Surat Thaha Ayat 107

لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَآ أَمْتًا

Arab-Latin: Lā tarā fīhā 'iwajaw wa lā amtā

Artinya: Tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.

« Thaha 106Thaha 108 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Terkait Dengan Surat Thaha Ayat 107

Paragraf di atas merupakan Surat Thaha Ayat 107 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai kandungan berharga dari ayat ini. Ditemukan pelbagai penafsiran dari berbagai mufassirin mengenai makna surat Thaha ayat 107, di antaranya seperti tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

106-107. Maka Allah menjadikan permukaan bumi pada hari itu terhampar, datar, dan rata, tanpa ada tetumbuhan. Orang yang melihatnya tidak menyaksikan adanya kemiringan, tempat tinggi, maupun menurun karena begitu datarnya bumi itu.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

107. Sehingga engkau -wahai yang akan melihatnya- tidak akan lagi menyaksikan adanya perbedaan antara tempat yang tinggi dan yang rendah karena betapa ratanya bumi itu.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

107. لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا (tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah)
Makna (العوج) permukaan tanah yang rendah, seperti lembah dan lain sebagainya.
Makna (الأمت) adalah tempat yang tinggi, semisal bukit.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

106-107. Lalu menjadikannya sama rata dengan bumi. Tidak ada tumbuhan dan bangunan di sana. Kamu tidak akan melihat turunan dan tanjakan di sana


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Kamu tidak akan melihat lagi di sana dataran rendah} cekungan {dan tidak pula dataran tinggi”} dan tidak pula dataran tinggi


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

105-107. Allah memberitahukan tentang prahara-prahara Hari Kiamat berserta peristiwa gempa-gempa dan goncangan-goncangan. Allah berfirman, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung,” yaitu apakah yang teerjadi padanya di Hari KIamat? Apakah utuh seperti semula atau tidak? “Maka katakanlah, ‘Rabbku akan menghancurkannya (di Hari Kiamat) sehancur-hancurnya’,” maksudnya, melenyapkan dan mencabutnya dari tempat-tempatnya, sehingga ibarat bulu dan pasir-pasir. Kemudian Allah menumbuknya dan menjadikannya sebagai debu-debu yang beterbangan, semakin lama semakin terkikis dan sirna serta diratakan dengan permukaan tanah.
Allah menjadikan bumi “datar sama sekali,” rata “tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya,” wahai orang yang melihat “tempat yang rendah,” ini bagian dari kesempurnaan datarnya bumi “dan yang tinggi-tinggi” maksudnya (tidak ada) lembah-lembah, tempat-tempat yang rendah, atau tinggi-tinggi. Maka permukaan bumi menjadi Nampak, dan (luasnya) memadai bagi seluruh umat manusia. Allah membentangkannya sejauh permukaannya. Maka mereka pun berada di satu tempat. Dapat didengar oleh orang yang menyeru dan terlihat oleh pandangan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 105-108
Allah SWT berfirman: (Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung) yaitu apakah itu masih tetap ada atau akan lenyap pada hari kiamat? (maka katakanlah, "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) dengan sehancur-hancurnya) yaitu, Allah melenyapkannya dari tempatnya dan menghancurkan serta menghamburkannya (maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu) yaitu bumi (datar sama sekali) yaitu satu hamparan rata. Kata “Al-qa'” adalah tanah rata, dan “Ash-shafshaf” adalah penegasan atas hal itu. Dikatakan, bahwa maknannya adalah tanah yang tidak ada tumbuhannya. Pendapat pertama lebih baik, sekalipun pendapat lainnya maksudnya juga demikian. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi (107)) yaitu kamu tidak akan melihat di bumi pada hari itu suatu lembah, dataran tinggi, dataran rendah, dan tempat yang tinggi. Demikianlah yang dikatakan Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid, Qatadah, dan lainnya dari kalangan ulama Salaf.
(Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok) yaitu di hari mereka menyaksikan keadaan dan kengerian ini, mereka memenuhi seruan yang memanggil mereka dengan segera, di mana pun seruan itu memerintah mereka, maka mereka segera menurutinya. Seandainya hal itu dilakukan di dunia, sungguh lebih bermanfaat bagi mereka. Akan tetapi hal itu tidak lagi bermanfaat bagi mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada kami) (Surah Maryam: 38) dan (dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit” (8)) (Surah Al-Qamar)
Firman Allah: (dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah terdiam. Sa'id bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa maknannya adalah langkah yang pelan. Demikian juga dikatakan Ikrimah, Mujahid, Adh-Dhahhak, Ar-Rabi' bin Anas, Qatadah, Ibnu Zaid, dan lainnya.
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja) yaitu suara pelan. Sa'id menggabungkan kedua pendapat itu, dan itu bisa terjadi. Adapun yang dimaksud dengan langkah kaki adalah usaha manusia ketika menuju padang Mahsyar, mereka berjalan dengan tenang dan merendahkan diri. Adapun suara pelan, maka bisa pada suatu keadaan tertentu dan tidak pada keadaan itu. Sungguh Allah SWT berfirman: (Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia (105)) (Surah Hud)


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Thaha ayat 107: Oleh karena itu suara panggilan terdengar oleh mereka semua dan mereka semua terlihat tidak tertutupi.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Thaha Ayat 107

106-107. Sesudah itu maka dia akan menjadikan area bekas gunung-gunung itu datar sama sekali sehingga kondisinya berbeda dari sebelumnya. Pada saat itu permukaan bumi menjadi rata; tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah karena adanya lembah, dan tidak pula tempat yang tinggi-tinggi karena adanya perbukitan. 108. Pada hari kiamat itu seluruh manusia bergerak mengikuti penyeru yang menggiring mereka ke satu arah dengan lurus, tidak berbelok-belok; semua begitu tenang dan khusyuk, dan merendahlah semua suara yang mengagungkan dan memohon kepada tuhan yang maha pemurah, maka pada saat itu kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah sekumpulan penjabaran dari berbagai ulama tafsir terhadap kandungan dan arti surat Thaha ayat 107 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan bagi kita. Bantulah perjuangan kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Banyak Dilihat

Telaah banyak halaman yang banyak dilihat, seperti surat/ayat: Yasin 82, Al-Buruj, Fatir 37, Ibrahim 7, Innallaha Ma’ash Shabiriin, Ar-Rum 21. Serta Al-Qashash 77, Ar-Rahman 13, Al-Isra, Al-Baqarah 177, An-Nisa 36, Ayat 15 (Lima Belas).

  1. Yasin 82
  2. Al-Buruj
  3. Fatir 37
  4. Ibrahim 7
  5. Innallaha Ma’ash Shabiriin
  6. Ar-Rum 21
  7. Al-Qashash 77
  8. Ar-Rahman 13
  9. Al-Isra
  10. Al-Baqarah 177
  11. An-Nisa 36
  12. Ayat 15 (Lima Belas)

Pencarian: surat ar radu ayat 11, 3 ayat terakhir surat al hasyr latin dan artinya, thaha ayat 5, al ikhlas terjemahan, an nahl 49

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.