Surat Ad-Dhuha Ayat 9

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

Tafsir Al-Mukhtashar

9. Maka janganlah kamu berlaku buruk kepada anak yang ditinggal ayahnya sejak kecil dan jangan lula menghinakannya.

Tafsir Al-Muyassar

Jangan memperlakukan anak yatim denagn buruk.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kemudian Allah ﷻ mengingatkan kepada Nabi-Nya agar tidak lupa dengan nikmat itu, dan tidak berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim, dan kepada orang-orang yang meminta.

{ فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ } Kamu wahai Muhammad yang dulunya adalah anak yatim, kemudian Allah ﷻ mendatangkan begitu banyak kebaikan dan kecukupan harta, maka berbuatlah hal yang serupa kepada anak-anak yatim selainmu, oleh karena itu wajib bagi siapapun untuk memulikan anak yatim, dan berinfak kepadanya. Dan pengertian yatim untuk anak Adam adalah : anak yang meninggal bapaknya dan belum mencapai usia baligh, dan ketika anak itu mencapai usia baligh maka status yatim itu terkepas darinya, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah : (( لا يُتْمَ بعد احتلام )) " Tidak disebut yatim setelah baligh " [ Hadits Shahih Diriwayatkan oleh Abu Dawud : 2873 ] .

{ فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ } janganlah kamu berbuat buruk dan mrendahkan anak yatim, akan tetapi muliakanlah dia dan lemah lembutlah kepadanya, dan ingatlah bagaimana keadaan kamu sebelumnya, ketika kamu berstatus sebagai anak yatim kemudian Alllah ﷻ menolongmu dengan hadirnya kerabat yang baik dan lembut dalam mengasuhmu sampai akhirnya kamu menjadi orang yang paling mulia di muka bumi atas izin Allah ﷻ .

Salah satu cara untuk berbuat baik kepda anak yatim adalah dengan menjaga hartanya jika ada harta yang ia miliki, kemudian harta itu diserahkan kembali kepadanya ketika umurnya mencapi usia baligh dan dapat membedakan yang baik dan yang buruk.

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni jangan bergaul secara buruk terhadapnya, janganlah dadamu merasa sempit terhadapnya dan janganlah membentaknya, bahkan muliakanlah, berikanlah kemudahan untuknya, dan berbuatlah terhadapnya sesuatu yang engkau suka jika anakmu diperlakukan seperti itu.

Tafsir Kemenag

Dengan karunia Allah yang demikian agung itu, maka berbuat baiklah terhadap anak yatim dan janganlah engkau berlaku sewenang-wenang kepadanya, seperti mengambil hartanya, menghardiknya, dan menyakiti hatinya. 10. Dan berbuat baiklah terhadap orang yang meminta-minta, baik meminta ilmu pengetahuan atau harta, dan janganlah engkau menghardiknya. Berilah mereka apa yang engkau mampu atau tolaklah dengan halus dan ramah.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018