Surat Ali ‘Imran Ayat 144

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ ۚ أَفَإِي۟ن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ ٱنقَلَبْتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَٰبِكُمْ ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ ٱللَّهَ شَيْـًٔا ۗ وَسَيَجْزِى ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ

Arab-Latin: Wa mā muḥammadun illā rasụl, qad khalat ming qablihir-rusul, a fa im māta au qutilangqalabtum 'alā a'qābikum, wa may yangqalib 'alā 'aqibaihi fa lay yaḍurrallāha syai`ā, wa sayajzillāhusy-syākirīn

Artinya: Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

« Ali 'Imran 143Ali 'Imran 145 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Mendalam Tentang Surat Ali ‘Imran Ayat 144

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 144 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa hikmah mendalam dari ayat ini. Ditemukan beberapa penjelasan dari beragam mufassirin berkaitan kandungan surat Ali ‘Imran ayat 144, di antaranya seperti tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan tidaklah Muhammad sholallohu alaihi wasallam itu kecuali seorang rasul yang sama dengan rasul-rasul yang telah datang sebelumnya,yang menyampaikan risalah dari tuhannya. Maka apakah jika dia meninggal dunia karena telah berahir ajalnya,atau terbunuh sebagaimana diisukan oleh para musuh,kalian akan murtad dari agama kalian, dan kalian akan meninggalkan risalah yang dibawa oleh Nabi kalian? Dan barangsiapa yang kembali dari agamanya,maka dia tidaklah mendatangkan kemudaratan bagi Allah sedikit pun. Dia hanyalah mencelakai dirinya sendiri saja dengan kemudaratan yang amat besar. Dan Adapun orang yang teguh di atas keimanan dan bersyukur kepada Tuhannya atas kenikmatan islam,maka sesungguhnya Allah memberikan balasan kepadanya dengan balasan terbaik.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

144. Allah mengingkari orang-orang yang hendak murtad saat dikabarkan terbunuhnya Nabi pada perang Uhud: “Muhammad tidak lain hanyalah seorang rasul, dan sebelumnya telah berlalu para rasul, sebagian mereka meninggal dan sebagian lainnya terbunuh. Apakah jika dia meninggal karena ajalnya telah datang atau dibunuh oleh orang-orang kafir kalian menjadi murtad dari agama kalian? Barangsiapa yang murtad, tidak akan memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi pahala orang-orang yang bersyukur dengan ucapan dan perbuatan serta teguh dalam agama.”

Syeikh as-Syinqithi berkata: “Dalam ayat ini Allah mengingkari orang yang mengira akan masuk surga tanpa diuji terlebih dahulu dengan berbagai kewajiban yang dapat membedakan siapa yang sabar dan ikhlas dalam beragama dari yang selainnya. Dan Allah menjelaskan hal ini dalam berbagai ayat, seperti dalam surat al-Baqarah ayat 214:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

144. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul sebagaimana rasul-rasul sebelumnya yang telah meninggal dunia atau terbunuh. Apakah jika dia meninggal atau terbunuh maka kalian akan keluar dari agama kalian dan meninggalkan jihad?! Barangsiapa di antara kalian yang keluar dari agamanya, maka ia tidak akan menimpakan mudarat sedikitpun kepada Allah, karena Dia Mahakuat lagi Maha Perkasa. Tetapi ia akan mendatangkan mudarat bagi dirinya sendiri dengan menjerumuskan dirinya ke dalam kerugian dunia dan akhirat. Dan Allah akan memberikan balasan yang terbaik kepada orang-orang yang bersyukur kepada-Nya, yaitu dengan meneguhkan hati mereka untuk memegang teguh agama-Nya dan melanjutkan jihad mereka di jalan-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

144. وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ (Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul)
Ketika Rasulullah mengalami luka di perang Uhud, syaitan berteriak sambil berkata: Muhammad telah terbunuh, sehingga sebagian orang beriman merasa lemah sampai berkata diantara mereka: Nabi Muhammad telah terbunuh maka serahkanlah saja tangan-tangan kalian karena sesungguhnya mereka adalah saudara kalian, dan sebagian yang lain berkata: seandainya dia adalah Rasul utusan Allah niscaya dia tidak akan terbunuh.

قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ (sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul)
Yakni Nabi Muhammad juga akan meninggal sebagaimana rasul-rasul sebelumnya telah meninggal, dan mungkin juga akan dibunuh sebagaimana rasul-rasul lain juga dibunuh.

