Surat Al-Furqan Ayat 24

أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُّسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا

Arab-Latin: Aṣ-ḥābul-jannati yauma`iżin khairum mustaqarraw wa aḥsanu maqīlā

Artinya: Penghuni-penghuni surga pada hari itu palig baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.

« Al-Furqan 23Al-Furqan 25 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Berkaitan Surat Al-Furqan Ayat 24

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Furqan Ayat 24 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan kandungan berharga dari ayat ini. Didapati kumpulan penafsiran dari berbagai pakar tafsir mengenai kandungan surat Al-Furqan ayat 24, sebagiannya sebagaimana tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Penghuni-penghuni surga pada Hari Kiamat jauh lebih baik tempat tinggal mereka ketimbang penghuni neraka, dan jauh lebih indah hunian mereka di surga. Kenyamanan mereka sempurna dan kenikmatan mereka tidak terkotori oleh kekeruhan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

24. Pada hari kiamat para penduduk surga memiliki tempat yang paling baik untuk ditinggali dan untuk beristirahat.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

24. Orang-orang mukmin yang menjadi penghuni Surga lebih baik kedudukannya, dan lebih bagus tempat istirahat siangnya ketika dunia daripada kondisi orang-orang kafir pada hari itu (kiamat), hal ini lantaran keimanan mereka kepada Allah dan amal saleh mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

24. أَصْحٰبُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُّسْتَقَرًّا (Penghuni-penghuni surga pada hari itu palig baik tempat tinggalnya)
Yakni mereka di surga pada derajat yang paling baik.

وَأَحْسَنُ مَقِيلًا(dan paling indah tempat istirahatnya)
Makna (القيلولة) adalah istirahat di tengah hari hari ketika cuaca memanas meski tidak dibarengi dengan tidur. Sedangkan maksud dari (المقيل) adalah tempat mereka merebahkan diri di surga.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1 ). Dahulu para orang-orang shalih ketika mereka kembali dari melaksanakan shalat Jum'at saat teriknya panas di siang hari, mereka menyebut bagaimana beranjaknya manusia meninggalkan masjid seperti keadaan manusia meninggalkan tempat perhitugan amalan menuju surga atau neraka; sebagaimana disebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada hari jum'at, dan siang hari tidak akan sampai pertengahan hingga para penghuni surga masuk ke dalam surga, dan penghuni neraka memasuki tempatnya juga, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas'ud, kemudian membaca ayat firman Allah: { أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُّسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا } "Penghuni-penghuni surga pada hari itu palig baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya".

2 ). Sebagian Ulama menyimpulkan dari ayat ini bahwa: bahwasanya hisab penghuni surga adalah ringan, dan bahwasanya akan berakhir pada pertengahan siang hari, dan pendapat ini dinisbatkan kepada ayat ini pada lafadz: { مَقِيلًا } yakni : tempat qoilulah, yaitu istirahat ringan pada pertengahan siang hari.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

24. Para penduduk surga pada hari kiamat itu paling utama rumah dan tempat tinggalnya serta paling baik tempatnya untuk beristirahat dan tidur sejenak.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Para penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya} tempat tinggalnya {dan paling indah tempat istirahatnya} tempat untuk istirahat


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

24 maksudnya, pada hari yang sangat menakutkan itu banyak sekali kekacauannya. “penghuni-penghuni surga,” yaitu orang-orang yang telah beriman kepada Allah dan beramal shalih serta bertakwa kepada Rabbnya ”paling baik tempat tinggalnya,” daripada penghuni neraka, “dan paling indah tempat istirahatnya,” maksudnya, tempat tinggal mereka di surga, dan istirahat mereka adalah tidur di siang hari. Itulah tempat istirahat yang berguna dan istirahat yang sempurna, karena meliputi segala kelengkapan kenikmatan yang sama sekali dengan para penghuni neraka, karena tempat tinggal mereka adalah jahanam yang merupakan seburuk-buruk tempat istirahat dan tempat tinggal. Ini merupakan salah satu bentuk penggunaan af'al tafdhil (superlative) dalam kalimat yang pada bagian lain tidak ada sedikitpun darinya. Sebab, sama seklai tidak ada kebaikan di dalam tempat tinggal penghuni neraka dan tempat istirahat mereka. Sama dengan ungkapan dalam Firman Allah,
“apakah Allah yang lebih baik, atau sesuatu yang mereeka persekutukan?”(an-naml:59)


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 21-24
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kerasnya kekafiran dan keingkaran orang-orang kafir (Mengapakah tidak diturunkan malaikat kepada kita) yaitu untuk membawa risalah sebagaimana risalah diturunkan kepada para nabi, sebagaimana Allah SWT memberitahukan tentang mereka dalam ayat lain: (Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah) (Surah Al-An'am: 124) Bisa juga bahwa maksud mereka di sini: (Mengapakah tidak diturunkan malaikat kepada kita) sehingga kita dapat melihat mereka dan mereka memberitahukan kepada kita bahwa Muhammad adalah utusan Allah, sebagaimana perkataan mereka: (atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami) (Surah Al-Isra: 92)
Tafsir ayat ini telah diterangkan dalam surah Al-Isra. Oleh karena itu mereka berkata (atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?) Oleh karena itu Allah SWT berfirman (Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman) dan Allah SWT berfirman: (Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (111)) (Surah Al-An'am)
Firman Allah SWT: (Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "Hijran Mahjura” (22)) yaitu, mereka tidak dapat melihat malaikat di hari yang paling baik bagi mereka, bahkan di hari mereka dapat melihat para malaikat, tidak ada kabar gembira bagi mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka) yaitu dengan pukulan ((sambil berkata),"'Keluarkanlah nyawamu” Di hari kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya) (Surah Al-An'am: 93) Oleh karena itu Allah berfirman di ayat ini: (Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa) Ini berbeda dengan keadaan orang-orang mukmin, saat mereka menjelang kematiannya. Sesungguhnya mereka mendapat berita gembira tentang kebaikan-kebaikan dan mendapat hal-hal yang menyenangkan. Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah, " kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan),"Janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih; dan bergembiralah kalian dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan (30) Allah kepada kalian,” Kamilah pelindung-pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat, di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta (31) Sebagai balasan (bagi kalian) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (32)) (Surah Fushshilat)
Asal kata “al-hijr” adalah terlarang. Dikatakan,"Hajara Al-Qadhi 'ala Fulan" yaitu ketika dia menahan kebebasannya, bisa juga karena dia jatuh, kekurangan akal, kecil, atau karena hal lain. Dikatakan “Al-Hijr” juga pengertian Hijir (Isma'il) yang ada di sisi Masjidil Haram, karena orang-orang yang berthawaf dilarang berthawaf di dalamnya, melainkan thawaf dilakukan di luarnya. Termasuk ke dalamnya dikata­kan kepada penjamin dengan sebutan hijr karena mencegah orang yang berada di bawah jaminannya melakukan hal-hal yang tidak layak. Maksudnya bahwa dhamir di dalam firmanNya: (dan mereka mengatakan) kembali kepada malaikat. Demikianlah pendapat Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Adh-Dhahhak, Qatadah, ‘Atiyyah Al-Aufi, ‘Atha’ Al-Khurrasani, Khashif, dan lainnya. Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir
Ibnu Jarir meriwayatkan hal ini dari Ibnu Juraij bahwa hal itu merupakan perkataan orang-orang musyrik (Pada hari mereka melihat malaikat) yaitu mereka meminta perlindungan dari para malaikat. Demikian itu karena orang-orang Arab di masa dahulu jika seseorang dari mereka mengalami musibah atau kesengsaraan, dia mengatakan, (Hijran Mahjura) Pendapat ini sekalipun mempunyai alasan dan sumber, tetapi terkait dari segi konteks ayat ini jauh dari kebenaran, terlebih lagi mayoritas ulama telah menashkan hal yang bertentangan dengan itu. Akan tetapi, Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid bahwa dia berkata tentang firmanNya, ("Hijran Mahjura") yaitu memohon perlindungan dengan sungguh-sungguh, sehingga pendapat ini bisa sesuatu dengan apa yang dikemukakan Ibnu Juraij. Tetapi dalam riwayat Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Abu Najih, dari Mujahid, dia berkata bahwa (Hijran Mahjura) adalah memohon perlindungan dengan sungguh-sungguh, dan para malaikat yang mengatakannya. Hanya Allah Yang lebih Mengetahui
Firman Allah SWT: (Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan). Ini terjadi pada hari kiamat saat Allah menghisab semua hamba atas amal yang telah mereka kerjakan, baik amal yang baik dan yang buruk. Maka Allah memberitahukan bahwa orang-orang musyrik itu tidak akan memperoleh sesuatu imbalan pun dari amal perbuatan yang mereka lakukan, padahal mereka menduga bahwa amal perbuatannya itu dapat menyelamatkan mereka. Demikian itu karena amal perbuatannya tidak memenuhi syarat dalam syariat, yaitu ikhlas dalam beramal karena Allah atau mengikuti syariat Allah. Setiap amal dilakukan tidak secara ikhlas dan tidak sesuai dengan syariat yang diridhai adalah bathil. Amal perbuatan orang-orang kafir itu tidak memenuhi salah satu dari kedua hal ini, dan terkadang kedua syarat tersebut tidak terpenuhi sehingga lebih jauh dari diterima. Oleh karena itu.Allah SWT berfirman: (Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kamijadi­kan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan (23)) Mujahid dan Ats-Tsauri berkata tentang (Dan Kami hadapi) adalah Kami hadapi. Demikian juga dikatakan oleh As-Suddi, dan sebagian lain berkata,”'Kami datangi dia”.
Firman Allah SWT: (lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan) yaitu, sinar matahari apabila memasuki sebuah lubang dinding. Demikian juga diriwayatkan dari ulama’ lainnya dari Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, dan lainnya. Demikian juga dikatakan Hasan Al-Bashri, yaitu sinar matahari memasuki lubang dinding rumah seseorang, seandainya dia meraupkan tangannya pada sinar itu, dia tidak dapat menangkapnya.
Kesimpulan dari semua pendapat itu menjelaskan makna yang terkandung ayat itu. Demikian juga karena mereka melakukan banyak amal perbuatan yang menurut dugaan mereka benar. Tetapi ketika ditampilkan di hadapan Raja, Hakim yang Maha adil, tidak melampaui batas dan tidak pernah menganiaya seseorang, ternyata tidak ada artinya sama sekali. Kemudian hal itu diumpamakan dengan sesuatu yang tidak ada artinya dan berserakan, yang oleh pemiliknya tidak ada artinya sama sekali. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Perumpamaan orang yang ingkar kepada Tuhannya, perbuatan mereka seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh (18)) (Surah Ibrahim)
Firman Allah SWT: (Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya (24)) yaitu pada hari kiamat (Tidak sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung (20)) (Surah Al-Hasyr) Demikian itu bahwa penghuni surga memperoleh kedudukan-kedudukan yang tinggi dan ruangan-ruangan yang aman. Mereka berada di tempat yang aman, bagus pemandangannya, dan harum tempat tinggalnya (mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman (76)) (Surah Al-Furqan) Penghuni neraka berada di tempat yang paling bawah, kekecewaan yang berturut-turut, dan berbagai macam azab serta siksaan (Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman (66)) (Surah Al-Furqan) yaitu seburuk-buruk pemandangannya dan tempat tinggal. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya (24)) yaitu karena amal mereka yang diterima, akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka dapatkan, dan menempati tempat mereka itu, berbeda dengan keadaan penghuni neraka. Sesungguhnya mereka tidak mempunyai suatu amal yang menjadi alasan bagi mereka untuk dapat masuk surga dan selamat dari neraka. Jadi Allah SWT mengingatkan keadaan orang-orang yang berbahagia di atas keadaan orang-orang yang celaka. Orang-orang yang celaka itu sama sekali tidak memiliki apapun pada diri mereka. Jadi Allah SWT berfirman: (Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya (24))
Qatadah berkata tentang firmanNya: (paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya) yaitu tempat bernaung dan tempat tinggal


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Furqan ayat 24: Yaitu mereka yang beriman kepada Allah dan beramal saleh.

Daripada tempat tinggal orang-orang kafir ketika di dunia dan ketika di akhirat.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Furqan Ayat 24

Sementara itu, penghuni-penghuni surga, yaitu orang yang ketika di dunia beriman kepada Allah dan beramal salih, pada hari itu yaitu pada hari kiamat, merekalah yang paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya, yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Mereka berada di surga yang sangat indah, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai dan berbagai hidangan yang beraneka macam rasanya. Mereka mendapatkan kebahagiaan abadi. Dan pada puncaknya, adalah mereka memandang wajah Allah dengan penuh ketakjuban, tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang. 25. Pada ayat ini, Allah mengingatkan kepada nabi Muhammad akan kedahsyatan hari kiamat, dan ingatlah wahai nabi Muhammad pada saat datangnya hari kiamat, yaitu ketika langit pecah dan benda-benda langit pun saling bertabrakan dengan sangat dahsyatnya, sehingga mengeluarkan kabut putih semuanya menjadi debu yang beterbangan dan akhirnya menghilang. Dan ketika itu para malaikat pun diturunkan secara bergelombang dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka membawa catatan amal setiap manusia. Merekalah yang menjadi saksi atas semua tindakan manusia di dunia.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beraneka penjabaran dari para ulama tafsir terhadap kandungan dan arti surat Al-Furqan ayat 24 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat bagi kita bersama. Sokonglah syi'ar kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Tersering Dikunjungi

Baca banyak halaman yang tersering dikunjungi, seperti surat/ayat: At-Taubah 128-129, An-Nahl 125, Al-Hujurat, Al-Baqarah 155, As-Sajdah, Al-Waqi’ah 35-38. Termasuk Al-Baqarah 275, Ar-Ra’d 28, Al-Furqan 63, At-Tahrim 6, Ath-Thariq, Al-Baqarah 1-5.

  1. At-Taubah 128-129
  2. An-Nahl 125
  3. Al-Hujurat
  4. Al-Baqarah 155
  5. As-Sajdah
  6. Al-Waqi’ah 35-38
  7. Al-Baqarah 275
  8. Ar-Ra’d 28
  9. Al-Furqan 63
  10. At-Tahrim 6
  11. Ath-Thariq
  12. Al-Baqarah 1-5

Pencarian: surat al baqarah ayat 56, allah swt memberikan kepada luqman ilmu pengetahuan yang, arti surat al-hujurat ayat 10, surah fussilat ayat 38, surah al hujurat ayat 12 dan 13 beserta artinya

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: