Surat Yusuf Ayat 30

۞ وَقَالَ نِسْوَةٌ فِى ٱلْمَدِينَةِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفْسِهِۦ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Arab-Latin: Wa qāla niswatun fil-madīnatimra`atul-'azīzi turāwidu fatāhā 'an nafsih, qad syagafahā ḥubbā, innā lanarāhā fī ḍalālim mubīn

Artinya: Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata".

« Yusuf 29Yusuf 31 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Mendalam Tentang Surat Yusuf Ayat 30

Paragraf di atas merupakan Surat Yusuf Ayat 30 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi tafsir mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi variasi penafsiran dari para ahli tafsir terkait isi surat Yusuf ayat 30, misalnya sebagaimana termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

dan berita itu sampai ke wanita-wanita di kota itu, sehingga mereka ramai memperbincangkannya. Dan mereka berkata untuk mengingkari (perbuatan) istri sang mentri, ”sesungguhnya istri sang mentri mencoba menundukan pelayannya dan mengajaknya untuk berbuat keji dengan dirinya. Sesungguhnya ketertarikan kepada pemuda itu telah mencapai puncak kecintaan hatinya. Sesungguhnya kami memandangnya dengan perbuatan tersebut, dalam kesesatan yang nyata.”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

30. Akan tetapi kejadian ini tersebar luas, sampai terdengar para wanita di kota, sehingga mereka mengingari perbuatan istri Menteri itu: “Istri Menteri masih saja menggoda pembantunya agar mau berbuat keji dengannya, sungguh dia telah tertawan oleh ketampanannya, dan kita sangat percaya dia berada dalam kesalahan yang jelas.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

30. Cerita tentang wanita itu menyebar ke seluruh kota. Dan sejumlah wanita berkomentar dengan nada sinis, "Isteri Al-Azīz (petinggi kerajaan) merayu budaknya untuk berbuat mesum dengan dirinya. Cintanya benar-benar merasuk ke dalam hatinya. Sungguh kami melihat wanita itu -karena telah merayu dan mencintai budaknya- berada dalam kesesatan yang nyata."


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

30. تُرٰوِدُ فَتَىٰهَا (Isteri Al Aziz menggoda bujangnya)
Yakni budak laki-lakinya, ia mengajaknya untuk berbuat keji dengan dirinya.
Yakni kejadian itu telah tersebar di penjuru kota.

قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا (sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam)
Yakni rasa cinta telah sampai di jantungnya sehingga menjadikannya sakit.
Makna (شغاف القلب) yakni lapisan penutup jantung.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1 ). { امْرَأَتُ الْعَزِيزِ } "Isteri Al Aziz" Sebagaimana kita telah nisbatkan lafazh yang sama kepada istri al-Aziz; brmaksud untuk menyebarkan berita ini; karena sebagian besar manusia lebih cendrung dan melebihkan perhatiannya kepada berita-berita tentang orang-orang yang berbuat kesalahan dan ia memilik kedudukan yang tinggi.

2 ). { وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ } Para wanita-wanita di kota itu mengatakan : "sesungguhnya istri al-aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya untuknya" mereka justru tidak mengatakan hal yang sebaliknya, hal seperti ini menenangkan hati orang-orang yang menjunjung tinggi norma agama sedang mereka diberlakukan dengan cara yang buruk agar reputasi mereka hancur, namun waktu berlalu dengan cepat hingga akhirnya kebenaran itu terungkap : { الْآنَ حَصْحَصَ الْحَقُّ أَنَا رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ } "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku)" [ Yusuf : 51 ].


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

30. Kumpulan wanita negeri Mesir berkata ketika berita itu menyebar: “Istri Al-’Aziz menggoda anak laki-laki budaknya dan memintanya untuk berjima’. Sedangkan Yusuf mencegahnya. Sungguh cintanya kepada Yusuf telah menutupi hatinya, atu menjadi penutupnya. Melalui kejadian ini kami berpendapat bahwa dia berada dalam kesalahan yang nyata” Nama istri itu adalah Zulaikha. dan Al-’Aziz adalah julukan bagi Menteri Raja Mesir.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Orang-orang yang berdosa {Para wanita di kota itu berkata,“Istri Al Aziz menggoda pelayannya} pelayannya {untuk menaklukkan dirinya. Pelayannya benar-benar membuatnya jatuh cinta} Kecintaan terhadap pelayannya itu mendalam di lubuk hatinya. Cinta itu telah menutupi dan menyelimutinya dan dia berada dalam cinta itu. Sehingga membuatnya takluk {Kami benar-benar memandangnya dalam kesesatan yang nyata”} kesalahan yang nyata


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

30. maksudnya bahwa berita tersebut menjadi popular dan menyebar seantero negeri. Kaum wanita membicarakannya dan mulai mencibir dan mengatakan ”istri al aziz menggoda bujangnya untuk menundukan dirinya (kepadanya), sungguh cintanya itu kepada bujangnya adalah sangat dalam”, maksudnya itu adalah kejadian yang buruk! ia adalah wanita yang sangat berderajat tinggi, suaminyapun orang berkedudukan. Kendatipun demikian, ternyata ia masih menggoda budak lelakinya yang berada di bawah kekuasaan dan bertugas melayaninya. Bersama ini semua, kecintaaan kepadanya (yusuf) sudah menempati hatinya pada kadar yang sangat kuat. ”sungguh cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam” kecintaan sang wanita itu kepada yusuf sudah mencapai relung hatinya, yaitu batin dan jantung hatinya. Itu adalah kecintaan yang paling tinggi ”sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata” dimana kondisi ini tidak layak bersumber darinya. Itu merupakan sebuah kejadian yang akan mendiskreditkan kedudukannya dan menghinakannya di tengah orang orang.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 30-34
Allah SWT memberitahukan bahwa berita tentang nabi Yusuf dan istri Al-Aziz itutersebar ke seluruh kota yaitu Mesir sehingga dibicarakan oleh banyak orang (Dan wanita-wanita di kota itu berkata) seperti istri para pembesar dan pemimpin. Mereka mengkritik istri Al-Aziz, sedangkan Al-Aziz adalah seorang menteri negeri, dan melimpahkan aib itu kepadanya atas perbuatan itu (Istri Al-Aziz menggoda pemudanya untuk menundukkan dirinya (kepadanya)) dia berupaya menundukkan pemudanya untuk memenuhi keinginannya dan mengajaknya untuk mendekatinya (sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam) yaitu kecintaan kepadanya sampai menutupi hatinya, hingga membuatnya tertutup.
(Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata) yaitu dalam perbuatannya itu, yaitu mencintai pemudanya dan menggodanya agar mau bersamanya (Maka tatkala wanita itu mendengar cercaan mereka) sebagian ulama’ berkata yaitu perkataan mereka.
Muhammad bin Ishaq berkata,"Bahkan telah sampai kepada mereka tentang ketampanan nabi Yusuf, maka mereka ingin menyak­sikannya. Lalu mereka menyampaikan kata-kata tersebut agar mereka bisa melihat dan menyaksikannya" Maka saat itu istri Al-Aziz (mengundang mereka) yaitu mengundang mereka ke rumahnya dan menjamu mereka (dan menyediakan bagi mereka tempat duduk) yaitu tempat duduk yang disiapkan dengan penutup meja dan makanan. Terdapat makanan yang harus dikupas dengan pisau, Oleh karena itu Allah berfirman: (dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau) Ini merupakan tipu daya wanita itu untuk membalas mereka dengan memperlihatkan nabi Yusuf (kemudian dia berkata (kepada Yusuf),"Keluarlah kepada mereka!") Wanita itu menyembunyikan nabi Yusuf di tempat yang lain (Maka tatkala) nabi Yusuf keluar dan (wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (ketampanan)nya) mereka kagum olehnya, yaitu kagum dan terpesona oleh dirinya, sehingga mereka memotong tangan mereka sendiri karena kagum melihatnya. Maksudnya adalah bahwa mereka terus melukai tangan mereka dengan pisau itu. Pendapat ini dikatakan oleh para ulama’
Diriwayatkan dari Mujahid dan Qatadah bahwa mereka memotong tangannya hingga melemparkannya, hanya Allah yang lebih mengetahui.
(dan berkatalah mereka, "Mahasempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia”) Kemudian mereka berkata kepada wanita itu,"Kami tidak mencelamu setelah yang kami lihat ini," karena mereka tidak pernah melihat manusia yang seperti dirinya atau bahkan mendekati dirinya. Sesungguhnya nabi Yusuf dianugerahi separuh dari ketampanan, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits shahih dalam hadits Isra’ Mi’raj bahwa Rasulullah SAW bertemu dengan nabi Yusuf di langit ketiga, lalu beliau bersabda,”Dan ternyata Yusuf dianugerahi separuh dari ketampanan”
Oleh karena itu ketika para wanita itu melihat­nya, mereka berkata: (Maha sempurna Allah)
Mujahid dan lainnya berkata,”Kami berlindung kepada Allah (ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia (31) Wanita itu berkata, "Itulah dia orang yang kalian cela aku karena (tertarik) kepadanya”) Wanita itu mengatakan alasannya kepada mereka, bahwa orang ini pantas disukai karena ketampanan dan kesempurnaannya (dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku), tetapi dia menolak) yaitu menolaknya.
Sebagian ulama berkata bahwa setelah para wanita itu melihat ketampanan nabi Yusuf, dia memberitahukan kepada mereka sifat-sifat baik nabi Yusuf yang tersembunyi dari mereka yaitu memelihara kehormatannya dengan ketampanannya. Kemudian wanita itu berkata seraya mengancam nabi Yusuf (Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina) Maka saat itu nabi Yusuf memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan dan tipu muslihat mereka (Yusuf berkata, " Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku”) yaitu dari pebuatan keji (Dan jika tidak Engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka)) Jika Engkau menyerahkan hal ini kepada diriku, maka aku tidak mampu menolaknya, dan aku tidak memiliki kemampuan membuat mudharat dan manfaat baginya melainkan dengan daya dan kekuatanMu. Engkaulah Dzat yang dimintai pertolongan, dan hanya kepadaMulah aku berserah diri; maka janganlah Engkau serahkan diriku kepada hawa nafsuku (tentu aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan, mereka dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh. Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf). Hal itu menunjukkan bahwa nabi Yusuf dipelihara Allah dengan pemeliharaan yang agung. Dia melindunginya sehingga dia bisa menolak ajakan wanita itu dengan keras, dan dia memilih penjara daripada hal itu. Ini adalah kedudukan sempurna yang paling tinggi, yaitu selain muda, tampan, dan sempurna, dia menolak ajakan tuan wanitanya yang merupakan istri Aziz negeri Mesir, sekalipun wanita itu sangat cantik, kaya, dan memiliki kuasa. nabi Yusuf menolaknya dan memilih penjara daripada hal itu, karena takut kepada Allah dan mengharap­kan pahalaNya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata :
(فِي ٱلۡمَدِينَةِ) fil madiinah : ibukota Mesir pada masa itu.
(تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا) turaawidu fataahaa : budaknya yang dari keturunan Kan’an.
(قَدۡ شَغَفَهَا حُبًّاۖ) qad syaghafahaa hubbaa : cintanya sudah merasuk hati, mabuk cinta.
(إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ) innaa lanaraahaa fii dhalaalim mubiin : kami melihatnya berada dalam kesalahan yang nyata, karena kecintaanya kepada budaknya itu.

Makna ayat :
Masih berkisah tentang kisah dan peristiwa Yusuf ‘alaihi salam. Setelah keluar putusan dari saksi atas Yusuf bahwa dia tidak bersalah, kabar ini berpindah menuju beberapa wanita-wanita menteri, mereka berkumpul di suatu rumah milik mereka, dan berbincang serta meng-gosipkan istri Al-‘Aziz, karena ia sudah merayu budak keturunan Kan’an miliknya, sebagaimana yang Allah kabarkan pada ayat-ayat berikut. Allah berfirman, : (وَقَالَ نِسۡوَةٞ فِي ٱلۡمَدِينَةِ) Para perempuan dari ibu kota Mesir berkata, (ٱمۡرَأَتُ ٱلۡعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا) istri Al-‘Aziz telah menggoda budak miliknya, (عَن نَّفۡسِهِۦۖ قَدۡ شَغَفَهَا حُبًّاۖ) cintanya sudah merasuk ke hati, (إِنَّا لَنَرَىٰهَا) kami mengiranya (فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ) berada di dalam kesalahan yang nyata, karena bagaimana ia bisa mencintai seorang budak sedangkan ia berpangkat dan bermartabat tinggi?

Pelajaran dari ayat :
• Penjelasan bahwa tabiat manusia suka meneliti dan mencari-cari berita.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Yusuf ayat 30: Yakni di kota Mesir.

Al ‘Aziz sebutan bagi pembesar di Mesir. Istri Al ‘Aziz di sini adalah istri Qithfir.

Yakni hal ini perkara yang memalukan, ia adalah wanita yang berkedudukan tinggi, dan suaminya pun berkedudukan tinggi. Namun ia malah merayu pelayannya yang berada di bawahnya dan memberikan dirinya untuk pelayannya.

Yakni karena terjadi hal yang tidak patut terjadi ini.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Yusuf Ayat 30

Setelah peristiwa tersebut, mereka berusaha menutupi kasus itu, namun meskipun ditutup-tutupi, ternyata berita buruk itu tetap tersebar di kalangan istri pejabat istana dan menjadi bahan pembicaraan, sebagaimana diuraikan pada ayat berikut ini. Dan perempuan-perempuan di kota setelah mendengar peristiwa itu, mereka berkata satu sama lain, istri al-aziz telah menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, karena pelayannya benar-benar telah membuat dirinya mabuk cinta hingga lupa diri. Sungguh kami memandang dia, yakni istri al-aziz dalam kesesatan yang nyata, karena mencintai pelayannya. Maka ketika perempuan itu, yaitu istri al-aziz mendengar cercaan mereka sehingga menjadi bahan pembicaraan umum, maka ia pun ingin membuat siasat terhadap perempuan-perempuan yang mencercanya, lalu diundangnyalah perempuan-perempuan itu dalam sebuah jamuan dan disediakannya tempat duduk dan sandaran yang nyaman bagi mereka, dan kepada masing-masing mereka diberikan sebuah pisau untuk memotong hidangan yang disediakan berupa buah-buahan dan lainnya, kemudian dia berkata kepada nabi yusuf, keluarlah dan tampakkanlah dirimu kepada mereka. Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona kepada ketampanan rupanya, dan mereka yang hadir itu pun tanpa sadar telah melukai tangannya sendiri dengan pisau yang dipegangnya seraya berkata, mahasempurna Allah yang menciptakan makhluk dengan wajah yang sempurna dan rupawan, pemuda ini bukanlah manusia biasa pada umumnya. Tetapi ini benar-benar malaikat yang mulia dan suci, karena baru kali ini kita melihat manusia yang sangat sempurna.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beragam penjelasan dari kalangan mufassir terhadap kandungan dan arti surat Yusuf ayat 30 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan untuk kita. Dukunglah syi'ar kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Sering Dilihat

Terdapat ratusan topik yang sering dilihat, seperti surat/ayat: Al-Fatihah 4, Al-Ma’idah 48, Ali ‘Imran 190, Al-A’raf 54, At-Tin 4, Al-Muthaffifin. Termasuk Al-Anbiya 30, An-Nisa, An-Nahl 114, Al-Humazah, At-Taubah, Al-Fatihah 5.

  1. Al-Fatihah 4
  2. Al-Ma’idah 48
  3. Ali ‘Imran 190
  4. Al-A’raf 54
  5. At-Tin 4
  6. Al-Muthaffifin
  7. Al-Anbiya 30
  8. An-Nisa
  9. An-Nahl 114
  10. Al-Humazah
  11. At-Taubah
  12. Al-Fatihah 5

Pencarian: ali imran 119, surah albayyinah ayat 5, ar rahman ayat 70, al naas, surat yusuf ayat 80

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: