Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-‘Adiyat Ayat 4

فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا

Arab-Latin: Fa aṡarna bihī naq'ā

Terjemah Arti: Maka ia menerbangkan debu,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Lalu mereka menerbangkan debu saat penyerangan.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

4. Lalu ia menerbangkan debu-debu karena (begitu kencang) larinya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

4-5. Kuda-kuda itu menghambur-hamburkan debu ke wajah musuh di tengah-tengah larinya. Mereka berada di tengah-tengah musuh atau di waktu pagi di tengah-tengah musuh.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah menjelaskan dari sifat kuda ini dimana ia keras kepada musuh, sampai-sampai menerbangkan debu-debu yang berhamburan.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

4-5. “Maka ia menerbangkan” dengan lari dan serbuannya, “debu” , yakni tanah. “Dan menyerbu,” dengan menungganginya , “ke tengah-tengah kumpulan musuh,” dengan penunggangnya: kuda-kuda lari menyerbu musuh yang mereka serbu.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ فَأَثَرْنَ بِهِ } Kuda-kuda itu dengan perlawanannya mengeluarkan { نَقْعًا } debu yang disebabkan oleh hantaman kakinya.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

1-6. Demi kuda perang yang berlari kencang dan bernafas terengah-engah ke arah musuh dengan penuh keberanian dan semangat guna membawa tuannya berperang di jalan Allah. Dan demi kuda yang memercikkan bunga api karena hentakan kuku kakinya beradu dengan batu batu. Hal ini menunjukkan keberaniannya menghadapi rintangan sebesar apa pun. Dan demi kuda yang menyerang dengan tiba-tiba pada waktu pagi hal ini menunjukkan kesiagaannya untuk berjihad tanpa mengenal waktu, sehingga dengan serangan kuda-kuda itu menerbangkan debu yang tebal, tanda betapa dahsyat serangan mereka ke arah musuh, lalu menyerbu bersama dengan kepulan debu itu ke tengah-tengah kumpulan musuh dengan gagah berani. Demi kuda-kuda perang yang demikian sifatnya, sungguh manusia itu enggan bersyukur dan sangat ingkar kepada nikmat tuhannya. Manusia, kecuali yang dirahmati Allah, malas bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan tidak mau memenuhi kewajiban yang dibebankan kepadanya

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-‘Adiyat Ayat 5 Arab-Latin, Surat Al-‘Adiyat Ayat 6 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-‘Adiyat Ayat 7, Terjemahan Tafsir Surat Al-‘Adiyat Ayat 8, Isi Kandungan Surat Al-‘Adiyat Ayat 9, Makna Surat Al-‘Adiyat Ayat 10

Category: Surat Al-'Adiyat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Arti Dari Quran Surat Al-adiyat Ayat 4 Adalah Arti Surat Al Adiyat Ayat4