Ayat Tentang Haji

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

Arab-Latin: żālika wa may yu'aẓẓim sya'ā`irallāhi fa innahā min taqwal-qulụb

Terjemah Arti: Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.

Tafsir Ayat Tentang Haji

Demikian itulah yang diperintahkan Allah, yaitu mentauhidkanNya dan mengikhlaskan ibadah bagiNya. Dan barangsiapa melaksanakan perintah Allah dan mengagungkan setiap simbol-simbol agama termasuk di dalamnya rangkaian manasik haji dan tempat-tempatnya, serta hewan-hewan kurban yang disembelih padanya, yaitu dengan cara memperlakukannya dengan baik dan menggemukannya, bentuk pengagungan ini, termasuk perbuatan orang-orang yang memiliki hati yang menyandang sifat takwa kepada Allah dan takut kepadaNya. (Tafsir al-Muyassar)

Itulah yang Allah perintahkan berupa tauhid, memurnikan ibadah kepada-Nya, serta menjauhi berhala-berhala dan ucapan dusta. Dan barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar agama ini -diantaranya; penyembelihan hadyu dan manasik haji- maka pengagungan tersebut merupakan bentuk ketakwaan hati terhadap Tuhannya. (Tafsir al-Mukhtashar)

Demikianlah perintah Allah. Barangsiapa mengagungkan syi´ar-syi´ar agama dan hukum Allah yaitu petunjuk, cara berhaji, masjid-masjid dan ibadah, maka sesungguhnya itu adalah rasa takut kepada Allah yang timbul dari ketakwaan hati, yang dilakukan orang-orang yang bertakwa (Tafsir al-Wajiz)

ذٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعٰٓئِرَ اللهِ (Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah) Yakni syi’ar-syi’ar Allah yang masuk di dalamnya penyembelihan hadyu, manasik haji, dan syi’ar-syi’ar dalam haji lainnya, dan termasuk syi’ar-syi’ar Allah adalah masjid, mushaf al-Qur’an, zikir, dan ibadah-ibadah lainnya. Pengagunggan syi’ar-syi’ar ini merupakan bentuk pengagungan kepada Allah.فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ (maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati) Yakni Pengagunggan syi’ar-syi’ar ini muncul dari ketakwaan hati kepada Allah. Barangsiapa menghinanya dengan perbuatan atau ucapan maka itu merupakan kesesatan dan kebutaan hati terhadap pengagungan yang diwajibkan Allah. Dan salah satu cara mengagungkan syi’ar Allah pada hewan hadyu dan kurban adalah dengan memilih hewan yang bagus dan gemuk sebagai bentuk pendekatan kepada Allah. (Zubdatut Tafsir)