Surat Az-Zalzalah Ayat 8

Belajar Quran Online

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Arab-Latin: Wa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarah

Terjemah Arti: Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

7-8. Barangsiapa yang melakukan kebaikan seberat semut kecil, dia akan melihat pahalanya di akhirat. Dan barangsiapa melakukan keburukan seberat semut kecil, dia akan melihat balasannya di akhirat.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

8. Dan barangsiapa melakukan keburukan di dunia seberat dzarrah, maka dia akan mengetahui balasannya di akhirat. Ibnu Abu Hatim dari Sa’id bin Jubair berkata: “Saat ayat ini turun {wa yuth’imuunath tha’aama ‘ala hubbihi …} orang-orang muslim beranggapan bahwa mereka tidak menerima pahala atas sesuatu yang sedikit bila memberikannya (kepada orang lain), sedangkan yang lain beranggapan bahwa mereka tidak akan disalahkan atas dosa yang remeh, yaitu berbohong, mengintip, mengumpat dan dosa-dosa lain yang serupa, sesungguhnya Allah hanya menjanjikan neraka bagi orang-orang yang berdosa besar, maka Allah menurunkan dua ayat ini [ayat 7 dan 8]”

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

7-8. Allah menjelaskan barangsiapa yang dulu di dunia beramal dengan amalan yang baik, sangat dekat amalannya dan akan melihat balasan dari amalannya. Dan barangsiapa yang beramal dengan amalan yang buruk sewaktu di dunia meskipun sedikit, akan melihat hukumannya di akhirat. Dengan kata lain, tidaklah hilang sesuatupun dari apa yang telah lalu atas amalannya baik besar maupun kecilnya, baik amalan yang baik maupun buruk.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

8. Dan barang siapa yang melakukan amalan keburukan, makai a pun akan mendapatkannya.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

{ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا } Dan barangsiapa yang mengerjakan amalan buruk walau sekecil semut hitam, { يَرَهُ } dia pasti akan melihatnya dengan matanya sendiri, amalan seseorang akan membahagiakannya jika itu baik, dan jika amalannya buruk maka amalan itu akan menyengsarakanny, dan ia tidak mungkin lagi bisa bertaubat.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Dalam ayat di atas terdapat targhib (dorongan) untuk mengerjakan kebaikan meskipun kecil, dan tarhib (penakut-nakutan) tehadap perbuatan buruk meskipun ringan.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dan sebaliknya, barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah dan menganggapnya remeh, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia pun akan menerima balasannya. Inilah bukti kemahaadilan Allah; dia tidak menzalimi siapa pun. 1-6. Demi kuda perang yang berlari kencang dan bernafas terengah-engah ke arah musuh dengan penuh keberanian dan semangat guna membawa tuannya berperang di jalan Allah. Dan demi kuda yang memercikkan bunga api karena hentakan kuku kakinya beradu dengan batu batu. Hal ini menunjukkan keberaniannya menghadapi rintangan sebesar apa pun. Dan demi kuda yang menyerang dengan tiba-tiba pada waktu pagi hal ini menunjukkan kesiagaannya untuk berjihad tanpa mengenal waktu, sehingga dengan serangan kuda-kuda itu menerbangkan debu yang tebal, tanda betapa dahsyat serangan mereka ke arah musuh, lalu menyerbu bersama dengan kepulan debu itu ke tengah-tengah kumpulan musuh dengan gagah berani. Demi kuda-kuda perang yang demikian sifatnya, sungguh manusia itu enggan bersyukur dan sangat ingkar kepada nikmat tuhannya. Manusia, kecuali yang dirahmati Allah, malas bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan tidak mau memenuhi kewajiban yang dibebankan kepadanya.

Tafsir Ringkas Kemenag

Related: Surat Al-‘Adiyat Ayat 1 Arab-Latin, Surat Al-‘Adiyat Ayat 2 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-‘Adiyat Ayat 3, Terjemahan Tafsir Surat Al-‘Adiyat Ayat 4, Isi Kandungan Surat Al-‘Adiyat Ayat 5, Makna Surat Al-‘Adiyat Ayat 6

Baca Quran Online

Surah Al Zalzalah Ayat 8 Tulisan Arab