أَفَإِي۟ن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقٰبِكُمْ ۚ (Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?)
Yakni mengapa kalian akan murtad dan meninggalkan agamanya jika dia meninggal atau terbunuh, padahal kalian mengetahui bahwa rasul-rasul sebelumnya telah pergi dan para pengikutnya senantiasa berpegang teguh pada agama mereka meski mereka ditinggal rasul mereka dengan kematian atau pembunuhan.

وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ (Barangsiapa yang berbalik ke belakang)
Yakni dengan mundur dari peperangan atau dengan murtad dari agama Islam.

فَلَن يَضُرَّ اللهَ شَيْـًٔا ۗ (maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun)
Akan tetapi ia hanya mendatangkan mudharat bagi dirinya sendiri.

وَسَيَجْزِى اللهُ الشّٰكِرِينَ (dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur)
Yakni orang-orang yang bersabar, berperang, dan mati syahid; karena dengan itu mereka telah bersyukur kepada Allah atas nikmat keislaman.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

144 Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul seperti rasul lain dari golongan manusia. Sungguh telah berlalu sebelum Muhammad kisah beberapa orang rasul yang telah wafat. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang untuk murtad setelah kalian beriman? Barangsiapa yang berbalik ke belakang murtad dari agamanya, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, akan tetapi justru memudhoroti diri mereka sendiri dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur dengan balasan yang baik atas ketetapan mereka dalam beragama. Ayat ini turun ketika orang-orang muslim kalah dalam perang Uhud, dan terdengar kabar bahwa Nabi terbunuh. Berkatalah seseorang: Muhammad telah terbunuh, maka berikanlah dengan tangan kalian, sesungguhnya mereka juga saudara kalian. Dan Umar melihat orang-orang berbalik badan. Kemudian turunlah ayat: Tidak lain Muhammad hanyalah seorang rasul.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Nabi Muhammad hanyalah seorang rasul. Sebelumnya telah berlalu} berlalu {beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kalian berbalik ke belakang} kalian murtad dari agama kalian {Siapa saja yang berbalik ke belakang} salah satu diantara kalian murtad dari agamanya {maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

