Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-‘Adiyat Ayat 1

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا

Arab-Latin: Wal-'ādiyāti ḍab-ḥā

Terjemah Arti: Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Allah bersumpah dengan kuda perang yang berlari kencang menuju musuh, hingga terdengar suara nafasnya karena kencangannya dia berlari.
Tidak boleh bagi makhluk bersumpah kecuali dengan nama Allah, karena bersumpah dengan selain Allah adalah syirik.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Allah bersumpah dengan kuda yang berlari hingga terdengar suara dari nafasnya karena larinya yang kencang.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Aku bersumpah demi kuda para mujahid yang berlari (kuda-kuda yang berlari) yang mengeluarkan suara, yaitu nafas kuda ketika berlari. “Al-‘Adiyaht” berasal dari kata “Al-‘Adwu” yang artinya adalah berlari, sedangkan “Adh-dhabhu” adalah suara nafas. Al-Bazzar, Imam Hakim dan lainnya dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulallah SAW pernah melepas seekor kuda, lalu setelah satu bulah lewat, beliau tidak mendapatkan kabar tentangnya, kemudian turunlah ayat {wal ‘aadiyat}”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah bersumpah dalam surat ini dengan sebagian dari makhluknya, Allah bersumpah dengan kuda (perang), yang digunakan untuk di jalan Allah dan berlari dengan kencang, terdengar langkah kakinya yang menghembuskan nafas dengan kencang.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Allah bersumpah atas kerasnya pengingkaran manusia dengan sebutan kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, hal itu juga sebagai peringatan bagi orang mengingkari kebenaran bahwasanya kuda tidak akan melupakan kebaikan majikannya terhadapnya, bahkan ketempat kematian sekalipun ia akan tetap setiap membawa majikannya; sebagai penghormatan atas kebaikan sang majikan, maka jangan sampai binatang lebih baik dan lebih hormat daripada anda wahai ummat manusia.

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

1. Allah bersumpah dengan kuda, karena pada kuda terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang amat jelas dan nikmatNya yang nyata padanya yang diketahui oleh manusia. Allah bersumpah dengan kuda pada kondisi dimana tidak ada hewan lain yang menyertainya seraya berfirman, “Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,” yakni kuda yang berlari kencang dan kuat serta terengah-engah; suara nafasnya yang keluar dari dadanya karena kencangnya lari.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ وَالْعَادِيَاتِ } Demi kuda-kuda perang yang berlari kencang, Allah - عز وجل - bersumpah demi kebesarannya, yakni kedudukan yang dimiliki oleh kuda-kuda perang itu, dan ayat-ayat keagungan Allah yang terdapat padanya.

{ ضَبْحًا } Yaitu suara terengah-engah yang keluar dari dada kuda ketika melakukan perlawanan, atau sedang melaju kencang mengejar lawan.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan kuda karena di dalamnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang jelas dan nikmat-nikmat-Nya yang tampak jelas. Dia bersumpah dengan kuda-kuda itu ketika kuda-kuda itu melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh hewan lainnya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


1-6. Demi kuda perang yang berlari kencang dan bernafas terengah-engah ke arah musuh dengan penuh keberanian dan semangat guna membawa tuannya berperang di jalan Allah. Dan demi kuda yang memercikkan bunga api karena hentakan kuku kakinya beradu dengan batu batu. Hal ini menunjukkan keberaniannya menghadapi rintangan sebesar apa pun. Dan demi kuda yang menyerang dengan tiba-tiba pada waktu pagi hal ini menunjukkan kesiagaannya untuk berjihad tanpa mengenal waktu, sehingga dengan serangan kuda-kuda itu menerbangkan debu yang tebal, tanda betapa dahsyat serangan mereka ke arah musuh, lalu menyerbu bersama dengan kepulan debu itu ke tengah-tengah kumpulan musuh dengan gagah berani. Demi kuda-kuda perang yang demikian sifatnya, sungguh manusia itu enggan bersyukur dan sangat ingkar kepada nikmat tuhannya. Manusia, kecuali yang dirahmati Allah, malas bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan tidak mau memenuhi kewajiban yang dibebankan kepadanya

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-‘Adiyat Ayat 2 Arab-Latin, Surat Al-‘Adiyat Ayat 3 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-‘Adiyat Ayat 4, Terjemahan Tafsir Surat Al-‘Adiyat Ayat 5, Isi Kandungan Surat Al-‘Adiyat Ayat 6, Makna Surat Al-‘Adiyat Ayat 7

Category: Surat Al-'Adiyat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!