Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 59

كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَٰهَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

Arab-Latin: Każālik, wa auraṡnāhā banī isrā`īl

Terjemah Arti: Demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.

Tafsir Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 59

57-59. Maka Allah mengusir fir’aun dan kaumnya dari negeri Mesir yang penuh dengan kebun-kebun, mata air, perbendaharaan kekayaan dan hunian-hunian yang indah. Sebagaimana Kami mengeluarkan mereka, Kami menjadikan negeri-negeri itu menjadi milik Bani Israil sepeninggal mereka.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

59. Sebagaimana Kami mengeluarkan Fir'aun dan kaumnya dari berbagai kenikmatan, maka setelah mereka Kami anugerahkan kenikmatan seperti itu kepada Bani Israil di negeri Syam.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

59-60. Demikianlah Kami keluarkan Fir’aun sebagaimana yang Kami gambarkan, lalu Kami wariskan rumah-rumah itu kepada Bani Israil. Kemudian mereka (Fir’aun dan kaumnya) menyusul dan hampir menjangkau Bani Israil saat matahari terbit.

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Allah mengabarkan bahwasanya Ia akan menghukum fir’aun dan kaumnya dengan ditinggelamkan (mereka) dan jadilah negeri mereka lenyap dari (kedzaliman fir’aun), kemudian Allah jadikan Musa dan bani israil mewarisi negeri mereka kalaulah mereka menginginkan, akan tetapi mereka memusuhi bumi yang disucikan. Maka sampailah mereka pada tempat yang membingungkan di gurun sinai sebelum mereka akan shalat di sana.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

57-59 lalu Fir’aun bersama tentaranya berangkat dalam satu pasukan perang yang sangat besar dan jumlah yang sangat banyak, tidak seorangpun dari mereka yang absen kecuali orang-orang yang berhalangan karena lemah. Allah berfirman,”maka kami keluarkan fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,” maksudnya, dari kebun-kebun di mesir, taman-tamnannya yang indah dan mata airnya yang mengalir serta dari tanaman-tanaman yang telah memenuhi sawah mereka dan meramaikan perkotaan dan pedesaannya, “dan dari kedudukan yang mulia,” yang menakjubkan bagi orang-orang yang mengamatinya; mereka telah menikmatinya berabad-abad lamanya, mereka telah merasakan kelezatan dan kenikmatannya dalam waktu yang cukup lama dalam kekafiran, keras kepala dan kesombongan serta kecongkakan terhadap manusia. “demikianlah halnya, dan kami anugerahkan semuanya,” semua kebun-kebun, mata air, tanaman dan kedudukan mulia itu ”kepada bani israil,” yang dahulu telah mereka jadikan sebagai budak dan memperkerjakan mereka dengan pekerjaan-pekerjaan yang sangat berat. Maka Mahasuci Allah yang telah memberikan kerajaan pada siapa saja yang Dia kehendaki, dan menanggalkannya dari siapa saja yang Dia kehendaki, Dia memuliakan siapa saja yang Dia kehendaki karena ketaatan kepadaNya, dan menghinakan siapa saja yang Dia kehendaki karena tindakan maksiat terhadapNya.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Maksudnya Allah akan memberikan kepada Bani Israil kerajaan yang kuat, kerasulan dan sebagainya di negeri yang telah dijanjikan (Palestina), maka Mahasuci Allah yang memberikan kerajaan kepada yang Dia kehendaki dan mencabutnya dari siapa yang Dia kehendaki, memuliakan orang yang Dia kehendaki karena taat kepada-Nya dan menghinakan orang yang Dia kehendaki karena maksiat-Nya.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Demikianlah, dan kami anugerahkan semuanya itu kepada bani israi. Merekalah pada akhirnya yang mewarisi kekayaan fir'aun dan peng-ikutnya setelah semuanya binasa. 60. Lalu fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusul mereka musa dan bani israil, pada waktu matahari terbit di pagi hari. Kedua kekuatan berada pada jarak yang semakin dekat. Situasi sudah sangat menegangkan.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 026. Asy-Syu'ara