Surat Yusuf Ayat 49

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ ٱلنَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ

Arab-Latin: ṡumma ya`tī mim ba'di żālika 'āmun fīhi yugāṡun-nāsu wa fīhi ya'ṣirụn

Artinya: Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur".

« Yusuf 48Yusuf 50 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Kandungan Menarik Terkait Surat Yusuf Ayat 49

Paragraf di atas merupakan Surat Yusuf Ayat 49 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka kandungan menarik dari ayat ini. Tersedia beraneka penafsiran dari berbagai ahli tafsir terhadap isi surat Yusuf ayat 49, misalnya seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Kemudian setelah tahun-tahun kekeringan tersebut datanglah tahun di mana manusia dilimpahi padanya dengan air hujan, lalu Allah mengangkat kesulitan dari mereka, dan mereka dapat memeras buah-buahan padanya karena kesuburan yang merata dan hasil yang melipah ruah.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

49. Kemudian setelah tahun-tahun yang kering itu akan datang satu tahun di saat hujan turun dengan baik dan tanam-tanaman bisa tumbuh subur. Dan pada tahun itu manusia bisa memeras hasil pertanian yang perlu mereka peras, seperti anggur, zaitun dan tebu."


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

49. ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ (Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan)
Dan bisa jadi ia mengetahui hal itu karena tujuh tahun kekeringan itu tidak akan berakhir kecuali dengan datangnya tahun yang subur.
Dan yang dimaksud adalah akan datang kepada mereka jalan keluar dari Allah. Yakni dengan meluapnya air sungai Nil, kerena pertanian mereka bergantung pada sungai Nil dan bukan pada air hujan.

وَفِيهِ يَعْصِرُونَ (dan dimasa itu mereka memeras anggur)
Yakni mereka memeras buah-buahan atau biji—bijian yang dapat diampil sarinya seperti anggur dan wijen.
Nabi Yusuf memberitahu mereka dengan sesuatu yang tidak ditanyakan kepadanya, dan kemungkinan ini adalah ilmu yang didapatkannya dari Allah.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

49. Kemudian setelah tahun-tahun kekeringan ini akan datang tahun dimana manusia ditolong dengan turunnya hujan dan akan datang kemudahan tuhan melalui luapan sungai nil untuk mengairi tanaman mereka, bukan dari hujan. Dalam tahun itu mereka memeras sesuatu yang bisa diperas seperti anggur, zaitun dan wijen. Semua itu adalah pelajaran dari Allah SWT


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Kemudian setelah itu akan datang tahun, ketika manusia diberi hujan dan pada masa itu mereka memeras anggur} pada masa itu manusia memeras sesuatu yang bisa mereka peras yaitu anggur, tebu dan zaitun


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

49. “kemudian setelah itu akan datang” tujuh tahun yang berat ”tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur” maksudnya, pada tahun itu, curah hujan dan aliran air akan deras. Hasil panenpun melimpah, melebihi kebutuhan pokok mereka sehingga mereka dapat memeras anggur dan lainnya, sebagai bentuk keberlimpahan makanan mereka. Mungkin saja keterangan nabi yusuf tentang keberadaan tahun yang subur ini, padahal tidak disebutkan dengan jelas dalam mimpi sang raja, adalah karena beliau memahami dari penakwilan tujuh tahun yang berat, bahwa tahun berikutnya, kesengsaraan itu akan sirna. Dan sudah diketahui bersama, masa paceklik yang berlanjut selama tujuh tahun secara berturutan tidak akan hilang (bekasnya) melainkan dengan satu musim yang sangat subur sekali. kalau tidak demikian, maka prediksi ini tidak ada manfaatnya.
Tatkala utusan sudah kembali kehadapan raja dan orang orang, dan memberitahukan pena’biran yang dilakukan oleh yusuf terhadap mimpi itu, maka mereka takjub mendengarnya dan sangat berbahagia karenanya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 43-49
Mimpi dari raja Mesir ini merupakan takdir Allah yang menjadi penyebab keluarnya nabi Yusuf dari penjara dalam keadaan mulia dan terhormat. Demikian itu karena ketika raja itu melihat mimpi itu, dia penasaran tentang hal itu, dan apa penjelasannya. Lalu dia mengumpulkan semua peramal, paranormal, dan para pembesar kerajaannya. Lalu dia menceritakan apa yang dia mimpikan dan meminta penjelasannya dari mereka, dan mereka tidak mengetahuinya. Mereka beralasan kepada raja bahwa mimpi itu (mimpi-mimpi yang kosong) yaitu angan-angan yang engkau bayangkan sehingga terbawa dalam mimpimu (dan kami sekali-kali tidak tahu mena'birkan mimpi itu) yaitu seandainya mimpi itu benar dari angan-angan, maka kami tidak akan mengetahui penjelasannya. Saat itu juga orang yang selamat dari kedua pemuda yang berada di penjara dengan nabi Yusuf itu teringan kepadanya. Setan telah menjadikannya lupa pada apa yang diwasiatkan nabi Yusuf kepadanya, yaitu menceritakan perkara nabi Yusuf kepada raja. Keadaan itu membuatnya ingat kepadanya (setelah selang beberapa waktu) yaitu waktu. Sebagian ulama membaca “amahin”, yakni setelah lupa. Ia berkata kepada mereka, yaitu raja dan orang-orang yang dikumpulkan raja untuk hal itu (Aku akan memberitahukan kepada kalian tentang (orang yang pandai) mena'birkannya) yaitu menjelaskan mimpi ini (maka utuslah aku (kepadanya)) yaitu utuslah aku untuk menemui nabi Yusuf yang jujur di penjara. Lalu mereka mengutusnya. Ketika dia datang kepada nabi Yusuf, dia berkata: (Yusuf, hai orang yang sangat dapat dipercaya, terangkanlah kepada kami) dan menceritakan mimpi yang dilihat oleh raja. Saat itu nabi Yusuf menceritakan kepadanya penjelasan mimpi itu tanpa menegurnya atas kelalaiannya terhadap apa yang dia pesankan kepadanya, dan tanpa memberikan syarat apapun agar dia dikeluarkan dari penjara dulu, melainkan nabi Yusuf berkata: (Supaya kalian bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa) yaitu akan datang kepada kalian musim subur dan banyak hujan selama tujuh tahun berturut-turut. Dia menjelaskan bahwa sapi itu adalah tahun karena sapi itu untuk membajak tanah yang digarap untuk menghasilkan buah-buahan dan hasil pertanian, yaitu bulir-bulir yang hijau. Kemudian nabi Yusuf membimbing mereka tentang apa yang harus mereka lakukan selama tujuh tahun itu. dia berkata: (maka apa yang kalian panen hendaklah kalian biarkan di bulirnya, kecuali sedikit untuk makan kalian) yaitu bagaimanapun hasil yang kalian peroleh dari panen kalian di musim-musim subur tujuh tahun itu, kalian harus membiarkan hasilnya pada bulir-bulirnya, agar dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama dan menghindari kebusukan, kecuali takaran yang kalian makan, maka makanlah sedikit demi sedikit. Janganlah berlebih-lebihan agar jumlah makanan kalian bisa mengambil manfaat pada tujuh tahun musim paceklik. Itu adalah musim yang berturut-turut selama tujuh tahun yang mengiringi musim-musim subur. Musim-musim itu adalah sapi-sapi kurus yang memakan sapi-sapi yang gemuk. Karena dalam musim paceklik apa yang mereka kumpulkan di musim subur habis dimakan. Musim paceklik itu adalah bulir-bulir kering. Lalu Yusuf memberitahukan kepada mereka bahwa pada musim paceklik itu tidak ada apa pun yang tumbuh, dan apa yang mereka semai tidak akan menghasilkan apapun. Oleh karena itu nabi Yusuf berkata: (yang menghabiskan apa yang kalian simpan untuk menghidupinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kalian simpan) Kemudian nabi Yusuf menyampaikan kabar gembira kepada mereka tentang tahun-tahun yang subur setelah musim paceklik itu (tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup)) yaitu mereka mendapatkan hujan di seluruh negeri. dan orang-orang membuat perasan yang biasa mereka peras berupa buah zaitun dan sejenisnya, serta tebu dan sejenisnya. Sehingga sebagian ulama berkata bahwa termasuk ke dalamnya adalah memerah susu juga.
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan di masa itu mereka memeras anggur) yaitu memerah susu.


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata :
(يُغَاثُ ٱلنَّاسُ) yughaatsun naas : Allah menurunkan kepada manusia hujan, dan sungai Nil kembali mengalir.
(وَفِيهِ يَعۡصِرُونَ ) wa fiihi ya’shiruun : mereka memeras tanaman yang bisa diperas seperti: zaitun, anggur, dan tebu.

Makna ayat :
Firman Allah (ثُمَّ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ عَامٞ فِيهِ يُغَاثُ ٱلنَّاسُ وَفِيهِ يَعۡصِرُونَ) kemudian datang setelah tujuh masa paceklik tersebut, tahun manusia disirami dengan hujan, dan mereka memeras anggur, zaitun, atau tanaman yang dapat diperas. Firman-Nya : (ثُمَّ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ عَامٞ) “Kemudian datang setelahnya tahun...” hingga selesai. Semua ini bukan berdasarkan mimpi, namun atas apa yang Allah ajarkan kepada Yusuf, lalu ia memberi manfaat kepada mereka dengannya tanpa mereka harus bertanya dahulu, sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada Yusuf dan atas hikmah yang agung yang Allah kehendaki, Dia-lah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.

Pelajaran dari ayat :
• Kesempurnaan Yusuf dalam menakwilkan mimpi merupakan hal yang luar biasa.
• Keutamaan Yusuf ‘alaihi salam atas penduduk Mesir, karena ia memberi penjelasan lebih daripada yang mereka tanyakan.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Yusuf ayat 49: Syaikh As Sa’diy dalam tafsirnya menerangkan sisi kesesuaiannya -dan Allah lebih mengetahui- bahwa menggarap ladang tergantung subur dan keringnya tanah. Ketika tanah subur, maka tanaman dan ladang semakin kuat, baik dan banyak hasilnya, sedangkan ketika kering tidak demikian. Adapun sapi, dialah yang menggarap tanah itu dan dipakai pada umumnya untuk menyiraminya, dan biji (dari tangkai) adalah makanan pokok utama, maka Yusuf menakwilkan seperti itu karena adanya kesesuaian. Beliau menggabung dalam takwilnya antara menerangkan maksud mimpi itu dan menunjukkan kepada mereka apa yang perlu mereka lakukan untuk menghadapinya seperti yang diterangkan dalam ayat di atas.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Yusuf Ayat 49

Setelah musim kemarau itu berlalu, akan datang tahun di mana manusia diberi hujan dengan cukup sehingga tanaman dapat tumbuh subur kembali dan pada masa subur itu mereka bisa memeras kembali anggur sebagai minuman yang lezat lagi segar. Setelah nabi yusuf menceritakan takwil mimpi raja dengan rinci dan jelas kepada pelayan raja dan iapun menyampaikannya kepada sang raja, pada ayat ini dijelaskan tentang permintaan raja untuk memanggil nabi yusuf setelah mendengarkan perihal tafsir mimpinya itu dan raja berkata kepada para pembantunya, bawalah dia'yusuf'kepadaku. Ketika utusan itu datang kepadanya dan memintanya menghadap raja, dia'nabi yusuf'pun berkata, kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya sendiri tatkala aku keluar dihadapan mereka. Hal ini disampaikan nabi yusuf agar pembebasannya jelas dan kebenaran terungkap. Sungguh, tuhanku maha mengetahui tipu daya dan muslihat mereka terhadapkusehingga tidak ada yang bisa disembunyikan dari-Nya. Vonis hukuman yang dijatuhkan, maupun pembebasan seseorang dari hukuman, seharusnya disertai bukti yang kuat, bukan sekadar alasan dan dugaan.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah beragam penjelasan dari kalangan mufassir terhadap isi dan arti surat Yusuf ayat 49 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat untuk kita bersama. Sokonglah usaha kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Banyak Dilihat

Kami memiliki berbagai topik yang banyak dilihat, seperti surat/ayat: Al-Anbiya 30, Al-Humazah, At-Tin 4, Ali ‘Imran 190, At-Taubah, Al-Fatihah 4. Juga An-Nisa, Al-Muthaffifin, An-Nahl 114, Al-Ma’idah 48, Al-A’raf 54, Al-Fatihah 5.

  1. Al-Anbiya 30
  2. Al-Humazah
  3. At-Tin 4
  4. Ali ‘Imran 190
  5. At-Taubah
  6. Al-Fatihah 4
  7. An-Nisa
  8. Al-Muthaffifin
  9. An-Nahl 114
  10. Al-Ma’idah 48
  11. Al-A’raf 54
  12. Al-Fatihah 5

Pencarian: qs al ikhlas ayat 1-4, wallahu yuhibbul muhsinin, attaubah ayat 40, 10 ayat surah al kahfi, wah tila fil laili wannahar

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: