Quran Surat An-Nur Ayat 8

Dapatkan Amal Jariyah

وَيَدْرَؤُا۟ عَنْهَا ٱلْعَذَابَ أَن تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَٰدَٰتٍۭ بِٱللَّهِ ۙ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلْكَٰذِبِينَ

Arab-Latin: Wa yadra`u 'an-hal-'ażāba an tasy-hada arba'a syahādātim billāhi innahụ laminal-kāżibīn

Terjemah Arti: Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

8-9. Dengan persaksian sang suami itu, seorang istri terkena hukuman pidana atas tindakan perzinaan, yaitu hokum razam hingga mati. Dan tidak ada yang bisa membatalkan vonis hukuman ini, kecuali wanita itu bersaksi empat kali dengan Nama Allah untuk melawan (menolak) persaksian suaminya, bahwa suaminya benar-benar bohong dalam tuduhannya kepada dirinya dengan perbuatan zina. Dan pada persaksian kelima, si istri menambahkan doa keburukan pada dirinya untuk mendapatkan kemurkaan Allah, bila suaminya ternyata berkata benar dalam tuduhannya dan dalam kondisi demikian, mereka dipisahkan dari hubungan pernikahan mereka.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

8. Dengan demikian maka istrinya tersebut layak untuk diberi hukuman had zina. Sang istri bisa menghindari hukuman had dengan cara bersumpah empat kali dengan nama Allah bahwa suaminya itu benar-benar berdusta dalam menuduhkan zina kepada dirinya.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

8-9. Dengan lima sumpah dari suami itu maka istri harus menerima hukuman zina berupa rajam hingga mati. Akan tetapi istri dapat membela diri dengan bersumpah sebanyak empat kali bahwa suaminya telah berbohong dalam tuduhannya tersebut; kemudian mengucapkan sumpah yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya jika suami benar dalam tuduhannya. Dan dengan ini suami istri itu harus berpisah selamanya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

8. وَيَدْرَؤُا۟ عَنْهَا (Istrinya itu dihindarkan)
Yakni istri orang tersebut.

الْعَذَابَ(dari hukuman)
Yakni hukuman had.

أَن تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهٰدٰتٍۭ بِاللهِ ۙ( dengan bersumpah empat kali atas nama Allah)
Yakni sumpahnya sebanyak empat kali bahwa suaminya adalah orang yang berbohong akan menghindarkannya dari hukuman had.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

8. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

8-9 “istrinya itu dihindarkan dari (hukuman),” hukuman pidana (yang akan ia terima) tertolak bila ia menandingi persaksian suaminya dengan kesaksian yang serupa “yaitu dia bersumpah empat kali atas nama Allah, bahwa sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta,” dan pada sumpah yang kelima, guna meyakinkan, dan menambahkan panjatan doa (buruk) atas dirinya dengan kemurkaan Allah ( akan menimpanya) jika suaminya benar-benar termasuk orang-orang yang benar. Bila proses li’an antara mereka berdua telah terlaksana, maka mereka berdua dipisahkan [untuk] selama-lamanya. Anaknya pun sudah tidak lagi dinisbatkan kepada laki-laki tersebut (mantan suaminya).
Zahir drai ayat-ayat tersebut mennadakan disyaratkannya penggunaan lafzh-lafazh ini dalam li’an, baik dari suami ataupun istri, dan disyaratkan tertib (pula) dalam melafazhkannya, tidak dikurangi dan tidak dirubah sebagian teksnya dengan ungkapan lain, dan sesungguhnya li’an ini khusus berlaku bagi suami bila dia menuduh istrinya melakukan perzinaan, bukan sebaliknya (istri menuduh suami). Keserupaan wajah pada jabang bayi tidak bisa dijadikan pedoman, sebagimana tidak dijadikan pedoman lagi terjadinya hubungan badan (sebelumnya). Kemiripan (wajah) dijadikan pedoman saat tidak ada faktor penguat kecuali itu saja.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yaitu had zina yang awalnya tetap berdasarkan persaksian suaminya.

Istri dihindarkan dari had karena persaksian suaminya dilawan dengan persaksiannya yang sama kuat.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

8-10. Usai menjelaskan langkah yang harus ditempuh oleh suami jika menuduh istrinya berzina, Allah lalu memberi kesempatan bagi istri untuk menunjukkan kesuciannya dan kedustaan tuduhan sang suami. Bila istri tidak membantah tuduhan suami maka ia dianggap bersalah dan berhak dijatuhi hukuman zina. Dan istri itu terhindar dari hukuman zina apabila dia bersumpah empat kali atas nama Allah dalam sumpahnya bahwa dia, yaitu suaminya, benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta dalam tuduhannya, dan sumpah yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya, yaitu istri, jika dia, yaitu suami, itu termasuk orang yang berkata benar. Dan seandainya bukan karena karunia Allah yang menurunkan Al-Qur'an dan rahmat-Nya dalam menerima tobat hamba-Nya dan menetapkan hukum yang bijaksana kepadamu, niscaya kamu akan menemui kesulitan. Dan sesungguhnya Allah maha penerima tobat, mahabijaksana

Lainnya: An-Nur Ayat 9 Arab-Latin, An-Nur Ayat 10 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti An-Nur Ayat 11, Terjemahan Tafsir An-Nur Ayat 12, Isi Kandungan An-Nur Ayat 13, Makna An-Nur Ayat 14

Terkait: « | »

Kategori: 024. An-Nur

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi