Surat Al-Lail Ayat 2

وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan siang apabila terang benderang,

Tafsir Al-Mukhtashar

2. Dan bersumpah dengan waktu siang jika terbuka dan Nampak.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah Juga dengan siang yang mengikis gelapnya malam dengan cahayanya,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kemudian Allah bersumpah dengan waktu siang, { وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ } demi waktu siang apabila ia Nampak terang, dan meninggalkan waktu malam Bersama kegelapannya, pergantian waktu diantara keduanya sangat tertib tanpa adanya keterlambatan, ini merupakan tanda kekuasaan Allah ﷻ yang sangat agung, juga sebagai bukti akan rahmat-Nya kepada makhluk ciptaan-Nya, agar setiap hamba menyakini dan mengimani bahwa tiada sesembahan yang berhak melainkan hanya Allah ﷻ , tidak ada pemberi rizki selain Dia, dan tidak pula ada yang mampu mengatur kehidupan di dunia kecuali Allah ﷻ dengan kekuasaan-Nya, Allah ﷻ berfirman : { قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ , قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ } ( Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?” , Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” ) [ Al-Qashash : 71 -72 ] .

Ayat-ayat Allah yang agung, dan diantara ayat-ayat itu : malam, dan siang, dan matahari, dan bulan, dari ayat-ayat itu tidak satupun yang dapat menunjukkan keajaiban yang ada padanya kecuali Allah yang berkehendak atasnya.

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni apabila tampak bagi makhluk sehingga mereka dapat memanfaatkan terangnya dan dapat bertebaran di muka bumi untuk kepentingan mereka.

Tafsir Kemenag

Demi waktu siang apabila terang benderang oleh cahaya matahari sehingga manusia dapat beraktivitas dengan leluasa. 3. Demi penciptaan laki-laki dan perempuan dari setetes mani. Manusia tidak mempunyai rekayasa apa pun dalam penciptaan kedua jenis ini. Semua diatur oleh Allah sesuai kebijaksana'an-Nya terhadap makhluk.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018

Tafsir Surat Al Laili Ayat 2