Surat Ad-Dhuha Ayat 8

وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

Tafsir Al-Mukhtashar

8. Kemudian kami dapati kamu dalam keadaan fakir, lalu kami cukupkan.

Tafsir Al-Muyassar

Tuhanmu juga mendapatimu miskin, lalu Dia menggiring rizki NYa kepadamu,membuatmu merasa berkecukupan dengan qana’ah dan kesabaran?

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ وَوَجَدَكَ عَائِلًا } Dan dia (Tuhanmu) juga mendapatimu dalam keadaan msikin tidak memiliki apa-apa, { فَأَغْنَىٰ } kemudian Dia ﷻ menjadikanmu wahai Muhammad sebagai orang yang memiliki harta, harta yang Rasulullah dapatkan dari perjuangan beliau bersama sahabatnya dalam beberapa penaklukan, kemudian harta-harta itu beliau jadikan sebagai modal dalam menyebarkan dakwah islam, dan untuk keperluan dan kemaslahatan kaum muslimin, sebagaimana yang dikatakan bahwa harta adalah modal untuk kebrlangsungan hidup, dan Allah ﷻ telah melimpahkan kepada Nabi-Nya harta yang dengannya beliau dapat mendakwahkan risalah islam ini dengan mudah, dan dari harta itu beliau menginfakkannya dijalan Allah, Rasulullah ﷺ yang sebelumnya adalah orang yang tidak memiliki sesuatu apapun dari harta, maka Allah ﷻ pun menghadirkan kehadapannya sejumlah harta yang didapatkan dari penaklukan-penaklukan dan rampasan perang, dan harta itulah yang menjadikan beliau mudah dalam menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah ﷻ .

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni membuatmu qana’ah (puas dan menerima apa adanya). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

« لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ » .

“Kaya itu bukanlah dengan banyaknya harta. Akan tetapi, kaya itu dengan kecukupan (kepuasan) jiwa.” (HR. Muslim)

Atau maksudnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala mencukupkan Beliau dengan menaklukkan berbagai negeri untuk Beliau, dimana harta dan hasilnya diperuntukkan kepada Beliau. Oleh karena Dia (Allah) telah melimpahkan berbagai kenikmatan itu, maka hadapilah nikmat-Nya itu dengan disyukuri.

Tafsir Kemenag

Dan bukankah dia juga mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu dia memberikan kecukupan kepadamu dengan mengelola dagangan khadijah dan dengan harta lainnya, seperti ganimah, serta membekalimu dengan sifat kanaah dan kesabaran atas pemberian-Nya'9. Dengan karunia Allah yang demikian agung itu, maka berbuat baiklah terhadap anak yatim dan janganlah engkau berlaku sewenang-wenang kepadanya, seperti mengambil hartanya, menghardiknya, dan menyakiti hatinya.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018