Surat Ali ‘Imran Ayat 153

۞ إِذْ تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُۥنَ عَلَىٰٓ أَحَدٍ وَٱلرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِىٓ أُخْرَىٰكُمْ فَأَثَٰبَكُمْ غَمًّۢا بِغَمٍّ لِّكَيْلَا تَحْزَنُوا۟ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَآ أَصَٰبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Arab-Latin: Iż tuṣ'idụna wa lā talwụna 'alā aḥadiw war-rasụlu yad'ụkum fī ukhrākum fa aṡābakum gammam bigammil likai lā taḥzanụ 'alā mā fātakum wa lā mā aṣābakum, wallāhu khabīrum bimā ta'malụn

Artinya: (Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

« Ali 'Imran 152Ali 'Imran 154 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Terkait Surat Ali ‘Imran Ayat 153

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 153 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam kandungan berharga dari ayat ini. Terdapat beragam penjelasan dari para mufassirin berkaitan makna surat Ali ‘Imran ayat 153, misalnya sebagaimana termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Ingatlah oleh kalian (wahai sahabt-sahabat Muhammad sholallohu alaihi wasallam) tentang keadaan kalian ketika kalian mulai mendaki gunung untuk melarikan diri dari musuh-musuh kalian,dan kalian tidak menoleh kepada seorang pun lantaran dahsyatnya suasana,rasa takut dan gentar yang meliputi kalian,sedang Rosululloh tetap bertahan di tengah medan laga,memanggil-manggil kalian dari belakang kalian dengan meneriakkan, “Kembalilah kepadaku wahai hamba-hamba Allah,” sedang kalian tidak mau mendengar dan tidak melihat. Maka balasan bagi kalian adalah Allah menimpakan pada kalian duka-lara,kegetiran dan kesedihan, supaya kalian tidak bersedih hati terhadap kemenangan dan harta rampasan yang luput dari kalian,dan tidak juga terhadap apa yang menimpa kalian berupa ketakutan dan kekalahan. Dan Allah Maha Mengetahui seluruh amal perbuatan kalian,tidak ada satupun dari itu yang tersembunyi bagiNya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

153. Ingatlah ketika kalian menaiki bukit tanpa menoleh kepada siapapun, sedangkan Rasulullah memanggil kalian dari belakang agar kalian kembali ke posisi masing-masing, namun kalian tidak menghiraukannya; maka Allah menghukum kalian dengan korban luka dan terbunuh pada perang itu, dan dengan berita bahwa Rasulullah juga terbunuh. Hal ini agar kalian tidak bersedih atas kemenangan dan harta ghanimah yang lenyap dari kalian, dan atas korban luka dan terbunuh. Allah Maha Mengetahui segala amalan kalian.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

153. Ingatlah -wahai orang-orang beriman- ketika kalian melarikan diri dalam perang Uhud, tatkala kalian mengalami kegagalan karena telah melanggar perintah Rasulullah, dan sebagian dari kalian tidak melihat sebagian yang lain, sementara Rasulullah memanggil kalian dari belakang, di antara kalian dan orang-orang musyrik seraya bersabda, “Kemarilah wahai hamba-hamba Allah! Kemarilah wahai hamba-hamba Allah!” Kemudian Allah membalas perbuatan kalian itu dengan kepedihan dan kesulitan karena hilangnya kesempatan untuk mendapatkan kemenangan dan rampasan perang; yang diikuti dengan kepediahan dan kesulitan lainnya karena beredarnya kabar tentang terbunuhnya Nabi. Allah melakukan hal ini supaya kalian tidak bersedih hati karena kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kemenangan dan rampasan perang, dan tidak berduka karena terbunuh dan mengalami luka-luka, setelah kalian tahu bahwa Nabi tidak terbunuh. Karena semua musibah dan penderitaan terasa ringan (setelah tahu bahwa Nabi masih hidup). Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian perbuat. Tidak ada sesuatupun yang luput dari pengetahuan-Nya perihal kondisi hati dan perbuatan anggota badan kalian.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

153. إِذْ تُصْعِدُونَ ((Ingatlah) ketika kamu lari)
Yakni ketika kalian lari kearah depan sedang kalian dicegah untuk tidak kabur dari peperangan dan berjalan menjauh.


