Surat Thaha Ayat 85

قَالَ فَإِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنۢ بَعْدِكَ وَأَضَلَّهُمُ ٱلسَّامِرِىُّ

Arab-Latin: Qāla fa innā qad fatannā qaumaka mim ba'dika wa aḍallahumus-sāmiriyy

Artinya: Allah berfirman: "Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.

« Thaha 84Thaha 86 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Menarik Mengenai Surat Thaha Ayat 85

Paragraf di atas merupakan Surat Thaha Ayat 85 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai tafsir menarik dari ayat ini. Didapatkan berbagai penjelasan dari kalangan pakar tafsir berkaitan isi surat Thaha ayat 85, di antaranya seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Allah berfirman kepada Musa, “Sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan mereka dengan penyembahan terhadap anak sapi. Dan sesungguhnya Samiri telah menyesatkan mereka.”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

85. Allah berfirman kepada Musa: “Kami telah menguji kaummu dengan orang yang sesat bernama Samiri, dia menggoda mereka untuk menyembah patung emas berbentuk anak sapi.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

85. Allah berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan dengan penyembahan patung anak sapi, mereka telah diseru oleh Samiri untuk menyembahnya, sehingga iapun menyesatkan mereka."


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

85. قَالَ فَإِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنۢ بَعْدِكَ (Allah berfirman: “Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan)
Yakni Kami telah menguji dan menurunkan kepada mereka cobaan.

وَأَضَلَّهُمُ السَّامِرِىُّ(dan mereka telah disesatkan oleh Samiri)
Yakni dia menjadikan mereka sesat dari kebenaran karena dia telah menjerumuskan mereka ke dalam penyembahan patung anak sapi yang terbuat dari emas.
Dalam Bani Israil terdapat kabilah bernama Samirah, salah satu dari kabilah ini adalah Samiri, dia berkata kepada Bani Israil yang bersamanya: “Sesungguhnya Musa menyalahi perjanjian dengan kalian karena kalian membawa perhiasan yang diharamkan bagi kalian” kemudian Samiri memerintahkan agar mereka melempar perhiasan itu ke dalam api, dan emas itu dijadikan patung berbentuk anak sapi dan terjadilah kisah mereka dengan patung tersebut seperti yang telah disebutkan.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Takala dikatakan kepada Musa : { قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنۢ بَعْدِكَ } "Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan" ia kemudian pergi kepada :
- Kaumnya terlebih dahulu : { يَٰقَوْمِ أَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْدًا حَسَنًا } "Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik?"
- Kemudian kepada wakilnya yang sedang tidak menyerukan kaumnya kepada kebenaran : { يَٰهَٰرُونُ مَا مَنَعَكَ إِذْ رَأَيْتَهُمْ ضَلُّوٓا۟ } "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat?"
- Kemudian kepada orang yang kerap menyampaikan fitnah di tengah kaum : { قَالَ فَمَا خَطْبُكَ يَٰسَٰمِرِىُّ } "Berkata Musa: "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) hai Samiri?"

Cara Musa memulai teguran kepada mereka ; karena pada dasarnya seorang baligh dan berakal bertanggung jawab atas dirinya sendiri, dan tidaklah kuatnya godaan menjadi alasan baginya untuk mundur dari tugas mulia ini.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

85. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menguji kaummu dengan menyembah anak sapi setelah mereka terpisah darimu” Dan sungguh Musa As-Samiry yang munafik telah menyesatkan mereka dengan membuat anak sapi dan mengajak mereka untuk menyembahnya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Dia berfirman,“Sesungguhnya Kami benar-benar telah menguji} Kami telah menguji {kaummu setelah kamu} setelah kamu berpisah dari mereka {lalu Samiri telah menyesatkan mereka”} dan Samiri mengajak mereka untuk menyembah anak sapi


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

85. Allah berfirman kepada beliau, “Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan,” yaitu dengan penyembahan kepada anak sapi. Kami mencoba dan menguji mereka, lalu mereka tidak mampu bersabar. Ketika ujian menghampiri, mereka justru berbuat kekufuran “dan mereka telah disesatkan oleh Samiri,” dia telah menyodorkan sebuah patung anak sapid an membentuknya hingga memiliki suara. Dia berkata kepada Bani Israil, “Inilah tuhan kalian tuhan Musa. Musa telah melupakannya.” Bani Israil tergoda dengannya. Mereka pun menyembahnya. Harun telah menghalang-halangi mereka, tapi mereka tidak menghentikan diri.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 83-89
Setelah nabi Musa berjalan membawa Bani Israil setelah pembinasaan Fir'aun (Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, “Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).” (Musa) menjawab, “Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh” (138) Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan (139)) (Surah Al-A'raf) Allah menjanjikan kepada nabi Musa selama tiga puluh hari, kemudian menambahkannya sepuluh hari lagi sehingga sempurna menjadi empat puluh hari, yaitu nabi Musa berpuasa malam dan siang hari. Lalu Allah SWT berfirman: (Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa? (83) Berkata Musa, "Itulah mereka sedang menyusul aku” (84)) yaitu mereka datang dan sedang beristirahat di dekat bukit Thur (dan aku bersegera kepadaMu, ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku)) yaitu agar Engkau bertambah ridha kepadaku (Allah berfirman, "Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri (85)) Allah SWT memberitahukan kepada nabinya Musa tentang kejadian yang menimpa Bani Israil setelah dia tinggal, bahwa mereka menyembah anak sapi yang dilakukan oleh Samiri untuk mereka.
Pada masa itu Allah SWT menuliskan lembaran-lembaran yang terkandung di kitab Taurat. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman), "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) yang sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik” (145)) (Surah Al-A'raf) yaitu akibat orang-orang yang menyimpang dari ketaatan kepadaKu dan menentang perintahKu.
Firman Allah: (Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati) yaitu sesudah Allah memberitahukan kepadanya hal itu, dia murka dan marah terhadap mereka, dia berada pada keadaan dimana dia mementingkan perkara mereka, dan dia menerima kitab Taurat yang mengandung syariat untuk mereka, kemuliaan mereka. Tetapi mereka adalah kaum yang menyembah selain Allah. hal itu bukanlah sesuatu yang dilakukan orang yang berakal sehat, dan sudah jelas kebathilan dan hal itu menunjukkan kedangkalan dan kekurangan akal dan hati mereka. Oleh karena itu dikatakan, dia kembali kepada mereka dalam keadaan murka dan kecewa. Dan “Al-Asifu” adalah kemurkaan yang sangat dahsyat.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (dalam keadaan marah dan bersedih hati) yaitu sangat kesal,
Qatadah dan As-Suddi berkata tentang firmanNya (dan bersedih hati) yaitu bersedih atas perbuatan kaumnya sepeninggal dia (Berkata Musa, "Hai kaumku, bukankah Tuhan kalian telah menjanjikan kepada kalian suatu janji yang baik?”) yaitu bukankah Dia menjanjikan kepada kalian melalui lisanku setiap kebaikan dunia dan akhirat, dan akibat yang baik, sebagaimana kalian menyaksikan pertolonganNya kepada kalian atas musuh kalian sehingga memenangkan kalian atasnya, dan dukungan-dukungan Allah selain itu (Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagi kalian) yaitu masa tunggu kalian terhadap apa yang dijanjikan Allah untuk kalian dan kelupaan kalian terhadap nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada kalian dan masa itu belum lama (Atau kalian menghendaki agar kemurkaan dari Tuhan kalian menimpa kalian?) Huruf “Am” di sini bermakna “bal” yang menunjukkan makna mengabaikan kalimat pertama, lalu mengalihkan kepada kalimat kedua. Seakan-akan dikatakan,”Atau kalian menghendaki dengan perbuatan kalian ini agar Tuhan kalian menimpakan murka­Nya kepada kalian, karena kalian mengingkari janji kepadaku” Bani Israil menjawab apa yang diperingatkan nabi Musa kepada mereka (Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kamauan kami sendiri) yaitu dengan kehendak dan pilihan kami.
Kemudian Bani Israil menyampaikan alasannya yang munafik. Mereka membertahukan tentang keberlepasan mereka dari apa yang ada di tangan mereka berupa perhiasan orang Qibti dari hasil pinjaman saat mereka keluar dari Mesir, ("Kami melemparkan perhiasan itu semuanya") yaitu kami melemparkannya (dan demikian pula Samiri melemparkannya (87) kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara (88)) As-Suddi berkata bahwa itu bersuara dan berjalan. (Lalu mereka berkata) orang-orang yang sesat dari kalangan mereka yang teperdaya oleh patung anak sapi itu sehingga mereka menyembahnya (Inilah Tuhan kalian dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya (telah lupa) lupa untuk menyebutkan kepada kalian bahwa ini adalah tuhan kalian.
Lalu Allah SWT berfirman seraya menjawab mereka seraya mengecam dan menjelaskan aib dan kepicikan akal mereka dalam hal yang mereka ikuti: (Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan? (89)) yaitu anak sapi itu, apakah mereka tidak melihat bahwa hal itu tidak menjawab mereka ketika mereka bertanya, dan mereka tidak dapat berbicara dengannya (dan tidak kuasa menolak mudarat mau-pun mendatangkan manfaat kepada mereka?) yaitu di dunia dan akhirat mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Thaha ayat 85: Ternyata mereka tidak sabar ketika diuji, mereka malah kufur dengan menyembah anak sapi.

Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Samiri adalah seorang penduduk Bajarma, di mana mereka biasa menyembah sapi. Kecintaan menyembah sapi ada dalam diri Samiri. Ketika itu ia menampakkan masuk Islam bersama bani Israil. Nama Samiri adalah Musa bin Zhufr. Qatadah berkata, “Ia berasal dari kampung Samira.”


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Thaha Ayat 85

Dia berfirman, 'begitu engkau pergi mendahului mereka, sungguh, kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan mereka. Mereka gagal melalui ujian-ku sehingga terjerumus dalam kesesatan dengan menyembah patung anak sapi. Dan mereka menjadi kafir karena telah disesatkan oleh samiri. '86. Kemudian nabi musa kembali kepada kaumnya dengan marah karena menyaksikan mereka menyembah patung anak sapi. Dia marah dan bersedih hati karena kekafiran mereka setelah dia berusaha memberi mereka petunjuk. Dia berkata, 'wahai kaumku! bukankah tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik bila kamu beriman, yaitu dengan menjamin keselamatanmu di dunia dan kebahagiaanmu di akhirat' apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu sehingga kamu tidak sabar dan akhirnya menyembah patung anak sapi ini, atau kamu memang sengaja menghendaki agar kemurkaan tuhan menimpamu' mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku yang telah kamu teguhkan sebelumnya''.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah kumpulan penafsiran dari berbagai mufassir terhadap kandungan dan arti surat Thaha ayat 85 (arab-latin dan artinya), semoga berfaidah untuk kita bersama. Dukung dakwah kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Banyak Dibaca

Baca ratusan konten yang banyak dibaca, seperti surat/ayat: Ayat 15 (Lima Belas), Ibrahim 7, Fatir 37, An-Nisa 36, Innallaha Ma’ash Shabiriin, Al-Baqarah 177. Ada juga Ar-Rahman 13, Al-Isra, Ar-Rum 21, Al-Buruj, Yasin 82, Al-Qashash 77.

  1. Ayat 15 (Lima Belas)
  2. Ibrahim 7
  3. Fatir 37
  4. An-Nisa 36
  5. Innallaha Ma’ash Shabiriin
  6. Al-Baqarah 177
  7. Ar-Rahman 13
  8. Al-Isra
  9. Ar-Rum 21
  10. Al-Buruj
  11. Yasin 82
  12. Al-Qashash 77

Pencarian: qs al hujurat ayat 13 latin, latin surat al baqarah ayat 83, surat shad 54, surat al imron 173, surat al insyirah litequran

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.