Surat ‘Abasa Ayat 14

Text Bahasa Arab dan Latin

مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Yang ditinggikan lagi disucikan,

Tafsir Al-Muyassar

Kedudukannya tinggi,disucikannya dari noda keburukan,penambahan dan pengurangan,

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Yaitu lembaran lembaran Al-Qur'an yang ditinggikan kedudukannya , dan bukanlah lembaran yang di remehkan ataupun di hinakan , melainkan dimuliakan dan dihormati , baik itu bentuknya maupun ayat-ayat yang terkandung didalamnya karena ayat-ayat itu merupakan perkataan mulia dari Tuhan yang maha esa .

{ مَرْفُوعَةٍ } yang ditinggikan kedudukan dan derajatnya { مُطَهَّرَةٍ } dan disucikan dari perkataan buruk sepeti kebohongan dan kebathilan , karena sesungguhnya Al-Qur'an adalah perkataan yang benar dan suci, tidak ada keraguan didalamnya , kebenaran yang hakiki , tiada kebohongan didalamnya , dan tiada pula hal-hal yang tdak bermanfaat bagi pembacanya , itulah sebaik-baiknya perkataan , Al-Qur'an yang agung edudukannya dan suci dari segala kebathilan , Allah berfirman : { لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ } ( Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. ) [ Fusshilat : 42 ] .

Itulah Al-Qur'an , yang kedudukannya ditinggikan dimuliakan dan disucikan .

Oleh karena itu barang siapa yang menghinakannya dan merendahkannya , maka dia telah keluar dari islam , jikalau sekiranya seorang muslim menghina A-Qur'an dan menginjaknya atau membuangnya ketempat sempat dengan tujuan benar-benar untuk menghinakanya maka kelakuannya itu telah mengeluarkannya dari islam , dan itu termasuk dari macam-macam kemurtadan , dan merupakan bagian dari pembatal keislaman seseorang .

Tafsir Hidayatul Insan

Kedudukannya.

Dari disentuh oleh setan.

Tafsir Kemenag

Itulah lembaran-lembaran mulia yang ditinggikan derajatnya dan disucikan; tidak ada yang bisa mengotori bahkan menjamahnya. Lembaran-lembaran itu dijauhkan dari segala kekurangan dan tidak ada pertentangan di antara ayat-ayatnya. 15. Lembaran-lembaran itu berada di tangan para utusan, yaitu para malaikat, pesuruh Allah yang bertugas sebagai penyampai pesan-pesan-Nya.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018