144. Allah berfirman, “Muhammad itu bukanlah lain hanya seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa Rasul.” Maksudnya, beliau bukan rasul yang pertama, bahkan beliau adalah termasuk jenis para Rasul yang telah ada sebelum beliau, di mana tugas mereka adalah menyampaikan misi Rabb mereka dan melaksanakan perintah-perintahNya, dan mereka itu tidaklah kekal. kekekalan mereka bukanlah suatu syarat dari penataan dari perintah-perintah Allah. Yang wajib atas seluruh umat adalah beribadah kepada Rabb mereka pada setiap waktu dan kondisi. Karena itu Allah berfirman, “Apakah jika dia wafat atau di bunuh, kamu berbali kebalakang (murtad)” dengan meninggalkan sesuatu yang telah datang kepada kalian berupa keimanan dan syariat jihad, atau selainya?
Allah berfirman, “barang siapa yang berbalik kebalakang, maka dia tidak adapat mendatangkan mudharat kapada Allah sedikitpun, ” dia hanya akan mendatangkan mudharat kepada dirinya sendiri, dan sekirany tidak demikian, maka Allah tidak butuh kepadanya, dan Allah pasti akan mengakan agamanya serta memuliakan hamba-hambaNya yang beriman.
Ketika Alllah mencela orang-orang yang berbalik kebelakang, maka Allah menguji orang-orang yang tegar bersam RasulNya dan mentaati perintah tuhanya seraya berfirman, “Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. ”Bersyukur itu tidaklah ada kecuali dengan menegakan pengahambaan kepada Allah dalam segala kondisi.
Di dalam ayat yang mulia ini terkandung petunjuk dari Allah segala hal dalam setiap urusan agama dengan mempersiapkan beberapa orang yang mumpuni dalam hal itu. Apabila salah seorang meninggal, maka digantikan oleh lainya, dan agar seluruh kaum mukminin bertujuan menegakan agama Allah dan berjihad menurut kemampuanya, dan agar jangan sampai mereka memiliki tujuan bersama suatu pemimpin tanpa pemimpin lainya, maka dengan kondisi ini niscaya urusan mereka akan lancar dan berjalan baik.
Di dalam ini juga terkandung sebuah dalil atas keutamaan kejujuran tungkat tinggi dari Abu Bakar As-Shidik dan para sahabatnya yang memerangi orang-orang murtad setelah Rosululloh karena mereka adalah pemimpin orang-orang yang bersyukur.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 144-148
Ketika kekalahan menimpa umat muslim pada hari perang Uhud dan di antara mereka tewas, setan berseru: “Sesungguhnya Muhammad telah tewas.” Kemudian Ibnu Qumai'ah kembali kepada orang-orang musyrik dan berkata kepada mereka,”Aku telah membunuh Muhammad” Dia mengklaim bahwa dia memukul Rasulullah SAW dan meretakkan kepala beliau dan menyebarkannya hal itu kepada banyak orang, sehingga mereka yakin bahwa Rasulullah SAW telah tewas, bahkan mereka menerima kabar itu, sebagaimana telah diceritakan oleh Allah tentang banyak nabi sebelumnya, sehingga terjadi keraguan, kelemahan, dan keterlambatan dalam berperang. Pada saat itu, Allah SWT menurunkan kepada RasulNya ayat ini: (Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul) yaitu dia adalah seorang rasul yang telah mengikuti jejak para rasul sebelumnya dalam menyampaikan risalah dan ketika menghadapi bahaya pembunuhan) yaitu kalian kembali kepada kemunduran (Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur) yaitu orang-orang yang mematuhiNya, berperang demi agamaNya, dan mengikuti RasulNya baik hidup maupun mati.
Diriwayatkan dari Ibnu Syihab, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah, bahwa Aisyah memberitahunya, bahwa Abu Bakar datang dengan menaiki kuda dari rumahnya di As-Sunuh hingga يia turun, lalu masuk ke masjid dan tidak berbicara dengan orang-orang, hingga menemui Aisyah lalu dia mengusap Rasulullah SAW yang telah ditutup dengan kain bermotif, kemudian dia membuka tutup wajahnya, memeluknya, menciumnya dan dia menangis. Abu Bakar berkata; "Demi Bapakku, dan ibuku, demi Allah! Allah tidak akan mengumpulkan atas dirimu dua kematian selamanya, adapun kematian yang telah Allah tuliskan atas dirimu, sungguh engkau telah menjalaninya." Az Zuhri berkata; Dan telah menceritakan kepadaku Abu Salamah dari Abdullah bin Abbas bahwa Abu Bakar datang ketika Umar sedang berbicara di hadapan orang banyak. Lalu Abu Bakar berkata; Duduklah wahai Umar, namun Umar tidak mau duduk. Lalu orang-orang pun mengalihkan pandanganya kepada Abu Bakar dan meninggalkan Umar. Lalu Abu Bakar berkata; Barangsiapa di antara kalian yang menyembah nabi Muhammad SAW, maka sungguh nabi Muhammad telah wafat. Dan barangsiapa di antara kalian yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah maha hidup dan tidak akan mati. Allah SWT berfirman, (Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul) sampai firmanNya, (orang-orang yang bersyukur) Dia berkata, “Maka demi Allah, seakan orang-orang tidak mengetahui bahwa Allah menurunkan ayat ini sampai Abu Bakar membaacakannya kepada mereka, lalu semua orang membacanya. Setiap orang yang mendengarnya membaca ayat tersebut dan Sa’id bin Al-Musayyib memberitahuku bahwa Umar berkata,” Demi Allah, aku baru tahu setelah mendengar dari Abu Bakar, hingga aku pun bergetar dan kedua kaki tidak tahan berdiri, aku pun terjatuh ke bumi ketika mendengar bacaannya. Firman Allah, (Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya) yaitu tidak ada satu orang pun yang mati kecuali dengan ketentuan Allah, hingga dia wafat pada waktu yang telah ditetapkan oleh Allah baginya. Oleh karena itu Allah berfirman, ((sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya) sebagaimana firmanNya, (Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh)) (Surah Fathir: 11) dan firman Allah, (Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya) (Surah Al-An'am: 2) Ayat ini untuk memberi semangat kepada orang-orang yang enggan berperang, bahwa maju dan menahan diri dari perang tidak akan mengurangi dan menambahi umur seseorang.
Firman Allah (Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu) yaitu barang siapa yang hanya beramal untuk kehidupan dunia, maka dia akan mendapatkan balasan sesuai yang ditakdirkan Allah untuknya di dunia, dan tidak akan ada bagian baginya di akhirat. Adapun siapa saja yang berusaha untuk kehidupan akhirat, maka Allah akan memberikan kepadanya hal itu beserta apa yang telah diatur oleh Allah untuknya di dunia, sebagaimana Allah berfirman: (Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat (20)) (Surah Asy-Syura) dan (Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir (18) Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik (19)) (Surah Al-Isra) Oleh karena itu Allah berfirman di sini, (Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur) yaitu Kami akan memberi mereka karunia dan rahmat Kami di dunia dan akhirat sesuai dengan rasa syukur dan amal mereka.
Kemudian Allah SWT berfirman sembari menghibur orang-orang mukmin tentang apa yang terjadi dalam hati mereka pada hari perang Uhud, (Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa) Dikatakan bahwa berapa banyak nabi yang terbunuh, dan banyak dari para sahabat mereka yang terbunuh. Pendapat ini adalah yang dipilih Ibnu Jarir, dia berkata,"Adapun orang-orang yang membaca, (yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya)) mereka berkata bahwa yang dimaksud dengan “Al-Qatlu” adalah Nabi, dan sebagian dari para sahabatnya, bukan semuanya. Hal ini untuk menghilangkan kerapuhan dan kelemahan dari orang-orang yang di antara para sahabat yang tidak terbunuh", Dia berkata, "Orang-orang yang membaca, “Qaatala”, dia memilih bacaan itu, karena dia mengatakan bahwa jika semua para sahabat yang terbunuh, maka tidak mungkin Allah berfirman (Mereka tidak menjadi lemah) dapat diketahui, karena bahwa bukan hal mustahil jika mereka digambarkan bahwa mereka tidak menjadi rapuh dan lemah setelah mereka dikalahkan. Kemudian para ulama’ qira’ah membaca (Qaatala ma’ahu ribbiyyuuna katsiirun) karena Allah dengan ayat ini dan ayat sebelumnya menegur orang yang mengalami kekalahan pada perang Uhud, meninggalkan peperangan ketika mereka mendengar orang yang berteriak bahwa nabi Muhammad telah terbunuh. Allah menegur mereka karena melarikan diri dan meninggalkan peperangan. Lalu berfirman kepada mereka (Jika dia wafat atau dibunuh) wahai orang-orang mukmin, kalian melarikan diri dari agama kalian (kamu berbalik ke belakang (murtad)?) Dikatakan "Berapa banyak dari nabi yang memiliki banyak sahabat yang mengikutinya terbunuh. Pendapat Ibnu Ishaq dalam sirahnya bahwa itu menghendaki kalam lainnya. Dia berkata,”Berapa banyak nabi yang terbunuh sedangkan bersamanya pengikut, yaitu jamaah, lalu mereka tidak rapuh setelah ketiadaan nabi mereka, tidak merasa lemah terhadap musuh mereka, dan tidak melarikan diri dari Allah dan agama mereka akibat apa yang menimpa mereka, dan itu merupakan kesabaran (Allah menyukai orang-orang yang sabar). Dia menjadikan firmanNya (ma’ahu ribbiyyuuna katsiirun) sebagai haal. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa (Ribbiyyuuna katsiirun) maknanya adalah ribuan pasukan. Ibnu Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, ‘Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, As-Suddi, Ar-Rabi’, ‘Atha’ Al-Khurasani berkata “Ar-ribbiyyun” adalah kumpulan yang banyak.
Diriwayatkan dari Hasan, (Ribbiyyuuna katsiirun) yaitu ulama yang banyak.
Ibnu Zaid berkata, “Ar-ribbiyyun” adalah pengikut-pengikut dan umat-umat, sedangkan "Ar-Rabbaniyun" adalah para penguasa.
(Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah) Qatadah dan Ar-Rabi' bin Anas berkata, (dan tidak lesu) karena tewasnya nabi mereka (dan tidak (pula) menyerah) Dia berkata, “Mereka tidak menarik dukungan mereka dan agama mereka agar tetap berjuang untuk apa yang telah diperjuangkan nabi Allah sampai mereka bertemu Allah.
As-Suddi dan Ibnu Zaid berkata, "Dan mereka tidak merendahkan diri kepada musuh-musuh mereka"
Muhammad bin Ishaq, As-Suddi, dan Qatadah berkata, "yaitu apa yang menimpa mereka ketika nabi mereka terbunuh"
(Allah menyukai orang-orang yang sabar (146) Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir" (147)) yaitu mereka tidak meminta hal lain selain itu. (Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia) yaitu pertolongan, kemenangan dan keberhasilan (dan pahala yang baik di akhirat) yaitu mencakup semua yang disebutkan sebelumnya dengan ini (Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan).


