Surat Ali ‘Imran Ayat 152

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥٓ إِذْ تَحُسُّونَهُم بِإِذْنِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَٰزَعْتُمْ فِى ٱلْأَمْرِ وَعَصَيْتُم مِّنۢ بَعْدِ مَآ أَرَىٰكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ مِنكُم مَّن يُرِيدُ ٱلدُّنْيَا وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ ٱلْءَاخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنكُمْ ۗ وَٱللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ

Arab-Latin: Wa laqad ṣadaqakumullāhu wa'dahū iż taḥussụnahum bi`iżnih, ḥattā iżā fasyiltum wa tanāza'tum fil-amri wa 'aṣaitum mim ba'di mā arākum mā tuḥibbụn, mingkum may yurīdud-dun-yā wa mingkum may yurīdul-ākhirah, ṡumma ṣarafakum 'an-hum liyabtaliyakum, wa laqad 'afā 'angkum, wallāhu żụ faḍlin 'alal-mu`minīn

Artinya: Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.

« Ali 'Imran 151Ali 'Imran 153 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Mendalam Mengenai Surat Ali ‘Imran Ayat 152

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 152 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada aneka ragam kandungan mendalam dari ayat ini. Ditemukan aneka ragam penafsiran dari kalangan pakar tafsir terkait isi surat Ali ‘Imran ayat 152, antara lain seperti di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan sungguh Allah telah membuktikan bagi kalian apa yang telah Dia janjikan bagi kalian berupa kemenangan,ketika kalian berhasil membunuh orang-orang kafir di Perang Uhud dengan izin Allah ta’ala,sampai akhirnya kalian menjadi pengecut dan semangat mengendur untuk mengarungi laga peperangan dan kalian berselisih pandangan, apakah bertahan pada posisi-posisi kalian atau meninggalkannya untuk ikut mengumpulkan harta rampasan perang bersama dengan orang-orang yang mengumpulkannya? Dan kalian melanggar perintah Rosul kalian tatkala memerintahkan kalian untuk tidak meninggalkan tempat-tempat kalian dalam keadaan apapun, maka menimpalah kepada kalian kekalahan setelah sebelumnya Allah memperlihatkan kepada kalian apa yang kalian senangi,yaitu kemenangan. Dan menjadi jelas bahwa di antara kalian sesungguhnya ada orang yang menginginkan harta rampasan dan sesungguhnya ada juga yang menghendaki akhirat dan pahala nya. Kemudian Allah memalingkan wajah-wajah kalian dari musuh kalian untuk menguji kalian. Dan sesungghnya Allah mengetahui penyesalan dan taubat kalian,lalu Dia memaafkan kalian. Dan Allah itu mempunyai karunia besar bagi kaum Mukminin.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

152. Hai orang-orang beriman, sungguh Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kalian, berupa kemenangan atas musuh kalian saat kalian mulai memerangi kalian di perang Urud dengan kehendak Allah. Sampai saat segolongan kalian merasa takut dan melanggar perintah Allah dan menyelisihi Rasulullah dengan meninggalkan bukit Rumaah setelah Aku menampakkan kemenangan yang kalian inginkan atas orang-orang musyrik.

Sebab perselisihannya adalah sebagian kalian meninginkan harta ghanimah, sedangkan sebagian yang lain menginginkan surga; maka Allah menjadikan kalian kalah menghadapi orang-orang kafir setelah kalian hampir menang sebagai ujian bagi kalian.

Allah telah mengampuni kalian setelah kalian menyesali apa yang telah kalian perbuat. Allah memiliki karunia bagi kalian berupa ampunan dan pelajaran.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

152. Dan sungguh Allah benar-benar menepati apa yang dijanjikan-Nya kepada kalian, yaitu menolong kalian untuk mengalahkan musuh dalam perang Uhud ketika kalian berperang melawan mereka dengan peperangan yang sengit dengan izin Allah -Ta'ālā-. Sampai ketika kalian lemah dan tidak mau memegang teguh apa yang Rasul perintahkan kepada kalian, dan kalian berselisih paham antara tetap bertahan di posisi kalian masing-masing ataukah meninggalkan posisi itu dan bergerak untuk mengumpulkan ganimah. Dan kalian telah durhaka kepada Rasul yang memerintahkan kalian bertahan di posisi masing-masing dalam kondisi apapun. Hal itu terjadi setelah Allah memperlihatkan kepada kalian kemenangan atas musuh-musuh kalian. Sebagian dari kalian menginginkan harta rampasan perang dunia, yaitu orang-orang yang meninggalkan posisi mereka. Dan sebagian dari kalian menginginkan ganjaran akhirat, yaitu orang-orang yang bertahan di posisinya masing-masing karena mematuhi perintah Rasul. Kemudian Allah memalingkan kalian dari mereka dan membuat mereka mampu mengalahkan kalian untuk menguji kalian. Maka jelaslah siapa yang benar-benar beriman dan bersabar terhadap cobaan dan siapa yang tergelincir kakinya dan lemah jiwanya. Dan Allah telah mengampuni perbuatan kalian yang telah melanggar perintah Rasul-Nya. Dan Allah memiliki anugerah yang sangat besar bagi orang-orang yang beriman, karena Dia telah membimbing mereka kepada iman. Dia juga telah memaafkan kesalahan mereka dan memberi ganjaran atas musibah yang menimpa mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

152. وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللهُ وَعْدَهُۥٓ (Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu)
Ayat ini turun ketika sebagian kaum muslimin berkata: “bagaimana ini bisa terjadi? Padahal Allah telah menjanjikan kepada kita kemenangan”. Hal ini mereka katakan karena pada mulanya kaum muslimin meraih kemenangan atas orang-orang musyrik di perang Uhud, bahkan mereka berhasil membunuh pemegang bendera sebagai pemimpin pasukan mereka dan Sembilan orang penggantinya. Namun ketika kaum muslimin sibuk dengan harta rampasan perang, dan pasukan pemanah meninggalkan tempat mereka untuk mengumpulkan harta rampasan, mereka akhirnya menjadi sebab kekalahan kaum muslimin.

إِذْ تَحُسُّونَهُم (ketika kamu membunuh mereka)
Yakni saat kalian membunuh dan menghabisi mereka.

حَتَّىٰٓ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنٰزَعْتُمْ (sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu)
Yakni perselisihan yang terjadi diantara pasukan pemanah; sebagian mereka berkata: mari kita menyusul yang lain untuk mengumpulkan rampasan perang, dan sebagian lainnya mengatakan: tidak, kita harus tetap di tempat kita ini.

مِّنۢ بَعْدِ مَآ أَرَىٰكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ (sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai)
Yakni setelah kemenangan yang terjadi di awal perang Uhud.

مِنكُم مَّن يُرِيدُ الدُّنْيَا (Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia)
Yakni harta rampasan perang.

وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ الْاٰخِرَةَ ۚ (dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat)
Yakni berupa pahala dengan tetap teguh di tempat mereka sebagai bentuk ketaatan pada perintah Rasulullah.

ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ (Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu)
Yakni Allah membalikkan keadaan kalian atas mereka dengan kekalahan setelah kalian unggul atas mereka sebagai cobaan bagi kalian.

وَلَقَدْ عَفَا عَنكُمْ ۗ (dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu)
Yakni setelah penyesalan kalian, sehingga Allah tidak membinasakan kalian setelah berbuat kemaksiatan. Dan kemaksiatan tersebut adalah bahwa Rasulullah telah menempatkan pasukan pemanah pada suatu tempat untuk melindungi sisi belakang pasukan muslimin lainnya. Beliau berkata kepada mereka: “jika kalian melihat kami terbunuh maka jangan kalian tolong kami, dan jika kalian melihat kami menang dan mengambil rampasan perang maka jangan kalian ikuti kami”. Akan tetapi mereka meninggalkan tempat mereka ketika melihat kaum musyrikin telah terkalahkan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

