak bisa memberi makan dan tidak bisa memberi minum, tidak dapat mematikan dan tidak dapat menghidupkan, tidak berguna bagi penyembahnya, baik dalam menghilangkan kesusahan atau pun memberikan ampunan dosa itu harus ditinggalkan. Ini adalah dalil yang sangat akurat dan hujjah yang mematahkan di mana kalian dan nenek moyang kalian tidak kuasa menentangnya, maka itu membuktikan keikutsertaan kalian dalam kesesatan dan dalam meninggalkan jalan hidayah dan jalan yang lurus. Allah berfirman,
“dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata, ’apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku…” (al-an’am:80)


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 78-82
Yaitu, aku tidak menyembah kecuali Tuhan menjadikan segala sesuatu ini ((yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjukkan aku (78)) yaitu Dialah Dzat yang Menciptakan, yang telah menentukan ukuran dan memberi petunjuk semua makhluk kepadaNya. Maka setiap makhluk diciptakan berjalan menurut apa yang telah ditakdirkan baginya; Dialah Dzat yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menyesatkan kepada siapa yang Dia kehendaki (dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku (79)) yaitu Dialah Penciptaku dan Pemberi rezekiku dengan apa yang telah ditundukkan dan dimudahkan olehNya dari yang ada di langit dan bumi. Dia menggiring awan dan menurunkan hujan, lalu menghidupkan bumi dan mengeluarkan darinya semua buah-buahan sebagai rezeki buat hamba-hambaNya. Dia juga menurunkan air tawar yang mudah diminum untuk minum semua makhlukNya, yaitu berbagai macam hewan ternak dan manusia yang jumlahnya banyak.
Firman Allah SWT: (dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (80)) disandarkan kepada dirinya, dan itu berasal dari takdir dan ketetapan Allah, juga sebagai ciptaanNya, tetapi disandarkan kepada dirinya sebagai etika. Sebagaimana Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada orang shalat agar mengucapkan: (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus (6) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat (7)) (Surah Al-Fatihah) nikmat dan petunjuk disandarkan kepada Allah, dan murka fa'ilnya dibuang karena etika, dan kesesatan disandarkan kepada hamba-hambaNya, sebagaimana yang dikatakan jin: (Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan ini) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka (10)) (Surah Al-Jin)
Demikian juga yang dikatakan nabi Ibrahim (dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (80)) yaitu, jika aku sakit, sesungguhnya tidak ada seorang pun yang mampu menyembuhkanku selain Dia dengan berbagai macam cara untuk memberikan kesembuhan. (dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) (81)) yaitu, Dialah Dzat yang menghidupkan dan yang mematikan; tidak ada seorangpun yang mampu melakukan hal itu, karena sesungguhnya Dialah Dzat yang memulai penciptaan dan yang mengulanginya (dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat (82)) yaitu tidak ada seorangpun yang mampu mengampuni dosa-dosa di dunia dan akhirat kecuali hanya Dia. Tidak ada seorang pun yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Allah, Dia Maha Berbuat sesuai dengan apa yang Dia kehendaki.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Asy-Syu’ara ayat 81: Berkata Ibrahim : Begitu juga, hanya Dialah saja yang aku imani sampai maut menjemputku, Dialah yang membangkitkanku kelak, yang menghidupkanku kedua kalianya untuk dibalas dan dihisab.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Asy-Syu’ara Ayat 81

Dan yang akan mematikan aku kemudian akan menghidupkan aku kembali, pada hari akhirat nanti. Inilah tuhan yang patut kamu sembah, karena kekuasaan-Nya yang mutlak. 82. Dan yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat, ' hari di mana aku harus mempertanggungkanjawabkan atas semua amalku.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah berbagai penafsiran dari beragam pakar tafsir berkaitan makna dan arti surat Asy-Syu’ara ayat 81 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat bagi kita semua. Dukung kemajuan kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Banyak Dibaca

Nikmati banyak halaman yang cukup banyak dibaca, seperti surat/ayat: Al-Furqan 63, As-Sajdah, Ar-Ra’d 28, Al-Hujurat, Al-Baqarah 275, Al-Baqarah 155. Ada pula At-Taubah 128-129, An-Nahl 125, Al-Waqi’ah 35-38, At-Tahrim 6, Ath-Thariq, Al-Baqarah 1-5.

  1. Al-Furqan 63
  2. As-Sajdah
  3. Ar-Ra’d 28
  4. Al-Hujurat
  5. Al-Baqarah 275
  6. Al-Baqarah 155
  7. At-Taubah 128-129
  8. An-Nahl 125
  9. Al-Waqi’ah 35-38
  10. At-Tahrim 6
  11. Ath-Thariq
  12. Al-Baqarah 1-5

Pencarian: surat ar rahman ayat 39, quran surat al qamar ayat 49 berikut berhubungan dengan, al hasyr 18 24, ayat 5 majmu syarif, surat al imran ayat 173 latin

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: