Surat An-Nas Ayat 2

مَلِكِ النَّاسِ

Terjemah Arti: Raja manusia.

TAFSIR AYAT

Raja manusia yang bertindak terhadap segala urusan mereka,mahakaya,tidak membutuhkan mereka.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

2. Dzat yang Maha Merajai manusia, sebagai Raja sepenuhnya, Hakim dan Pengatur urusan-urusan mereka

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Aku berlindung kepada Raja yang memerintahkan manusia dan yang berkuasa atas segala urusan dalam kehidupannya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Yang mengatur manusia sesuai kehendak-Nya dan tidak ada yang merajai mereka selain Allah

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Ini adalah salah satu sifat dari sifat-sifat yang Allah miliki : "Rabb" dan "Malik" adalah dua nama dari nama-nama Allah ﷻ yang agung, tidak ada raja bagi manusia selain Dia - عز وجل - , dan tidak siapapun yang mencapurinya dalam kerajaan yang menguasai manusia dan alam seluruhnya, mereka seluruhnya adalah milik dan hamba Allah - عز وجل - , mereka semua dibawah pengaturan yang Allah tetapkan, dan diantara hamba Allah ada yang memiliki sifat buruk yang mencelakai hamba Allah lainnya, maka kita hendaknya memohon perlindungan dari Allah - عز وجل - agar terhidar dari dampak keburukan yang dihasilkan oleh perbuatan orang-orang buruk itu, karena Dialah yang mampu menundukkan keburukan-keburukan itu. Dialah Allah - عز وجل - raja langit dan bumi beserta isinya, yang tidak satupun mencampurinya dalam mengatur kehidupan didunia ini, baginya kekuasaan dan kerajaan pada hari kiamat dan tidak satupun dari makhluknya yang ikut campur dalam kekuasaan itu, sedangkan didunia Allah menakdirkan beberapa hamba-Nya untuk menjadi penguasa, akan tetapi kekuasaan mereka sangat terbatas, dan bukan pula kekuasaan yang mutlak, mereka adalah raja-raja yang lemah dibandingkan kekuasaan Allah yang maha besar itu, kekuasaan raja-raja dibumi hanyalah titipan dari sang penguasa langit dan bumi, Dia berhak memberikan kepada siapapun dari hamba-Nya kekuasaan dan Dia ﷻ juga berhak mencabut kekuasaan itu, Allah - عز وجل - berfirman : { قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ } ( Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuat ) [ Ali Imran : 26 ] , kekuasaan yang dipegang oleh raja-raja di bumi hanyalah sebatas sampai ajal menjemput mereka, sedangkan kerajaan di akhirat semuanya milik Allah ﷻ sang pencipta langit dan bumi.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Raja manusia, yang mengatur semua urusan mereka, dan dia mahakaya sehingga tidak membutuhkan mereka. 3. Sembahan manusia, tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah tuhan yang patut disembah dan dimintai perlindungan.

Tafsir Ringkas Kemenag