Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Ayat Tentang Tolong Menolong

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Arab-Latin: yā ayyuhallażīna āmanụ lā tuḥillụ sya'ā`irallāhi wa lasy-syahral-ḥarāma wa lal-hadya wa lal-qalā`ida wa lā āmmīnal-baital-ḥarāma yabtagụna faḍlam mir rabbihim wa riḍwānā, wa iżā ḥalaltum faṣṭādụ, wa lā yajrimannakum syana`ānu qaumin an ṣaddụkum 'anil-masjidil-ḥarāmi an ta'tadụ, wa ta'āwanụ 'alal-birri wat-taqwā wa lā ta'āwanụ 'alal-iṡmi wal-'udwāni wattaqullāh, innallāha syadīdul-'iqāb

Terjemah Arti: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya serta menjalankan syariatNya, janganlah kalian melewati batasan-batasan Allah dan rambu-rambuNya, dan janganlah kalian menghalalkan peperangan di bulan-bulan haram, yaitu, Bulan dzulqadah, dzulhijjah, muharram, dan rajab. Dan ketetapan ini berlaku pada permulaan perkembangan islam. Dan janganlah kalian menghalalkan kehormatan binatang hadyu dan jangan pula binatang-binatang yang leher-lehernya telah dikalungi sesuatu. Hal itu karena mereka meletakkan kalung-kalung berbentuk kuciran-kuciran dari bulu domba atau unta pada batang lehernya sebagai pertanda bahwa binatang-binatang ternak tersebut diperuntukkan sebagai hadyu dan pembawanya adalah orang yang hendak mengerjakan ibadah haji. Dan janganlah kalian menghalalkan tindakan memerangi orang-orang yang bermaksud mendatangi Masjidil Haram yang mengharapkan dari Allah karunia yang dapat memperbaiki kualiatas kehidupan dunia mereka dan mendatangkan keridhaan tuhan mereka. Apabila kalian telah selesai dari ihram kalian, maka halal bagi kalian binatang buruan. Dan janganlah menyeret kalian rasa kebencian kalian terhadap satu kaum gara-gara mereka menghalang-halangi kalian untuk memasuki masjidil haram, sebagimana yang terjadi pada tahun perjanjian Hudaibiyah, membuat kalian mengabaikan perbuatan adil terhadap mereka. Dan tolong-menolonglah di antara kalian wahai kaum Mukminin,dalam mengerjakan kebaiakan dan ketakwaan kepada Allah. Dan janganlah kalian saling menolong dalam perbuatan yang memuat dosa,maksiat, dan pelanggaran terhadap batasan-batasan Allah, dan wasapadalah kalian dari melanggar perintah Allah, karena sesungguhnya Dia amat dahsyat siksaanNYa. (Tafsir al-Muyassar)

2. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian menghalalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah, yang kalian diperintahkan-Nya untuk menghormatinya, dan jauhilah larangan-larangan ihram, seperti memakai pakaian yang berjahit, serta hindarilah larangan-larangan tanah haram, seperti berburu binatang. Janganlah kalian melakukan peperangan di bulan-bulan haram (Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab). Janganlah kalian menghalalkan (mengganggu) binatang-binatang hadyu (sembelihan) yang disembelih di tanah suci dengan cara merampasnya atau semacamnya, atau menghalang-halanginya agar tidak sampai ke tempat penyembelihannya. Janganlah kalian menghalalkan binatang-binatang hadyu yang diberi kalung sebagai tanda bahwa binatang itu adalah binatang hadyu. Dan janganlah kalian menghalalkan (mengganggu) orang-orang yang sedang pergi ke Baitullah yang suci untuk mencari keuntungan dari perdagangan dan mengharap rida Allah. Apabila kalian telah selesai bertahalul dari ihram haji atau umrah, dan telah keluar dari tanah haram, maka berburulah jika kalian mau. Dan jangan sekali-kali kebencian kalian kepada suatu kaum, karena mereka telah menghalang-halangi kalian dari Masjidilharam, mendorong kalian untuk berbuat sewenang-wenang dan tidak berlaku adil kepada mereka. Dan tolong-menolonglah kalian wahai orang-orang mukmin dalam mengerjakan apa yang diperintahkan kepada kalian dan meninggalkan apa yang terlarang bagi kalian. Dan takutlah kalian kepada Allah dengan senantiasa patuh kepada-Nya dan tidak durhaka kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakeras hukuman-Nya kepada orang yang durhaka kepada-Nya, maka waspadalah terhadap hukuman-Nya. (Tafsir al-Mukhtashar)

2 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian melanggar ketentuan ibadah haji kalian seperti shafa dan marwa atau lainnya dengan melakukan pelanggaran. Yaitu segala yang telah diatur oleh syariat atau segala yang menjadi ketentuan atau tanda suatu ibadah haji atau umroh, baik dari ihram, thawaf atau sa’i. Dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, yaitu empat bulan, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharrom dan Rajab. Jangan mengganggu binatang-binatang yang menuntun menuju Baitullah, yaitu unta, sapi atau domba betina yang kalian jadikan atau kalian ganggu untuk sampai kepada Baitullah. Juga jangan kalian ganggu binatang-binatang ternak yang berkalung dengan anting-anting ketika memberikannya kepada orang-orang fakir dengan merampasnya, kemudian kalian kalungi dengan anting-anting untuk menandai sehingga tidak dikenali lagi. Jangan pula mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari laba berdagang dan juga kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dengan melaksanakan ibadah. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji kalian, maka kalian dibolehkan berburu selain binatang haram. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil haram pada tahun Hudaibiyah, mendorongmu berbuat aniaya kepada mereka. Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa dan meninggalkan kemungkaran. Dan jangan tolong-menolong kalian dalam berbuat dosa dan pelanggaran kepada Allah dan menzalimi manusia. Takutlah kamu kepada azab Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya kepada orang-orang yang bermaksiat dan tidak bertaubat. Ayat ini turun ketika sebagian sahabat Nabi mencoba menghalangi beberapa orang musyrikin dari Umroh ketika tahun Hudaibiyah, kemudian orang-orang musyrik berkata: kami menghalangi mereka sebagaimana kelompok mereka telah menghalangi kami (Tafsir al-Wajiz)

2. لَا تُحِلُّوا۟ شَعٰٓئِرَ اللهِ (janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah) Yang dimaksud disini adalah seluruh tempat manasik haji seperti Shafa, Marwah, dan lainnya. Maka janganlah kalian melanggarnya dengan menguranginya atau berusaha untuk menghalangi orang yang ingin mengagungkannya dan beribadah didalamnya. Dan menurut pendapat lain yang dimaksud dengan syi’ar-syi’ar disini adalah kewajiban-kewajiban Allah dan larangan-larangan-Nya. وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ (dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram) Yakni bulan haram yang empat: Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, al-Muharram, dan Rajab. Maka janganlah kalian menghalalkannya dengan berperang diwaktu itu. وَلَا الْهَدْىَ (jangan (mengganggu) binatang-binatang hadyu) Yakni binatang yang dihadiahkan (dikurbankan) untuk Allah berupa unta, sapi, atau kambing. Allah melarang mereka untuk menghalalkan hewan hadyu dengan merampasnya dari pemiliknya atau menghalanginya dari Baitul Haram. وَلَا الْقَلٰٓئِدَ (dan binatang-binatang qalaa-id) Yakni hewan-hewan hadyu yang diberi kalung ketika dikurbankan menuju Baitul Haram. Dan bentuk pelanggarannya adalah dengan mencurinya. Allah menyebutkannya setelah hewan hadyu sebagai bentuk penekanan dalam perintah menjaga hadyu. وَلَآ ءَآمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ (dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah) Yakni janganlah kalian mengganggu orang-orang yang hendak menuju Baitulharam. Makna potongan ayat ini adalah janganlah kalian menghalalkan darah dan harta mereka, dan janganlah kalian halangi orang yang menuju Baitul Haram untuk berhaji, umrah, orang beriman yang ingin memetap atau berdagang didalamnya. Pendapat lain mengatakan: sebab diturunkannya ayat ini adalah bahwa orang-orang musyrik dahulu melakukan haji, umrah, dan berkurban dengan hadyu; lalu orang-orang beriman ingin menyerang mereka, maka turunlah ayat: يا أيها الذين آمنوا لا تحلوا شعائر الله “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah…(sampai akhir ayat) Kemudian ayat ini dinasakh hukumnya dengan firman-Nya: فلا تقربوا المسجد الحرام بعد عامهم هذا “maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini” Dan pendapat lain mengatakan: ayat ini tidak dinasakhkan dan tetap berlaku bagi kaum muslimin yang menjalankan haji dan umrah. يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوٰنًا ۚ( sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya) Yakni yang mencari karunia dan keuntungan dalam perdagangan dan keridhaan Allah dalam ibadah haji mereka. وَإِذَا حَلَلْتُمْ(dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji) Yakni selesai berihram. فَاصْطَادُوا۟ ۚ( maka bolehlah berburu) Yakni ditempat selain tanah haram. وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ(Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum) Yakni perbuatan mereka menghalangi kalian dari masjidilharam yang membuat kalian benci terhadap mereka membawa kalian untuk berbuat tidak adil terhadap mereka. وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ (Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa) Yakni hendaklah kalian saling tolong menolong dalam hal tersebut. وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى الْإِثْمِ (dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa) Yakni bermaksiat kepada Allah. وَالْعُدْوٰنِ ۚ (dan pelanggaran) Yakni perbuatan yang mengandung kezaliman kepada orang lain (Zubdatut Tafsir)

تَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ

tarā kaṡīram min-hum yatawallaunallażīna kafarụ, labi`sa mā qaddamat lahum anfusuhum an sakhiṭallāhu 'alaihim wa fil-'ażābi hum khālidụn

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.

Kamu bisa lihat (wahai rasul), banyak dari orang-orang yahudi yang menjadikan kaum musyrikin sebagai orang-orang yang mereka berikan loyalitas (sebagai teman dan penolong mereka). Amat buruk apa yang mereka lakukan berupa mempersembahkan loyalitas yang menjadi penyebab kemurkaan Allah pada mereka dan kekekalan mereka di dalam siksaan Allah pada hari kiamat. (Tafsir al-Muyassar)

80. Kamu -wahai Rasul- sering sekali menyaksikan kaum kufur dari kalangan Yahudi menyukai serta condong terhadap orang-orang kafir dan melancarkan serangan terhadap dirimu dan orang-orang yang menganut agama tauhid. Sungguh buruk tindakan mereka yang bersekongkol dengan orang-orang kafir itu. Karena tindakan itu adalah penyebab datangnya murka Allah kepada mereka dan penyebab masuknya mereka ke dalam Neraka untuk selama-lamanya. (Tafsir al-Mukhtashar)

80. Kamu akan melihat kebanyakan orang Yahudi yang berteman dan bersahabat dengan orang-orang musyrik. Mereka saling bersekutu untuk memerangi nabi SAW dan orang-orang muslim. Sungguh amat buruk azab yang akan menimpa mereka di akhirat. Allah murka kepada mereka. Dan mereka akan abadi dalam neraka Jahannam selama-lamanya. (Tafsir al-Wajiz)

80. تَرَىٰ كَثِيرًا مِّنْهُمْ (Kamu melihat kebanyakan dari mereka) Yakni dari orang-orang Yahudi. يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ( tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir) Yakni orang-orang musyrik yang berada dalam agama yang tidak benar. لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ(Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka) Yakni yang mereka persiapkan bagi diri mereka untuk mereka bawa di hari kiamat. أَن سَخِطَ اللهُ عَلَيْهِمْ(yaitu kemurkaan Allah kepada mereka) Yakni mereka menyiapkan bagi diri mereka di akhirat kemurkaan Allah, maka ketika mereka telah datang di hari kiamat mereka ditempatkan dalam kemurkaan Tuhan yang telah mereka persiapkan sendiri. (Zubdatut Tafsir)

مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ

mā lakum lā tanāṣarụn

"Kenapa kamu tidak tolong menolong?"

Dikatakan kepada mereka sebagai pengingkaran, ”mengapa sebagian dari kalian tidak menolong sebagian yang lain? (Tafsir al-Muyassar)

25.        Dikatakan kepada mereka sebagai celaan terhadap mereka, “Mengapa sebagian dari kalian tidak menolong sebagian yang lain sebagaimana di dunia kalian saling menolong ,dan kalian juga menyatakan bahwa berhala-berhala kalian akan menolong kalian?” (Tafsir al-Mukhtashar)

25. Kenapa kalian tidak saling menolong satu sama lain yang dapat membebaskan dari siksa sebagaimana kalian di dunia? (Tafsir al-Wajiz)

25. مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ (Kenapa kamu tidak tolong menolong?) Yakni akan dikatakan kepada mereka: “mengapa kalian tidak saling menolong seperti dulu kalian di dunia? (Zubdatut Tafsir)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ ۖ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ

yā ayyuhallażīna āmanụ kụnū anṣārallāhi kamā qāla 'īsabnu maryama lil-ḥawāriyyīna man anṣārī ilallāh, qālal-ḥawāriyyụna naḥnu anṣārullāhi fa āmanat ṭā`ifatum mim banī isrā`īla wa kafarat ṭā`ifah, fa ayyadnallażīna āmanụ 'alā 'aduwwihim fa aṣbaḥụ ẓāhirīn

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

14. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, jadilah kalian orang-orang yang menolong agama Allah sebagaimana rekan-rekan Isa dan para sahabat dekatnya menjadi orang-orang yang menolong agama Allah ketika Isa berkata kepada mereka, “Siapa di antara kalian yang bersedia menolong dan membantuku dalam urusan yang mendekatkan kepada Allah?” mereka menjawab, “kami adalah orang-orang yang menolong agama Allah.” Maka sekelompok Bani Israil mendapatkan petunjuk dan sekelompok lainnya tersesat. Lalu Kami menguatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Kami menangkan mereka atas orang-orang yang memusuhi mereka dari kelompok-kelompok kaum Nasrani, sehingga mereka berkuasa atas mereka, dan hal itu dengan mengutus Muhammad. (Tafsir al-Muyassar)

14. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan menjalankan apa yang disyariatkan untuk mereka, jadilah penolong-penolong Allah dengan pertolongan kalian kepada agama-Nya yang dibawa oleh Rasul-Nya, seperti pertolongan kaum Hawariyun tatkala Isa berkata kepada mereka, “Siapakah yang mau menjadi penolong-penolongku kepada Allah?” Maka mereka menjawab dengan segera, “Kami adalah penolong Allah.” Lalu sebagian dari Bani Israil beriman kepada Isa -'alaihissalām- dan sebagian yang lain kafir terhadapnya, maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman kepada Isa -'alaihissalām- atas orang-orang yang kafir kepadanya, sehingga mereka menang atas orang-orang yang kafir. (Tafsir al-Mukhtashar)

14. Wahai kaum mukmin, jadilah kalian sebagai penolong-penolong agama Allah dengan selalu mengikuti perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Sebagaimana yang dikatakan Isa bin Maryam kepada pengikut-pengikut setianya: “Siapa di antara kalian yang menjadi tentara-tentaraku untuk menolong agama Allah dan mendakwahkannya?, Lalu mereka berkata: “Kami adalah orang-orang yang menolong agama Allah bersamamu”. Kemudian satu kelompok Bani Israil beriman melalui dakwah Isa AS, sedangkan kelompk lainnya menyimpang dari risalahnya. Lalu kami menguatkan orang-orang yang beriman dalam hujjahnya atau dalam peperangannya melawan musuh-musuh yang bathil. Setelah Isa diangkat, mereka unggul dengan hujjah dan penjelasan itu. Abdur Razaq dan Abd bin Hamid mengutip dari Qatadah tentang firmanNya {Kuunuu Anshaarallah}, dia berkata: “Ayat tersebut adalah untuk memuji Allah. Suatu saat datang kepadanya (Nabi SAW) 7 orang. Mereka berjanji untuk mematuhinya, melindunginya dan menolongnya sehingga Allah menampakkan agamaNya (kepada mereka)” (Tafsir al-Wajiz)

14. يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوٓا۟ أَنصَارَ اللهِ (Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah) Yakni tetaplah kalian menjadi penolong agama Allah. كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّۦنَ مَنْ أَنصَارِىٓ إِلَى اللهِ ۖ (sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?”) Yakni tolonglah agama Allah seperti pertolongan yang diberikan oleh Hawariyun kepada Isa, ketika ia berkata kepada mereka: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Maka mereka mengatakan: نَحْنُ أَنصَارُ اللهِ ۖ(“Kamilah penolong-penolong agama Allah”) Yakni siapa yang siap menolong dan membantuku dalam hal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Hawariyun adalah para penolong Isa al-Masih dan para sahabatnya yang paling setia serta orang-orang yang pertama-tama beriman kepadanya. Mereka berjumlah 12 orang. فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٌ مِّنۢ بَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ(lalu segolongan dari Bani Israil beriman) Yakni beriman kepada Isa. وَكَفَرَت طَّآئِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ(dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka) Yakni Kami kuatkan orang-orang yang benar untuk menolong orang-orang yang batil dari Bani Israil. فَأَصْبَحُوا۟ ظٰهِرِينَ(lalu mereka menjadi orang-orang yang menang) Yakni menang dan berkuasa. Abdurrazzaq dan Abdun bin Hamid meriwayatkan dari Qatadah, tentang firman Allah: يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوٓا۟ أَنصَارَ اللهِ ia berkata: “Hal itu telah terwujud, Alhamdulillah. 70 orang mendatangi Rasulullah kemudian membaiat beliau di ‘Aqabah, mereka melindungi dan menolong beliau hingga Allah memenangkan agama-Nya.” Dan Ibnu Ishaq dan Ibnu Sa’d meriwayatkan, Rasulullah bersabda kepada orang-orang yang menemuinya di Aqabah: “Pilihlah bagiku dua belas orang dari kalian untuk menjadi pelindung dari kaumnya, sebagaimana Hawariyun menjadi pelindung bagi Isa bin Maryam.” Kemudian Rasulullah bersabda kepada orang-orang yang dipilih: “Kalian adalah pelindung dari kaum kalian seperti perlindungan yang diberikan Hawariyun bagi Isa bin Maryam; dan aku adalah pelindung dari kaumku.” Maka mereka menjawab: “Iya, (kami siap melakukannya).” (Zubdatut Tafsir)

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

iy yanṣurkumullāhu fa lā gāliba lakum, wa iy yakhżulkum fa man żallażī yanṣurukum mim ba'dih, wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.

Jika Allah menolong kalian dengan kemenangan dan pertolonganNYA,maka tidak ada seorangpun yang dapat mengalahkan kalian.Dan jka DIA mengabaikan kalian,maka siapakah gerangan yang mampu untuk menolong kalian setelah DIA membiarkan kalian? Dan hanya kepada Allah saja,hendaknya orang-orang mukmin bertawakal. (Tafsir al-Muyassar)

160. Apabila Allah mendukung kalian dengan memberikan bantuan dan pertolongan-Nya, maka tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kalian, sekalipun seluruh penduduk bumi bergabung untuk melawan kalian. Dan apabila Dia tidak menolong kalian dan menyerahkan urusan kalian kepada diri kalian sendiri, maka tidak ada seorang pun yang dapat menolong kalian selain Allah. Karena kemenangan ada di tangan Allah semata, maka hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bersandar, bukan kepada yang lain. (Tafsir al-Mukhtashar)

160 Jika Allah menolong kamu dengan pertolongan-Nya seperti pada perang Badar, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu. Bertawakkallah kalian dan teguhlah. Jika Allah membiarkan kamu dengan tidak memberi pertolongan sebagaimana dalam perang Uhud, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal dan menyandarkan segala urusannya. Allah adalah sumber pertolongan setelah melakukan sebab dan persiapan serta usaha yang lazim. (Tafsir al-Wajiz)

160. إِن يَنصُرْكُمُ اللهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ (Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu) Maka berlindung dan tawakkal-lah kepada-Nya dan percayakan urusan kalian kepada-Nya. وَإِن يَخْذُلْكُمْ(jika Allah membiarkan kamu) Yakni dengan membiarkan tidak menolong kalian atas musuh-musuh kalian. (Zubdatut Tafsir)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

yā ayyuhallażīna āmanū in tanṣurullāha yanṣurkum wa yuṡabbit aqdāmakum

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila kalian menolong agama Allah melalui jihad di jalanNya, menjadikan kitabNya sebagai hakim, melaksnakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, niscaya Allah memenangkan kalian atas musuh-musuh kalian dan meneguhkan kaki-kaki kalian saat perang. (Tafsir al-Muyassar)

7.     Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan apa yang telah Allah syariatkan bagi mereka, jika kalian menolong Allah dengan cara menolong Nabi-Nya dan agama-Nya serta dengan memerangi orang-orang kafir, niscaya Allah akan menolong kalian dengan memberikan kemenangan kepada kalian atas mereka dan meneguhkan kaki-kaki kalian dalam peperangan saat menghadapi mereka. (Tafsir al-Mukhtashar)

7. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, jika kalian menolong agama Allah dan rasul-Nya dengan mendukung dan mengikuti syariatnya, maka Allah akan menolong kalian dari musuh kalian. Allah akan menetapkan langkah dan jalan kalian selama peperarngan dengan musuh kalian (Tafsir al-Wajiz)

7. يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ اللهَ (Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah) Yakni jika kalian menolong agama Allah. يَنصُرْكُمْ (niscaya Dia akan menolongmu) Menolong kalian dalam menghadapi orang-orang kafir dan memenangkan kalian. وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (dan meneguhkan kedudukanmu) Ketika kalian sedang berada di medan peperangan. Pendapat lain mengatakan yakni ketika kalian melalui sirath. (Zubdatut Tafsir)

أَمْ لَهُمْ آلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِنْ دُونِنَا ۚ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنْفُسِهِمْ وَلَا هُمْ مِنَّا يُصْحَبُونَ

am lahum ālihatun tamna'uhum min dụninā, lā yastaṭī'ụna naṣra anfusihim wa lā hum minnā yuṣ-ḥabụn

Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami. Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?

Apakah mereka punya tuhan-tuhan sesembahan yang mampu menghalangi mereka dari azab Kami? Sesungguhnya tuhan-tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri, maka bagaimana mungkin mereka itu menolong orang-orang yang menyembah mereka? Padahal, mereka juga tidak terlindungi dari azab Kami? (Tafsir al-Muyassar)

43. Atau apakah mereka memiliki tuhan-tuhan yang bisa menolong mereka dari azab Kami? Tuhan-tuhan mereka itu tidak kuasa menolong diri mereka sendiri dengan menjauhkannya dari mudarat atau mendatangkan untuknya maslahat, lalu bagaimana bisa orang yang tidak kuasa menolong dirinya sendiri mampu untuk menolong orang lain?! Dan mereka sekali-kali tidak akan dilindungi dari azab Kami. (Tafsir al-Mukhtashar)

43. Ataukan mereka memiliki tuhan-tuhan selain Kami yang melindungi mereka dari azab Kami? Sesungguhnya tuhan-tuhan itu tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, lalu bagaimana bisa mereka menolong selainnya? Mereka juga tidak mampu menyelamatkan diri dari azab Kami, sehingga tidak ada satupun yang mampu melindungi mereka dari azab Kami. (Tafsir al-Wajiz)

43. أَمْ لَهُمْ ءَالِهَةٌ تَمْنَعُهُم مِّن دُونِنَا ۚ (Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami) Yakni apakah mereka memiliki tuhan-tuhan yang dapat menghalangi azab Kami bagi mereka? لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنفُسِهِمْ(Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri) Mereka tidak mampu menolong diri mereka sendiri, lalu bagaimana mereka dapat menolong orang lain. وَلَا هُم مِّنَّا يُصْحَبُونَ(dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?) Dan mereka tidak dibebaskan dari azab Kami. (Zubdatut Tafsir)

وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

wattaqụ yaumal lā tajzī nafsun 'an nafsin syai`aw wa lā yuqbalu min-hā syafā'atuw wa lā yu`khażu min-hā 'adluw wa lā hum yunṣarụn

Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.

Takutlah terhadap hari kiamat suatu hari yang tak seorangpun dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan Allah tidak menerima syafaat bagi orang-orang kafir, serta tidak menerima tebusan dari mereka meskipun berupa semua kekayaan yang ada di muka bumi. Pada hari itu tidak ada seorangpun yang memiliki kemampuan untuk  maju untuk menolong dan menyelamatkan mereka dari siksaan. (Tafsir al-Muyassar)

48. Buatlah pelindung di antara kalian dan azab di hari kiamat dengan melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Pada hari itu seseorang tidak dapat membela orang lain sedikitpun; tidak ada satupun syafaat (pertolongan) yang diterima untuk menghindari mudarat maupun mendatangkan manfaat kecuali dengan izin Allah; tidak akan diterima tebusan dari siapapun, walaupun berupa emas sebesar bumi; dan tidak ada seorangpun dan dapat menolong mereka. Maka apabila syafaat, tebusan dan pertolongan tidak ada gunanya, ke manakah tempat pelarian? (Tafsir al-Mukhtashar)

Dan waspadalah terhadap siksa hari kiamat, dimana seseorang tidak dapat berbuat apapun untuk yang lainnya, syafaat dari para pemberi syafaat untuk orang-orang yang mati dalam keadaan kafir tidak diterima di sisi Allah, suatu tebusan sebagai ganti dari siksa tidak diterima ketika hari itu dan tidak ada satupun orang yang dapat menolong dan menahan mereka dari siksa Allah SWT (Tafsir al-Wajiz)

48. وَاتَّقُوا يَوْمًا (Dan jagalah dirimu dari hari kiamat) Yakni dari azab pada hari tersebut. لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا((yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun) Yakni tidak dapat memenuhi kewajiban orang lain. وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ (dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at) Yakni jika ada yang datang untuk memberi syafa’at maka syafa’at itu tidak akan diterima. وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ (dan tidak diterima tebusan dari padanya) Yakni tebusan dalam bentuk apapun, baik itu harta, kerabat, ataupun anak. وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ (dan tidaklah mereka akan ditolong) Yakni tidak ada satupun yang akan menolong dan menyelamatkannya dari azab Allah. (Zubdatut Tafsir)

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

wa laqad naṣarakumullāhu bibadriw wa antum ażillah, fattaqullāha la'allakum tasykurụn

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

Dan sungguh Allah telah menolong kalian (wahai kaum mukminin), pada perang badar mengalahkan musuh-musuh kalian, kaum musyrikin, walaupun jumlah dan perlengkapan kalian sedikit, maka takutlah kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, mudah-mudahan kalian bersyukur kepadaNya atas nikmat-nikmatNya. (Tafsir al-Muyassar)

123. Dan sungguh Allah telah menolong kalian untuk mengalahkan orang-orang musyrik dalam perang Badar, meskipun jumlah personil dan peralatan perang kalian sedikit. Maka takutlah kalian kepada Allah agar kalian mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. (Tafsir al-Mukhtashar)

123 Sungguh Allah telah menolong kalian wahai orang-orang mukmin dalam peperangan Badar: tempat di antara Madinah dan Jeddah. Padahal kamu ketika itu termasuk orang-orang yang lemah karena jumlah pasukan dan senjata kalian sedikit jika dibandingkan musuh kalian. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan teguh bersama rasul-Nya, supaya kamu mensyukuri nikmat pertolongan-Nya. Ini adalah pengingat atas peperangan Badar, agar diketahui bahwa pertolongan Allah adalah untuk orang-orang yang senantiasa sabar. (Tafsir al-Wajiz)

123. وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللهُ بِبَدْرٍ (Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar) Ini adalah pembahasan baru yang digunakan untuk memberikan kesabaran bagi mereka dengan meningatkan apa yang menjadi hasil dari kesabaran dalam menunggu datangnya pertolongan. وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ (padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah) Yakni orang-orang yang lemah karena jumlah mereka yang sedikit dan bukan karena kepengecutan mereka. (Zubdatut Tafsir)

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

wa mā lakum lā tuqātilụna fī sabīlillāhi wal-mustaḍ'afīna minar-rijāli wan-nisā`i wal-wildānillażīna yaqụlụna rabbanā akhrijnā min hāżihil-qaryatiẓ-ẓālimi ahluhā, waj'al lanā mil ladungka waliyyā, waj'al lanā mil ladungka naṣīrā

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!".

Dan apakah yang menghalangi kalian (wahai kaum mukminin), untuk berjihad dalam rangka membela agama Allah dan membela hamba-hambaNYA yang lemah dari kalangan lelaki,kaum perempuan dan anak-anak kecil yang mengalami tindakan aniaya, dan tidak ada alasan bagi mereka serta tidak ada sarana bagi mereka kecuali dengan memohon pertolongan kepada tuhan mereka,mereka berdoa kepadaNYA dengan mengucapkan,”wahai tuhan kami,keluarkanlah kami dari negeri ini(maksudnya Makkah) yang penduduknya berbuat kezhaliman terhadap diri mereka dengan berbuat kekafiran dan terhadap kaum mukminin dengan melancarkan gangguan. Dan jadikanlah bagi kami dari sisiMu pelindung yang menangani urusan-urusan kami,dan penolong yang menolong kami menghadapi orang-orang yang zhalim. (Tafsir al-Muyassar)

75. Apa yang menjadi penghalang kalian -wahai orang-orang mukmin- pergi berjihad di jalan Allah untuk menjunjung tinggi kalimat Allah dan menyelamatkan orang-orang yang tidak berdaya, baik laki-laki, wanita, maupun anak-anak yang memohon kepada Allah, “Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari Makkah, karena warganya telah berbuat zalim yaitu menyekutukan Allah dan menindas hamba-hamba-Nya. Dan berilah kami seorang pemimpin dari sisi-Mu yang akan mengurus dan menjaga kami, serta seorang pelindung yang akan melindungi kami dari mara bahaya”. (Tafsir al-Mukhtashar)

75. Lalu kenapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan orang-orang yang lemah, supaya kalian bisa membebaskan mereka dari tawanan orang-orang kafir. Di jaman nabi, orang-orang yang lemah adalah orang-orang mukmin yang ada di Mekah. Mereka dilarang orang-orang musyrik untuk hijrah menuju Madinah. Mereka disakiti diri dan hartanya. Nabi SAW berdoa untuk mereka: “Ya Allah, selamatkanlah Walid bin Walid, Salamah bin Hisyam, Ayyasy bi Rabi’ah dan orang-orang mukmin yang lemah.” Mereka juga berdoa: “Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari wilayah ini (yaitu Mekah) yang mana penududuknya telah zalim. Sesungguhnya mereka menzalimi kami dan mencelakai kami. Dan utuslah seorang wali dari sisiMu yang dapat diserahi urusan-urusan kami dan menjadi penolong yang menolong kami dari orang-orang zalim itu” (Tafsir al-Wajiz)

75. وَالْمُسْتَضْعَفِينَ (orang-orang yang lemah) Yakni mengapa kalian tidak berperang di jalan menolong agama Allah dan jalan menolong orang-orang yang lemah agar kalian dapat membebaskan mereka dari tawanan dan menenangkan mereka dari hal yang berat . Yang dimaksud dengan orang-orang yang lemah disini adalah orang-orang beriman yang berada di Makkah yang berada dalam tekanan orang-orang kafir, dan mereka tidak sanggup untuk pindah ke negeri yang dapat memuliakan mereka. Mereka adalah orang-orang yang didoakan Rasulullah: “Ya Allah, selamatkanlah Walid bin Walid, Salamah bin Hisyam, ‘Ayyasy bin Rabi’ah, dan orang-orang lemah dari kalangan orang-orang beriman. مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَآءِ وَالْوِلْدٰنِ(baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak) Ini merupakan penjelasan dari kalimat “orang-orang yang lemah”. الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا (negeri ini yang zalim penduduknya) Yakni negeri Makkah, dan Allah tidak menisbatkan kezaliman kepada negeri Makkah sebagai bentuk pemuliaan bagi negeri ini. (Zubdatut Tafsir)

Related: Ayat Tentang Ibu Hamil Arab-Latin, Ayat Tentang Takbiran Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Ayat Tentang Aqidah, Terjemahan Tafsir Ayat Tentang Hijab, Isi Kandungan Ayat Tentang Persaudaraan, Makna Ayat-ayat Pilihan

Category: Tafsir Topik

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!