Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat At-Takatsur Ayat 8

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

Arab-Latin: ṡumma latus`alunna yauma`iżin 'anin-na'īm

Terjemah Arti: Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

5-8. Tidak sepatutnya kalian disibukkan oleh berlomba lomba dalam urusan memperbanyak harta, seandainya kalian mengetahui dengan sebenarnya,niscaya kalian tidak melakukan hal itu, dan niscaya kalian bersegera menyelamatkan diri kalian dari kebinasaan. Kalian akan melihat neraka jahim, Kemudian kalian pasti melihatnya tanpa keraguan, Kemudian kalian akan ditanya pada hari kiamat tentang berbagai macam kenikmatan.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

8. Kemudian sungguh Allah akan bertanya kepada kalian pada Hari itu tentang nikmat sehat, kekayaan dan lainnya yang telah diberikan kepada kalian.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

8. Kemudian kalian akan ditanyai pada hari perhitungan amal tentang kenikmatan dunia yang lebih kalian sibukkan daripada beramal untuk akhirat (kalian). {Tsumma} digunakan untuk mengurutkan berita. Karena di tempat hisab, pertanyaan itu diberikan sebelum melihat neraka.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Sesungguhnya kalian wahai manusia, akan meminta di akhirat macam-macam kenikmatan, yang Allah berikan kenikmatan itu untuk kalian di dunia, dimana kalian berupaya berpaling (dari kemewahan dunia) dan bersungguh-sungguh dalam kehidupan kalian untuk menggapai selain (dunia) dan (bersungguh-sungguh meuju kepada) yang berkaitan dengan hari pembalasan.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1 ). Wahai kalian yang bergelimang kenikmatan. berhati-hatilah !
{ ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ } Pertanyaan ini umum untuk kafir dan orang beriman, tetapi pertanyaan ini sebagai kabar gembira bagi orang-orang beriman yakni dilimpahkannya kepada mereka kenikmatan dunia dan kenikmatan akhirat, sedangkan bagi orang-orang kafir pertanyaan ini sebagai teguran bagi mereka yang membalas kenikamatan dunia dengan kekafiran dan kemaksiatan.

2 ). Tatkala orang-orang kafir menyibukkan diri untuk memperbanyak harta dan segala bentuk kenikmatan dan kemegahan dunia, dan meninggalkan keataan dan kesyukuran mereka kepada Allah, mereka akan ditanya dan dimintai pertangguung jawaban atas semua kenikmatan itu pada hari kiamat nanti, agar jelas bagi mereka yang selama ini menjadi sangkaan sebagai sebab untuk meraih kebahagiaan padahal semua itu adalah sebab terbesar yang akan merubah hidup mereka menjadi kesengsaraan tiada henti.

3 ). { ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ } Ibnu taimiyah berkata : mensyukuri nikmat Allah setiap hamba wajib melakukannya; dan Allah ta'ala tidaklah Ia membalas apa yang Ia perbolehkan untuk hamba-Nya dengan azab, tetapi azab itu hanya akan ditimpakan kepada mereka yang meninggalkan dan mengamalkan larangan.

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

8. “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan itu,” yakni yang kalian megah-megahkan di dunia, apakah kalian mensyukurinya dan kalian tunaikan hak-hak Allah di dalamnya dan tidak kalian jadikan penopang untuk kemaksiatan sehingga Allah memberi kalian nikmat yang lebih tinggi dan lebih baik darinya? Ataukah kalian terpedaya olehnya, tidak kalian syukuri bahkan bisa jadi kalian jadikan sebagai penopang untuk berbagai kemaksiatan sehingga Allah menyiksa kalian karena hal itu?.
Allah berfirman : Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik”. (QS. al-ahqaf.20)

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Kemudian kalian akan ditanya pada hari kiamat tentang nikmat yang Allah ﷻ karuniakan kepada kalian ketika didunia, kesyukuran kalian terhadap nikmat Allah ﷻ akan dipertanggung jawabkan pada hari itu, Allah ﷻ melimpahkan nikmat sehat kepada kalian, dan melimpahkan rezki yang banyak, nikmat keamanan dan ketenangan, dan sesungguhnya jika seandainya nikmat itu kalian hitung tidak akan selesai perkaranya, Allah ﷻ berfirman : { وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ } ( Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ) [ An-Nahl : 18 ] , semua nikmat yang kalian dapatkan didunia tidak akan dilupakan, karena semua nikmat itu akan di tanya pada hari kiamat.

{ ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ } Pada ayat ini terdapat huruf qosam ( huruf yang dipakai untuk sumpah ) , dan huruf nun pada akhir kata ( لَتُسْأَلُنَّ ) yang digunakan dalam bahasa arab untuk menekankan makna suatu perkara, yang maksud kedua huruf ini adalah bahwasanya perkara ini benar-benar akan terjadi, nikmat yang Allah karuniakan kepada hambanya benar-benar akan di tanya.

{ يَوْمَئِذٍ } Pada hari kiamat.

{ عَنِ النَّعِيمِ } Semua kenikmatan yang Allah - عز وجل - limpahkan kepada setiap hamba-Nya.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Seperti nikmat sehat, nikmat waktu luang, nikmat keamanan, nikmat makan, nikmat minum dan lain-lain. Kamu akan ditanya, apakah kamu sudah bersyukur terhadapnya dan memenuhi hak Allah di sana ataukah kamu malah menggunakan kenikmatan itu untuk bermaksiat kepada-Nya dan tertipu dengannya sehingga kamu tidak melakukan sikap syukur? Sehingga kamu diberi hukuman terhadapnya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan), "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniamu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik.” (Terj. Al Ahqaaf: 20).

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Kemudian, pada saat kamu menyaksikan neraka jahim dengan mata kepalamu, kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu jadikan bahan bermegah-megahan di dunia itu, seperti harta, keturunan, pengikut, dan sebagainya. Semua itu pada haki-katnya adalah cobaan. Jika diperoleh secara halal dan digunakan dengan benar, semua itu akan menguntungkan pemiliknya, baik di dunia maupun akhirat. Bila tidak, semua itu akan menjadikan hidup pemilik-Nya tidak berkah dan menjerumuskannya ke dalam siksaan Allah di akhirat nanti. 1. Demi masa, waktu sore, atau salat asar. Allah bersumpah dengan masa agar manusia memperhatikan masa dan memanfaatkannya dengan baik; bersumpah dengan waktu sore, sebagaimana dengan waktu duha, sebagai salah satu bukti kuasa Allah; dan bersumpah dengan salat asar karena keutamaanya atas salat-salat yang lain.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-‘Ashr Ayat 1 Arab-Latin, Surat Al-‘Ashr Ayat 2 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-‘Ashr Ayat 3, Terjemahan Tafsir Surat Al-Humazah Ayat 1, Isi Kandungan Surat Al-Humazah Ayat 2, Makna Surat Al-Humazah Ayat 3

Category: Surat At-Takatsur

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Attakasur Ayat 8 Kandungan Surat At Takasur Ayat 8 Tuliskan Surat At Takasur Aya 8 Beserta Artinya Isi Kandunga Surat At-takasur Ayat 8 Terjemahan Surat At Takatsur Ayat 8