Surat Fatir Ayat 2

مَّا يَفْتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Arab-Latin: Mā yaftaḥillāhu lin-nāsi mir raḥmatin fa lā mumsika lahā, wa mā yumsik fa lā mursila lahụ mim ba'dih, wa huwal-'azīzul-ḥakīm

Artinya: Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

« Fatir 1Fatir 3 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Tentang Surat Fatir Ayat 2

Paragraf di atas merupakan Surat Fatir Ayat 2 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan hikmah menarik dari ayat ini. Didapati sekumpulan penjelasan dari kalangan ahli tafsir mengenai makna surat Fatir ayat 2, misalnya sebagaimana termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Apa yang Allah anugerahkan untuk manusia berupa rizki, hujan, kesehatan, ilmu dan nikmat-nikmat lainnya, tidak seorang pun yang kuasa untuk menahan rahmat tersebut, sedangkan apa yang Allah tahan darinya, maka tidak seorang pun mampu melepaskannya sesudahNya. Allah Mahaperkasa yang mengalahkan segala sesuatu, Mahabijaksana yang mengirimkan rahmat dan menahannya sesuai dengan hikmahNya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

2. Allah menjelaskan bahwa rahmat yang Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya tidak akan ada seorangpun yang mampu menghalanginya, dan jika Dia menghalangi turunnya rahmat itu maka tidak akan ada yang mampu menurunkannya. Rahmat itu ada di tangan Allah, Dia memberikannya kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Allah Maha Perkasa, tidak ada yang mampu menghalangi-Nya, dan Maha Bijaksana dalam mengatur dan menetapkan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

2. Sesungguhnya kunci-kunci segala sesuatu ada di tangan Allah, apa yang Allah bukakan bagi manusia berupa rezeki, hidayah dan kebahagiaan, maka tidak ada seorang pun yang bisa menahannya, apa yang Allah tahan dari semua itu, maka tidak ada seorang pun yang kuasa melepasnya sesudah Allah menahannya. Dia lah yang Maha Perkasa yang tidak sesuatu pun mengalahkan-Nya, Maha Bijaksana dalam penciptaan, takdir dan pengaturan-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

2. مَّا يَفْتَحِ اللهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ (Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya)
Yakni apa yang Allah berikan bagi mereka berupa hujan, rezeki, dan kebaikan, tidak ada seorangpun yang dapat menolaknya.

وَمَا يُمْسِكْ(dan apa saja yang ditahan oleh Allah)
Yakni dan tidak ada yang mampu memberi hal-hal itu jika Allah menahannya.
Disebutkan dari Mughirah bin Syu’bah bahwa Rasulullah jika selesai mengerjakan shalat, beliau berdoa:
اللهم لا مانع لما أعطيت ولا معطي لما منعت ولا ينفع ذا الجد منك الجد
“Ya Allah tidak ada Dzat yang mampu menghalangi terhadap orang yang Engkau berikan se-suatu kepadanya. Dan tidak ada Dzat yang mampu mem¬berikan sesuatu kepada orang yang Engkau halangi. Dan tiada berguna orang yang mempunyai keberuntungan di hadapan keberuntungan dari pada-Mu”
Pendapat lain mengatakan maknanya adalah bahwa rasul-rasul diutus sebagai rahmat bagi manusia, dan tidak ada yang mampu mengutus mereka kecuali Allah.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

2. Nikmat yang dibukakan dan diberikan Allah kepada manusia seperti kesehatan, keamanan, rejeki, pengetahuan, kenabian dan kebijaksanaan, maka tidak ada seorangpun yang mampu mencegahnya. Dan sesuatu berupa kebaikan yang dicegah Allah dari mereka, maka tidak ada seorangpun yang bisa mencegah terjadinya setelah itu kecuali Allah. Dia adalah Dzat yang Maha Kuat lagi Maha perkaya yang tidak dapat ditaklukkan dan Maha Bijaksana dalam tindakan dan pengaturannya sehingga tidak mungkin salah


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Apa yang dianugerahkan} Apa yang dikirim dan diberi {Allah kepada manusia berupa rahmat} nikmat {tidak ada yang dapat menahannya} mencegahnya {Apa yang Dia tahan, maka tidak ada yang memberinya} memberinya {Dialah Dzat Yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H


2. Kemudian Allah menjelaskan bahwa hanya Dia yang mengatur, memberi, dan menahan (tidak memberi), seraya berfirman, “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah” dari mereka berupa bagian dari rahmatNya, “maka tidak ada seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu.” Hal ini mengharuskan ketergantungan kepada Allah dan butuh kepadaNya dari segala sisi, dan mengharuskan tidak ada yang dimohon selain Dia, tidak ditakuti, dan tidak pula diharapkan kecuali Dia. “Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa” Yang menundukkan dan menguasai segala sesuatu, “lagi Mahabijaksana,” Yang meletakkan segala sesuatu pada tempat-tempatnya yang semestinya dan menundukkannya pada kedudukannya masing-masing.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Allah SWT memberitahukan bahwa apa yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan apa saja yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi. Tidak ada seorang pun yang dapat mencegah apa yang Dia berikan, dan tidak ada seorangpun yang dapat memberikan apa yang Dia cegah.
Ayat ini sebagaimana firmanNya SWT: (Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya) (Surah Yunus: 107) Ayat yang seperti ini cukup banyak.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Fatir ayat 2: Ketahuilah bahwa karunia yang diberikan Allah bagi hamba-Nya tidak dapat dihitung; Tidak ada satupun yang mampu menahan karunia-Nya, begitu juga apa yang Allah tahan dari hamba-Nya dari nikmat, tidak ada yang dapat melancarkannya atau memberikan kepada hamba-Nya, Dialah yang maha kuat, yang menguasai dan tidak dikuasai, yang memiliki hikmah dengan meletakkan urusan sesuai pada tempatnya dengan ukuran hikmah dan kemaslahatan yang Allah lihat.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan tentang kesendirian-Nya dalam mengatur, memberi dan menahan.

Hal ini mengharuskan kita bergantung kepada Allah Ta’ala, butuh kepada-Nya dalam semua hal, dan agar kita tidak beribadah kecuali kepada-Nya.

Yang berkuasa terhadap urusan-Nya.

Dia meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dan memposisikan sesuatu pada posisinya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Fatir Ayat 2

Apa saja di antara rahmat Allah, seperti kesehatan, rezeki, ilmu, dan lainnya, yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan dialah yang mahaperkasa untuk berbuat sesuai kehendak-Nya, mahabijaksana dalam setiap ketetapan-Nya. 3. Limpahan rahmat yang demikian besar harus menjadi pendorong bagi manusia untuk bersyukur. Wahai manusia! ingatlah akan nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu. Bersyukurlah dengan menaati perintah-Nya dan tidak mendurhakai-Nya. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi' tentu tidak ada. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain dia; maka mengapa kamu bisa berpaling dari tauhid'.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beberapa penjabaran dari banyak ulama terkait kandungan dan arti surat Fatir ayat 2 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan bagi ummat. Bantu usaha kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Banyak Dikaji

Telaah banyak topik yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat: Al-Alaq 1-5, At-Takwir, Al-Insyirah 8, Al-Isra 26-27, At-Taubah 105, Al-Baqarah 148. Termasuk At-Taubah 122, Al-Insyiqaq, Al-Mu’minun, Ath-Thalaq 2-3, Al-Hujurat 10-12, At-Tahrim 8.

  1. Al-Alaq 1-5
  2. At-Takwir
  3. Al-Insyirah 8
  4. Al-Isra 26-27
  5. At-Taubah 105
  6. Al-Baqarah 148
  7. At-Taubah 122
  8. Al-Insyiqaq
  9. Al-Mu’minun
  10. Ath-Thalaq 2-3
  11. Al-Hujurat 10-12
  12. At-Tahrim 8

Pencarian: arti surat al kafirun ayat 5, bacaan ayat tujuh, az-zalzalah ayat 7-8, surat an-najm ayat 40, surat sulaiman ayat 35

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: