Surat Al-Furqan Ayat 68

وَٱلَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

Arab-Latin: Wallażīna lā yad'ụna ma'allāhi ilāhan ākhara wa lā yaqtulụnan-nafsallatī ḥarramallāhu illā bil-ḥaqqi wa lā yaznụn, wa may yaf'al żālika yalqa aṡāmā

Artinya: Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),

« Al-Furqan 67Al-Furqan 69 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Penting Mengenai Surat Al-Furqan Ayat 68

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Furqan Ayat 68 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai kandungan penting dari ayat ini. Tersedia pelbagai penjabaran dari para mufassir terkait isi surat Al-Furqan ayat 68, antara lain seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

68-71. Dan juga orang-orang yang mengesakan Allah, dan tidak menyeru dan tidak menyembah sesembahan selainNya, dan mereka tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang membolehkan jiwa dibunuh, seperti kafir setelah beriman, atau berzina setelah menikah, atau membunuh jiwa secara zhalim. Dan mereka juga tidak berzina, dan bisa menjaga kemaluan mereka kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak perempuan yang mereka miliki. Barangsiapa melakukan sebagian dari dosa-dosa besar ini, niscaya akan menjumpai siksaan di akhirat kelak, siksaan dilipat gandakan baginya di akhirat, dan ia akan kekal di dalamnya dalam keadaan hina lagi rendah. (Ancaman kekal ini adalah bagi orang yang melakukan semuanya, atau bagi orang yang melakukan kesyirikan kepada Allah). Akan tetapi, orang yang bertaubat dari dosa-dosa tersebut dengan taubat nasuha (yang sesungguhnya), beriman dengan keimanan yang teguh lagi disertai dengan amal shalih, maka orang-orang itulah yang Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka dan menggantikannya dengan kebaikan-kebaikan, lantaran taubat dan penyesalan mereka. Dan Allah itu Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, Maha Pemurah terhadap hamba-hambaNya, karena Allah menyeru mereka untuk bertaubat setelah menentangnya dengan maksiat yang paling besar. Dan barangsiapa bertaubat dari dosa-dosa yang telah diperbuatnya dan beramal shalih, sesungguhnya dengan itu, ia telah kembali kepada Allah dengan cara yang benar, maka Allah menerima taubatnya dan mengugurkan dosa-dosanya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

68-70. Dan mereka tidak menyembah tuhan yang lain bersama penyembahan kepada Allah, tidak membunuh dengan sengaja orang yang Allah haramkan untuk dibunuh kecuali karena dibenarkan -dan pembunuhan yang dibenarkan adalah seperti membunuh orang yang murtad, membunuh pezina yang telah menikah, dan membunuh orang yang telah membunuh orang lain bukan untuk menegakkan qishash-, dan tidak melakukan perbuatan zina.

Dan barangsiapa yang melakukan perbuatan-perbuatan dosa tersebut maka pada hari kiamat dia akan mendapatkan azab yang berat, berlipat, dan kekal; kecuali bagi orang yang telah bertaubat dari perbuatan dosa tersebut dan dosa lainnya, dengan berhenti melakukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, bertekat tidak melakukannya kembali, dan menggantinya dengan amalan-amalan shalih; maka mereka itulah orang-orang yang memiliki derajat yang tinggi, dan Allah akan menghapus kesalahan mereka dan menggantinya dengan kebaikan. Allah Maha Mengampuni hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan Maha Mengasihi mereka.


Zaid bid Tsabit berkata tentang firman Allah:

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَٰلِدًا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًا

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam…(an-Nisa: 93)

Dia berkata, ayat ini diturunkan delapan bulan setelah turunnya ayat dalam surat al-Fur’qan ayat 68:

وَٱلَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar…”

(Diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dalam kitab as-Sunan 7/87, no. 695, kitab larangan menumpahkan darah, bab penghormatan bagi nyawa. Dan Imam at-Thabari dalam tafsirnya 5/220. Dan Imam at-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir 5/136 dari berbagai jalur dari Muhammad bin ‘Amr, dan pada riwayat mereka semua dengan lafadz [enam bulan] dan bukan [delapan]. Dan Imam an-Nasa’i juga memiliki riwayat yang menyebutkan [enam bulan] akan tetapi dalam sanad Muhammad bin Amr dari Abu Zannad tidak disebutkan Musa bin Uqbah. Al-Albani menyatakan tentang dua riwayat ini sebagai hadits hasan shahih, dan lafadz [enam bulan] lebih shahih, Shahih Sunan an-Nasa’i no. 3742).


Dan Abu Dzar berkata, Rasulullah bersabda: “Sungguh aku mengetahui penghuni surga yang paling terakhir masuk surga dan penghuni neraka yang paling akhir keluar dari neraka. Pada hari kiamat didatangkan seseorang; kemudian dikatakan, ‘tampakkanlah kepadanya dosa-dosa kecilnya dan hapuslah dosa-dosa besarnya’. Maka ditampakkanlah dosa-dosa kecilnya dihadapannya; kemudian dikatakan kepadanya, ‘bukankah pada hari ini dan itu kamu telah melakukan ini dan itu, dan pada hari ini dan itu kamu telah melakukan ini dan itu?’ Maka dia menjawab, ‘Benar’, dia tidak dapat memungkirinya, dan dia sangat takut dosa-dosa besarnya akan ditampakkan kepadanya. Lalu dikatakan kepadanya, ‘bagimu kebaikan sebagai ganti setiap keburukanmu’. Maka dia berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku telah melakukan berbagai macam dosa namun aku tidak melihatnya ditampakkan kepadaku di sini’. Maka ketika itu aku melihat Rasulullah tersenyum hingga terlihat gigi gerahamnya.”

(Shahih Muslim, kitab iman, bab penghuni surga yang paling rendah derajatnya di surga, 1/177 no. 190).


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

68. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain bersama Allah -Subḥānahu-, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan pembunuhannya oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan Allah, -seperti orang itu adalah pembunuh, murtad, atau orang sudah menikah melakukan zina-, dan mereka tidak pula berzina. Barang siapa melakukan dosa-dosa besar ini, niscaya pada hari Kiamat kelak dia akan mendapat hukuman sebagai balasan dosa yang ia lakukan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

68. وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلٰهًا ءَاخَرَ(Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah)
Mereka tidak menyembah selain Allah dan menjadikannya bagian dari tuhan-tuhan.

وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِى حَرَّمَ اللهُ(dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya))
Yakni yang Allah haramkan untuk dibunuh.

إِلَّا بِالْحَقِّ(kecuali dengan (alasan) yang benar)
Yakni dengan sebab yang dibenarkan untuk membunuh, yaitu karena murtad, perbuatan zina oleh orang yang telah menikah, membunuh orang bukan untuk qishash.

وَلَا يَزْنُونَ ۚ( dan tidak berzina)
Mereka tidak menghalalkan kemaluan yang diharamkan bagi mereka tanpa pernikahan dan bukan budak wanita mereka.

وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ(barang siapa yang melakukan yang demikian itu)
Yakni hal-hal yang telah disebutkan itu.

يَلْقَ أَثَامًا (niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya))
Yakni mendapatkan siksaan di akhirat.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

68. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain selain Allah, tidak menganggap selain Dia (Allah) sebagai Tuhan, dan tidak membunuh secara sengaja jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan benar: yaitu jiwa yang ingkar setelah beriman, berzina setelah menikah (kawin) dan membunuh orang yang tidak membunuh orang lain. Mereka juga tidak melakukan zina dengan mendekati farji yang diharamkan tanpa melalui pernikahan dan kepemilikan yang benar. Dan barangsiapa melakukan salah satu dari 3 hal yang disebutkan itu maka di akhirat dia akan diberi hukuman, yaitu balasan atas kesalahan atau dosanya. Asy-Syaikhoni (Imam Bukhari dan Imam Muslim) meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa sesungguhnya orang-orang musyrik itu gemar melakukan pembunuhan dan perzinaan, lalu mereka mendatangi Muhammad SAW dan berkata: “Sesungguhnya apa yang kamu katakan dan serukan itu baik. Sekiranya kamu mau memberitahu kami tentang apa yang dapat kami lakukan untuk menghapus dosa kami”. Kemudian turunlah ayat ini.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan tuhan lain, tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar} kecuali terhadap salah satu dari tiga, yaitu yang kafir setelah beriman, berzina setelah menikah, dan membunuh orang yang suci dengan sengaja {dan tidak berzina. Siapa saja yang melakukan demikian itu niscaya mendapat dosa} hukuman


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

68 “dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah,” akan tetapi hanya menyembahNya semata, dengan menuluskan kepatuhan kepadaNya, cenderung dan murni menghadap kepadaNya, dan berpaling dari selainNya. “dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah,” yaitu jiwa seorang Muslim dan orang kafir yang terikat perjanjian damai,”kecuali dengan (alasan) yang benar,” seperti membunuh jiwa (yang lain), membunuh pezina muhsan, dan orang kafir yang halal di bunuh, “dan tidak berzina,” bahkan mereka selalu menjaga kemaluan mereka, kecuali terhadap istri-istri atau budak-budak sahaya mereka. “barangsaiapa yang melakukan demikian itu,” yaitu mempersekutukan Allah, atau membunuh jiwa yang tidak berdosa yang Allah haramkan, kecuali dengan alasan yang benar, atau berbuat zina, “niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa.”


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 68-71
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata,”Rasulullah SAW ditanya,"Dosa apakah yang paling besar?" Beliau SAW menjawab,"Jika kamu menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal Dia telah menciptakanmu" Lalu dia bertanya lagi,"Kemudian apa lagi?" Beliau bersabda,"Bila kamu membunuh anakmu karena takut dia ikut makan bersamamu" dia bertanya lagi,"Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab,"Bila kamu berzina dengan istri tetanggamu" Abdullah bin Mas'ud berkata,”Lalu Allah SWT menurunkan firmanNya yang membenarkan hal itu, (Dan, orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain, tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina)
Firman Allah SWT: (barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)) Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bahwa dia berkata tentang firmanNya (dosa (nya)) yaitu lembah di neraka Jahanam.
As-Suddi berkata tentang firmanNya: (niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)) yaitu pembalasan. Ini lebih selaras dengan makna yang tampak pada ayat ini, dan dengan pengertian yang sama disebutkan dalam konteks selanjutnya yang berfungsi sebagai mubdal minhunya, yaitu firman Allah SWT: ((yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat) yaitu diulang-ulang terhadapnya dan dikeraskan (dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina) yaitu dalam keadaan terhina lagi rendah.
Firman Allah SWT: (kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh) yaitu, pembalasan dari sifat-sifat yang buruk adalah seperti yang telah disebutkan (kecuali orang-orang yang bertaubat) yaitu bertaubat kepada Allah SWT di dunia dari semua perbuatan itu, maka Allah akan menerima taubatnya. Dalam ayat ini terdapat makna yang menunjukkan bahwa taubat orang pembunuh dapat diterima. Ayat ini tidak bertentangan dengan ayat lain yang ada di dalam surah An-Nisa’: (Siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya adalah (neraka) Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang sangat besar (93)) (Surah An-Nisa’). Karena sesungguhnya ayat ini sekalipun tergolong ke dalam ayat Madaniyah, tetapi itu bersifat mutlak sehingga bisa ditujukan kepada orang yang tidak bertaubat, sedangkan ayat ini diikat dengan pengertian taubat. Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar) (Surah An-Nisa: 48).
Disebutkan dalam sunnah yang shahih dari Rasulullah SAW dengan kesehatan taubat seorang pembunuh. Sebagaimana yang disebutkan dalam kisah seseorang yang pernah membunuh seratus orang laki-laki, lalu dia bertaubat dan Allah menerima taubatnya. Hadits-hadits lain seperti itu cukup banyak.
Firman Allah SWT: (maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) berhubungan dengan makna firmanNya: (kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan) yaitu ada dua pendapat.
Salah satunya bahwa amal buruk mereka diganti dengan kebaikan.
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya (Maka, Allah mengganti kejahatan mereka (dengan) kebaikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) dia berkata bahwa mereka adalah orang-orang mukmin yang sebelum beriman selalu mengerjakan keburukan. Kemudian Allah menjadikan mereka benci terhadap hal itu, dan Allah mengubah mereka mereka kepada kebaikan. Maka Allah mengganti keburukan menjadi kebaikan. Diriwayatkan dari Mujahid dan Ibnu Abbas, bahwa dia mengucapkan syair saat menafsirkan makna ayat ini:
“Setelah musim panas datanglah musim gugur sebagai penggantinya, dan setelah senang dalam waktu yang lama datanglah kesusahan”
yaitu keadaan itu berubah menjadi keadaan yang lain.
Hasan Al-Bashri berkata bahwa Allah mengganti amal buruk menjadi amal shalih, kemusyrikan dengan keikhlasan, pelacuran dengan pemeliharaan kehormatan, dan kekufuran dengan Islam
Pendapat kedua bahwa keburukan-keburukan yang telah lalu berubah dengan sendirinya menjadi amal kebaikan berkat taubat yang bersih. Hal itu tidak lain karena setiap kali dia teringat ata dosa-dosa yang telah dilakukan, hatinya merasa menyesal, bertaubat dan memohon ampun. Maka dosanya berganti menjadi ketaatan. Dan pada hari kiamat sekalipun dosa-dosanya itu dijumpai tertulis di dalam buku catatan amalnya, sesungguhnya hal itu tidak membahayakannya karena telah diganti menjadi amal kebaikan. Sebagaimana yang disebutkan dalam sunnah dan jejak-jejak yang diriwayatkan dari sejumlah ulama salaf.
Makhul berkata bahwa Allah mengampuni hal itu untuk mereka dan menjadikannya amal kebaikan
Kemudian Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang rahmatNya kepada semua hambaNya bahwa barangsiapa di antara mereka yang bertaubat kepadaNya dari dosa apa pun yang telah dia lakukan, baik besar maupun hina, kecil maupun besar, maka Allah SWT berfirman: (Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (71)) yaitu Allah akan menerima taubatnya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Siapa yang berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian memohon ampunan kepada Allah, niscaya akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (110))
(Surah An-Nisa’) dan (Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (53)) (Surah Az-Zumar). yaitu bagi orang yang bertaubat kepadaNya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Furqan ayat 68: Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Mas’ud ia berkata, “Aku bertanya - atau Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya- , “Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?” Beliau menjawab, “Yaitu kamu adakan tandingan bagi Allah, padahal Dia menciptakanmu.” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena takut jika ia makan bersamamu.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Engkau menzinahi istri tetanggamu.” Ibnu Mas’ud berkata, “Lalu turun ayat ini membenarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina;”

Imam Bukhari juga meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa orang-orang yang sebelumnya musyrik pernah melakukan banyak pembunuhan dan melakukan banyak perzinaan, lalu mereka mendatangi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, “Sesungguhnya apa yang engkau ucapkan dan engkau serukan sungguh bagus. Sudikah kiranya engkau memberitahukan kepada kami penebus amal kami?” Maka turunlah ayat, “dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina;” dan turun pula ayat, “Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Terj. Az Zumar: 53)

Syaikh Muqbil berkata, “Tidak menutup kemungkinan ayat tersebut turun berkenaan dua sebab tersebut secara bersamaan.”

Bahkan hanya beribadah kepada-Nya dengan ikhlas.

Yaitu jiwa seorang muslim dan orang kafir yang mengikat perjanjian.

Seperti membunuh seorang karena membunuh orang lain, membunuh pezina yang muhshan dan membunuh orang kafir yang halal dibunuh (seperti kafir harbi).

Mereka menjaga kemaluan mereka kecuali kepada istri-istri mereka dan hamba sahaya mereka.

Yakni salah satu di antara ketiga perbuatan buruk itu.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Furqan Ayat 68

Sifat berikutnya adalah menghindarkan diri dari dosa-dosa besar. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain apa pun itu dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah, karena kehidupan itu sangatlah mahal, hanya Allah saja yang berhak mengakhiri kehidupan seseorang. Kecuali dengan alasan yang dibenar kan oleh syariat, seperti karena membunuh lagi, atau murtad atau berzina padahal dia sudah menikah, dan tidak berzina karena akan membawa dampak negatif yang sangat serius dalam kehidupan; dan barangsiapa melakukan demikian tigal hal itu, yaitu syirik, membunuh dan berzina niscaya dia mendapat hukuman yang berat. Hal itu karena sesuai dengan besarnya dampak yang ditimbulkan dari perilaku jelek tersebut. 69. Akibatnya mereka akan mendapatkan azab yang berlipat ganda, yakni akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina. Inilah siksaan yang luar biasa besarnya, meliputi siksa lahir, berupa panasnya api neraka, dan batin berupa kehidupan yang hina.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beragam penjelasan dari berbagai ulama tafsir berkaitan makna dan arti surat Al-Furqan ayat 68 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan untuk kita bersama. Bantu kemajuan kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Cukup Sering Dilihat

Tersedia berbagai materi yang cukup sering dilihat, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 1-5, Al-Waqi’ah 35-38, At-Tahrim 6, Ar-Ra’d 28, Al-Furqan 63, Al-Hujurat. Serta As-Sajdah, Al-Baqarah 155, At-Taubah 128-129, An-Nahl 125, Al-Baqarah 275, Ath-Thariq.

  1. Al-Baqarah 1-5
  2. Al-Waqi’ah 35-38
  3. At-Tahrim 6
  4. Ar-Ra’d 28
  5. Al-Furqan 63
  6. Al-Hujurat
  7. As-Sajdah
  8. Al-Baqarah 155
  9. At-Taubah 128-129
  10. An-Nahl 125
  11. Al-Baqarah 275
  12. Ath-Thariq

Pencarian: al fath surat ke berapa, luqman 31 13, qs ar-rahman, an nisa ayat 29 menjelaskan tentang, menurut ayat 27 surat al-isra pemboros adalah saudara

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: