Surat Al-Lail Ayat 3

وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan penciptaan laki-laki dan perempuan,

Tafsir Al-Mukhtashar

3. Dan bersumpah dengan dua makhluk yang berbeda yaitu laki-laki dan perempuan.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah Juga dengan penciptaan pasangan laki laki dan perempuan,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ } Dan dengan yang menciptakan laki-laki dan perempuan, dialah Allah ﷻ , dan sebagimana yang diketahui bahwasanya jenis laki-laki dan perempuan adalah umum untuk seluruh makhluk, Allah ﷻ berfirman : { وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ } ( Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. ) [ Az-Zariyat : 49 ] , dua jenis kelamin yang berbeda ini ada pada manusia, binatang, tumbuhan, dan pepohonan, semuanya terdiri dari dua jenis itu.

Dalam riwayat laian dikatakan : Bahwasanya maksud dari laki-laki dan perempuan dalam ayat ini adalah Adam dan istrinya Hawwa' , tetapi yang paling zohir adalah maksud dari ayat ini adalah umum untuk semua makhluk, dan tentunya Adam dan Hawwa' termasuk didalam.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)


Tafsir Hidayatul Insan

Yaitu Adam dan Hawa’, atau setiap laki-laki dan perempuan. Kata ‘maa’ di ayat ini bisa sebagai isim mushul yang berarti ‘yang’ sehingga artinya, “Demi yang menciptakan laki-laki dan perempuan,” yaitu Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Bisa juga kata ‘maa’ di ayat ini sebagai masdariyyah, sehingga artinya, “Demi penciptaan laki-laki dan perempuan,’ yang menunjukkan sempurnanya hikmah (kebijaksanaan)-Nya, dimana Dia menciptakan makhluk hidup berpasang-pasangan untuk melestarikannya, maka Mahasuci Allah Pencipta yang sebaik-baiknya.

Tafsir Kemenag

Demi penciptaan laki-laki dan perempuan dari setetes mani. Manusia tidak mempunyai rekayasa apa pun dalam penciptaan kedua jenis ini. Semua diatur oleh Allah sesuai kebijaksana'an-Nya terhadap makhluk. 4. Demi ketiga hal itu, sungguh usahamu memang beraneka macam. Sebagian dari kamu memilih jalan ketaatan kepada Allah dan sebagian yang lain memilih durhaka.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018