Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Hud Ayat 30

وَيَا قَوْمِ مَنْ يَنْصُرُنِي مِنَ اللَّهِ إِنْ طَرَدْتُهُمْ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Arab-Latin: Wa yā qaumi may yanṣurunī minallāhi in ṭarattuhum, a fa lā tażakkarụn

Terjemah Arti: Dan (dia berkata): "Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dan wahai kaumku, siapakah yang dapat mengahalangi diriku dari Allah, jika Dia menyiksaku atas tindakan pengusiranku terhadap kaum Mukminin? apakah kalian tidak merenungi perkara-perkara dengan baik, lalu mengetahui apa yang paling bermanfaat dan terbaik bagi kalian?

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

30. Wahai kaumku! Siapakah yang akan melindungiku dari azab Allah jika aku mengusir mereka secara semena-mena tanpa ada kesalahan sedikitpun? Tidakkah kalian mau mengambil pelajaran dan berusaha melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi kalian?

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

30. وَيٰقَوْمِ مَن يَنصُرُنِى مِنَ اللهِ إِن طَرَدتُّهُمْ ۚ (Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka)
Padahal mereka telah bergegas beriman dan menerima seruanku, serta bergegas mendakwahkan risalah yang aku bawa. Akan tetapi mereka berhak mendapatkan penghargaan dan derajat yang tinggi atas kesegeraan mereka dalam beriman kepada Allah; bukan malah diusir dan dihinakan, dan orang yang melakukan ini merupakan orang bodoh yang tidak memahami hak Allah, dan bagaimana aku akan melakukan hal ini sedangkan aku adalah Rasulullah, dan siapa yang akan menolongku jika aku melakukan kemaksiatan ini, sebab orang-orang beriman yang bersegera dalam ketaatan Allah adalah para wali dan kekasih Allah meskipun mereka adalah orang-orang miskin yang tidak memiliki apapun, apabila aku berlaku buruk terhadap mereka dan mengusir mereka maka aku akan menjadi musuh Allah, lalu siapa yang akan menolongku?

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

30. “Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari azab Allah jika aku mengusir mereka. Mereka adalah orang-orang yang paling berhak untuk dimuliakan atas iman mereka. tidakkah kamu mengambil pelajaran?

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Makna ayat :
Firman-Nya : (من ينصرني من الله إن طردتهم) siapa yang akan menolongku dari azab Allah jika aku bermaksiat kepadanya, aku mengusir orang-orang fakir, lemah yang kalian dengan pandang remeh—dengan mata yang tidak mampu melihat kebenaran. Kemudian Nuh berkata (أفلا تذكرون) tidak kah kalian berfikir dan mengetahui kesalahan dan kebodohan kalian, sehingga kalian kembali kepada kebenaran dan bertaubat kepada Rabb kalian, beriman dengan rasul-Nya dan hanya menyembah-Nya.

Aisarut Tafasir / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, pengajar tafsir di Masjid Nabawi

Kata-kata ini diucapkan oleh Nabi Nuh ‘alaihis salam sewaktu dia didesak oleh golongan kafir yang kaya dari kaumnya agar mengusir golongan yang beriman yang miskin dan kekurangan.

Yakni sesuatu yang lebih bermanfaat dan lebih baik bagimu.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Nabi nuh pun berkata kepada mereka, wahai kaumku! siapakah yang akan menolongku dari azab Allah jika aku mengusir mereka dari kampung halaman ini karena alasan mereka bukan orang terpandang lagi berharta, padahal mereka lebih berhak dihormati karena mereka telah beriman kepada Allah. Tidakkah kamu mengambil pelajaran tentang kebenaran ajaran yang aku bawa'dan selanjutnya nabi nuh menyampaikan jawaban lagi atas tuduhan mereka seraya berkata, aku tidak mengatakan kepadamu sesuatu yang bohong seperti pernyataan, bahwa aku mempunyai gudang-gudang perbendaharaan rezeki dan kekayaan dari Allah yang dapat kami berikan sesuai keinginanku. Dan aku tidak mengetahui sesuatu yang gaib tanpa bantuan informasi dari Allah. Dan tidak pula kami mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat yang tidak makan dan minum, dan tidak memiliki kebutuhan manusiawi serta naluri kemanusiaan, melainkan kami adalah manusia biasa seperti kalian, hanya saja kami adalah rasul utusan Allah yang mendapat bimbingan wahyu darinya. Setelah berbicara tentang dirinya, nabi nuh menyampaikan perihal pengikutnya. Dan aku tidak juga mengatakan kepada orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu karena kalian hanya memandang mulia orang yang memiliki harta dan kedudukan, bahwa Allah tidak akan memberikan ganjaran atas amal kebaikan kepada mereka selama di dunia. Hal ini karena aku tidak mengetahui sesuatu yang gaib dan tidak pula mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka tentang keimanannya yang tulus. Sungguh, jika aku mengatakan sesuatu yang tidak benar atas nama Allah, maka dengan demikian aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim terhadap diriku dan orang lain, karena menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Hud Ayat 31 Arab-Latin, Surat Hud Ayat 32 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Hud Ayat 33, Terjemahan Tafsir Surat Hud Ayat 34, Isi Kandungan Surat Hud Ayat 35, Makna Surat Hud Ayat 36

Category: Surat Hud

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!