Quran Surat Al-Bayyinah Ayat 7

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ ٱلْبَرِيَّةِ

Arab-Latin: Innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti ulā`ika hum khairul-bariyyah

Terjemah Arti: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

Tafsir Quran Surat Al-Bayyinah Ayat 7

Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan agama Allah, mengikuti rasul Nya dan mengamalkan syari’at NYA mereka adalah sebaik baik makhluk.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan melakukan amal saleh, mereka adalah sebaik-baik makhluk.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

7-8. Dan kebalikan dari golongan sesat ini, golongan yang beriman kepada penjelasan yang jelas, dan beramal shalih sesuai dengan tuntunan al-Qur’an. Golongan ini merupakan para makhluk Allah yang terbaik, mereka berhak mendapat pahala yang besar berupa masuk surga selamanya dengan berbagai kenikmatan di dalamnya yang membuat mereka puas. Sungai-sungai akan mengalir dibawah pepohonan dan istana-istana mereka, mereka tidak akan merasa letih dan lelah, mereka akan mendapat keridhaan Allah, dan mereka akan ridha atas kebaikan dan karunia yang telah Allah berikan. Itulah balasan bagi orang yang takut kepada Allah dan yang mengagungkan-Nya dengan sebenar-benarnya.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

Abu Hurairah berkata : "Apakah kamu takjub dengan kedudukan Malaikat disisi Allah ? demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya sesungguhnya hamba yang beriman kepada Allah kedudkanya disisi Allah pada hari kiamat kelak akan lebih tinggi dibandingkan kedudukan para Malaikat ! dan bacalah ayat ini jika kamu ingin melihat keagungan itu : { إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ } .

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

7. Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan Allah dan rasulNya dan mengamalkan apa yang diperintahkan olehNya berupa amal shalih, secara kondisi dan harta, mereka semua adalah sebaik-baik ciptaan.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

7. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk,” karena mereka menyembah dan mengenal Allah. Mereka beruntung mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

{ إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ } Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, mereka mencontohi para Nabi dan Rasul, mereka mengikuti syari'at Muhammad ﷺ , beriman kepadanya, dan terus melakukan amal shalih dan meningkatkan keimanan, { أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ } mereka itu adalah sebaik-baiknya ciptaan Allah ﷻ , tanpa dilihat dari segi keturunannya, kekayaannya, dan ilmunya.

Seseorang tidak dilihat dari seluruh amalan yang ia lakukan, akan tetapi seseorang itu tergantung amal shalih yang ia perbuat yang seusai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ , itulah amal shalih yang sesungguhnya, amalan yang dilakukan dengan keikhlasan hanya kepada Allah ﷻ , maka seseorang tidak dikatakan telah beramal shalih melainkan amalan itu harus dengan keikhlasan untuk mengharap ridho dari Allah dan sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah ﷺ , itulah amalan shalih yang sesungguhnya.

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Setelah Allah menyebutkan kondisi orang-orang kafir dari yahudi, nasrani dan orang-orang musyrik, Allah menyebutkan kondisi orang-orang beriman, Dia berfirman: إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ " Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk." Al-Quran al-Karim adalah matsaniy, yang (berarti) disebutkan di dalamnya dua makna yang berbeda, disebutkan suatu makna dan juga pembandingnya.
Al-Quran datang dengan berita penghuni neraka kemudian datang juga dengan berita tentang penghuni surga, datang dengan ayat-ayat tentang ancaman dan datang juga ayat-ayat ang memotivasi, dan begitu seterusnya. Agar manusia berjalan menuju Allah 'Azza Wa Jalla antara rasa khawatir dan harapan. Agar tidak jenuh, karena beragamnya cara penyampaian dan beragamnya tema, tidak diragukan bahwa yang demikian dapat memberikan kekuatan dan dorongan pada jiwa, berbeda jika perkataan disusun hanya dengan satu model saja, manusia akan bosan, jenuh dan jiwanya tidak tergerak.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ " Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk." Maka sebaik-baik ciptaan Allah 'Azza Wa Jalla adalah orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, mereka ada empat tingkat, Allah jelaskan dalam firman-Nya: وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا " Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."(QS. An-Nisa: 69) Empat tingkatan ini adalah tingkatan-tingkatan orang-orang meukmin, yang tertinggi adalah tingkatan kenabian, yang lebih tinggi dari kenabian adalah kerasulan, kemudian setelahnya adalah derajat shiddiqiyah, orang tertinggi pada derajat ini adalah Abu Bakar, yang ketiga adalah syuhada, ada ulama yang mengatakan bahwa makna Syuhada adalah ahli ilmu, ada ulama yang mengatakan bahwa mereka adalah yang terbunuh di dalam peperangan di jalan Allah. Ayat yang memiliki kemungkinan dua makna maka ditafsirkan dengan keduanya tanpa dibenturkan.

Dan yang hendaknya penafsir al-Quran ketahui adalaha bahwa setiap ayat yang memiliki dua makna yang tidak saling berbenturan maka hendaknya ditafsirkan dengan keduanya.

Para syuhada mereka adalah para ahli ilmu agama, dan mereka juga adalah orang-orang yang terbunuh di medan perang di jalan Allah, semuanya berkedudukan tinggi di atas seluruh pengikut para rasul tapi di bawah para shiddiqiin. Allah Ta'ala berfirman: وَالصَّالِحِينَ "dan orang-orang saleh" ini adalah tingkatan terendah. Maka orang-orang yang beriman dan beramala saleh berada ditingkatan-tingkatan yang berbeda, mereka adalah sebaik-baik makhluk, maknanya: Mereka adalah sebaik-baik yang Allah 'Azza wa Jalla ciptakan dari makhluk-makhluk-Nya.

****
7-8. Setelah Allah menjelaskan balasan orang-orang kafir di akhirat, Allah menjelaskan tentang orang-orang yang beriman. Dan Ia kabarkan mereka yang membenarkan Allah dan mengikuti Rasul ﷺ dan beramal dengan amalan yang shalih, mereka adalah sebaik-baik ciptaan di dunia dan akhirat, mereka adalah orang yang berhak mendapat karunia Allah, dan oleh karena itu balasan mereka ada di sisi Penciptanya, mereka di akhirat mendapat surga yang mengalir di bawah kamar-kamar dan pepohonan mereka sungai-sungai, dan mereka menempati kenikmatan ini selama-lamanya. Tidak akan terputus (kenikmatan) yang di dapatkan mereka selamanya. Allah ridha dengan mereka dan kepada amalan shalih yang mereka kerjakan sebelumnya (di dunia), dan mereka juga ridha kepada Tuhannya atas kenikmatan dan tempat tinggal yang diberikan kepada mereka. Kemudian Allah menjelaskan bahwa balasan dan ganjaran yang baik ini diberikan bagi mereka yang takut kepada Allah, dan menjauhi apa yang membuatnya murka dari kekafiran dan kesyirikan serta dosa dan maksiat.

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Sungguh, orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya dengan iman yang benar dan mengerjakan kebajikan dengan ikhlas dan sesuai ketetentuan syariat, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Mereka adalah makhluk yang Allah kehendaki untuk menjadi khalifah di bumi. 8. Balasan mereka di sisi tuhan mereka ialah surga 'adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya bersama segala kenikmatan di dalamnya. Selain itu, mereka mendapat nikmat yang lebih besar. Allah rida terhadap mereka atas keimanan dan amal saleh mereka dan mereka pun rida kepada-Nya atas kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada mereka. Yang demikian itu adalah balasan yang agung bagi orang yang takut kepada tuhannya. Ketakutannya pada siksaan Allah mendorongnya untuk menjauhkan diri dari larangan Allah, termasuk kemusyrikan dan kekafiran.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Lainnya: Al-Bayyinah Ayat 8 Arab-Latin, Az-Zalzalah Ayat 1 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Az-Zalzalah Ayat 2, Terjemahan Tafsir Az-Zalzalah Ayat 3, Isi Kandungan Az-Zalzalah Ayat 4, Makna Az-Zalzalah Ayat 5

Terkait: « | »

Kategori: 098. Al-Bayyinah

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi