Surat An-Nazi’at Ayat 41

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).

Tafsir Al-Muyassar

Maka tempat tinggalnya adalah surga.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Maka tempat kembali orang-orang yang takut kepada Tuhannya adalah Surga, diisinilah mereka akan tinggal selamanya, adalah tempat yang selalu dimpikan, tempat yang selalu dirindukan, tempat yang tiada kebencian kepadanya, adalah tempat yang tidak diinginkan selainnya, sedangkan mereka yang selalu meuruti hawa nafsu mereka, Nerakalah tempat kembali mereka : dan sudah pasti mereka tidak menginginkan itu, mereka tidak akan pernah menginginkan tinggal ditempat itu, akan tetapi tiada tempat lagi bagi mereka selain Neraka jahannam, dan setiap kali mereka berupaya untuk keluar dari neraka itu mereka dihadang dengan cambuk yang terbuat dari besi panas, dan dikembali lagi ketempatnya, Allah berfirman : { كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا فِيهَا وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ } ( Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), “Rasailah azab yang membakar ini”. ) [ Al-Haj : 22 ] , maka tiada lagi bagi mereka harapan untuk keluar dari tempat itu, semoga Allah selalu melindungi kita semua.

Sedangkan para peghuni surga mereka menikmati dan bersenang-senang didalamnya, mereka kekal didalamnya, mereka tidak hawatir akan dikeluarkan dari tempat itu, mereka tidak takut akan ada yang mengusir mereka dari tempat yang penuh dengan kenikmatan itu, mereka akan tinggal didalam surga selama-lamanya,

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى " maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). ": Surga adalah negeri kenikmatan yang Allah ‘Azza Wa Jalla siapkan bagi wali-wali-Nya. Di dalamnya terdapat keindahan yang tidak pernah dipandang oleh mata, tidak pernah terdengar telinga, dan tidak perneh terbersit oleh hati manusia, Allah Ta’ala berfirman: فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ “Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata”(QS. As-Sajdah: 17) demikianlah dalam al-Quran.
Pensifatan surga terdapat pada hadits qudsi: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنَ رَأَتْ، وَلَا أذُنَ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ غَلَىَ قَلْبِ بَشَرٍ “ Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang tidak pernah dipandang mata, terdengar telinga dan tidak terlintas di hati manusia”(1) Surga ini akan diperlihatkan kepada manusia sesaat sebelum mati, jika ajalnya telah tiba, Malaikat akan memanggilnya untuk keluar. Malaikat berkata: Keluarlah wahai jiwa yang tenang kepada keridhaan Allah, malaikat itu diberi kabar gembira berupa surga: الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ “(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum,”(QS. An-Nahl: 32) Para malaikat akan mengatakannya saat nyawa keluar: “ Keluarlah wahai jiwa yang tenang kepada keridhaan Allah ” ia diberitakan akan masuk surga, maka nyawanya akan keluar dengan kerelaan mudah dan ringan, oleh karenanya ketika Nabi ‘alaihissho;aatu wassalaam memberi kabar: مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللهِ أَحَبَ اللهُ لِقَاءَه و مَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللهِ كَرِهَ اللهُ لِقَاءَه “Barang siapa yang cinta bertemu Allah maka Allah akan cinta bertemu dengannya, dan barang siapa yang benci bertemu Allah maka Allah benci bertemu dengannya”(2) Aisyah menanggapi: Ya Rasulullah, kita semua benci kematian, maka beliau menjelaskan bukan seperti yang maksud. Namun yang dimaksud adalah apabila seorang mukmin diberikan kabar surga ketika skaratulmaut, ia akan cinta bertemu Allah, ia akan cinta mati dan akan dimudahkan untuk mati. Sedangkan orang kafir wal-‘iyaadzu billaah dengan yang buruk baginya saat sakaratulmaut, ia akan benci bertemu Allah, jiwanya akan kabur, terceraiberai dalam tubuhnya hingga malaikat menariknya bagai gerigi besi yang ditarik dari kain basah, dan kain basah yang ditarik dari gerigi besi. Istilah ini ma’ruf dikalangan pujangga arab. Hampir-hampir menybeknya karena saking kerasnya. Begitulah nyawa orang kafir wal ‘iyaadzu billaah akan terburai dalam tubuhnya, karena ia dikabarkan azab sehingga ketakutan.
Di dalam surga terdapat kenimatan yang belum pernah dipandang mata, belum pernah didengar telinga,dan belum pernah terbersit di hati manusia, seorang insan terkadang telah mendapatkannya sebelum meninggal dari kabar gembira yang ia dapatkan.
Anas Bin Nadher Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Sa’ad Bin Muadz: “ Wahai Sa’ad, Demi Allah sungguh aku telah mencium bau surga di balik Uhud ”(3) Ini tidak bermakan mencium yang sekedar perasaan namun ini adalah penciuman hakiki. Ibnul-Qayim rahimahullah mengatakan: Sesungguhnya sebagian manusia terkadang sudah merasakan akhirat sedangkan ia masih di dunia, kemudian ia pergi, berperang lalu iaterbunuh radhiyallaahu ‘anhu.
Kasimpulannya: Bahwa disurga terdapat kanikmatan yang belum pernah dipandang mata, didengar telinga dan belum pernah terbersit di hati manusia.

(1) Dikeluarkan Bukhari (3244) dan Muslim (2824) dari hadits Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu
(2) Dikeluarkan Bukhari (6507) dari hadits Ubadah Bin Shamit radhiyallaahu 'anhu
(3) Dikeluarkan Bukhari (4048) dan Muslim (1903) dari Hadits Anas radhiyallaahu 'anhu

Tafsir Hidayatul Insan

Yang merupakan tempat yang penuh kebaikan, kegembiraan dan kenikmatan.

Tafsir Kemenag

40-41. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran tuhannya dengan melakukan amal saleh dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya dengan menaati ajaran agama, maka sungguh, surgalah tempat tinggal-Nya untuk selama-lamanya dengan segala kenikmatan di dalamnya. Itulah anugerah agung tuhan yang maha pemurah. 42. Wahai nabi Muhammad, orang-orang kafir akan mengingkari hari kiamat. Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat dengan penuh keingkaran, 'kapankah terjadinya''.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018