وَلَا تَلْوُۥنَ (dan tidak menoleh)
Yakni sebagian kalian tidak menoleh ke sebagian yang lain agar bisa berlari kabur.

عَلَىٰٓ أَحَدٍ (kepada seseorangpun)
Yakni kepada seseorang diantara kalian.
Dan pendapat lain mengatakan kepada Rasulullah

وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِىٓ أُخْرَىٰكُمْ (sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu)
Yakni berada di kelompok bagian belakang.
Dan panggilan Rasulullah ketika itu adalah: Wahai hamba-hamba Allah, kembalilah!

فَأَثٰبَكُمْ (karena itu Allah menimpakan atas kamu)
Yakni Allah kemudian menimpakan atas kalian kedukaan ketika Allah membalikkan keadaan kalian karena kedukaan Rasulullah yang disebabkan kemaksiatan kalian.

لِّكَيْلَا تَحْزَنُوا۟ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ (supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu)
Yakni berupa harta rampasan perang.

وَلَا مَآ أَصٰبَكُمْ ۗ (dan terhadap apa yang menimpa kamu)
Yakni berupa kekalahan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

153 Ingatlah ketika kamu lari ke arah wadi meninggalkan peperangan dan tidak menoleh kepada seseorangpun diantara kalian dengan rasa takut, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu: Kemarilah wahai hamba Allah. Mereka memanggil kalian agar kalian kembali, namun kalian tidak menjawabnya. Karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Sebab kalian telah membangkang kepada perintah Nabi dan sebab maksiat kalian. Agar kalian tidak bersedih atas pelajaran kehilangan pertolongan dan ghanimah, dan bukan karena kekalahan, luka, pembunuhan dan berpaling. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan dan Maha memberi balasan yang sesuai.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Ketika kalian lari} kalian menjauhi bumi dengan berlari {dan tidak menoleh kepada siapa pun} dan tidak menoleh kepada siapa pun {sedangkan Rasul memanggil kalian dari belakang kalian} di barisan belakang kalian seraya bersabda,”kesinilah wahai hamba-hamba Allah, kesinilah wahai hamba-hamba Allah” {Lalu Allah menimpakan kepada kalian kesedihan demi kesedihan} lalu Allah memberi balasan kepada kalian dengan kesedihan dalam peperangan dan luka, lalu kesedihan ketika menyebar kabar bahwa nabi Muhammad SAW terbunuh {agar kalian tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kalian dan terhadap apa yang menimpa kalian. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian kerjakan


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

153. Allah mengingatkan kondisi mereka saat kalah perang,dan Allah mencela mereka tersebut dengan berfirman, “ingatlah ketika kamu lari”,yaitu kabur dari perang,”dan tidak menoleh kapada seorang pun,” maksudnya, tak soerang pun dari kalian menoleh kapada yang laindan tidak melihatnya,bahkan kalian tidak memiliki kinginan keciali lari dan selamat dari peperangan padahal tidak ada bahaya besar atas kaliankarena kalian itu bukanlah manusia yang terakhiryang menghadapi musuh dan merasakan kedasyatan perang,akan tetapi,”Rasul yang ada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggilmu,”maksudnya beliaulah yang berada di belakang kalian seraya berkata,”Datanglah kepada wahai hamba-hamba Allah,” namun kalian tidak menoleh kepadanya dan tidak pula kalian berpaling kapadanya. Padahal melarikan diri dari perang itu adalah tindakan yang patut di cela,dan mengabaikan seruan Rasul yang wajib di dahulukan atas keselamatan jiwa sendiri adalah lebih besar celaanya.
“Karena itu Allah menimpakan atas kamu,” maksudnya, Allah membalas perbuatan kalian dengan, ”kesedihan di atas kesedihan,” maksudnya, kesedihan yang di ikuti dengan kesedihan lain, kesedihan dengan lenyapnya kemenangan dan ghanimah, dan kesedihan atas kekalahan kalian, serta kesedihan yang mebuat kalian patah semangat saat kalian mendengar bahwa Muhammad telah terbunuh.
Akan tetapi Allah dengan kasih sayangNya dan bagusnya pandangaNya bagi hamba-hambaNya, menjadikan terkumpulkan perkara-perkara tersebut bagi hamba-hambaNya yang beriman sebagai suatu kebaikan bagi mereka.
Allah berfirman, ”supaya kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput darimu,” berupa kemenangan dan keberhasilan,” dan terhadap apa yang menimpamu”, berupa kekalahan, kematian dan menderita luka; ketika terbukti kepada kalian bahwa Rasul itu tidak terbunuh maka terasa kecilah bagi kalian musibah-musibah tersebut.
Kalian berbahagia dengan keadaanya yang menjadi segala penghibur dari segala ujian dan cobaan, dan hanya Allah saja yang mengetahui segala rahasia dan hikmah yang terkandung dalam ujian dan cobaanya saja.
Semua itu bersumber dari ilmu pengetahuannya terhadap perbuatan-perbuatan, penampilan-penampilan lahir maupun batin kalian. karena itu Allah berfirman, “Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dan mengandung kemungkinan bahwa firmanya, ”supaya kamu jangan bersedih hati apa yang luput darimu dan terhadap apa yang menimpamu,” bahwasanya Allah telah menetapkan musibah tersebut atas kalian agar jiwa kalian tegar dan terlatih di atas kesabaran terhadap segala musibah yang menjadi rintangan bagi kalian untuk mengahadapi segala bentuk kesulitan.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 149-153
Allah SWT memperingatkan hamba-hambaNya yang mukmin untuk menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik, karena menaati mereka akan membawa kerugian di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi) Kemudian Allah memerintahkan mereka untuk taat kepadaNya, memohon perlindungan kepadaNya, memohon pertolongan kepadaNya, dan berserah diri kepadaNya. Allah SWT berfirman, (Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong (150)) Kemudian Allah memberi kabar gembira kepada mereka bahwa Dia akan menanamkan rasa takut pada hati musuh-musuh mereka dan merendahkan mereka karena kekufuran dan kesyirikan mereka, bersamaan dengan apa yang telah disediakan Allah bagi mereka di akhirat berupa siksaan dan azab yang pedih. Allah SWT berfirman, (Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim (151)) Hal ini terkandung dalam hadits shahih dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Aku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumku: Aku diberi pertolongan dengan rasa takut dalam perjalanan satu bulan, bumi telah dijadikan sebagai tempat sujud dan suci bagiku, harta rampasan perang dihalalkan bagiku, aku diberi syafaat, dan para nabi biasanya diutus khusus kepada kaum mereka, sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia"
Firman Allah, (Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya) Ibnu Abbas berkata bahwa Allah telah menjanjikan mereka kemenangan.
Janji itu dipenuhi dengan syarat berupa keteguhan dan ketaatan. Oleh karena itu Allah berfirman (Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu) yaitu di permulaan siang (ketika kamu membunuh mereka) yaitu kalian membunuh mereka, (dengan izin-Nya) yaitu dengan pemberian kekuasaanNya kepada kalian atas mereka (sampai pada saat kamu lemah) Ibnu Juraij berkata, Ibnu Abbas berkata itu adalah mengalami kerugian dan menjadi pengecut, (dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul)) sebagaimana yang terjadi pada pemanah para (sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai) yaitu keberhasilan atas mereka (Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia) yaitu mereka yang menyukai harta rampasan, ketika mereka melihat kekalahan musuh (dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu) Kemudian Dia membuat mereka mengelilingi kalian, untuk menguji kalian (dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu) yaitu mengampuni kalian akibat perbuatan itu. Hanya Allah yang lebih mengetahui, karena banyaknya jumlah musuh dan sedikitnya jumlah kaum muslim.
Ibnu Juraij berkata terkait firman Allah (dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu), dia berkata bahwa Dia tidak merenggut (nyawa) kalian. Demikian juga yang dikatakan oleh Muhammad bin Ishaq. Kedua pendapat itu diriwayatkan oleh Ibnu Jarir untuk memaknai ayat (Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata: "Allah tidak pernah memberikan pertolongan seperti yang Dia berikan pada hari perang Uhud" seseorang berkata,”Kami meragukan hal itu” kemudian Ibnu Abbas berkata:"Tidak ada keraguan antara saya dan orang yang meragukannya, karena Allah berfirman dalam Al-Quran tentang hari perang Uhud: (Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya) Ibnu Abbas berkata,”Al-Hissu” adalah membunuh.
Diriwayatkan dari Al-Bara', dia berkata: "Kami bertemu dengan orang-orang musyrik pada hari itu, dan Rasulullah SAW duduk bersama pasukan pemanah. Abdullah bin Jubair memerintahkan mereka, “Janganlah kalian lari, jika kalian melihat kami dalam keadaan menang atas mereka, jangan meninggalkan tempat kalian. Jika kalian melihat musuh mengalahkan kami, jangan membantu kami."
Ketika kami bertemu dengan mereka (musuh), mereka berlari hingga aku melihat wanita-wanita berlari ke gunung dan meninggalkan tempat mereka sehingga tampak mata kaki mereka, lalu mereka berteriak: "Harta rampasan, harta rampasan!" Kemudian Abdullah bin Jubair berkata: "Nabi telah mengikat perjanjian dengan kami untuk tidak meninggalkan tempat ini" Namun mereka tetap menolak dan ketika mereka menolak, mereka membalikkan arah mereka, mereka terkena panah, sehingga tujuh puluh di antara mereka tewas. Abu Sufyan kemudian mendekati dan bertanya: "Apakah Muhammad ada di antara mereka?" Dia berkata, “janganlah menjawabnya” Lalu dia bertanya: "Apakah anak Abu Quhafah ada di antara mereka?" Dia berkata, “janganlah menjawabnya”. Kemudian dia bertanya: "Apakah anak Al-Khattab ada di antara mereka?" Mereka menjawab: "Jika mereka masih hidup, mereka pasti akan menjawab" Umar kemudian tidak bisa mengendalikan dirinya dan berkata: "Kamu berbohong, wahai musuh Allah! Allah telah membiarkanmu hidup sehingga kau merasa berduka." Abu Sufyan berkata: "Berteriaklah" Kemudian Nabi bersabda: "Jawablah dia" Mereka bertanya: "Apa yang harus kami katakan?" Nabi bersabda: "Katakanlah: “Allah Dzat yang Maha Tinggi lagi Maha Luhur" Abu Sufyan berkata: "Kami memiliki kekuasaan dan kalian tidak memilikinya" Nabi bersabda: "Jawablah dia." Mereka bertanya: "Apa yang harus kami katakan?" Nabi bersabda: "Katakanlah: “Allah adalah Pelindung kami, dan kalian tidak memiliki pelindung" Abu Sufyan berkata:"Perang ini sebagai balasan atas perang Badar karena dalam perang kemenangan memang silih berganti. Sungguh kalian akan mendapati kaum yang memutilasi jasad yang tidak aku perintah tapi aku juga tidak membuatku sakit”
Firman Allah (Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun) yaitu kalian berpaling dari mereka (ketika kamu lari) yaitu di gunung dalam keadaan lari dari musuh-musuh kalian. Al-Hasan dan Qatadah membaca “idz tash’adun” yaitu di gunung. (dan tidak menoleh kepada seseorangpun) yaitu kalian tidak menoleh kepada seorang pun karena terkejut dan takut (sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu) yaitu beliau yang kalian tinggal di belakang kalian telah memanggil kalian agar tidak lari dari musuh, dan agar kembali dan memutar.
As-Suddi berkata: “Ketika orang-orang musyrik menyerang kaum muslimi di perang Uhud, mereka mengalami kekalahan. Beberapa dari mereka melarikan diri ke Madinah, sementara yang lainnya melarikan diri ke gunung di atas batu. Lalu Nabi SAW mulai memanggil orang-orang: "Wahai hamba-hamba Allah, datanglah kepadaku!" Beliau menyebut nama Allah saat mereka naik ke gunung, kemudian Nabi SAW memanggil mereka. Lalu Allah berfirman: ((Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu) Demikian juga yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Qatadah, Ar-Rabi, dan Ibnu Zaid.
Firman Allah (karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan) yaitu, balasan kalian adalah kesedihan atas kesedihan, sebagaimana yang dikatakan oleh bangsa Arab,”Aku telah turun dengan anakku Fulan, dan Aku telah turun atas anakku Fulan”
Ibnu Jarir berkata, demikian juga firman Allah: (dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma) [Surah Taha: 71] yaitu pada batang pohon kurma.
Ibnu Abbas berkata: kesedihan yang pertama adalah karena kekalahan. Dikatakan juga ketika mereka mendengar kabar bahwa nabi Muhammad SAW telah terbunuh. Kesedihan kedua terjadi ketika orang-orang musyrik berada di atas gunung" Nabi SAW bersabda: "Ya Allah, jangan biarkan mereka mengungguli kami"
Mujahid dan Qatadah berkata: kesedihan pertama adalah mendengar tentang kematian nabi Muhammad, dan yang kedua adalah kematian dan luka yang menimpa mereka"
Diriwayatkan dari Qatadah dan Ar-Rabi' bin Anas pendapat yang berlawanan.
Diriwayatkan dari As-Suddi: Kesedihan yang pertama adalah kehilangan kesempatan untuk meraih kemenangan dan harta rampasan perang, dan yang kedua adalah kemenangan musuh atas mereka" Pendapat ini telah disebutkan sebelumnya dari As-Suddi.
Ibnu Jarir berkata: "Pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat seseorang tentang ayat (karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan) yaitu wahai orang-orang mukmin, Allah menimpakan atas kesedihan kalian dengan melarang kalian untuk mendapatkan harta rampasan orang-orang musyrik dan kemenangan atas mereka, serta sesuatu yang menimpa kalian berupa kematian dan luka. Pada hati itu, dalam semua kejadian itu, Dia memperlihatkan kepada kalian sesuatu yang kalian sukai berupa melanggar perintah Tuhan kalian, dan pertentangan kalian terhadap perintah Nabi kalian, sehingga kesedihan menimpa prasangka kalian bahwa nabi kalian telah terbunuh dan kemenangan musuh kalian atas diri kalian setelah kalian tercerai berai oleh musuh.
Firman Allah, (supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu) yaitu ayas apa yang telah terlewat dari kalian berupa harta rampasan dan kemenangan atas musuh kalian (dan terhadap apa yang menimpa kamu) berupa luka-luka dan kematian. Hal ini diungkapkan oleh Ibnu Abbas, Abdurrahman bin Auf, Al-Hasan, Qatadah, dan As-Suddi. (Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan)


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 153: (Ingatlah) waktu kamu lari dan kamu tidak berpaling kepadasiapa pun, padahal Rasul itu memanggil kamu dari belakang kamu, lalu Ia kenakan kepada kamu satu kesusahan hati dengan sebab satu keresahan hati, supaya kamu tidak berdukacita atas (keuntungan) yang telah luput dari kamu dan tidak (pula atas bahaya) yang telah mengenai kamu; dan Allah itu amat mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersama beberapa orang sahabat berada dekat dengan musuh dan memanggil para sahabat yang lari, "Kemarilah wahai hamba-hamba Allah!".

Kesedihan kaum muslimin disebabkan mereka tidak menaati perintah Rasul yang mengakibatkan kekalahan bagi mereka. Kesedihan tersebut adalah tidak memperoleh kemenangan, tidak memperoleh ghanimah, mengalami kekalahan dan kesedihan mendengar suara bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mati terbunuh, padahal tidak.

Allah menjadikan semua itu baik bagi mereka. Firman-Nya " agar kamu tidak bersedih hati lagi terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu" bisa juga maksudnya agar kalian terlatih untuk bersabar dan segala beban dan kesulitan menjadi ringan.

Seperti harta rampasan perang.

Seperti terbunuh dan mengalami kekalahan.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 153

Setelah dijelaskan bahwa Allah memaafkan kesalahan mereka dalam perang uhud, lalu disebutkan kesalahan yang dimaksud. Ingatlah ketika sebagian kamu lari meninggalkan pertempuran dan tidak menoleh kepada siapa pun akibat rasa takut yang berlebihan, sedang rasul yang berada di antara kawan-kawan-Mu yang lain bertahan di medan perang memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, yaitu kabar wafatnya rasulullah, luka kamu, gugurnya sahabat-sahabat kamu, dan kegagalan meraih kemenangan dalam perang, agar kamu tidak bersedih hati lagi terhadap apa yang luput dari kamu, yaitu kemenangan dan harta rampasan perang, dan terhadap apa yang menimpamu, yakni luka kamu dan gugurnya sahabat-sahabat kamu. Dan Allah mahateliti atas apa yang kamu kerjakan. Usai menjelaskan ampunan Allah atas kesalahan pasukan pemanah yang meninggalkan posisinya pada perang uhud, Allah lalu beralih menjelaskan pertolongan-Nya kepada pasukan muslim berupa kantuk walau dalam suasana duka. Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, dia menurunkan rasa aman kepadamu berupa kantuk yang bisa menghilangkan kepenatan yang meliputi segolongan dari kamu yang kuat imannya, sedangkan segolongan lagi, yang imannya tidak kuat, telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah, bahwa kalau nabi Muhammad itu benar-benar nabi dan rasul Allah, tentu dia tidak akan kalah dalam peperangan. Mereka berkata, adakah sesuatu yang dapat kita perbuat, yakni campur tangan kita, dalam urusan ini' mereka berkata demikian karena ingin lepas tanggung jawab dari kegagalan dalam perang uhud. Katakanlah wahai nabi Muhammad, sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah. Dia yang menetapkan kemenangan atau kekalahan berdasarkan hukum kemasyarakatan yang berlaku.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah aneka ragam penafsiran dari para mufassirun terkait kandungan dan arti surat Ali ‘Imran ayat 153 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat bagi ummat. Dukunglah dakwah kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Paling Banyak Dikunjungi

Terdapat ratusan topik yang paling banyak dikunjungi, seperti surat/ayat: An-Nisa 59, Al-Ma’idah 3, Bismillah, Az-Zumar 53, Yusuf, An-Nashr. Serta Al-Lahab, Al-Qari’ah, An-Naziat, Quraisy, Al-Kahfi 1-10, Al-‘Ashr.

  1. An-Nisa 59
  2. Al-Ma’idah 3
  3. Bismillah
  4. Az-Zumar 53
  5. Yusuf
  6. An-Nashr
  7. Al-Lahab
  8. Al-Qari’ah
  9. An-Naziat
  10. Quraisy
  11. Al-Kahfi 1-10
  12. Al-‘Ashr

Pencarian: annisa ayat 29, tulisan arab assalamualaikum, bacaan surat al a'la, quran surat al imran, asmaul usna

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.