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 144: Dan Muhammad itu tidak lain melainkan seorang Rasul yang telah lalu dahulu daripadanya beberapa rasul; apakah jika ia mati atau terbunuh, kamu akan berpaling atas tumit-tumit kamu? Padahal barangsiapa berpaling atas dua tumitnya, maka tidak akan ia menyusahkan Allah sedikit jua pun; dan Allah akan balas mereka yang menerima kasih


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Nabi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang manusia yang diangkat Allah menjadi rasul. Rasul-rasul sebelumnya telah wafat. Ada yang wafat karena terbunuh dan ada pula yang karena sakit biasa. Karena itu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga akan wafat seperti halnya rasul-rasul yang terdahulu itu. Di waktu berkecamuknya perang Uhud tersiarlah berita bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mati terbunuh. Berita ini mengacaukan kaum muslimin, sehingga ada yang bermaksud meminta perlindungan kepada Abu Sufyan (pemimpin kaum Quraisy). Sementara itu orang-orang munafik mengatakan bahwa kalau Nabi Muhammad itu seorang Nabi tentulah dia tidak akan mati terbunuh. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk menenteramkan hati kaum muslimin dan membantah kata-kata orang-orang munafik itu. (Sahih Bukhari bab Jihad). Abu Bakar radhiyallahu 'anhu iuga membacakan ayat ini ketika terjadi kegelisahan di kalangan para sahabat di hari wafatnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menenteramkan Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu 'anhu. dan sahabat-sahabat yang tidak percaya tentang wafatnya Nabi itu. (Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat). Di dalam kisah ini terdapat dalil keutamaan Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu 'anhu.

Bahkan hanya merugikan dirinya sendiri. Hal itu, karena Allah tidak butuh kepadanya dan akan tetap menegakkan agama-Nya serta menguatkan hamba-hamba-Nya yang mukmin.

Yakni orang-orang yang tetap teguh pendirian.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 144

Ketika beredar berita bahwa nabi gugur dalam perang uhud, pasukan muslim yang imannya lemah meninggalkan medan perang bahkan ada yang kembali kafir dan minta perlindungan abu sufya'n, pemimpin pasukan kafir. Allah kemudian mengingatkan bahwa nabi Muhammad hanyalah seorang rasul yang suatu saat pasti akan meninggal dunia sebagaimana sebelumnya telah berlalu, yakni telah meninggal dunia, beberapa rasul baik karena terbunuh atau sakit biasa. Apakah jika dia wafat atau dibunuh lalu kamu berbalik ke belakang meninggalkan islam dan menjadi murtad' barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun, tetapi ia sendiri yang akan rugi dan celaka karena kembali kepada kesesatan. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur, yang tetap mempertahankan iman dan melaksanakan tugas dengan baik dalam situasi terancam sekalipun. Sebagian pasukan muslim lari dari medan perang uhud karena takut mati. Mereka lupa bahwa setiap yang bernyawa tidak akan mati dengan sebab apa pun kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya sehingga tidak bisa disegerakan dengan tetap bertahan dalam medan pertempuran atau ditunda dengan meninggalkan medan perang. Barang siapa berperang dan berusaha karena menghendaki pahala dunia, niscaya kami berikan kepadanya sebagian pahala dunia itu bagi siapa yang kami kehendaki, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, kami berikan pula kepadanya pahala akhirat itu sebagai anugerah kami atas syukur mereka yang telah menggunakan nikmat kami sebagaimana seharusnya, dan pasti kami akan memberi balasan kebaikan kepada orang-orang yang bersyukur (lihat: surah al-isra''/17: 18-19).


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian sekumpulan penafsiran dari berbagai ahli ilmu terkait makna dan arti surat Ali ‘Imran ayat 144 (arab-latin dan artinya), semoga menambah kebaikan untuk kita semua. Dukung dakwah kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Terbanyak Dibaca

Nikmati ratusan konten yang terbanyak dibaca, seperti surat/ayat: Shad 54, Al-Kautsar, Al-Ikhlas, Al-Baqarah, Ar-Rahman, Al-Mulk. Ada juga Al-Kahfi, Ayat Kursi, Al-Waqi’ah, Do’a Sholat Dhuha, Asmaul Husna, Yasin.

  1. Shad 54
  2. Al-Kautsar
  3. Al-Ikhlas
  4. Al-Baqarah
  5. Ar-Rahman
  6. Al-Mulk
  7. Al-Kahfi
  8. Ayat Kursi
  9. Al-Waqi’ah
  10. Do’a Sholat Dhuha
  11. Asmaul Husna
  12. Yasin

Pencarian: al kautsar artinya, al isra 17 32, sesungguhnya tipu daya wanita itu dahsyat (qs. yusuf ayat 28), al baqarah ayat 155, at talaq

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: