Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Ar-Ra’d Ayat 21

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ

Arab-Latin: Wallażīna yaṣilụna mā amarallāhu bihī ay yụṣala wa yakhsyauna rabbahum wa yakhāfụna sū`al-ḥisāb

Terjemah Arti: Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Mereka adalah orang-orang yang menyambung apa yang diperintahkan Allah untuk dihubungkan, seperti menjalin hubungan silaturahmi dengan kaum kerabat dan (membantu) orang-orang yang membutuhkan, dan selalu merasa diawasi oleh tuhan mereka dan mengkhawatirkan Allah memperhitungkan setiap dosa-dosa mereka dan tidak mengampuni dosa-dosa mereka sedikitpun.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

21. Mereka adalah orang-orang yang menyambung segala apa yang Allah perintahkan agar disambung, yaitu hubungan rahim kekerabatan, mereka takut kepada Rabb mereka sehingga mendorong mereka melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, mereka takut Allah akan menghisab dosa yang telah mereka perbuat. Barangsiapa yang hisabnya dipersulit, maka dia celaka.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

21. وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ اللهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ (dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan)
Seperti silaturrahim.

وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ(dan mereka takut kepada Tuhannya)
Ketakutan yang membawa mereka pada ketaatan dalam menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan.

وَيَخَافُونَ سُوٓءَ الْحِسَابِ (dan takut kepada hisab yang buruk)
Yakni hisab yang terperinci dan memojokkan; barangsiapa yang dihisab dengan hisab yang seperti ini niscaya akhirnya ia akan diazab. Sehingga mereka akan menghisab diri mereka sendiri di dunia sebelum mereka dihisab di akhirat.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

21 Orang-orang yang menjalankan perintah Allah untuk menyambung tali persaudaraan yaitu silaturrahim dan lainnya. Mereka takut kepada janji terhadap Tuhannya sehingga mereka tidak durhaka. Mereka takut kepada hisab yang buruk, sehingga mereka mengkoreksi diri mereka sendiri sebelum mereka dihisab

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Makna kata : (يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ) yashiluuna maa amarallahu bihi ay yushal : menyambung hal yang diperintahkan untuk disambung berupa iman, tauhid, dan kekerabatan.

Makna ayat :
• Menyambung hal yang Allah perintahkan untuk disambung berupa: iman, islam, ihsan, dan kekerabatan. (وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ).
• Takut kepada Allah yang membuahkan ketaatan (وَيَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ).
• Rasa takut akan pertanggung jawaban yang buruk pada hari kiamat nanti, untuk mengintrospeksi diri atas perbuatannya baik yang kecil atau yang besar (وَيَخَافُونَ سُوٓءَ ٱلۡحِسَابِ ).

Aisarut Tafasir / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, pengajar tafsir di Masjid Nabawi

Yaitu hubungan kekerabatan (silaturahim) dan tali persaudaraan (ukhuwwah). Menurut Syaikh As Sa’diy, ayat ini umum mencakup semua yang diperintahkan Allah untuk dihubungkan, seperti beriman kepada-Nya, beriman kepada Rasul-Nya, beribadah hanya kepada-Nya saja dan menaati Rasul-Nya. Mereka juga menyambung hubungan mereka dengan bapak dan ibu mereka, seperti dengan berbakti dan tidak mendurhakai. Mereka juga menyambung hubungan kekerabatan dengan bersilaturrahim, dan menyambung hubungan dengan lainnya yang diperintahkan untuk disambung, seperti dengan istri, kawan dan budak mereka, yaitu dengan memenuhi hak mereka secara sempurna, baik hak yang terkait dengan agama maupun dunia. Sebab yang menjadikan mereka menyambung apa yang diperintahkan untuk disambung adalah karena mereka takut kepada Allah dan takut terhadap hisab-Nya, sehingga mereka tidak berani bermaksiat atau meremehkan apa yang diperintahkan Allah karena takut kepada siksa-Nya dan berharap kepada pahala-Nya.

Yakni ancaman-Nya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


An orang-orang yang senantiasa menghubungkan apa yang diperintahkan oleh Allah agar dihubungkan, seperti kekerabatan, dan mereka takut kepada tuhannya dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan takut kepada hisab yang buruk dan berat pada hari kemudian, -.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Ar-Ra’d Ayat 22 Arab-Latin, Surat Ar-Ra’d Ayat 23 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Ar-Ra’d Ayat 24, Terjemahan Tafsir Surat Ar-Ra’d Ayat 25, Isi Kandungan Surat Ar-Ra’d Ayat 26, Makna Surat Ar-Ra’d Ayat 27

Category: Surat Ar-Ra'd

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!