Surat Al-Anbiya Ayat 74

وَلُوطًا ءَاتَيْنَٰهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَٰهُ مِنَ ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَت تَّعْمَلُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ ۗ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمَ سَوْءٍ فَٰسِقِينَ

Arab-Latin: Wa lụṭan ātaināhu ḥukmaw wa 'ilmaw wa najjaināhu minal-qaryatillatī kānat ta'malul-khabā`iṡ, innahum kānụ qauma sau`in fāsiqīn

Artinya: Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,

« Al-Anbiya 73Al-Anbiya 75 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Penting Mengenai Surat Al-Anbiya Ayat 74

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Anbiya Ayat 74 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan tafsir penting dari ayat ini. Ditemukan kumpulan penafsiran dari kalangan mufassirin terkait kandungan surat Al-Anbiya ayat 74, misalnya seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan Kami berikan kepada Luth karunia kenabian dan keahlian menetapkan hokum di antara orang-orang yang bersilisih serta ilmu tentang perintah Allah dan agamaNya. Dan Kami menyelamatkannya dari negerinya, Sadom, yang para penduduknya mengerjakan perbuatan-perbuatan yang keji. Sesungguhnya mereka itu menjadi orang-orang yang buruk dan jelek karena perbuatan-perbuatan keji dan kemungkaran yang mereka perbuat, juga keluar dari ketaatan kepada Allah.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

74-75. Dan Kami telah memberi Luth kenabian dan ilmu tentang hukum-hukum agama. Dan Kami telah menyelamatkannya dari penduduk negeri yang melakukan keburukan dan kekejian; mereka adalah orang-orang yang buruk yang enggan mentaati Allah. Dan Kami telah meliputi Luth dengan rahmat Kami yang luas, karena dia termasuk orang-orang yang shalih dan mentaati Allah.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

74. Dan kepada Lūṭ Kami berikan kemampuan menentukan keputusan antara orang-orang yang berselisih, Kami anugerahkan padanya ilmu tentang agamanya, dan menyelamatkannya dari azab yang Kami turunkan kepada negeri Sodom yang dahulu penduduknya melakukan perbuatan keji (homoseksual dan menyamun), sungguh mereka termasuk kaum yang buruk lagi tidak mentaati Tuhan mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

74. وَلُوطًا ءَاتَيْنٰهُ حُكْمًا وَعِلْمًا (dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu)
Makna (الحكم) yakni kenabian, dan makna (العلم) yakni pengetahuan dalam urusan agama.
Pendapat lain mengatakan makna (الحكم) kemampuan untuk menyelesaikan perselisihan dengan benar.

وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِى كَانَت تَّعْمَلُ الْخَبٰٓئِثَ ۗ( dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji)
Yakni kota Sodom.
Dan yang dimaksud dengan (الخبائث) di sini adalah perbuatan seks sesama jenis dan perbuatan suka mengeluarkan kentut saat mereka dalam suatu perkumpulan.

إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمَ سَوْءٍ فٰسِقِينَ(Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik)
Yakni kaum yang berpaling dari ketaatan Allah.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

74. Dan Kami anugerahkan kepada Luth wahyu kenabian dan ilmu tentang hikmah-hikmah agaman. Dan Kami selamatkan dia dari kota Sodom di sebelah timur Jordania yang penduduknya melakukan perbuatan keji (perbuatan munkar) seperti homo seksual, berbuat kerusakan di majelis-majelis, saling melempar kacang dan mempermainkan burung. Sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak taat kepada Allah SWT dengan merusak pergaulan mereka.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dan kepada Luth, Kami menganugerahkan hikmah} keutamaan di antara musuh {serta ilmu dan Kami menyelamatkannya dari negeri} negeri Sodom {yang melakukan perbuatan keji} perbuatan buruk yang tidak pantas, seperti homo seksual, memotong jalan dan hal lainnya {Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat} orang yang berbuat kerusakan dan keburakan {lagi fasik (74)} tidak mau taat kepada Allah


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

74. Ini adalah sanjungan dari Allah bagi RasulNya, Luth atas kepemilikan ilmu syar’I dan kemampuan menetapkan hukum di tengah manusia dengan benar dan lurus. Dan Allah mengutusnya kepada kaumnya untuk menyeru mereka kepada ibadah kepada Allah dan melarang mereka dari kebiasaan berbuat kekejian. Beliau senantiasa menyeru mereka, tapi mereka tidak menyambutnya. Kemudian Allah membalikkan kampung-kampung mereka dan menyiksa mereka sampa penghabisan. Lantaran “mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,” Allah menyelamatkan Luth dan keluarganya. Allah memerintahkan beliau untuk berjalan di malam hari bersama mereka agar mereka menjauh dari kampung halaman mereka. Lalu mereka berjalan dan selamat dengan karunia Allah dan keutamaan dariNya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 71-75
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Ibrahim, bahwa dia Allah menyelamatkannya dari api kaumnya dan mengeluarkannya dari mereka dan berhijrah ke negeri-negeri Syam sampai di tanah yang disucikan di negeri Syam. Sebagaimana yang Ar-Rabi' bin Anas meriwayatkan dari Abu Al-’Aliyah, dari Ubay bin Ka'b tentang firmanNya: (ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia) dia berkata yaitu negeri Syam, tidak ada suatu batu besar pun melainkan mengalir air dari bagian bawahnya.
Firman Allah: (Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya’qub sebagai suatu anugerah (dari Kami)) ‘Atha’ Mujahid bahwa maknannya adalah pemberian.
Ibnu Abbas, Qatadah, dan Al-Hakam bin Uyaynah berkata bahwa nafilah adalah cucu laki-laki, yakni bahwa nabi Ya'qub adalah anak nabi Ishaq. Sebagaimana Allah berfirman: (Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir putranya) Ya'qub) (Surah Hud: 71)
(Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh) yaitu semuanya menjadi orang yang baik dan shalih (Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami) yaitu mereka menyeru untuk menyembah Allah dengan seizinNya. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan salat, menunaikan zakat) sebagai athaf khas kepada am yaitu hal yang rinci diathafkan kepada yang umum (dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah) yaitu, mereka mengerjakan apa yang mereka perintahkan kepada manusia. Kemudian Allah mengiringinya dengan kisah nabi Luth, yaitu Luth bin Haran bin Azar. Dia telah beriman kepada nabi Ibrahim, mengikutinya dan berhijrah bersamanya. Sebagaimana Allah berfirman: (Maka Lut membenarkan (kenabian)nya. Dan berkatalah Ibrahim, "Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku (kepadaku)”) (Surah Al-'Ankabut: 26) Lalu Allah memberinya hikmah dan ilmu, serta memberinya wahyu dan menjadikannya sebagai nabi. Dia mengutusnya kepada kaum Sodom dan yang ada di sekitarnya. Lalu mereka menentang dan mendustakannya. Maka Allah membinasakan dan menghancurkan mereka, sebagaimana kisah mereka disebutkan di tempat lain dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik (74) dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh (75))


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Anbiya ayat 74: Syaikh As Sa’diy berkata, “Ayat ini merupakan pujian Allah Subhaanahu wa Ta'aala terhadap Rasul-Nya Luth ‘alaihis salam dengan diberikan ilmu syar’i, memutuskan masalah yang terjadi di tengah-tengah manusia dengan tepat dan benar, dan bahwa Allah mengutusnya kepada kaumnya mengajak mereka beribadah kepada Allah dan melarang mereka berbuat keji. Beliau tinggal di tengah-tengah kaumnya berdakwah kepada mereka, namun kaumnya tidak mau memenuhi panggilannya, maka Allah membalikkan negeri mereka dan mengazab mereka sampai yang terakhirnya karena mereka adalah orang-orang yang jahat lagi fasik, mereka mendustakan orang yang mengajak mereka, mengancam untuk mengusirnya, dan kemudian Allah menyelamatkan Luth beserta keluarganya, Dia memerintahkan Luth untuk membawa pergi keluarganya di malam hari agar mereka menjauhi negeri itu, maka mereka pun pergi di malam hari dan selamat karena karunia Allah dan nikmat-Nya kepada mereka.”

Yakni kebijaksanaan dalam memutuskan perkara antara orang-orang yang berselisih.

Maksudnya, homoseksual, menyamun (mengadakan perampokan) serta mengerjakan perbuatan tersebut dengan terang-terangan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Anbiya Ayat 74

Dan kepada lut, yang berdomisili di sodom, palestina, kami beri-kan hikmah, kearifan dalam memutuskan perkara dan menetapkan hukuman dan ilmu yang bermanfaat dalam melaksanakan kewajiban kepada Allah dan kewajiban kepada sesama manusia. Dan kami pun telah menyelamatkan dia dari azab yang menimpa penduduk kota sodom dan gomorah yang telah melakukan perbuatan keji, homoseksual dan menyamun dengan terang-terangan. Sungguh mereka, umat nabi lut yang berbuat homoseksual dan menyamun itu adalah orang-orang yang jahat kepada sesama manusia, lagi fasik, menyalahi perintah Allah. 75. Walaupun nabi lut hidup di tengah masyarakat homoseksual, beliau tidak terpengaruh, karena mendapat rahmat Allah. Dan kami masukkan dia ke dalam rahmat kami yang membentenginya dari pengaruh buruk. Sesungguhnya dia terlindungi dari kejahatan, karena dirinya termasuk golongan orang yang saleh, beriman, dan senantiasa menaati perintah Allah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beraneka penjelasan dari kalangan mufassir terhadap makna dan arti surat Al-Anbiya ayat 74 (arab-latin dan artinya), moga-moga menambah kebaikan untuk kita bersama. Dukunglah syi'ar kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Tersering Dilihat

Kami memiliki berbagai materi yang tersering dilihat, seperti surat/ayat: An-Nisa 36, Al-Buruj, Al-Isra, Ayat 15 (Lima Belas), Innallaha Ma’ash Shabiriin, Ibrahim 7. Ada pula Ar-Rahman 13, Yasin 82, Ar-Rum 21, Al-Qashash 77, Al-Baqarah 177, Fatir 37.

  1. An-Nisa 36
  2. Al-Buruj
  3. Al-Isra
  4. Ayat 15 (Lima Belas)
  5. Innallaha Ma’ash Shabiriin
  6. Ibrahim 7
  7. Ar-Rahman 13
  8. Yasin 82
  9. Ar-Rum 21
  10. Al-Qashash 77
  11. Al-Baqarah 177
  12. Fatir 37

Pencarian: ayat tentang toleransi, arti sabilah, isi kandungan surat at taubah ayat 122, robbana latuzig qullubana, sarirun artinya

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.