Surat Al-An’am Ayat 103

لَّا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَٰرَ ۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ

Arab-Latin: Lā tudrikuhul-abṣāru wa huwa yudrikul-abṣār, wa huwal-laṭīful-khabīr

Artinya: Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

« Al-An'am 102Al-An'am 104 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Menarik Tentang Surat Al-An’am Ayat 103

Paragraf di atas merupakan Surat Al-An’am Ayat 103 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi pelajaran menarik dari ayat ini. Didapati variasi penjelasan dari beragam ulama tafsir mengenai kandungan surat Al-An’am ayat 103, antara lain sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Kamu tidak dapat melihat Allah oleh penglihatan mata di dunia(ini). Adapun di akhirat, sesungguhnya kaum mukminin akan dapat melihat tuhan mereka tanpa ada dinding penghalang, sedang Dia dapat melihat semua penglihatan dan meliputinya, serta mengetahuinya sesuai dengan apa adanya. Dan Dia maha lembut terhadap para kekasihNya, lagi maha teliti yang Maha mengetahui perkara-perkara yang samar dan detail.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

103. Allah tidak menyerupai sesuatupun yang ada di alam semesta, sehingga penglihatan di dunia tidak dapat meliputi-Nya, karena Dia tidak dapat diliputi waktu dan tempat. Adapun di akhirat orang-orang beriman akan melihat Tuhan mereka sebagaimana dalam firman Allah:

وجوه يومئذ ناضرة. إلى ربها ناظرة

“wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, kepada Tuhannyalah mereka melihat”

Allah Maha lembut kepada hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui amal perbuatan mereka.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

103. Dia tidak dapat diliputi (diketahui secara menyeluruh) oleh penglihatan mata, sedangkan Dia -Subḥānahu- dapat menangkap dan meliputi penglihatan mata. Dan Dia Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya yang saleh lagi Maha Mengetahui perihal mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

103. لَّا تُدْرِكُهُ الْأَبْصٰرُ (Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata)
Yakni Dia tidak dilihat seorangpun di dunia ini, tidak dapat dicapai hakikat diri-Nya dengan penglihatan. Dan Dia dapat dilihat oleh orang-orang beriman di akhirat namun tidak dapat meliputi seluruh Dzat-Nya, sebagaimana firman-Nya:
وجوه يومئذ ناضرة إلى ربها ناظرة
“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat”.
Dan kemungkinan penglihatan orang mukmin kepada Allah di akhirat telah termaktub dalam hadist-hadist yang diriwayatkan secara mutawattir sehingga tidak ada keraguan dan syubhat dalam kebenarannya.

وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصٰرَ ۖ( sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan)
Yakni meliputinya dan mencapai hakikatnya. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya hal yang tersembunyi.

وَهُوَ اللَّطِيفُ (dan Dialah Yang Maha Halus)
Yakni lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.
Pendapat lain mengatakan makna (اللطيف) yakni mengetahui segala rahasia dengan mudah.

الْخَبِيرُ (lagi Maha Mengetahui)
Yakni yang meliputi segala sesuatu dengan mengetahui segala yang lahir dan yang batin.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

103. Dia (Allah) tidak bisa dilihat dengan penglihatan di dunia, tidak pula mereka bisa mengawasinya di akhirat. Dan orang-orang mukmin itu mampu melihatNya karena firmanNya: {Wujuuhun yaumaidzin naadhirah, Ilaa rabbihaa nazhirah} [Surah Al-Qiyamah, 75/22-23] dan (riwayat) penglihatan itu dikuatkan dengan hadits-hadits mutawatir. Hanya Allahlah yang mampu mengawasi dengan penglihatanNya. Dialah Dzat yang mengawasi hamba-hambaNya dan Maha Memberitahu tentang perkara-perkaraa ciptaanNya


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dia tidak dapat dijangkau oleh penglihatan mata} Dia tidak bisa dijangkau oleh penglihatan {sedangkan Dia dapat menjangkau segala penglihatan itu} Dia menjangkau dan meliputi pengelihatan dengan ilmuNya {Dialah Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

103. “Dia tidak dapat di capai oleh penglihatan mata,” karena kebesaran, keagungan dan kesempurnaanNya, maksudnya, mata penglihatan tidak bisa mengetahuiNya dari segala segi walaupun mata bisa melihatNya, dan bergembira melihat kepada wajahNya yang mulia. Penafian terhadap pengetahua tidak berarti manafikan penglihatan, justru ia menetapkanNya dengan cara pemahaman (mafhum), karena ketika ayat tersebut manfikan “pengetahuan” (idrak) yang mana ia merupakan sifat penglihatan (Ru’yah) yang paling khusus, maka hal itu menunjukan bahwa penglihatan adalah tetap (tsabit) dan tidak dinafikan.
Seandanyai ayat ini hendak menafikan penglihatan niscaya ia akan mengatakan, “Tidak dilihat oleh mata,” atau ucapan lain yang sejenis. Dari sini di ketahui bahwa ayat ini tidak terdapat dalil yang mendukung pendapat para pengingkar sifat Allah yang meniadakan kemungkinan melihat Allah di Akhirat. Justru ayat ini mengandung bantahan terhadap pendapat tersebut.
“Sedang Dia dapat melihat penglihatan itu.” Maksudnya, Dia-lah yang ilmuNya meliputi lahir dan batin. pendengaranNya meliputi seluruh suara yang samar dan yang jelas, dan penglihatanNya meliputi segala yang terlihat, baik kecil maupun yang besar.
Oleh karenya, Dia befirman, “Dan Dia-lah Yang Mahaluas dan Maha Mengetahui.” Maksudnya,ilmu dan pengetahuannya cermat dan teliti sehingga Dia mengetahui sesuatu yang rahasia, yang samar, yang tersembunyi dan yang tersimpan. Dan diantara kelembutan Allah adalah bahwa dia membimbing hamba-hambaNya kepada kemaslahatan agamaNya, mengantarkannya dengan cara dimana hamba itu tidak merasa dan tidak berusaha padanya.
Dia mengantarkannya pada kebahagiaan abadi dan keberuntungan yang kekal dari arah yang tidak terduga, bahkan dia mentakdirkan perkara-perkara yang tidak disukai dan tidak di rasa oleh hamba sehingga dia memohon kepadanya agar menyembuhkanNya. Hal tersebut bahwa dia mengetahui agamanNya, lebih baik dan bahwa kesempurnaan agamanya bergantung kepada ujian tersebut. Mahasuci Allah Yang Mahalembut kepada apa yang Dia kehendaki, Maha Penyayang kepada orang-orang Mukmin.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 102-103
Allah SWT berfirman: (Yang demikian itu adalah Allah Tuhan kalian) yaitu Dzat yang menciptakan segala sesuatu, sehingga tidak memiliki anak, dan tidak pula istri (tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia) yaitu sembahlah Dia semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan akuilah keesaaanNya, bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, dan Dia tidak mempunyai anak, tidak diperanakkan, tidak mempunyai istri, dan tidak ada pula yang menandingi dan setara denganNya (dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu) yaitu Dia Maha Memelihara dan Maha Mengawasi yang mengatur segala sesuatu yang selain Dia, memberi rezeki dan menjaga mereka di malam dan siang hari.
Firman Allah SWT: (Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata) dalam hal ini terdapat pendapat para imam dari ulama salaf.
Pertama, Allah tidak dapat dilihat di dunia, dan di akhirat bisa melihatNya.
Ulama’ lainnya berkat, dari kalangan Mu'tazilah berdasarkan dengan apa yang mereka pahami dari ayat ini, yaitu bahwa Allah tidak dapat dilihat, baik di dunia maupun di akhirat. Lalu mereka berbeda pendapat dengan ahlus sunnah wal jama’ah tentang hal ini. karena mereka tidak tahu tentang apa yang ditunjukkan oleh kitab Allah dan sunnah Rasulullah. Adapun dalil dari Al-Qur’an ini adalah firman Allah SWT: (Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri (22) kepada Tuhannyalah mereka melihat (23)) (Surah Al-Qiyamah) dan Allah juga berfirman tentang orang-orang kafir (Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (melihat) Tuhan mereka (15)) (Surah Al-Muthaffifin)
Imam Syafi’i berkata,”Ini menunjukkan bahwa orang-orang mukmin tidak terhalang untuk melihat Allah SWT. Adapun terkait sunnah, maka banyak riwayat yang mutawattir dari Abu Sa'id, Abu Hurairah, Anas, Juraij, Shuhaib, Bilal, dan lainnya dari para sahabat Nabi SAW; bahwa orang-orang mukmin dapat melihat Allah di akhirat, di halaman-halaman dan taman-taman surga. Semoga Allah menjadikan kita dari golongan mereka dengan karunia dan kemurahanNya, amin.
Dikatakan bahwa makna firmanNya: (Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata) yaitu dengan akal.
Ulama lainnya berkata bahwa tidak ada pertentangan antara ketetapan untuk melihat dan penafian untuk menyadari dan menyadari itu lebih khusus daripada melihat, maka tidak bisa penafian sesuatu yang khusus itu menjadi alasan untuk menjauhkan sesuatu yang lebih umum. Kemudian mereka berbeda pendapat tentang pengertian kedudukan “menyadari”, yaitu bagaimanakah itu?
Firman Allah (sedangkan Dia dapat melihat segala yang kelihatan) yaitu Dia meliputi semuanya dan mengetahui kedudukannya, karena sesungguhnya Allah menciptakan semua itu, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui; dan Dia Maha Lembut lagi Maha Mengetahui? (14)) (Surah Al-Mulk) Terkadang ungkapan tentang “Al-Abshar” itu dari “Al-Mubshirun” sebagaimana yang dikatakan oleh As-Suddi tentang firmanNya: (Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala yang kelihatan) yaitu tidak ada sesuatu apapun yang melihatNya, dan Dia melihat semua makhluk.
Abu Al-‘Aliyah berkata tentang firmanNya: (dan Dialah Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui) Dzat yang Maha Lembut untuk mengeluarkannya, lagi Maha Mengetahui tempatnya, Hanya Allah yang lebih mengetahui. Hal ini sebagaimana Allah SWT berfirman seraya memberitahu tentang nasihat Luqman kepada anaknya: ((Luqman berkata), "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui.” (16)) (Surah Luqman)


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-An’am ayat 103: Tidak ada seorang pun yang dapat melihat Allah di dunia. Adapun di akhirat, maka kaum mukmin akan melihat Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

« إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لاَ تُضَامُّونَ فِى رُؤْيَتِهِ ،

“Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhan kamu sebagaimana kamu melihat bulan (purnama) ini, kamu tidak berdesakan dalam melihat-Nya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ilmu-Nya meliputi segala yang nampak maupun yang tersembunyi, pendengaran-Nya mendengar semua suara yang keras maupun yang rahasia, dan penglihatan-Nya melihat semua yang terlihat, besar maupun kecil. Oleh karenanya Dia Mahahalus lagi Mahateliti sehingga segala yang tersembunyi atau samar bagi manusia, tidak samar dan tidak tersembunyi bagi-Nya.

Di antara kelembutan-Nya adalah Dia mengarahkan hamba-Nya kepada hal yang bermaslahat bagi agamanya, menyampaikannya dengan cara-cara yang tidak disadari hamba, mengarahkannya kepada kebahagiaan abadi dari arah yang tidak diperkirakannya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-An’am Ayat 103

Untuk lebih menguatkan uraian sifat-sifat Allah seperti yang disebut sebelumnya, Allah lalu menyatakan bahwa dia tidak dapat dicapai dalam bentuk apa pun oleh penglihatan mata, sedang dia dapat menjangkau dan melihat dengan sejelas-jelasnya segala penglihatan itu, dan dialah yang mahahalus sehingga tidak dapat dilihat oleh makhluk, lagi mahateliti sehingga dapat melihat segala sesuatukemampuan penglihatan manusia amat terbatas seperti diisyaratkan oleh ayat sebelum ini. Namun demikian, manusia dianugerahi oleh Allah dengan mata batin. Ayat ini menegaskan bahwa sungguh, bukti-bukti yang nyata dan sangat jelas telah datang dari tuhanmu yang disampaikan melalui wahyu. Barang siapa melihat kebenaran itu dengan mata hatinya, maka manfaatnya bagi dirinya sendiri, bukan untuk orang lain, dan barang siapa buta mata batinnya dan tidak melihat kebenaran itu, maka dia sendiri-lah yang akan rugi, bukan orang lain. Dan aku, yakni nabi Muhammad, bukanlah penjaga-Mu, tetapi aku hanya sekadar menyampaikan nasihat.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beberapa penjelasan dari para ulama terkait isi dan arti surat Al-An’am ayat 103 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk ummat. Support syi'ar kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Cukup Sering Dilihat

Kaji berbagai halaman yang cukup sering dilihat, seperti surat/ayat: Al-‘Adiyat, Juz al-Qur’an, Ar-Ra’d 11, Al-An’am, Al-Insyirah 5-6, Al-Baqarah 153. Juga Al-Baqarah 185, Ali Imran 190-191, Al-Maidah, Al-Balad, Al-Fajr, Luqman 14.

  1. Al-‘Adiyat
  2. Juz al-Qur’an
  3. Ar-Ra’d 11
  4. Al-An’am
  5. Al-Insyirah 5-6
  6. Al-Baqarah 153
  7. Al-Baqarah 185
  8. Ali Imran 190-191
  9. Al-Maidah
  10. Al-Balad
  11. Al-Fajr
  12. Luqman 14

Pencarian: quran surah almaidah ayat 32, laqod kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah artinya, al hijr ayat 21, al anam 151, surah al an'am ayat 152 beserta artinya

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: