Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Yusuf Ayat 32

قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِنَ الصَّاغِرِينَ

Arab-Latin: Qālat fa żālikunnallażī lumtunnanī fīh, wa laqad rāwattuhụ 'an nafsihī fasta'ṣam, wa la`il lam yaf'al mā āmuruhụ layusjananna wa layakụnam minaṣ-ṣāgirīn

Terjemah Arti: Wanita itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina".

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Istri sang mentri itu berkata kepada para wanita yang mengiris-iris tangan mereka sendiri, ”kejadian yang kalian alami saat melihatnya ini, dialah pemuda yang kalian mencelaku lantaran akku tergoda dengannya. Sesungguhnya aku telah memintanya dan berusaha menggodanya agar mau menerima ajakanku, akan tetapi dia menolak dan enggan. Dan bila dia tetap menolak apa yang aku pinta kepadanya di waktu yang akan datang, pastilah dia akan di hukum dengan kurungan penjara, dan dia benar-benar termasuk orang-orang yang hina.”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

32.  Isteri Al-Azīz berkata kepada para wanita yang diundangnya -setelah mereka mengalami kejadian tersebut-, "Inilah pemuda yang telah membuat kalian mencaci maki aku karena jatuh cinta kepadanya. Aku memang telah merayunya. Bahkan aku telah berusaha menjebaknya. Tetapi dia menolak. Sungguh, jika di kemudian hari dia tetap tidak mau menuruti permintaanku dia pasti akan dijebloskan ke dalam penjara dan bergabung dengan orang-orang yang hina."

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

32. قَالَتْ فَذٰلِكُنَّ الَّذِى لُمْتُنَّنِى فِيهِ ۖ (Wanita itu berkata: “Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya)
Yakni inilah pemuda yang menjadikanku kalian cemooh sebab cintaku kepadanya.
Zulaikha mengatakan hal ini setelah melihat para wanita itu tergoda oleh Yusuf, agar ia mendapat alasan atas perbuatannya.

فَاسْتَعْصَمَ ۖ (akan tetapi dia menolak)
Yakni lebih memilih untuk menjaga kehormatannya dan menolak ajakanku.
Zulaikha mengakui godaan yang ia lakukan kepada Yusuf.

لَيُسْجَنَنَّ (niscaya dia akan dipenjarakan)
Yakni sungguh aku akan membuat makar yang dapat menjerumuskannya ke penjara.

وَلَيَكُونًا مِّنَ الصّٰغِرِينَ (dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina)
Yakni orang-orang rendahan karena mendapat penghinaan dan hilangnya nikmat dari mereka.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

32. Saat itu juga istri Al-‘Aziz berkata: “Inilah pemuda yang mana kalian mencelaku karena cintaku terhadapnya, lalu aku menggodanya, namun dia menolak dengan tegas. Dan sungguhnya jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dimasukkan dalam penjara dan termasuk orang-orang rendah yang dihinakan karena mengambil paksa suatu nikmat dan melakukan pertentangan”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Makna kata :
(فَذَٰلِكُنَّ ٱلَّذِي لُمۡتُنَّنِي فِيهِۖ) fadzaalikunnal ladzii lumtunnanii fiih : kalian berkata, “Bisa-bisanya engkau suka dengan budak keturunan Kan’an?”
(فَٱسۡتَعۡصَمَۖ) fasta’sham : menolak, dan terus menjaga harga dan kesucian dirinya.
(ٱلصَّٰغِرِينَ ) ash-shaaghiriin : orang-orang rendah dan lemah.

Makna ayat :
Lalu wanita itu berkata—seperti yang Allah firmankan—( قَالَتۡ فَذَٰلِكُنَّ ٱلَّذِي لُمۡتُنَّنِي فِيهِۖ) “Inilah budak yang kalian ejek aku karena menggodanya (وَلَقَدۡ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفۡسِهِۦ فَٱسۡتَعۡصَمَۖ) aku sudah menggodanya habis-habisan, tapi ia enggan menanggapinya, (وَلَئِن لَّمۡ يَفۡعَلۡ مَآ ءَامُرُهُۥ) jika ia enggan melakukan apa yang aku perintahkan, (لَيُسۡجَنَنَّ وَلَيَكُونٗا مِّنَ ٱلصَّٰغِرِينَ ) ia pasti akan dipenjara dan pasti akan menjadi orang-orang yang hina. Seperti inilah ia memperdengarkan ancamannya di hadapan para wanita yang takjub akan Yusuf.

Aisarut Tafasir / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, pengajar tafsir di Masjid Nabawi

Setelah istri al-aziz memperlihatkan nabi yusuf kepada mereka, lalu dia berkata, itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena aku tertarik kepadanya, dan sungguh benar, aku memang telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak ajakanku dan berlindung kepada tuhan-Nya. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, yaitu melayani keinginanku, niscaya dia akan dipenjarakan, dan dia akan menjadi orang yang hina, karena tidak mendapatkan tempat terhormat dan fasilitas pelayanan yang baik. Mendengar perkataan istri al-aziz, nabi yusuf berkata seraya memohon kepada Allah, wahai tuhanku! penjara yang gelap lagi sempit lebih aku sukai daripada tinggal di dalam istana hanya untuk memenuhi ajakan mereka memenuhi nafsu birahinya. Jika aku tidak engkau hindarkan dari tipu daya dan rayuan mereka, niscaya aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka. Dan jika aku tunduk terhadap kemauan mereka tentu aku termasuk orang yang bodoh karena telah menjerumuskan diri dalam perbuatan yang hina.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Yusuf Ayat 33 Arab-Latin, Surat Yusuf Ayat 34 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Yusuf Ayat 35, Terjemahan Tafsir Surat Yusuf Ayat 36, Isi Kandungan Surat Yusuf Ayat 37, Makna Surat Yusuf Ayat 38

Category: Surat Yusuf

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!