Surat Thaha Ayat 57

قَالَ أَجِئْتَنَا لِتُخْرِجَنَا مِنْ أَرْضِنَا بِسِحْرِكَ يَٰمُوسَىٰ

Arab-Latin: Qāla a ji`tanā litukhrijanā min arḍinā bisiḥrika yā mụsā

Artinya: Berkata Fir'aun: "Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, hai Musa?

« Thaha 56Thaha 58 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Terkait Dengan Surat Thaha Ayat 57

Paragraf di atas merupakan Surat Thaha Ayat 57 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai kandungan berharga dari ayat ini. Ditemukan pelbagai penafsiran dari beragam ulama mengenai kandungan surat Thaha ayat 57, sebagiannya seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Fir’aun berkata, “Apakah kamu datang kepada kami (wahai Musa) untuk mengusir kami dari negeri-negeri kami dengan sihirmu ini?


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

57. Fir'aun berkata, "Apakah engkau datang kepada kami dengan tujuan mengusir kami dari negeri Mesir dengan perantaraan sihirmu itu -wahai Musa- agar kerajaan Mesir itu menjadi milikmu sendiri?


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

57. قَالَ أَجِئْتَنَا لِتُخْرِجَنَا مِنْ أَرْضِنَا بِسِحْرِكَ يٰمُوسَىٰ (Berkata Fir’aun: “Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, hai Musa?)
Yakni Wahai Musa kamu datang membawa tongkat yang dapat berubah menjadi ular, dan ini adalah bagian dari sihir, sehingga orang-orang mengira kamu adalah nabi yang harus diikuti, dengan begitu kamu dapat menguasai negeri kami dan mengusir kami darinya.
Fir’aun yang terlaknat itu menyebutkan pengusiran dari negeri agar menjauhkan kaumnya supaya tidak mengikuti Musa.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

57. Fir’aun berkata: “Apakah Kamu datang kepada kami dengan mengubah tongkat menjadi ular dan tangan yang bersinar yang merupakan jenis sihir supaya kamu berkuasa atas tanah kami, Mesir dan mengusir kami darinya lalu menjadi raja di dalamnya.”


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Dia berkata} Fir’aun berkata {“Apakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

57. Dia berkata, “Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu,” dia mengklaim bahwa tanda-tanda kebesaran Allah (mukjizat-mukjizat itu) yang diperlihatkan Musa kepadanya merupakan bentuk sihir dan kepalsuan belaka, yang ditujukan untuk mengusir merekka dari tanah mereka dan menguasai (tanah) nya, agar perkataannya menorehkan pengaruh di hati orang-orang. Sesungguhnya tabiat manusia condong menyukai tanah kelahirannya, sulit untuk keluar meninggallkannya. Lalu Fir’aun memberitahukan kepada mereka bahwa Musa hendak mewujudkannya, agar mereka membenci Musa dan menyiapkan usaha untuk melawannya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 57-59
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang Fir'aun bahwa dia berkata kepada nabi Musa ketika menyaksikan tanda yang besar, yaitu ketika melemparkan tongkatnya, maka tongkat itu menjadi ular yang sangat besar; lalu nabi Musa memasukkan tangannya ke dalam ketiaknya, lalu dikeluarkan tangannya memancarkan sinar putih bukan karena penyakit. Fir'aun berkata,"Ini adalah sihir yang kamu buat untuk menyihir kami dan menguasai orang-orang agar mereka mengikutimu, lalu kamu melawan kami bersama mereka.. Sesungguhnya kami mempunyai ahli sihir seperti kamu, maka janganlah kamu merasa sombong dengan apa yang kamu miliki berupa ilmu sihir di tempat dan waktu yang ditentukan. Maka saat itu nabi Musa (menjawab) mereka (Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kalian itu ialah di hari raya) yaitu hari raya mereka dan hari libur mereka dari pekerjaan mereka, agar semua orang bisa menyaksikan kekuasaan Allah atas apa yang Dia kehendaki melalui mukjizat para nabi, dan kesia-siaan sihir karena keluar biasaan mukjizat nabi. Oleh karena itu nabi Musa berkata: (dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik) yaitu semua manusia dikumpulkan (di waktu dhuha) yaitu di pagi hari agar lebih jelas dan lebih terang. Demikian juga semua perkara para nabi, jelas dan terang, tidak ada yang tersembunyi. Oleh karena itu nabi Musa berkata tidak berkata malam hari, melainkan di pagi hari.
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (di suatu tempat yang pertengahan letak(nya)) yaitu tempat datar di antara orang-orang, dan tidak ada penghalang dan mereka di tempat itu tidak saling menghalangi satu sama lain.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Thaha ayat 57: Yaitu Mesir, sehingga kerajaan beralih untukmu.

Ucapan Fir’aun ini adalah untuk mengelabui rakyatnya, agar ia mendapat dukungan kuat dari mereka sehingga Musa dimusuhi dan dibenci oleh semua rakyatnya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Thaha Ayat 57

Kesombongan telah mendorong fir'aun mengabaikan peringatan nabi musa. Dia berkata, 'apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kelahiran kami sendiri, yaitu mesir, dengan sihirmu itu, wahai musa'58. Bila itu tujuanmu, maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu. Kami akan mengumpulkan para penyihir andal untuk mengalahkanmu. Maka, wahai musa, buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau. Tentukanlah waktu dan tempat pertemuan itu. Mari kita buat kesepakatan yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak pula engkau. Adakanlah pertemuan itu di suatu tempat yang terbuka sehingga tidak menyulitkan salah satu pihak dari kita atau orang-orang yang ingin menonton. '.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah beraneka penjabaran dari beragam mufassirin terkait isi dan arti surat Thaha ayat 57 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat bagi kita bersama. Dukunglah syi'ar kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Sering Dicari

Baca banyak topik yang sering dicari, seperti surat/ayat: Ibrahim 7, Al-Baqarah 177, Innallaha Ma’ash Shabiriin, Fatir 37, Al-Qashash 77, Ayat 15 (Lima Belas). Ada juga Ar-Rum 21, Ar-Rahman 13, An-Nisa 36, Yasin 82, Al-Isra, Al-Buruj.

  1. Ibrahim 7
  2. Al-Baqarah 177
  3. Innallaha Ma’ash Shabiriin
  4. Fatir 37
  5. Al-Qashash 77
  6. Ayat 15 (Lima Belas)
  7. Ar-Rum 21
  8. Ar-Rahman 13
  9. An-Nisa 36
  10. Yasin 82
  11. Al-Isra
  12. Al-Buruj

Pencarian: al baqarah ayat 20 latin, makna yang terkandung dalam surah an-nahl ayat 36 adalah, qs at taubah ayat 128 129, surat ar-rahman ayat 27, al fatihah lengkap

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: