Surat Al-Isra Ayat 101

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ ءَايَٰتٍۭ بَيِّنَٰتٍ ۖ فَسْـَٔلْ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِذْ جَآءَهُمْ فَقَالَ لَهُۥ فِرْعَوْنُ إِنِّى لَأَظُنُّكَ يَٰمُوسَىٰ مَسْحُورًا

Arab-Latin: Wa laqad ātainā mụsā tis'a āyātim bayyinātin fas`al banī isrā`īla iż jā`ahum fa qāla lahụ fir'aunu innī la`aẓunnuka yā mụsā mas-ḥụrā

Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir".

« Al-Isra 100Al-Isra 102 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Penting Terkait Dengan Surat Al-Isra Ayat 101

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Isra Ayat 101 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi hikmah penting dari ayat ini. Tersedia variasi penjelasan dari kalangan pakar tafsir berkaitan makna surat Al-Isra ayat 101, misalnya seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan sesungguhnya Kami telah memberi Musa sembilan mukjizat yang nyata lagi mempersaksikan kebenaran kenabiannya, yaitu tongkat, tangan (yang memancarkan cahaya cemerlang), tahun-tahun kekeringan, minimnya buah-buahan, air bah, belalang, kutu, kodok, dan darah. Maka tanyakanlah (wahai rasul) kepada orang-orang yahudi demi menuntut pengakuan mereka ketika musa mendatangi para nenek moyang mereka dengan membawa mukjizat-mukjizatnya yang nyata, maka fir’aun berkata kepada Musa, ”sesungguhnya aku mengira engkau (wahai musa) seorang tukang sihir, tertipu dan terpedaya akan akalmu di bawah kendalinya, lantaran hal-hal aneh yang engkau bawa.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

101-102. Sungguh Kami telah memberi Musa Tujuh mukjizat yang jelas; yaitu tongkat, tangan, kekurangan buah-buahan, banjir, peceklik, belalang, kutu, katak, dan darah.

Hai Rasulullah, tanyakanlah kepada orang-orang Yahudi ketika Musa diutus kepada para pendahulu mereka, kemudian Fir’aun berkata kepadanya: “Hai Musa, Sungguh aku yakin kamu tela terkena sihir.”

Maka Musa menjawab dengan penuh keberanian untuk membantah tuduhan dan kedustaan Fir’aun: “Sungguh kamu telah mengetahui bahwa tidak ada yang menurunkan berbagai mukjizat yang menunjukkan kebenaranku melainkan Tuhan langit dan bumi yang juga sebagai bukti yang jelas atas besarnya kekuasaan-Nya dan keesaan-Nya. sungguh aku yakin kamu akan binasa.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

101. "Dan sungguh Kami telah menganugerahkan pada Musa sembilan mukjizat yang membuktikan kebenarannya, yaitu berupa tongkat, tangan, tahun-tahun yang kering, berkurangnya buah-buahan, adanya angin topan, belalang, kutu, katak, dan darah. Maka tanyakanlah -wahai Rasul- kepada kaum Yahudi ketika Musa mendatangi pendahulu-pendahulu mereka dengan mukjizat-mukjizat itu, lantas Fir'aun berkata kepadanya, "Wahai Musa, sungguh aku mengira engkau benar-benar seorang yang terkena sihir lantaran adanya hal-hal aneh yang engkau bawa".


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

101. وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ ءَايٰتٍۭ بَيِّنٰتٍ ۖ (Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata)
Yakni tanda-tanda yang menunjukkan kebenaran kenabiannya, dan bisa jadi mukjizat-mukjizat itu sebanding dengan mukjizat-mukjizat yang diusulkan oleh orang-orang kafir Quraisy atau bahkan lebih hebat lagi.
Yakni yakni mukjizat-mukjizat itu tidak menjadikan Fir’aun dan kaumnya beriman, namun mengakibatkan mereka binasa; maka demikian apa yang kalian minta hai para penduduk Makkah.
Sembilan mukjizat ini adalah taufan, belalang, kutu, katak, darah, tongkat, tangan, kemarau, dan kekurangan buah-buahan. Sebagian besar dari mukjizat ini telah dijelaskan pada surat al-A’raf: 133.
Pendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Sembilan wasiat yang terdapat dalam Taurat. Imam Ahmad dan Tirmidzi mengeluarkan hadits yang dishahihkan oleh Imam Tirmidzi dari Shafwan bin ‘Assal bahwa seorang Yahudi berkata kepada seorang temannya: “marilah kita pergi ke nabi ini untuk menanyainya”. Maka keduanya mendatangi Rasulullah dan bertanya tentang firman Allah (وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ ءَايٰتٍۭ بَيِّنٰتٍ). Kemudian Rasulullah menjawab: “yakni janganlah kalian menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, jangan berzina, jangan membunuh seseorang yang diharamkan untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang hak, jangan mencuri, jangan melakukan sihir, jangan menggiring orang yang tidak bersalah menuju penguasa agar ia membunuhnya, jangan memakan harta riba, jangan menuduhkan perbuatan keji pada wanita yang menjaga kehormatan, dan khusus bagi kalian wahai orang-orang Yahudi untuk tidak melanggar kehormatan hari sabtu.” Maka kedua orang Yahudi ini mencium tangan dan kaki Rasulullah seraya berkata “kami bersaksi bahwa engkau adalah seorang Nabi Allah.” Rasulullah bertanya kepada mereka: “lalu apa yang menghalangi kalian untuk masuk Islam?” keduanya menjawab: “sesungguhnya Nabi Dawud memohon kepada Allah agar dalam keturunannya terus menerus diutus nabi dari mereka; dan kami khawatir jika kami masuk Islam, orang-orang Yahudi akan membunuh kami.”

فَسْـَٔلْ بَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ(maka tanyakanlah kepada Bani Israil)
Yakni pertanyaan untuk meminta kesaksian agar menambah rasa yakin. Dan yang dimaksud dengan Bani Israil di sini adalah mereka yang telah beriman seperti Abdullah bin Salam dan para sahabatnya.

فَقَالَ لَهُۥ فِرْعَوْنُ إِنِّى لَأَظُنُّكَ يٰمُوسَىٰ مَسْحُورًا (lalu Fir’aun berkata kepadanya: “Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir”)
Makna (المسحور) yakni orang yang terkena sihir sehingga akalnya terganggu.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

101. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata sebagai bukti kebenaran risalahnya. Sebagaimana permintaan pendduk Makkah, namun Fir’aun dan para pengikutnya tetap tidak beriman, padahal mukjizat itu sungguh jelas dan nyata. Adapun sembilan mukjizat itu adalah topan, belalang, kutu, katak, darah, tongkat, tangan yang memancarkan sinar, tahun yang menakjubkan, kekurangan buah-buahan, menghapuskan harta, serta kemurnian atas hati sebagaimana sebelumnya pengganti dari tongkat dan tangan. Maka tanyakanlah kepada Mukmin Bani Israil wahai rasul tentang zamanmu sebagaimana ayat ini. Apakah kaummu tidak mengingkari juga, sehingga kamu jadikan ini sabagai hujjah untuk kaummu. Tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir´aun berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku sangka engkau sedang terkena sihir". Sehingga akalnya disangka gila, sehingga Musa datang kepada mereka dengan keadaan seperti itu, yaitu dengan membawa risalah.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Sungguh Kami telah menganugerahkan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata} sembilan petunjuk yang jelas atas kenabiannya dan kebenaran hal yang datang kepadanya, yaitu tongkat, tangan, tahun-tahun kering, kekurangan buah, banjir bandang, belalang, kutu, katak, dan darah {Maka tanyakanlah kepada Bani Israil ketika dia datang kepada mereka lalu Fir‘aun berkata kepadanya,“Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa kamu, wahai Musa, terkena sihir”} akalmu terkena sihir


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

101. Maksudnya, bukanlah engkau, wahai rasul yang didukung dengan ayat-ayatNya , seorang rasul pertama yang dinyatakan dusta oleh umat manusia. Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelummu Musa bin Imran al-Kalim kepada Firaun dan kaumnya. Kami memberikan kepadanya “Sembilan buah mukjizat yang nyata.” Setiap mukjizat itu sudah cukup memadai bagi orang-orang yang tujuannya adalah mengikkuti kebenaran. Mukjizat itu seperti ular, tongkat, angin topan, belalang, kutu, katak, darah, azab dan terbelahnya lautan. Apabila ada keraguan padamu tentang hal itu “Maka tanyakalanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Firaun berkata kepadanya,” meskipun sudah didatangkan mukjizat-mukjizat ini, “sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa seorang yang kena sihir.”


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 101-104
Allah SWT memberitahukan bahwa Dia telah mengutus nabi Musa dengan mem­bawa sembilan mukjizat yang jelas. Mukjizat-mukjizat itu adalah bukti yang jelas atas kebenaran kenabiannya dan apa yang dia sampaikan kepada Fir'aun. Mukjizat-mukjizat itu adalah tongkat, tangan, tahun paceklik, terbelahnya laut, banjir, belalang, kutu, katak, dan darah, yang semuanya merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah, tetapi mereka menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa”
Yaitu, sekalipun telah me­nyaksikan mukjizat-mukjizat tersebut, mereka tetap mengingkarinya. (Mereka menolak kebenaran itu dengan cara yang aniaya dan sombong, (Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya) (Surah An-Naml: 14) ternyata mukjizat-mukjizat itu tidak berhasil terhadap mereka. Maka demikian juga seandainya Kami memenuhi permintaan orang-orang yang meminta kepadamu atas hal itu. dan mereka berkata, (“Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami) (Surah Al-Isra’: 90) maka mereka tidak akan menepatinya dan tidak mau beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Sebagaimana yang dikatakan Fir'aun kepada nabi Musa setelah menyaksikan mukjizat-mukjizat ini: (Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir) Dikatakan bahwa maknanya adalah seorang penyihir. Hanya Allah yang lebih mengetahui.
Sembilan mukjizat yang telah disebukan oleh para imam ini merupakan hal yang dimaksud ayat ini yang pengertiannya sama dengan firmanNya: (Dan lemparkanlah tongkatmu!” Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. ”Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya di hadapan-Ku, para rasul tidak perlu takut, (10) kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah kejahatan (bertobat); maka sungguh, Aku Maha Pengampun, Maha Penyayang (11) Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir‘aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik” (12)) (Surah An-Naml) Kedua ayat ini menyebutkan dua mukjizat nabi Musa, yaitu tongkat dan tangannya, sedangkan mukjizat-mukjizat lainnya disebutkan di dalam surah Al-A'raf secara rinci.
Oleh karena itu nabi Musa berkata kepada Fir'aun: (Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang me­nurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata) yaitu, hujjah dan dalil-dalil atas kebenaran dari apa yang aku sampaikan kepadamu (dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang akan binasa) yaitu, binasa. Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah. Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah terlaknat. Ibnu Abbas dan Adh-Dhahhak juga berkata bahwa kata (matsburan) adalah dikalahkan. dan penggunaan makna “binasa” menurut pendapat Mujahid dan Qatadah itu mencakup semua­nya,
Firman Allah: (Kemudian (Fir'aun) hendak mengusir mereka (Musa dan para pengikutnya) dari bumi (Mesir)) yaitu mengusir mereka dari sana (Maka kami tenggelamkan dia (Fir'aun) serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya (103) dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil, "Diamlah di negeri ini") Dalam hal ini terdapat berita gembira bagi nabi Muhammad SAW bahwa beliau akan mendapatkan kemenangan atas Makkah, mengingat bahwa surah ini adalah Makkiyyah yang diturunkan sebelum Hijrah; dan memang demikianlah, karena sesung­guhnya penduduk Makkah bertekad untuk mengusir Rasulullah SAW dari sana, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau harus keluar dari negeri itu, dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (di sana), melainkan sebentar saja (76) (Yang demikian itu) merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami (77)) (Surah Al-Isra’). Oleh karena itu Allah menganugerahkan Makkah kepada RasulNya SAW sehingga beliau memasukinya secara paksa menurut pendapat yang paling terkenal di antara dua pendapat. Beliau menga­lahkan penduduknya, kemudian membebaskan mereka karena kelembutan dan kemurahannya. Sebagaimana Allah menganu­gerahkan belahan bumi timur dan barat bumi kepada kaum yang tertindas dari kalangan Bani Israil, dan menganugerahkan negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan Fir'aun, beserta harta benda, buah-buahan, dan perbendaharaannya. Sebagaimana Allah berfirman: (demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) ke­pada Bani Israil (59)) (Surah Asy-Syu'ara) DI sini Allah berfirman: (Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil, "Diamlah di negeri ini. Maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur baur (de­ngan musuh kalian) (104)) yaitu kalian semua dan musuh kalian.
Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan Adh-Dhahhak berkata bahwa “lafifan” maknanya adalah semuanya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Isra ayat 101: Saakan-akan sebelum kalimat ini ada kalimat, “Wahai Rasul! Engkau bukanlah seorang saja rasul yang diberi mukjizat, dan bukan pula seorang saja rasul yang didustakan, bahkan rasul sebelummu juga.”

Di mana masing-masingnya sebenarnya cukup sebagai bukti kebenaran Rasul tersebut. Mukjizat yang sembilan itu, menurut Ibnu Abbas adalah tongkat, tangan, kemarau panjang, laut, taufan (banjir), belalang, kutu, katak, dan darah. Menurut Muhammad bin Ka’ab adalah, tangan dan tongkat, lima lagi di surah Al A’raaf, serta thams (pembinasaan harta), dan (pemukulan tongkat ke) batu (sehingga memancarkan air).” Ibnu Abbas juga berkata (demikian pula Mujahid), “Yaitu tangannya, tongkatnya, kemarau panjang, kekurangan buah-buahan, taufan (banjir besar), belalang, kutu, katak dan darah.” Adapun Al Hasan Al Bashriy menjadikan kemarau panjang dan kekurangan buah-buahan sebagai satu mukjizat, menurutnya bahwa yang kesembilan adalah tongkatnya menelan tongkat-tongkat para tukang sihir yang membayangkannya sebagai ular. Sedangkan Syaikh As Sa’diy berpendapat, bahwa mukjizat tersebut misalnya ular, tongkat, taufan, belalang, kutu, katak, darah, rijz (azab) dan terbelahnya lautan.

Jika engkau ragu-ragu terhadapnya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Isra Ayat 101

Ayat yang lalu menjelaskan bahwa kaum musyrik enggan menerima kebenaran yang disampaikan oleh nabi Muhammad meskipun telah ditunjukkan bukti-bukti yang sangat banyak. Hal ini sangat menyedihkan hati nabi yang sangat ingin agar umatnya beriman. Ayat ini memberikan hiburan kepada nabi dengan menguraikan kisah bani israil dengan kaumnya, sekaligus mengisyaratkan bahwa seandainya kaum musyrikin di mekah diberikan ayat-ayat yang mereka minta, niscaya mereka tetap tidak akan percaya sebagaimana keadaan kaum nabi musa. Dan sungguh, kami telah memberikan kepada musa, yang kami utus kepada bani israil dan kepada fir'aun dengan membawa sembilan mukjizat yang nyata, 2 sebagai bukti atas kerasulannya, akan tetapi fir'aun tetap ingkar dan tidak mau beriman kepadanya, maka tanyakanlah kepada bani israil, yang hidup pada masamu apa yang terjadi ketika musa datang kepada mereka, yakni kepada nenek moyang mereka. Ketahuilah bahwa ketika itu nabi musa menemui fir'aun menyampaikan risalah dan bukti-bukti kebenarannya, lalu fir'aun berkata kepadanya, wahai musa! sesungguhnya aku benar-benar menduga engkau terkena sihir. Demikian dituduhkan fir'aun kepada nabi musa. Mendengar tuduhan fir'aun itu, lalu dia, yakni nabi musa menjawab, sungguh, engkau wahai fir'aun telah mengetahui bahwa yang menurunkan mukjizat-Mukjizat itu ialah Allah, karena tidak ada yang kuasa menurunkan itu kecuali Allah tuhan pemelihara langit dan bumi. Dia menurunkannya sebagai bukti-bukti yang nyata yang dapat mengantar orang percaya kepada Allah. Akan tetapi engkau, wahai fir'aun, menolak bukti-bukti itu dan sungguh aku benar-benar menduga engkau akan binasa, wahai fir'aun, jika engkau tidak percaya kepada Allah dan tidak mau menerima tuntunan yang kusampaikan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beraneka penjelasan dari para ahli tafsir berkaitan makna dan arti surat Al-Isra ayat 101 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat bagi kita bersama. Bantulah syi'ar kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Banyak Dilihat

Tersedia banyak konten yang banyak dilihat, seperti surat/ayat: Al-Falaq, Al-Hujurat 13, Al-Fatihah, Al-Isra 32, An-Naba, Seribu Dinar. Ada juga Al-A’la, Yusuf 28, Al-Kafirun, Al-Qadr, Adh-Dhuha, Do’a Setelah Adzan.

  1. Al-Falaq
  2. Al-Hujurat 13
  3. Al-Fatihah
  4. Al-Isra 32
  5. An-Naba
  6. Seribu Dinar
  7. Al-A’la
  8. Yusuf 28
  9. Al-Kafirun
  10. Al-Qadr
  11. Adh-Dhuha
  12. Do’a Setelah Adzan

Pencarian: bacaan surat alif lam mim, pengertian idgham, al baqarah ayat 187 latin, al anbiya 83-84, surat at taubah ayat 103 latin

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.