152 Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu dengan memberi pertolongan pada perang Uhud, ketika kamu membunuh dan melawan mereka dengan kemudahan dan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dalam berperang dan para pemanah berselisih di atas gunung untuk tetap dalam tempat kalian. Mereka memilih mengambil ghanimah dan mendurhakai perintah Rasul sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai berupa pertolongan untuk mengalahkan orang-orang musyrik. Sebab perselisihan mereka adalah sebagian dari kalian menghendaki ghanimah, dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat dengan tetap teguh dalam pos kalian. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu setelah kalian mengalahkan mereka, serta untuk menguji iman kalian atau untuk ujian bagi orang-orang yang diuji, agar tamoak siapa yang munafik dan siapa yang jujur. Sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu setelah kalian menyesal telah membangkang perintah Nabi. Dan Allah mempunyai karunia yang dilimpahkan atas orang orang yang beriman dengan mengampuni mereka dan tidak adanya penyerangan kepada mereka. Ayat ini turun ketika sebagian muslim pada waktu perang Uhud berkata: Bagaimana bisa kami kalah, padahal Allah telah menjanjikan pertolongan-Nya? Maka Allah menurunkan ayat ini. Ini terjadi karena mereka mendapat pertolongan pada awal perang, kemudian mereka berpaling dan lebih fokus pada ghanimah, dan meninggalkan tugas memanah pada pos mereka di atas gunung hanya untuk mengambil ghanimah.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sungguh Allah benar-benar telah memenuhi} menepati {janjiNya kepada kalian ketika kalian membunuh mereka} membunuh mereka dengan sangat banyak {dengan izinNya} sesuai ketetapanNya {sampai pada saat kalian gagal} menjadi takut dan lemah untuk berperang {berselisih} berselisih {dalam urusan itu dan melakukan maksiat} mengingkari perintah Rasulullah SAW {setelah Allah memperlihatkan kepada kalian apa yang kalian sukai. Di antara kalian ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian, Allah memalingkan kalian dari mereka} memalingkan kalian dari orang-orang musyrik dengan kekalahan {untuk menguji kalian} menguji kalian.{ Sungguh Dia benar-benar telah memaafkan kalian. Allah mempunyai karunia kepada orang-orang mukmin


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

152. Maksudnya, “Dan sungguh Allah telah memenuhi janjiNya kepadamu” dengan pertolongan lalu Allah menolong kalian atas ancaman mereka hingga membuat kalian dapat menguasai mereka dan mampu membunuh mereka, tapi akhirnya kalian menjadi penyebab kehancuran bagi diri kalian sendiri dan penolong bagi musuh kalian atas keburukan diri kalian, dan ketika kalian menderita kegagalan, yaitu kelemahan dan lesu, “dan berselisih dalam urusan itu”, yang di dalam perkara tersebut terdapat suatu tindakan meninggalkan perintah Allah untuk bersatu dan tidak berselisih; namun kalian berselisih. Ada yang berkata agar kita tetap pada posisi kita yang telah ditetapkan oleh Nabi untuk kita, ada juga yang berkata kita tidak perlu tetap di sana, karena musuh telah kalah dan tidak ada lagi yang dikhawatirkan, maka kalian bermaksiat kepada Rasul dengan meninggalkan perintahnya setelah Allah memperlihatkan kepada kalian sesuatu yang kalian sukai, yaitu terhinanya musuh kalian. Karena kewajiban atas orang yang telah diberikan nikmat oleh Allah dengan sesuatu yang dicintainya adalah lebih besar daripada selainnya. Maka yang wajib dalam kondisi seperti ini secara khusus, dan pada kondisi lainnya secara umum adalah melaksanakan perintah Allah dan RasulNya.
“Di antara kalian ada orang menghendaki dunia,” mereka itu adalah orang-orang yang dipalingkanoleh harta rampasan dari posisi yang di wajibkan atas mereka,”dan di antar kalian ada yang menghendaki akhirat,”mereka itu adalah orang yang tetap melaksanakan perintah Rasululoh dan tergar menurut apa yang di perintahkan kepada mereka.”Kemudian Allah memalingkan kalian dari mereka”, maksudnya setelah terjadi perkara tersebut dari kalian,maka Allah memalingkan wajah kalian dari mereka ,hingga keunggulan menjadi milik musuh kalian sebgai ujian dan cobaan dari Allah bagi kalian,agar jelas orang-orang Mukmin dari orang kafir,orang yang taat dari orang yang durhaka,dan gara Allah mengugurkan kalian dengan musibah ini dosa yang telah kalian perbuat.
Karena itu Allah berfirman, “dan sungguh Allah telah memaafkan kalian.dan Allah mempunyai karunia yang dilimpahkan atas orang-orang yang beriman,” Maksudnya dia memiliki karunia yang besar terhadap mereka,dimana Allah telah memberikan karuniaNya atas mereka dengan islam,menujukan kapada mereka syariatNya,mengampuni keburukan-keburukan mereka,dan memberikan ganjaran atas musibah-musibah mereka.
Dan diantara karuniaNya kepada kaum Mukminin adalah tidaklah Allah menetapkan untuk mereka suatu kebaikanmaupun musibah melainkan pasti hal itu kabaikan untuk mereka.Apabila mereka tertimpa hal yang menyenangkanlalu mereka mensyukuriNya,niscaya Allah akan membalasnya balasan orang-orang yang bersyukur,dan apabila mereka tertimpa hal yang menyakitkan lalu mereka bersabar,niscaya Allah membalasnya dengan balasan orang-orang yang bersabar.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 149-153
Allah SWT memperingatkan hamba-hambaNya yang mukmin untuk menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik, karena menaati mereka akan membawa kerugian di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi) Kemudian Allah memerintahkan mereka untuk taat kepadaNya, memohon perlindungan kepadaNya, memohon pertolongan kepadaNya, dan berserah diri kepadaNya. Allah SWT berfirman, (Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong (150)) Kemudian Allah memberi kabar gembira kepada mereka bahwa Dia akan menanamkan rasa takut pada hati musuh-musuh mereka dan merendahkan mereka karena kekufuran dan kesyirikan mereka, bersamaan dengan apa yang telah disediakan Allah bagi mereka di akhirat berupa siksaan dan azab yang pedih. Allah SWT berfirman, (Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim (151)) Hal ini terkandung dalam hadits shahih dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Aku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumku: Aku diberi pertolongan dengan rasa takut dalam perjalanan satu bulan, bumi telah dijadikan sebagai tempat sujud dan suci bagiku, harta rampasan perang dihalalkan bagiku, aku diberi syafaat, dan para nabi biasanya diutus khusus kepada kaum mereka, sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia"
Firman Allah, (Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya) Ibnu Abbas berkata bahwa Allah telah menjanjikan mereka kemenangan.
Janji itu dipenuhi dengan syarat berupa keteguhan dan ketaatan. Oleh karena itu Allah berfirman (Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu) yaitu di permulaan siang (ketika kamu membunuh mereka) yaitu kalian membunuh mereka, (dengan izin-Nya) yaitu dengan pemberian kekuasaanNya kepada kalian atas mereka (sampai pada saat kamu lemah) Ibnu Juraij berkata, Ibnu Abbas berkata itu adalah mengalami kerugian dan menjadi pengecut, (dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul)) sebagaimana yang terjadi pada pemanah para (sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai) yaitu keberhasilan atas mereka (Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia) yaitu mereka yang menyukai harta rampasan, ketika mereka melihat kekalahan musuh (dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu) Kemudian Dia membuat mereka mengelilingi kalian, untuk menguji kalian (dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu) yaitu mengampuni kalian akibat perbuatan itu. Hanya Allah yang lebih mengetahui, karena banyaknya jumlah musuh dan sedikitnya jumlah kaum muslim.
Ibnu Juraij berkata terkait firman Allah (dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu), dia berkata bahwa Dia tidak merenggut (nyawa) kalian. Demikian juga yang dikatakan oleh Muhammad bin Ishaq. Kedua pendapat itu diriwayatkan oleh Ibnu Jarir untuk memaknai ayat (Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata: "Allah tidak pernah memberikan pertolongan seperti yang Dia berikan pada hari perang Uhud" seseorang berkata,”Kami meragukan hal itu” kemudian Ibnu Abbas berkata:"Tidak ada keraguan antara saya dan orang yang meragukannya, karena Allah berfirman dalam Al-Quran tentang hari perang Uhud: (Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya) Ibnu Abbas berkata,”Al-Hissu” adalah membunuh.
Diriwayatkan dari Al-Bara', dia berkata: "Kami bertemu dengan orang-orang musyrik pada hari itu, dan Rasulullah SAW duduk bersama pasukan pemanah. Abdullah bin Jubair memerintahkan mereka, “Janganlah kalian lari, jika kalian melihat kami dalam keadaan menang atas mereka, jangan meninggalkan tempat kalian. Jika kalian melihat musuh mengalahkan kami, jangan membantu kami."
Ketika kami bertemu dengan mereka (musuh), mereka berlari hingga aku melihat wanita-wanita berlari ke gunung dan meninggalkan tempat mereka sehingga tampak mata kaki mereka, lalu mereka berteriak: "Harta rampasan, harta rampasan!" Kemudian Abdullah bin Jubair berkata: "Nabi telah mengikat perjanjian dengan kami untuk tidak meninggalkan tempat ini" Namun mereka tetap menolak dan ketika mereka menolak, mereka membalikkan arah mereka, mereka terkena panah, sehingga tujuh puluh di antara mereka tewas. Abu Sufyan kemudian mendekati dan bertanya: "Apakah Muhammad ada di antara mereka?" Dia berkata, “janganlah menjawabnya” Lalu dia bertanya: "Apakah anak Abu Quhafah ada di antara mereka?" Dia berkata, “janganlah menjawabnya”. Kemudian dia bertanya: "Apakah anak Al-Khattab ada di antara mereka?" Mereka menjawab: "Jika mereka masih hidup, mereka pasti akan menjawab" Umar kemudian tidak bisa mengendalikan dirinya dan berkata: "Kamu berbohong, wahai musuh Allah! Allah telah membiarkanmu hidup sehingga kau merasa berduka." Abu Sufyan berkata: "Berteriaklah" Kemudian Nabi bersabda: "Jawablah dia" Mereka bertanya: "Apa yang harus kami katakan?" Nabi bersabda: "Katakanlah: “Allah Dzat yang Maha Tinggi lagi Maha Luhur" Abu Sufyan berkata: "Kami memiliki kekuasaan dan kalian tidak memilikinya" Nabi bersabda: "Jawablah dia." Mereka bertanya: "Apa yang harus kami katakan?" Nabi bersabda: "Katakanlah: “Allah adalah Pelindung kami, dan kalian tidak memiliki pelindung" Abu Sufyan berkata:"Perang ini sebagai balasan atas perang Badar karena dalam perang kemenangan memang silih berganti. Sungguh kalian akan mendapati kaum yang memutilasi jasad yang tidak aku perintah tapi aku juga tidak membuatku sakit”
Firman Allah (Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun) yaitu kalian berpaling dari mereka (ketika kamu lari) yaitu di gunung dalam keadaan lari dari musuh-musuh kalian. Al-Hasan dan Qatadah membaca “idz tash’adun” yaitu di gunung. (dan tidak menoleh kepada seseorangpun) yaitu kalian tidak menoleh kepada seorang pun karena terkejut dan takut (sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu) yaitu beliau yang kalian tinggal di belakang kalian telah memanggil kalian agar tidak lari dari musuh, dan agar kembali dan memutar.
As-Suddi berkata: “Ketika orang-orang musyrik menyerang kaum muslimi di perang Uhud, mereka mengalami kekalahan. Beberapa dari mereka melarikan diri ke Madinah, sementara yang lainnya melarikan diri ke gunung di atas batu. Lalu Nabi SAW mulai memanggil orang-orang: "Wahai hamba-hamba Allah, datanglah kepadaku!" Beliau menyebut nama Allah saat mereka naik ke gunung, kemudian Nabi SAW memanggil mereka. Lalu Allah berfirman: ((Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu) Demikian juga yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Qatadah, Ar-Rabi, dan Ibnu Zaid.
Firman Allah (karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan) yaitu, balasan kalian adalah kesedihan atas kesedihan, sebagaimana yang dikatakan oleh bangsa Arab,”Aku telah turun dengan anakku Fulan, dan Aku telah turun atas anakku Fulan”
Ibnu Jarir berkata, demikian juga firman Allah: (dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma) [Surah Taha: 71] yaitu pada batang pohon kurma.
Ibnu Abbas berkata: kesedihan yang pertama adalah karena kekalahan. Dikatakan juga ketika mereka mendengar kabar bahwa nabi Muhammad SAW telah terbunuh. Kesedihan kedua terjadi ketika orang-orang musyrik berada di atas gunung" Nabi SAW bersabda: "Ya Allah, jangan biarkan mereka mengungguli kami"
Mujahid dan Qatadah berkata: kesedihan pertama adalah mendengar tentang kematian nabi Muhammad, dan yang kedua adalah kematian dan luka yang menimpa mereka"
Diriwayatkan dari Qatadah dan Ar-Rabi' bin Anas pendapat yang berlawanan.
Diriwayatkan dari As-Suddi: Kesedihan yang pertama adalah kehilangan kesempatan untuk meraih kemenangan dan harta rampasan perang, dan yang kedua adalah kemenangan musuh atas mereka" Pendapat ini telah disebutkan sebelumnya dari As-Suddi.
Ibnu Jarir berkata: "Pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat seseorang tentang ayat (karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan) yaitu wahai orang-orang mukmin, Allah menimpakan atas kesedihan kalian dengan melarang kalian untuk mendapatkan harta rampasan orang-orang musyrik dan kemenangan atas mereka, serta sesuatu yang menimpa kalian berupa kematian dan luka. Pada hati itu, dalam semua kejadian itu, Dia memperlihatkan kepada kalian sesuatu yang kalian sukai berupa melanggar perintah Tuhan kalian, dan pertentangan kalian terhadap perintah Nabi kalian, sehingga kesedihan menimpa prasangka kalian bahwa nabi kalian telah terbunuh dan kemenangan musuh kalian atas diri kalian setelah kalian tercerai berai oleh musuh.
Firman Allah, (supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu) yaitu ayas apa yang telah terlewat dari kalian berupa harta rampasan dan kemenangan atas musuh kalian (dan terhadap apa yang menimpa kamu) berupa luka-luka dan kematian. Hal ini diungkapkan oleh Ibnu Abbas, Abdurrahman bin Auf, Al-Hasan, Qatadah, dan As-Suddi. (Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan)


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 152: Dan sesungguhnya Allah telah tunaikan perjanjian-Nya kepada kamu ketika kamu bunuh mereka sungguh-sungguh dengan izin Allah; hingga apabila kamu jadi lemah dan kamu berbantahan di dalam urusan itu dan kamu tidak taat sesudah Ia unjukkan kepada kamu apa yang kamu sukai, (yaitu) sebagian daripada kamu mau kepada dunia dan sebagian daripada kamu maukan Akhirat, (maka Allah murka atas kamu) kemudian la palingkan kamu daripada (mengalahkan)mereka, untuk memberi percobaan kepada kamu, tetapi sesungguhnya ia telah ampunkan kamu karena Allah itu mempunyai budi atas Mu'minin.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Takut untuk berperang.

Yakni urusan pelaksanaan perintah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditunjukkan oleh beliau dalam keadaan bagaimanapun.

Agar tetap berada di tempat yang ditetapkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Yaitu kemenangan dan harta rampasan.

Meninggalkan posisinya dan lebih mengutamakan ghanimah.

Tetap di tempat, seperti Abdullah bin Jubair dan kawan-kawannya.

Kaum muslimin tidak berhasil mengalahkan mereka.

Yaitu dengan memberikan nikmat beragama Islam kepada mereka, menunjukkan mereka kepada syari'at-Nya, memaafkan kesalahan mereka dan memberi pahala terhadap musibah yang menimpa mereka.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 152

Setelah rasulullah dan para sahabat kembali dari perang uhud, timbul pertanyaan antara mereka mengenai sebab kegagalan dalam perang uhud, padahal Allah sudah menjanjikan kemenangan. Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu sebagaimana yang terjadi pada saat awal perang uhud, yaitu ketika kamu membunuh pemegang panji mereka, orang kafir dan tujuh orang lainnya dengan izin-Nya, sampai pada saat kamu lemah, dan takut karena ada sebagian pasukan yang lari dari medan perang, sehingga mendahulukan meraih harta rampasan perang atas ketaatan kepada rasulullah Muhammad dan berselisih dalam urusan berebut harta rampasan perang itu dan mengabaikan perintah rasul agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditetapkan, walau dalam situasi bagaimanapun. Peristiwa tersebut terjadi setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai, yaitu kemenangan dan harta rampasan perang. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia berupa harta rampasan perang dan di antara kamu ada pula orang yang menghendaki akhirat dengan menaati perintah rasulullah, seperti komandan pasukan pemanah, yaitu abdullah bin jubair. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka dengan menggagalkan kemenangan yang sudah hampir diraih untuk mengujimu siapa yang kuat imannya dan siapa yang lemah. Tetapi ketahuilah dia benar-benar telah memaafkan kesalahan kamu dalam perang uhud. Dan Allah mempunyai karunia yang banyak yang diberikan kepada orang-orang mukmin yang beriman dengan sebenar-benarnya setelah dijelaskan bahwa Allah memaafkan kesalahan mereka dalam perang uhud, lalu disebutkan kesalahan yang dimaksud. Ingatlah ketika sebagian kamu lari meninggalkan pertempuran dan tidak menoleh kepada siapa pun akibat rasa takut yang berlebihan, sedang rasul yang berada di antara kawan-kawan-Mu yang lain bertahan di medan perang memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, yaitu kabar wafatnya rasulullah, luka kamu, gugurnya sahabat-sahabat kamu, dan kegagalan meraih kemenangan dalam perang, agar kamu tidak bersedih hati lagi terhadap apa yang luput dari kamu, yaitu kemenangan dan harta rampasan perang, dan terhadap apa yang menimpamu, yakni luka kamu dan gugurnya sahabat-sahabat kamu. Dan Allah mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian variasi penjabaran dari para ulama tafsir berkaitan kandungan dan arti surat Ali ‘Imran ayat 152 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat untuk ummat. Dukunglah kemajuan kami dengan mencantumkan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Banyak Dibaca

Ada banyak topik yang cukup banyak dibaca, seperti surat/ayat: Al-A’raf 54, An-Nisa, Ali ‘Imran 190, Al-Humazah, At-Taubah, Al-Muthaffifin. Ada pula Al-Fatihah 4, At-Tin 4, Al-Fatihah 5, Al-Ma’idah 48, An-Nahl 114, Al-Anbiya 30.

  1. Al-A’raf 54
  2. An-Nisa
  3. Ali ‘Imran 190
  4. Al-Humazah
  5. At-Taubah
  6. Al-Muthaffifin
  7. Al-Fatihah 4
  8. At-Tin 4
  9. Al-Fatihah 5
  10. Al-Ma’idah 48
  11. An-Nahl 114
  12. Al-Anbiya 30

Pencarian: innama amruhu, arti surat at taubah, surah al fil artinya, surat ali imran ayat 190 latin, wa amruhum syura bainahum artinya

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.